MAULIDAN DI KAMPUS

Sebagiamana diketahui bahwa saat ini  kita sedang berada di bulan Rabi’ al Awwal atau lebih dikenal sebagai bulan Maulid dan  kita juga tahu bahwa bulan ini merupakan bulan kelahiran nabi Muhammad saw, seorang nabi yang agung dan berakhlak sangat mulia.  Karena itu wajar jika umatnya kemudian  memperingati kelahirannya dengan membacakan shalawat dan salam kepadanya. Shalawat dan salam memang merupakan sebuah perintah Tuhan secara langsung dari Tuhan, karena Tuhan sendiri dan para malaikat Nya juga bershalawat kepada Nabi.

Perbincangan mengenai perayaan maulid saat ini sepetinya sudah selesai, walaupun masih ada satu dua yang belum memahaminya, karena  mereka sama sekali tidak mau terbuka pikirannya untuk kemajuan dan hanya berpegang kepada lahir dalil semata.  Bilamana mereeka mau sedikit terbuka  dan menerima argumentasi pihak lain dalam hal apapun, sudah barang tentu mereka akan dapat menerima maulidan yang secara substansial sangat baik dan terpuji.

Lihat saja saat ini di negara Arab, khususnya di Saudi yang dahulunya  anti  maulid, saat ini sudah terbiasa, bahkan konon rejanya sendiri saat ini sudah mau membaca barzanji atau maulid alDiba’I dan sejenisnya.  Demikian di beberapa negara lainnya, dan bahkan di Rusia juga sudah ramai  maulidan. Ta tercinta ini masih ada yang mempersoalkan keberadaan maulid tersebut.  Untunglah saat ini hanya tinggal segelintir pihak saja yang masih belum mau, sedangkan yang lainnya sudah akrab dengan kegiatan maulid tersebut.

Kita tentu juga tahu bahwa saat ini marak kegiatan maulid di kampus kampus, bukan saja kampus Islam, melainkan kampus umum yang  di dalamnya juga banyak pihak, akan tetapi umat nabi Muhammad saw yang kebetulan berada di kampus tersebut lalu mengadakan peringatan maulid Bersama.  Bahkan yang menghadiri tidak dibatasi dengan umat muslim semata, melainkan juga dapat dihadiri oleh umat non muslim.  Kenapa demikian? Jawabannya tentu juga menjadi perdebatan lagi, namun yang jelas untuk kebajikan dan untuk menarik p[erhatian orang, tentu  siapapun boleh dating.

Syukur syukur kalua kemudian meeka yang non muslim lalu  tertarik pada kegiatan terebut dan kemudian melalui itu lantas Tuhan memberikan hidayah kepada mereka dan akhirnya mereka pun masuk Islam dengan kesadaran mereka sendiri.  Dengan demikian  peringatan maulid sesungguhnya juga memuat dakwah Islamiyah yang efektif untuk menarik minat kepada pihak lain.  Sudah barang tentu acaranya harus didesain sedemikian rupa khidmat dan memberikan nuansa spiritual yang lebih,  sehingga akan mampu menarik perhatian pihak lain.

Sementara itu bagi yang tidak  membenarkan acara tersebut, ya dibiarkan saja karena mereka sesungguhnya tidak mengetahui  hal penting yang  seharusnya mereka lakukan.  Hal tertenting bagi kita ialah niat yang tulus untuk menghormati kelahiran nabi Muhammad saw dan sekaligus niat berdakwah untuk kepentingan Islam itu sendiri.  Secara kasat mata dan rasional kita juga mengetahui bahwa cinta itu  akan emmbawa orang yang mencintai dan yang dicintai akan selalu ditautkan hati dan pikirannya,  bahkan hingga akhir zaman.

Nah, khusus cinta kepada nabi Muhammad saw sendiri telah ada  jaminan dari Nabi bahwa siapapun yang mencintainya maka  nanti akan Bersama sama beliau masuk ike dalam surge.  Secara umum memang benar bahwa orang itu akan dikumpulkan Bersama dengan pihak yang dicintainya.   Hanya saja kecintaan tersebut harus tulus sampai ke dalam hati, dan bukan hanya terbatas di lisan semata.  Bahkan kalaupun ketulusan  cinta tersebut hanya sebentar tetapi  benar adanya, tetaplah masih akan mendapatkan  kleuntungan.

Konon cerita paman Nabi yang bernama Abu Lahab yang sudah jelas jelas akan masuk neraka melqlui  informasi alquran, namun karena dia pernah sangat senang sekali pada saat Nabi lahir sebagai keponakannya, maka  Abu Lahab akan mendapatkan keringanan siksaan setiap hari Senin, yakni hari dimana Nabi lahir.  Kesenangan Abu Lahab tersebut diwujudkan melalui memerdekakan seorang budak yang pertama kali memberitahukan berita kelahiran Muhammad saw.

Sungguh sangat luar biasa dan  karena itu sangat disesalkan jika ada orang muslim yang tidak mau bergembira dengan kedatangan dan kelahiran nabi Muhammad saw.  Kenapa harus gembira, karena Nabi Muhammad saw adalah nabi akhir zaman yang akan memberikan pertolongan kepadav smeua  umatnya yang baik.  Cinta kepada beliau memang menicayakan sebuah kondisi dimana orang akan selalu menyenangi apapun yang disenangi oleh beliau, dan akan melakukan apapun yang memang suka dilakukan oleh beliau.

Jadi dengan demikian cinta kepada Nabi memang bersyarat, yakni selalu berbuat kebajika n dan menjalankan semua perintah Allah serta menjuhi larangan larangan Nya.  Apa yang selalu dilakukan oleh Nabi akan ditirunya, seperti  Nabi yang suka shalat malam dan tahajuud, maka sebagai orang yang hub kepadanya, tentu harus mau dengan ketulusan untuk menjalani shalat malam tersebut.  Nabi santat mencintai  anak anak yatim, maka kita sudah seharusnya mencintai mereka dan  memberikan jaminan keberlangsungan hidup mereka.

Nabi juga santat ringan tangan untuk memberikan apapun yang ada di tangan beliau, bahkan kalaupun  sesuatu tersebut untuk kepentingan beliau sendiri.  Nabi pasti akan memberikan sesuatu tersebut kepada orang yang dating dan memintanya, karena beliau pasti akan lebih mendahulukan pihak lain yang sangat membutuhkan ketimbang diri dan keluarganya.  Sungguh mulia beliau ini dan beliau juga tidak pernah menumpuk harta, karena sudah pasti  semuanya akan dibagikan kepada mereka yang membutuhkannya.

Nah, maulidan di kampus dan di manapun  sesungguhnya bertujuan secara umum selain untuk  membuktikan kecintaan kita kepada Nabi juga sebagai arena dakwah, dan pastinya  sebagai arena untuk meneladani Nabi dalam berbagai aspek  kehidupan duniawi.  Akhlak beliau yang begitu luar biasa memang harus dijadikan sebagai rujukan, meskipun kita belum mampu meneladani seluruhnya, namun setidaknya ada keinginanuntuk melakukan salah satu kebajikan yang selalu beliau tunjukkan.  Tentu saja kiota akan meneldani beliau secara bertahap sesuai dengan kemampuan  dan kesiapan kita.

Nabi Muhhamad saw adalaah sosok yang tidak pernah menyimpan dendam di hatinya, tidak pernah sakit hati sekalipun dihina, dicaci, direndahkan , bahkan kalaupun disakiti, karena perinsip beliau ialah mengapa mereka melakukan itu semua karena belum mengetahui kebenaran, karena itu jika mereka sudah mengetahuinya pasti mereka tidak akan melakukannya.  Untuk keperluan tersebut beliau selalu saja malah mendoakan kebaikan bagi mereka, bukan mendoakan jelek atau  mencaci atau dendam dan sejenisnya.

Beliau sangat lebut hati dan persaaannya, sehingga beliau  kerap kali menagis jika menyaksikan umatnya salah dan meninggalkan  kewajiban.  Jika bertutur kata pun beliau tidak pernah menyinggung persaan pihak lain, dalam bersikap pun beliau juga selalu bagus, termasuk kepada mereka yang selalu memusuhinya.  Akhlak seperti itulah yang dibutuhkan oleh kita semua untuk membangun masa depan dan lingkungan yang lebih baik.

Kita tentu dapat membayangkan jika masyarakat mampu meneldani sikap Nabi yang satu tersebut, kita tentu akan mendapatkan sebuah kondisi yang sangat nyaman penuh kedamaian.  Aapalagi kalua kemudian  masyarakat juga berusaha untuk meneldani seluruh sifat Nabi, pastilah semua akan  mampu diraih karena kebaikan hati dan pikiran mereka.  Semoga kita semua akan mampu menjalani hidup dengan sifat sifat sebagaimana yang dipraktekkan oleh Nabui Muhammad saw. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.