RAPAT KERJA TAHUN 2017

Sebagaimana  diketahui bahwa rapat kerja untuk sebuah institusi itu merupakan sebuah keniscayaan.  Artinya  untuk menjalani  pelaksanaan kerja tentu dibutuhkan perencanaan yang matang dan  kemungkinan kemungkina pelaksanaanya, sehingga diharapkan pada saatnya akan dapat dijalankan dengan baik dan sekaligus juga menghasilkan  sesuatu  sebagaimana ditargetkan.  Karena itulah institusi  semacam UIN haruslah melakukan perncanaan yang baik sehingga tidak akan ditemukan kendal yang berarti.

Tidak hanya bertujuan semacam itu, melankan bahwa raker juga dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pelaksanaan  progarm pada tahun berjalan, sehingga dengan dmeikian akan dapat dijadikan sebagai pijakan  untuk menyusun program tahun berikutnya, tentu dengan mengingat  adanya regulasi yang berkembang.  Dengan dmeikian raker tersebut juga harus  menghasilkan evaluasi menyeluruh termasuk program yang sedang berjalan.

Sebagaimana kita tahu juga bahwa untuk raker tahun ini kita sudah menyiasatinya dengan melakukan pra raker sehingga segala sesuatunya  sudah dipersiapkan.  Dengan  begitu maka saat pelaksanaan raker kita tinggal  tambal sulam hal hal yang dirasakan belum sreg.  Demikian juga  diharapkan bahwa  dengan pra raker tersebut diharapkan pada saat raker kita tidak  akan terbebani terlalu berat untuk mengevaluasi dan sekaligus  menyusun program angaran yang akan datang, melainkan justru  dapat dipergunakan untuk menambah pengetahuan tentang berbagai hal yang dapat disuguhkan pada saat raker.

Dalam raker kali ini  kita mengundang inspektr jenderal kementerian agama untuk memberikan pencerahan terkait dengan kebijakan  itjen pada saat ini, yakni terkait dengan keberadaannya dan sekaligus hubungannya dengan SPI yang sudah dibenrtuk oleh satker BLU utamanya.  Dan alhamdu lillah kita  mendapatkan banyak informasi yang memungkinkan kita akan mampu untuk melakukan inovasi dan mengembangkan kreatifitas sehingga akan  dapat membantu pengembangan dosen dalam berbagai hal.

Peserttanya pun  kita lengkapi dengan mengikut sertakan seluruh pimpinan di fakultas, yakni dekan dan wakil dekan, kemudian  kabag dan ketua jurusan.  Bahkan  selruh kabag  di lingkungan Uin juga diikut sertakan serta kasubag. Harapannya mereka akan tahu dan bertanggung jawab atas rencana yang sudah disusun.  Dengan peserta yang demikian banyak diharapkan semuanya akan  saling mengetahui tugas dan tanggung jawanya dan  dengan dmikian kinerja tahun mendatang akan lebih baik, baik capaiannya maupun serapan anggarannya.

Memang harus diingatkan bahwa raker kali ini adalah untuk kepentingan tahun 2019 sehingga ada beberapa hal yang perlu mendapatan penekanan, karena itu merupakan tahapan kedua dalam  rangkaian tahapan yang sduah kita susun.  Dalam bidang akadmeik memang harus ada beberapa  realisasi yang seharusnya sudah dilakukan pada tahun ini atau tahun depan, seperti  realisasi SKPI dan lainnya.

Disamping itu pada tahun 2019 adalah tahun dimana diperkirakan kita sudah akan slesai membangun  sarpras dengan daa pnjaman dari Islamic Development Bank, dengan dmeikian  kecukupan kelas sudah relatif terpenhi, dan kana itu harus ada penataan penjadwalan yang ideal, sehingga ada  ruang dan wktu untuk menjalankan ibadah shalat, baik shalat dhuhur maupu ashar.  Selama ini sebagaimana diketahui bahwa untuk melaksanakan  salat tersbeut memangnharus pendai menyisihkan dan menyiasatinya.

Persoalan yang terkait dengan peningkatan peran  dosen dalam pembinaan mahasiswa  serta kewajiban doen untuk meneliti juga  harus mendapatakn penekanan, karena  di tahapan tersebut kita sudah mentargetkan diri untuk berprestasi ditingkat asean.  Karena itu  kita memang harus leboih fokus untuk meminta para dosen lebih  produktif, baik dalam hal penelitiannya maupun publikasi lmiahnya, lebih lebih yang bersifat internasional, setidaknya asean.

Terkait dengan jurnal sendiri, kita  memang harus menargetkan adanya jurnal yang terakriditasi baik di tingkat nasional maupun internasional.  Minmal untuk yang nasional itu harus ada 5 yang terakreditasi sedangkan yang internasinal cukup satu dahulu.  Sesungguhnya kita melihatnya  ada kemampuan yang cukup untuk mewujudkan hal tersebut, hanya persoalannya   selama kita kita kurang  memperhatikannya dan kurang dalam mensupport dananya.

Apalagi  saat itu ketentuaan mengenai kewajiban para profesor dan  lektor kepala  untuk menulis di jurnal  internasional bereputasi itu sudah  berlaku dan harapannya semuanya akan mampu berkontrbusi sehingga semuanya akan menjadi nyaman.  Kita juga akan  meningkatkan  rangkinng ergurua tinggi sehingga diperlukan banyak publikasi ilmiah yang dilakukan ole para dosen kita, termasuk tentu kalau hal tersebut dapat terwuju, maka kesejahteraan juga akan mengikuti.

Terkait denganpengabdian kepada masyarakat, kita juga harus lebih ggih dan  hasilnya juga harus dapat dirasakan  secara langsung oleh masyarat kita.  Saat ini dan kedepan kita sudah akan memfokuskan untuk pengabdian dalam bidang pariwisata, khususnya tentang  wisata religi yang masih banyak lahan yang harus kita garap untuk disumbangkan kepada masyarakat secara umum.  Dalam  hal tersebut tentu juga pasti ada aspek kesejahteraannya bagi dosen yang menjalaninya, seperti dengan melakukan penelotian terlebih dahulu sebelum medesainnya.

Demikian juga dengan pengabdian masyarakat yang se=cara langsung bermanfaat bai masyarakat umum.  Kita snagat mengapresiasi peran para mahasisswa kita yang berhasil menemukan alat untuk  mengubah air yang  agar bterasa sin, kemudian emnjadi tawar, dan itu kemudian  akan dikembangkan oleh pemerintah  kabpaten untuk kesejahteraan masyarakat di pesisir uatara pulau Jawa.  Tentu masih banyak lagi kemungkinan yang dapat kita lakukan untuk disumbangkan kepada masyarakat kita secara umum.

Aspek kemahasiswaan juga perlu dilakukan pembinaan yang intensif, agar para mahasiswa tidak salah jalan dan selalu mengikuti jalan yang benar serta cerdas dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.Karena itu memang kepedulian para dosen yang menjadi walinya harus ditingkatkan, bukan saja dalam hal membimbing skripsi, melainkan membimbig daamproses belajar mereka.  Tentu banyak hal yang dapat disampaikan kepada para mahasiwa, apalagi saat ini maraknya hoax di sekitar kita sangat mungkin akan  dapat mengenai mahasiswa binaan kita.

Pada tahun 2019 nanti kita juga harsu menargetkan para mahasiswa kita akan dapat ebrprestasi baik ditingkat regiolnal, nasional dan bahkan asia tenggara, karena  saat itulah ita harus  sudah mulai untuk berprestasi di tingkat asean.  Tidak saja dalam bidang akadmiknya, melainkan juga dalam bidang bakat dna minat mereka, baik dalam hal olah raga, seni dan juga ketramilan lainnya.

Terakhir dalam hal sarpras, dan kelengkapan fasilitas lainnya, kita memang  harus menyesuaikan diri dengan  zaman.  Artinya saat ini kita memang sedaqng merencanakan mebangun  sarapras untuk Uin Walisongo, yang meliputi ruang kelas, laboratoruium, perpustakaan, dan gedung peroantoran.  Nah,  ada saatnya nati harapannya  semuanya akan dapat memberikan manfaat dan daya dorong yang kuat untuk mencapai  target sebagiamana yang  sudha dicanangkan  tersebut.

Kita memang merasakan  betapa  berartinya dbeuah ma’had atau asrama untuk pembionaan mahasiswa, namun dengan berbagai tuntutan etrsebut, tentintunya kita harus membuat skala prioritasnya, dan  pada tahun 2019 nanti saat pembangunan dengan pinjaman IsDB sudah selesai kita harus bersuaha untuk mendapatkan dana SBSN untuk pembangunan sarpras training center dan juga studen centre untuk aktivitas mereka.

Inilah beberapa prioritas  yang memang harus dipentingkan, khususnya dalam raker kali ini.  Muda mudahn Tuhan akan senantiasa memberikan ijin Nya dan kita diberikan kekuatan untuk mewujudkannya.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.