WISUDA SARJANA

Bagi setiap mahasiswa hal penting yang selalu dirindukan ialah saat wisuda.  Mereka menganggap wisuda itulah tujuan akhir dari kuliah yang mereka jalani selama setidaknya empat tahun.  Namun apapakh memag benar  bahwa wisuda adalah tujuan akhir mereka?  Jika itu memang yang menjadi pikirannya, berarti mereka itu salah besar karena wisuda hanyalah persianggahan sementara dan bukan tujuan akhir, sebab masih banyak hal yangharus dilakukan selanjutnya setelah wisuda tersebut.

Ilmu yang didapatkan  dalam kuliah di starata satu masih snagat sedikit dan tidak akan mampu untuk dijadikan sebagai modal untukhidup di dunia.  Memanmg tanpa kulaih saja seseorang akan mampu hidup, namun bukan itu maksudanya, yakni bahwa hanya berbekal dengan ijazah S1 saja tentu masih sangat kirang jika kita memang ingin eksis dalam mengarungi dunia ini.  Bahkan untuk saat ini  ijazah S2 asaja  rasanya juga masih kurang dan  mereka harus dipacu untuk melanjutkan ke jenjang S3, agar  kehidupan mereka  menjadi semakin lebih baik dan mapan.

Dengan pengetahuan yang lebih banyak sudah barang tentu akan memberikan banyak alternatif dalam memilih usaha yang akan ditekuni.  Dan dengan ilmu yang ;lebih banyak p[ula pandangan tidak akan sempit, sehingga tidak akan mudah menyerah jika mengalami kegagagalan dalam sebuah usaha.  Namun sesungguhnya bukan Cuma  ijzah yang menentukan keberhasilan tersbut melainkan   lebih banyak ditentukan oleh keseriusan dan kegigihan  seseorang.

Namun harus diakui bahwa semakin tinggi pendidikan seseorangf tentu  akan lebih banyak pengalaman dan ilmu yang akan menentukan masa depan.  Memang ada mereka yang sudah lulus S3 tetapi masih saja tidak mampu bertahan hidup, karena memang tidak disertai oleh kesriusan dan hanya ingin  hidup enak semata.  Padahal semua orang tahu bahwa untuk hidup sukses itu diperlukan perjuangan yang hebat dan kegigihan yang tanpa  surut.

Saya sangat bangga  setelah menyaksikan  pada alumni yang diwisuda di sebuah pergurua tinggi swasta yang secara formal mereka memang  bukan tandaingan dari perguruan tinggi negeri.  Akana tetapi bukan kualitas perguruan tingginya, melainkan semangat dan antusias mereka yang menjadi catatan saya, yakni keingian kuat mereka untuk mengaqbdikan diri  terhadap ilmu yang sudah dikuasainya, atau sebagiannya  sangat antusias untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Saya menjaid memaklumi bahwa wisuda adalah moment yang sangat mereka nantikan dan sangat  prestis  bagi mereka, sehingga tidak salah kalau kemudian seluruh keluarganya diajak serta untuk menyaksikan wisuda tersebut.  Siapapun tentu tidak bisa menyalahkan meskipun kemudian  harus berdesakan begitu sesak, karena mereka yang mengantarkan  justru jauh ebih banyak ketimbang yang wisuda itu sendiri.   Kita semua akan memaklumi dan sekaligus juga dapat memahami kondisi demikian, karena memang itulah barangkali satu satunya peristiwa yang begitu hebat bagi mereka.

Bahkan kita juga tidak bida menyalahkan para pedagang, khususnya  para penjaja bunga yang kemudian mendadak menjadi lartis manis  dibeli dan dihadiahkan kepada mereka yang sangat disayangi.  Seolah berapapun harga bungi tersebut tidak menjadi masalah, atau bahkan  seberapapun banyak bunga yang dijual seolah masih kurang.  Itulah kenyataan yang dapat disakasikan pada saat  wisuda beberapoa waktu yang lalu.

Pada saat wisuda tersebut saya sempat memberikan motivasi kepada mereka, yang antara lain:

  1. Agar mereka tidak berputus asa terhadap semua nikat Tuhan yang telah kita terima,. Dan kebetulan tidak sama dengan nikmat kepada  pihak lain.  Untuk itu semua yang sudah melekat di dalam diri kita harus senantiasa disyukuri dengan terus mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah.  Berbuat baik kepada siapapun itu juga merupakan slaah satu bentuk syukur kita kepada Tuhan.  Karena itu ilmu yang sudah diperoleh selama kuliah juga harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan banyak orang.
  2. Agar mereka tidak bosan untuk terus mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Kita semua tahu bahwa ilmu itu akan terus mengalami perkembangan dan temuan keimuan melalui riset juga akan selalu terjadi, karena itu akan sangat naif kalau  para wisudawan merasakan sudah cukup dengan ilmu yang  sudah dikuasai.  Mereka harus terus mengembangkan ilmu yang ada, baik mereka mampu dan berkesempatan untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang  lebih tinggi maupun yang tidak. Me3rka harus terus merasakan kehausan ilmupengetahuan, sehingga mereka tidak akan pernah bosan untuk mencari dan mengembangkannya.
  3. Harus memanfaatkan ilmu utnuk kepentingan kamannusiaan serta untuk menjalin perstuan dan kesatuan sleuruh anak bangsa. Kita akan  merasakan ilmu itu bermanfaat jika kita mampu menggunakannya untuk menyatukan dan menyejahterakan  rakyat dan bangsa kita.  Untuk itu ilmu dan akhlak yang sudah kita dapatkan selama kuliah harus dipraktekkan di masyarakat.  Ilmu saja tanpa dibarengi dengan praktek akhlak, tentu justru akan menjadi malapetakan bagi kemanusiaan.  Lihatlah banyak orang pintar yang kemudian malah menjadi persoalan bagi bangsa ini, ketikla mereka melakukan praktek korupsi dan selalu  ingin menjadikan segalanya  demi kepentingan politiknya.
  4. Hal yanag tidak boleh dilupakan oleh seluruh wisudawan ialah bagaimana kita mampu mengjoirmati dan menghargai serta memperlakukan dengan sangat baik kepada orang tua kita, para guru dan siapapun yang telah berjasa mengantarkan kita hingga menjadi orang.  Peran orang tua memang tidak dapat digantikan walaupun dengan  harta  sebanyak apapun.  Banyak  orang pintar yang kemudian sama sekali tidak menghargai dan bahkan terkadang tidak mau mengakui orang tuanya sendiri, karena mereka bodoh dan miskin.  Lalu apakah dengan sikap demikian mereka akan dapat hidup dengan nyaman dan sejahteran?  Jawabannya sama sekali tidak akan.  Siapapaun yang tidak mampu menghargai dan menhormati orang tua, maka dia tidak layak untuk hidup mapan dan nyaman.
  5. Terakhir saya  memberikan motivasi kepada semua wisudawan untuk membiasakan diri menulis apapun yang dialami, dirasakan dan dipikirkan. Kita tahu bahwa jika  semua itu dibiarkan berlalu, maka kita tidak akan memperoleh manfaat darinya, bahkan kalaupun ada pikiran brilian yang seharusnya  mampu mengubah dunia, kalau kemudian dibiarkan  berlalu begitu saja, tentu tidak ada  manfaat apapun yang dapat diraih.  Kalaupun pikiran sedrhana atau hal yang kita alami kemudiannkitan tuliskanm, maka pada saatnya nanti kita akan  dapat mengambil manfaat dari semua itu untuk kepentingan yang lebih luas.

Bagitulah seharusnya para wisudawan  melakukan hal yang bermanfaat dan   untuk kepentingan merka sendiri, terutama  yang terkait dengan upaya mereka untuk menulis apapun yang dialami, dirasakan dan dipikirkan oleh mereka.  Jika mereka mampu melakukan hal tersebut, maka mereka akan  mendapatkan sesuatu yang diidamkannya.

Pendek  kata  kita berharap bahwa seluruh wisudawan akan mampu hidup mandiori dengan bekal ilmu dan akhlak yang sudah mereka dapatkan.  Karena masyarakat juga harus  mendorong dan memberikan spirit kepada mereka dengan terus memberikan semangat bukan malah  melakukan hal hal tidak terpuji yang  menyebabkan mereka semakin terpuruk dan putus harapan.  Semoga harapan kita tersebut akan menjadi kenyataan dan kita semua akan mendapatkan ketenangan dan kemajuan atas jasa mereka. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.