BELA PALESTINA

Saat ini mungkin hamper seluruh dunia mengutuk Israel dan Amerika yang  mengakui secara seihak bahwa  Yerussalem  sebagai ibu kota Israel.  Umat muslim di seluruh dunia saat ini sedang memprotes kepada negara adi daya tersbut yang sama sekali tida mengindahkan suara manusia dunia dan juga melanggar kesepakatan PBB sendiri.  Perjuangan rakyat Palestina yang ingin memerdekakan negaranya selalu saja terbentur oleh negara besar yang  tidak mepertimbangkan persoalan keadilan dan  keamanan.  Dunia saat ini sedang bergolak diakibatkan oleh pengakuan AS  atas klaim Israel.

Tak terecuali rakyat Indonesia sebagai negara terbear umat muslim di dunia.  Presiden dalam siding OKI di Istambul dengan tegas menyetakan bahwa Indonesia akan ters ebrsama dengan rakyat Palestina dan sama sekai tidak mengakui  klaim Israil dan AS, serta menyerukan kepada dunia dan khususnya Amerika untuk berpikir ulang dan mencabut pengakuan tersebut.  Klaim  Israel tentu sama sekali tidak  sesuai dengan pri kemanusiaan dan keadilan.  Untuk itu  negera negara Islam harus bersatu untuk mengutuk serta meminta  agar kondisi Yerussalem  kembali sebagaimana semula.

Mungkin memang ada klaim bahwa Israel merupakan pendduk asli Yerussalem namjun fakta mengatakan lain bahwa Istrael merupakan bangsa penjajah yang kemudian mengaku sebagai penduduk asli dan menginginkan bahwa Yerussalem adalah hak mereka.  Kia tidak mungkin dibodohi oleh pengakuan sepihak seperti itu, karean sejarah membuktikan bahwa Israel itu bengsa penjajah dan bukan penduduk asli di sana.  Karena itu jika dunia ingin damai, satu satunya jalan ya kembaikan Yerussalem kepada yang berhak, yakn bangsa Palestina.

Klaupun saat ini yang terkena imbasnya ialah warga muslim di sana, namun sesungguhnya  kita  lebih memperioritaskan persoalan kemanusiaan dan  hak katas daerah.  Mungkin kita juga tahu bahwaa penduduk Palestina tidak seluruhnya muslim, melainkan ada  yang nasrani dan lainnya, namun yang terbanyak dan terkena imbasnya memang muslim, termasuk yang ada di negera lain.  Kita juga sangat paham bahwa  di sana ada masjid al-Aqsha yang  sangat erat kaitannya dengan keberadaan kaum muslim, karena itu tidak salah jika umat muslim merasakan sakit saat Israil mengklaim secara sepihak tersebut.

Perjuangan rakyat Palestina yang miskin senjata tentu memang tidak imbang jika harus dibandingkan dengan Israel yang dibangu oleh negera negara besar, namun  semangat yang ditunjukkan oleh bangsa Palestina sungguh luar biasa.  Bahkan kita juga harus  mengangkat persoalan kemanusiaannya.  ITu disebabkan  pasukan Israel dan juga sekutunya sangat gtidak manusiawi meperlakukan rakyat sipil sehingga penderitaan  rakyat sedemikan mengerikan.  Bukan saja dibantai, teapi perempuan perempuannya  juga dibunuh, diperkosa dan lainnya.

Sesungguhnya sudah banyak negara yang asalnya membangtu dan mendukung Israel, kemudian sdara, meskipun tidak membalik secara forntal, melainkan sudah tidak lagi mendukung secara terang terangan dan bahkan sebagiannya ada yang sudah bersuara untuk membatasi sepak terjang Israel.  Namun memang sangat disayangkan sikap Amerika yang masih  selalu membela apapun yang diklaim oleh Israel, sehingga  membangkitkan  anti pati  dunia muslim kepada Amerika.  Hanya saja masih ada  negara Islam yang justru menjadi bonekanya Amerika, sehingga juga sama sulitnya untuk bersikap tegas  dengan mereka.

Di Indonesia kita  mengetahui secara persis bahwa rakyat muslim selalu saja menyuarakan pembelaannya atas rakyat Palestina serta mengutuk Israel dan Amerika. Meskipun hanya disuarakan di dalam negeri, namun kita yakin gaungnya past akan mendunia. Pers tentu akan dengan cepat meliput segala hal yang terkait dengan Palestina, karena saat ini  focus dunia memang sedang mengarah ke sana.  Mungkin hamir setiap hari selalu saja ada unjuk rasa yang  berkaitan dengan hal tersebut.

Secara besar besaran juga akan dilaksanakan di beberapa titik, termasuk di lapangan monas dengan mengundang  seluruh umat muslim melalui undangan resmi dari Majlis Ulama Indonesia.  Diyanikini bahwa masyarakat yang akan dating  jutaan manusia  dan akan memenuhi lapangan monas Jakafrta.  Namun semuanya  berharap unjuk rasa tersebut tidak akan menibulkan hal hal yang tidak diinginkan.  Artinya unjuk rasa akan berjalan dengan damai, bukan dengan kekerasan dan pemaksaan.

Untuk itu apparat keamanan, teruama keolisian akan menawal jalannya unjuk rasa tersebut dan menertibkannya s sehingga tujuan utamanya akan tercapai tanpa harus merusak keadaan.  Himbauan himbauan untuk melakukan doa termasuk doa qunut nazilah juga sudah banyak disampaikan, termasuk yang disampaikan oleh menteri Agama Lukman Hakim Saefudin kepada umat muslim.  Tentu sebagai umat muslim kita  juga harus menanggapi positif hal tersebut.

Kalaupun kita tidak suka hal hal yang bersifat massal, semacam unjuk rasa, akan tetapi setidaknya kita bersimpati kepada masyarakat muslim yang ingin menyuarakan anti Israel dan mengutuknya serta Amerika, karena  ktulah sumber persoalan yang saat ini melanda dunia.  Kita mesti berdoa kepada Tuhan dengan khusyuk untuk kesejahteraan masyarakat Palestina dan agar Amerika mencabut dukungannya kepada Israel yang terbukti telah mengklaim sepihak tanpa ada dasar yang kuat, melainkan hanya didasarkan atas kekuatan senjata semata.

Barangkali jika umat muslim seluruh dunia bersatu padu dan menhyusun kekuatannya, bukan untuk berperang, melainkan hanya untuk bargaining dengan pihak Amerika, kita akan mendapagtkan perhatian.  Kita harus mengingatkan dan menghinbau kepada negara Arab yang mendukung Amerika, untuk sadar dan harus mempunyai sikap yang tegas terkait dengan persoalan Palestina.  Kalaupun dalam persoalan lainnya bolehlah mendukung Amerika, tetapi tolonglah saat ini menyangkt urusan Palesgtina dan Yerussalem sudah seharusnya bagi negara muslim Arab untuk mengambil sikap tegasnya.

Kita sangat percaya  Amerika pasti akan berpikir ulang jika seluruh kekuatan negara negara Islam bersatu dan menuntut dikembalikannya Yerissallem kepada Palestina.  Coba  kalua  semua pemimpin negera Islam berani tegas sebagaimana yang ditunjukkan oleh presiden Jikowi, pasgtilah Israel dan Amerikan akan  memperhatiannya.  Namun kalua hanya satu dua saja yang menyampaikannya, sementara yang lainnya pada tiarap, sudah pasti mereka akan semakin berani, karena menganggap tidak ada yang melawan.

Menurut hemat saya  demo demo anti  Israel dan Amerika yang dijalankan di negera kita Indonesia dirasakan sudah cukup, karena tujuan utamanya sudah tersalurkan.  Namun sebaiknya memang tidak dipaksakana untuk selalu melakukannya, karena itu pasti akan menguras energy kita sendiri.  Akan jauh lebih bagus jika diplomasi kita ditinkatkan untuk mengajak negera negara Islam lainnya menyatu dan  menyuarakan hal yang sama.  Bahkan juga kepada neara lainnya dengan isyu utamanya tentang kemanusiaan dan bukan tentang agama.

Kita mungkin juga telah menduga bahwa  para kuli tinta pada saatnya juga akan jenuh untuk menyuarakan suara demo yang berkali kali dan tentang hal yang sama, bahkan ada kemungkinan rasa jenuh juga akan menghinggapi mereka.  Karena itu harus dicari cara baru yang lebih tajam dan  memungkinkan  mereka, khususnya Israel dan  Amerika  menjadi berpikir bahwa  mereka akan mendapatkan tekanan dari berbagai negara yang akan membuat kesulitan mereka di masa yang akan datang.

Semoga apa yang kita inginkan dan diinginkan pula oleh penduduk dunia yang  merasa tidak nyaman atas klaim Israel tersebut  akan segera mendapatkan jalan keluar dan rakyat Palesgtina akan segera menikmati kemerdekaannya.  Ketenangan dan kedamaian dunia tentu menjadi sangat penting untuk keberlangsungan hidup di muka bumi ini serta menjalankan amanah Tuhan kepada kita.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.