SELAMAT HARI IBU

Meskipun secara  umum ada hari ayah, tetapi tidak pernah diresmikan sebagai hari nasional, apalagi merupakan hari libur, namun  para ayah dan kaum laki laki tidak mempermasalahkannya dan tetap enjoi Bersama dengan para ibu.  Beruntung  ibu ibu atau kaum perempuan mempunyai hari ibu yang sudah resmi dijadikan sebagai hari nasional, meskipun bukan hari libur, dan selalu diperingati.  Disamping hari ibu, kaum perempuan juga mempunyai hari Kartini yang itu juga merupakan penghargaan kepada kaum perempuan.

Namun  sampai saat ini kaum perempuan masih terus dianggap sebagai kaum lemah sehingga perlu dibantu sedemikian rupa oleh kaum laki laki.  Namun sesungguhnya kaum peempuan saat ini sudah lebih bedaya dan maju jika dibandingkan dengan perempuan zaman yang lalu.  Bukti dari pernyataan tersebut ialah dapat dilihat dari berbagai sector, misalnya dari aspek peran mereka dalam pemerintahan, saat ini sudah banyak perempuan yang  menjadi bupati/ kepala daerah, Menteri, direktur utama,  bahkan  presiden, dan lainnya.

Dalam bidang legislative, saat ini kita juga sudah dapat menyaksikan betapa hebatnya perempuan yang dapat duduk di kursi legislative, baik di tingkat nasional, propinsi maupun daerah kabupaten/ kota,  Bahkan tidak jarang mereka justru lebih menguasai dan dapat menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul ketimbang pern laki lakinya.  Dalam lapangan Pendidikan  sudah tidak terhitung peempuan yang menjadi guru, dosen, kepala sekolah  rector dan lainnya.

Namun demikian pern peran public perempuan tersebut  tidak seharusnya kemudian justru melauipakan perannya sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga.  Bagi mereka yang kemajon dan sama sekali tidak menghiraukan  ajaran  Islam, memang kerap kali kita saksikan mereka justru seolah lupa diri atas perannya sebagai seorang isteri, sehingga kalua suaminya tidak sabar, biasanya rumah tangga merka akan bubar karena tidka adanya penertian dari mereka berdua.

Karier perempuan memang tidak harus dihentikan oleh pern sebagai seorang isteri, melainkan harus proposional dalm pembagian tugas, terutama dalam rumah tangga.  Artinya boleh saja  keluarga tersebut mempunyai asisten rumah tangga yang akan mampu melakukan berbagai keperluan rumah tangga, namun seharusnya seorang isteri tidak kemudian membebaskan diri dari semua pekrjaan rumah tersbeut, karena terkadang seorang suami  dalam suatu waktu membutuhkan  sentuhan tangan isterinya ketika ingin makan atau sekedar minum.

Untuk itu walaupun keseharian semua pekerjaan rumah tangga dapat dijalankan oleh seorang asisten rumah tangga, namun untuk menjaga keharmoniasa rumah tangga, sebaiknya seorang isteri sekali kali pada saat libur untuk memasak atau sekedar membuat teh atau kopi untuk suami.  Demikian juga seorang suami sesekali waktu juga  dapat memberikan hadiah kepada isterinya, meskipun isterinya mempunyai gaji yang lebih besar misalnya, dan isteri harus mengucapkan terima kasih atas hadiah tersebut.

Jadi keharmonisa rumah tangga memang harus di desain dan diciptakan oleh mereka sendiri, sebab tidak akan mungkin harmonis tersebut akan tiba dengan sendirinya dan yang banyak jika tidak peduli dengan itu, malahan akan mudah retak dan emngakibatkan  rusaknya hubungan suami isteri tersebut.  Seornag isteri memang boleh saja mempunyai gaji yang lebih besar ketimbang suami, tetapi bukan berarti kemudian dapat meremehkan kepada suami dan bahkan  menyakitkannya, karena semua itu  justru akan dapat merusak kondisi rumah tangga yang sesungguhnya ingin dibangunnya.

Mungkin perasaan akan memegang peranan penting dalam kondisi etrsebut, karena kalua seorang perempuan telah berhasil dan menganggap suaminya tidak lagi berguna, maka itulah awal terjadinya kertakan dan mungkin bubarnya rumah tangga.  Peran seorang ibu terhadap[ anakanaknya  masih terlalu penting meskipun seorang ibu tersebut merupakan wanita karier, sebab bukankah wanita karier justru harus menjadi  teladan bagi perempuan lainnya?

Untuk itu tidak ada salahnya jika  semua perempuan  mau menyediakan waktunya untuk mengurus atau sekedar memperhatikan anak anaknya  meskipun hanya sekedar menanyakan tentang sekolahnya atau kuliahnya, lalu menyapanya setiap kali bertemu atau sesekali menemani mereka belajar atau makan dan lainnya.  Janganlah  menjadi lupa diri sebagai  seorang ibu, karena jika perempuan sudah melupakan  jati dirinya  sebagai seorang ibu yang menyibukkan diri dan tidak sempat mengurus anak dan suami, maka itu dapat dianggap sebagai kegagalan.

Kaum perempuan zaman sekarang memang tidak boleh hanya menjadi beban  bagi seorang laki laki, melainkan harus juga berperan, meskipun bukan harus bekerja, melainkan  justru akan menjalankan perannya yang sangat berat untuk mengurus anak dan rumah tangga.  Memang  dui rumah sudah ada asisten rumah tangga, tetapi sebagai seorang isteri sudah seharusnya tidak melepaskan seluruh pekerjaan yang terkait dengan anak dan suami dialihkan kepada seorang asisten rumah tangga, karena itu  bias menimbulkan   hal hal yang tidka diinginkan.

Seorang suami memang harus mampu menyelami pekerjaan seorang isteri, karena meskipun mereka secara riil tidak menghasilkan uang, akan tetapi jika diperhitungkan, peekrjaan mereka justru lebih berat ketimbang kaum laki laki.  Pendeknya harus ada pengertian diantara suami isteri dalam peran peran mereka mengolah rumah tangga, sebab kalua tidak,  santat rawan untuk dipengaruhi oleh hal hal  sepeele dari luar yang biasanya akan cepat menular.

Dalam memperingati hatri ibu kali ini, kita memang  harus lebih banyak mengenang peran seorng ibu dalam kehidupan rumah tangga, betapa mereka begitu hebat telah merawat dan mendidiik anak anaknya sehingga  dapat berhasil  dnegan cukup bagus.  Seorang perempuan yang selalu mengingatkan anak anaknya untuk  berbuat kebajikan tampaknya  sederhana, tetapi itu merupakan kerja yang luar biasa.  Sebagai contoh ringannya ialah  seorang ibu yang selalu mengajarkan kepada anak anaknya untuk mengucapkan salam saat  berangkat maupun pulang sekolah, dan saat memasuki rumah, walaupun di dalam rumah tidak ada seorang pun.

Juga seorang ibulah yang telaten dalam membangunkan anaknya untukl selalu menjalankan shalat subuh, selalu membaca kitab suci, untuk selalu belajar dan lainnya.  Kata kata yang lembut yang keluar dari mulut seorang ibu akan lebih manjur ketimbang bentakan seorang laki laki yang menyuruh anaknya untuk belajar atau lebih hebat ketimbang suara keras laki laki yang melarang anak anaknya untuk bermain dan lainnya.

Jadi sesungguhnya kita memang harus memberikan apresiasi kepada kaum ibu yang telah berperan  hebat dalam rumah tangga kita, sehingga anak anak dapat berkakhlak baik, dapat mengerti sopan santun dengan baik, dan dapat melakukan perannya dengan baik.  Kiranya berdosalah kita yang tidak dapat menghargai peran perempuan dalam mengelola rumah tangganya, apalagi ketika kita  menghdapi seorng ibu yang telah melahirkan kita, merawat kita dan mendidik kita, pastilah kita wajiba  hukumnya untuk selalu menghormati  dan memperlakukan dengan sangat baik kepadanya.

Bagi yang masih mempunyai seorang ibu, berbahagialah karena  dapat memberikan  hadiah yangbpaling baik baginya, bukan dari sisi nilai mafterinya, melainkan dari nilai kebahagiaannya.  Namun bagi mereka yang sudah tidak mempunyai ibu, sesungguhnya masih dapat berbuat baik kepada mreka, yakni lewat doa dan perjalanan baik kita dalam mengarungi dunia ini.  Bukankah doa kita akan dapat menjadikan mereka para ibu  mendapatkan kebahagiaan? Mari lakukan itu selama kita masih mampu untuk bernafas dan mengingat semua jasa baik mereka. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.