PEMANDANGAN DI TAWANGMANGU

Mungkin dibandingkan dengan tahu tahun delapan puluhan, daerah wisata Tawangmangu saat ini sangat jauh berbeda.  Banyak hal yang berbeda, termasuk akses jalan masuk ke daerah tersebut, kemudian juga kebersihan, bangunan yang  tentu sudah lebih bagus, dan cuaca yang tidak lagi dingin, walaupun saat ini musim penghujan.  Kita tidak tahu penyebabnya, karena bukan saja Tawang mangu, melainkan  beberapa daerah wisata yang tadinya dingin  saat ini menjadi tidak dingin lagi.

Ambil contoh Bandungan Semarang yang  dahulu juga dikenal dinginnya sehingga tidak ada hotel di sana yang memakai  AC, kini sudah tidak dingin lagi, dan  hotel hotel pun juga harus menyiapkan AC tersebut.  Di Tawang mangu saat ini juga begitu, dan semua hotel yang bagus juga pastinya memakai peranagkat AC.  Salah satunya mungkin disebabkan pengaruh perubahan  cuaca dunia yang mengharuskan  adanya pensikapan terhadap kondisi cuaca tersebut.

Seharusnya pemandangan pada sore hari atau pagi hari akan tampak sangat indah menyenangkan, akan tetapi sayangnya  hampir seluruh permukaan bumi diselimuti oleh kabut, sehingga  sejauh memandang hanya tampak kabut semata.  Memang sangat aneh, kalau ada kabut seharusnya daerahnya menjadi dingin, tetapi yang terjadi saat ini justru sebaliknya, yakni terasa panas jika tidak menyalakan AC.  Tetapi tidaka mengapa karena   siapapun masih dapat menikmati keindahan Tawang mangu setidaknya melalui makanannya.

Beruntung di hote;l saya menginap ada  kolam renangnya, sehingga  kalaupun saya tidak  menjebur untuk berenang, akan tetapi saya dapat menikmati kondisi di sisi kolam renang tersebut.  Kebetulan bukan dari kalangan remaja yang  mau berenang, sehingga  saat itu kolam renang sangat sepi dan tidak ada satupun yang  memanfaatkannya untuk sekedar berenang melepaskan otot otot yang tegang atau sekedar menghilangkan rasa bosan dan lainnya.

Hotel saya menginap juga  cukup nyaman dan bersih sehingga menambah  kesanangan yang  memang sedang saya cari.  Kalauipun  keberadaan saya di Tawangmangu ini  dalam rangka menjalankan tugas, namun  sudah pasti saya manfaatkan juga untuk refressing,  apalagi saat ini merupakan hari hari sibuk dengan akan berakhirnya tahun anggaran, sehingga semua harus bekerja keras dan sekaligus  terkadang juga harus lembur.

Nah,  saat seperti inilah saya  dapat memanfaatkan waktu untuk sekedar melepaskan ketegangan  dan menghilangkan rasa bosan  saat  sehari hari terlalu banyak pekrjaan yang harus diselesaikan.  Dahulu saya mempunyai pengalaman yang  tentu tidak pernah akan saya lupakan, yakni ketila  saya harus mengerjakan banyak pekerjaan di akhir tahun, sehingga badan saya atau fisik saya akhirnya  tidak mampu menyangga kelelahan yang amat, dan akhirnya saya harus masuk rumah sakit.

Untuk itu  kenangan pahit tersebut akan saya kenang sebagai p[engalaman dan guru yang baik, agar  ke depannya saya tidak akan jatuh lagi dalam lubang yang sama.  Karena itu meskipun  pekerjaan menumpuk dan  terkadang harus melakukan lembur untuk menyelesaikan pekerjaan dan mengejar target, akan tetapi tetap saja  harus ingat kepada kesehatan.  Salah satu caranya ialah dengan mencegah dari segala kemungkinan, dan harus menjaga tubuh agar tetap segar dan mempunyai vitalita yang prima.

Untungnya sekali lagi di ahir tahun  seperti ini  sudah diantisipasi untuk menyelenggarakan  evaluasi terhadap pelaksanaan program dan biasanya  juga dilaksanakan di luar kampus, dan kebetulan saat ini dilaksanakan di kabupaten Karanganyar, sehingga sekaligus  dapat dimanfaatkan untuk penyegaran.  Walaupun demikian aspek kedinasannya juga tetap harus dijalankan sehingga fungsi dan tanggung jawab yang dipikul tetap akan berjalan sebagimana rencana.

Namun untungnya lagi pada saat pagi hari menjelang siang, cuaca cukup bagus sehingga saya  dapat menikmati pemandangan yang begitu indah, apalagi hotel tempat saya menginap berada di tempat yang sangat tinggi, sehingga semua arah dapat disaksikan.  Meskipun tidfrak lama  kecerahan cuaca tersebut, namun sudah  dapat dijadikan sebagai obat untuk menambali kekecewaan  sore hari yang seluruh permukaan bumi tertutup oleh kabut.  Tentu saya masih berharap ada kecerahan lagi  sebelum saya pulang ke semarang.

Memang  saya berencana menginap di Tawangmangu  dua malam, sehingga kalau cuaca bersahabat saya akan dapat menikmati suasana malam hari yang tentu sangat menarik, apalagi kalau  kemudian  lampu lampu dari pemukiman di daerah  yang lebih rendah  menyala dengan terangnya, pastinya akan sangat mendukung pemandangan yang lebih  nyaman dan indah.  Untungnya memang  sore hari meskipun banyak kabut, kondisi  tidak  turun hujan, sehingga  saya masih dapat  berjalan sedikit melemaskan kaki.

Habis maghrib dan makan malam, kami semua memang kemudian menjalankan kewajiban rapat evaluasi hingga larut malam, sehingga tidak memungkinkan untuk  melakukan aktifitas lainnya, terkecuali sebelum Maghrib tiba. Begitu selelsai acara langsung saja masuk kamr dan langsung tidur, namun kenataannya mata ini sulit untuk diajak tidur, sehingga saya  menyalakan televisi untuk sekedar  mendapatkan hiburan sehingga tidak nglangut.

Lama lama  akhirnya tertidur juga dan  sebagaimana kebiasaan, saya kemudian bangun  tengah malam, sekitar jam 02.30 an  dan setelah shalat, lalu saya harus tidur kembali karena besuk paginya  ada kegiatan yang tidak kalah penting sehingga saya harus menyiapkan fisik agar tidak lemas dan kemudian menjadi sakit.  Setelah menjalankan shalat Subuh pun  saya juga masih memberanikan diri untuk tidur kembali dengan maksud agar  setelah bangun menjadi semakin bugar, dan alhamdu lillah apa yang saya harapkan memang  menjadi kenyataan, meskipun saya sedikit terlambat bangun.

Kalaupun saya tidur di Tawangmangu  selama dua malam, namun  ada rencana untuk melakukan perjalanan ke Magetan, tepatnya ke Telaga  Sarangan untuk sekedar melepaskan lelah dan sekaligus juga  sebagai refresssing.  Namun  saya belum mampu untuk membayangkan, karena beberapa waktu yang lalu saat saya berkunjung ke sana  kondisinya juga sudah tidak seperti dahulu, menyenangkan dan  negangeni, melainkan sudah menjadi  lebih bernuansa biasa saja.

Namun saya tetap optimis behwa  semua tempat  wisata itu sangat bagus untuk dikunjungai, dan mengenaqi persoalan kepuasan hati itu merupakan persoalan hati dan pikiran juga.  Artinya jika hati sedang suka dan pikiran sedangn senang, pastinya akan  menambah  kesenangan dan kepuasan  kunjungan tersebut.  Sebaliknya jika kondisi hati dan pikiran sedang tidak bagus, maka sebaik apapun tempat wisata, pastinya akan tampak tidak menyenagkan juga.

Bahkan  pemandangan yang sudah saya saksikan di Tawangmangu pada soren hari yang ditutup oleh kabut pun mungkin juga akan  menjadi indah jika hati dan pikiran dikondisikan bagus.  Pada sore hari itu kondisi hati dan pikiran saya  memang tidak buruk buruk amat, tetapi sekaligus juga tidak bagus bagus amat, sehingga memang perlu diberikan tekanan dan dikondisikan sehingga akan benar benar dapat membangkitkan  keindahan dalam pandangan mata.

Pendeknya saya merasa beruntung karena  saat ini saya dapat mendatangi lokasi wisata  Tawangmangu yang dahulu sangat dirindukan oleh anak anak sekolah.  Saya juga berusha  agar kunjungan kali ini akan membawa kenangan bagus bagi diri saya dan sekaligus juga akan mampu menciptakan kebugaran  pada  diri serta  akan menambah gairah kerja setelah kembali ke kantor.  Pemandangan di Tawangmangu memang tidak sebagus di tempat lainnya, namun sesungguhnya cukuip untuk menghil]angkan  stress dan membangkitkan kebugaran.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.