MARI AWALI BULAN INI DENGAN BERSHALAWAT

Sebagaimana kita tahu bahwa  mulai  hari ini, kita sudah memasuki bulan maulid, diana nabi kita Muhammad saw dilahirkan dan kita selalau saja memperingatinya sebagai bulan yang mulia dan penuh hikmah.  Secara umum masyarakat kita  akan membacakan shalat dan salam kepada beliau di hampir setia malam, setidaknya hingga tanggal 12 nanti, bahkan ada yang melakukannya satu bulan  penuh, semua itu sebagai pertanda kecintaan umat kepada beliau.

Mereka tidak lagi mempermasalahan  adanya kata tau pernyataan yang menganggap semua itu sebagai eprbuatan bid’agh, sebab  mereka sangat paham dan tahu bahwa membacakan shalawat dan sejarah Nabi tersebut termasuk bagian dari hubbun nabiy sehingga kalaupun ada seribu hujatan pun tidak akan pernah mempan untuk menghentikannya.  Mereka sudah paham  bahwa  di dalam alQuran saja ada ayat yang menganjurkan bahkan mewajibaka umat beriman untuk membacakan shalawat dan salam.

Allah swt  sendiri memang   menyatakan bahwa  Allah dan para malaikat Nya  membacakan shalawat kepada Nabi, karena itu wahai orang orang beriman, bershalawat dan salamlah kepada beliau.  Kalau Tuhan saja membacakan shalawat, demikian juga para malaikat Nya, kenapa kita sebagai orang beriman tidak mengikuti perintah Nya?.  Sedangkan refleksi membacakan shalawat dan sala itu dapat dilakukan dengan berbagai cara yang memungkinkan.

Bentuk dan jenis shalawat saja saat ini sudah sangat bervariasi  dan semua itu tentu disesuaikan dengan  penyusunnya serta situasi dan kondisi yang melatar belakanginya.  Ada sebagiannya yang  pada saat membacakan shalawat disertai dengan musik reban dan sebagiannya dengan alat musik modrn dan sebagian terbesarnya tidak memakai alat apapun.  Semua itu tidak akan mempengaruhi  bacaan shalawat karena tujuan utamanya ialah memberikan  penghormatan kepada  nabi Muhammad saw, dan bukian yang lainnya.

Pada  saat kita memasuki bulan  maulid ini memang  gaungnya sangat terasakan terutama di kampung kampng karena hamir seluruh masjid dan mushalla didengungkan shalawat tersebut.  Kita masih akan mendengarkannya selama bulan ini.  Dan bahkan ada puncak peringatan maulid Nabi tersebut yang dilaksanakan oleh masyarakat, baik secara sederhana maupun secara meriah selama bulan ini bahkan biasanya   bahkan sampai bulan depannya.

Momentum maulid memang menjadi sangat menrik umat untuk melakukan berbagai kegiatan yang dihubungkan dengan  berrshalawat.  Masyarakat juga sudah sangat akrab dengan kondisi  bershalawat  yang saat ini sduah menjadi semacam trend di semua daerah di  negara kita.  Bahlan saat ini  sudah banyak kelompok  shalawat tersebut yang tumbuh subur di berbagai daerah, baik yang murni  diperuntukkan untuk profrsiona maupun yang hanya untuk kegiatan belaka.

Kalaupun  genderang  bulan maulid kali ini tiak tampak begitu terasa, namun jika kita  mendcermatinya dengan melihat kenyataan di berbagai masjid dan mushalla, pasti kita akan mendapatkan kenyataan bahwa  maqsyarakat begitu kuat dan  semangatnya untuk  memperingati dan menyongsong bulan maud]lid ini dengan kegembiraan yang  sangat terasakan.  Buktinya semalam kita sudah menyaksikan betapa kuatnya masyarakat untuk bershalawat dengan membaca  Diba’. Barzanji dan lainnya.

Sebagai  umat yang  beriman tentu kita juga harus menyikapi buan ini dengan sangat bijak.  Tentu bukan hanya smat mata membela  siapapun yang mau membacakan shalwat kepada Nabi, melainkan harus mencerdaskaan kepada umat sehingga disamping  akan membiasakan diri membaca shalawat, namun sekaligus juga mampu memberikan pengetahuan yang benar kepada umat dan mereka tidak akan mudah dipengaruhi oleh  pendapat pendapat yang kontrovesial.

Kalangan kampus juga dituntut  bersikap rasional mengenai persoalan ini.  Kalau  saja masih ada yang berpendapat mengenai kebid’ahan  memperingati maulid Nabi tersebut, maka biarlah itu akan disikapi oleh umat secara sendiri, dan kita sebagai insan akademik tentunya tidak usah ikut larut dalam persoalan khilafiyah tersebut.   Mungkin perintatan maulid yang tentu tidak pernah dilakukan sendiri oleh Nabi Muhamm saw itulah yang menyebabkan mereka berpendapat bahwa itu termasuk  bid’ah.

Zaman ini secara terus menerus akan mengalami perubahan dan biasanya ke arah kemajuan, baik dalam bidang akademik, budaya, transportasi dan lainnya.  Karena itu tidak  heran jika ada pihak yang terus berpegang dengan  definisi bahwa smeua hal yang tidak pernah dilakukan atau tidak eprnah ada di zaman Nabi, maka itu berarti bid’ah.  Akan tetapi dalam perkembangannya bid’ah tersebut dibagi menjadi dua, yakni bid’ah yang baik atau bid’ah hasanah dan bid’ah seaat atau bid’ah dlalalah.

Kalau dahulu kendaraan yang pernah dinaiki oleh Nabi dan para sahabat paling bater kuda, maka naik pesawat terbang itu marupakan bid’ah dan itu otomatis akan masuk dalam bid’ah hasanah.  Semenatara  pihak lain tetap berpendapat bahwa  itubukanlah bid’ah  karena  itu sebagai bentuk perkembangan dan  dunia  haruslah mengalami perubahan yang tidak mungkin dicegah.  Nah, sebagai insan akademik kita harus mampu menjelaskan kepada umat tentang persoalan yang  membelit mereka dengan cara yang terbaik dan jelas.

Bagi kita yang memang   akan merefleksikan  shalawat dalam bulan ini, maka  dipersilahkan untuk  membacakan shalawat, baik  siang ataupun malam hari, baik dengan disertai dengan rebana atau musik tertentu maupun tidak.  Sementara itu bagi yang tidak mau bershalawat juga dipersilahkan untuk  tidak mengganggu mereka yang melakukan shalawat dengan berbagai variasinya.  Karena yang terpenting saat ini ialah kita menjaga kebesamaan meskipun dalam keberagaman pendapat.

Namun dengan mengacu kepada firman Tuhan yang memerintahkan umat  beriman untuk bershalawat dan salam kepada Nabi, sebaiknya kita  mencurahkan waktu tersendiri untuk membacakan shalawat tersebut, lebih lebih  pada bulan kelahiran beliau, meskipun  peringatan tersebut bukanlah sesuatu yanag poernah dilakukan oleh Nabi sendiri.  Itu semua sebagai refleksi kecintaan kita sebagai umatnya untuk memulyakan beliau melalui peringatan hari lahirnya dan membacakan shalawat dan salam kepada beliau.

Pendeknya saat ini saat kita berada di awal bulan Maulid ini  sebaiknya meyatukan langkah bersama untuk menciptakan ketenangan dan kedamaian di lingkungan kita masing masing.  Kita sangat sadar bahwa di sekeliling kita banyak pendapat dan aliran yang berbeda, khususnya dalam menyikapi peringatan maulid.  Karena itu usaha terbaik ialah  bagaimana kita selalu  berusaha memahami pendapat lain,  dan  berusaha untuk tidak menyerangnya , melainkan cukup mengerti saja dan  sejauh memungkinkan kita akan menanggapi secara ilmiah, bukan secara emosional.

Dengan sikap yang demikian kita berharap bahwa kita akan berkontribusi dalam penciptaan ketenangan dan ketenteraman di lingkungan kita.  Kita juga memahami bahwa meskipun secara  nalar kita akan menganggap bahwa membaca shalawat kepada Nabi tidak akan merugikan siapapun, bahkan malahan akan mendatangkan kepuasan dan ketenangan diri, namun kita tidak menutup mata bahwa  masih ada kelompok yang kontra terhadap peringatan  maulid tersebut.

Untuk itu sekali lagi kita  memang harus selalu membukan diri untuk perbedaan yang terjadi, karena yang terpenting bagi kita ialah bagaimana  tercipta ketenangan  dan semua dapat melakukan kegiatan ritualnya dengan baik.  Biarkankanlah mereka yang memperingati maulid ini membacakan shalawat setia malam,  dan kita cukup menyaksikan saja, bahkan kalau kita tidak sepaham pun sebaiknya tidak usah melakukan kontra kegiatan.

Mari songsong bulkan ini dengan memperbanyak membaca shalawat dengan berbagai cara dan jangan sampai kta mengganggu pihak lain dengan cara  apapun.  Semoga kita akan mendapatkan apapun yang kita inginkan dan niatkan. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.