KEGAGALAN ITALIA KE FINAL PIALA DUNIA

Bagi penggemar sepak bola tentu akan  kecewa dengan absennya Italia mengikuti kontes piala dunia  yang akan dihelat di Rusia, karena tradisi sepak bola Italia itu identik dengan penyedap dalam masakan.  Banyak orang menangis saat Itali  secara meyakinkan gagal mengikuti final piala dunia tersebut, sementara itu negara yang sama sekali jauh dari tradisi sepak bola, yakni Islandia, justru malah melenggang  masuk final piala dunia, setelah sebelumnya membuat kejutan dan piala Eropa.

Memang benar bahwa bola itu bundar sehingga siapapun dan negara manapun sehartusnya mampu melakukan terobosan dan mungkin juga kejutan untuk masuk ke piala dunia tersbeut.  Tidak terkecuali juga Indonesia, namun secara tradisi memang Indonesia  merupakan negara besar yang sepak bolanya belum beranjak dari level Asean.  Itupun saat ioni harus terus menerus dibawah Thailand, bahkan seringkali kalah dengan Malaysia dan juga Singapura.

Italia memang sedang berduka, sama dengan dukanya Inggris saat gagal untuk mengikuti final piala  boa sejagat tersebut beberapa waktu silam atau saat Perancis  gagal masuk final piala Eropa dan lainnya.  Namun sesungguhnya  bukanlah kejutan jika Islandia masuk final, melainkan memang  sudah diperkirakan, karena  negara kecil tersebut suah mempersiapkannya sedemikian rupa sejak beberapa tahun yang lalu.  Buktinya saat piala Eropa yang lalu dia kemudian dianggap sebagai kuda hitam.

Sementara itu negara Itali yang sudah menjadi langganan pila dunia  seprtinya  terlalu percaya diri dengan kekuatannya yang sudah  dihuni oleh beberapa pemain tua.  Tentu saja Itali rupanya terlambat untuk meregenerasi para pemainnya, sehingga saat dihadapkan kepada kenyataan bahwa sepak bola saat ini identik dengan kekuatan fisik, meskipun  masih tetap mengandalkan teknik.  Para pemain gaek tentu saja tidak akan  dapat mengimbangi para pemain mudah yang penuh energi dan semangat yang menyala nyala.

Akibatnya  Itali kemudian benar benar gembos dan  pada  klimaksnya ialah  gagal menjadi salah satu peserta final di Rusia nanti.  Haikmah bear yang dapat dipetik oleh Italia ialah  instrospeksi diri karena negara lain juga terus bersuaha untuk memajukan bolanya.  Sementara itu kalau negara tersebut masih terus mengandalkan para pemaian gaek, sudah pasti akan ditendang keluar  kandidat negara  sepak bola yang  dapat diandalkan.

Liohat saja  saat  AC Milan masih jaya  dan hampir selalu menjadi juara  termasuk piala Champiun, namun saat ini kebaradaannya seeprti menghilang tanpa bekas.  Kekalahan demi kekalahan terus diderita sehingga rangkingnya terpuruk.  Itu akibat dari kep[ercyaan diri yang terlalu dan tidakl mau meremajakan para pemainnya.  Saat ini barangkali  sudah merasakan akibatnya tersebut dan kemudian mencoba untuk bangkit, namun tidak dapat serta merta langsung menjadi yang terbaik.

Ironisnya negaranya sendiri Iotalia juga mengikuti jejaknya, sehingga Itali menjadi negara bola yang kemudian  tidak dapat mempertahankan tyradisinya yang bagus.  Bai negara lain tentu ini juga dapat dipetik hikmahnya, karena dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat dan permainan sepak bola yang begitu variatif, tentu membutuhkan penanganan yang serius dan secara terus menerus dilakukan evaluasi.  Jika perlu para pemain yang sudah tidak lagi bergairah untuk bermain bola segera dipurtus kontraknya dan merekrut pemain muda yang  mansih penuh semangat.

Mungkin pelatih juga mempunyai perana penting dalam memajukan sepak bola, karena itu evaluasi pelatih juga sangat diperlukan jika memang ingin  bolanya maju dan dapat bersaing dengan negara lainnya.  Jika negara negara dengan tradisi sepak bola lupa mengenai masalah ini jangan harap pada perhelatan  piala dunia  mendatang dapat berpartisipasi, melaionkan gigit jarilah yang akan dapat dijalani.

Kalau dilihat para pemain Italia, tentunya kita  sudah tidak meragukan lagi tentang pengalaman mereka, akan tetapi jika  hanya mengandalkan pengalaman tanpa melihat usia, maka  akibatnya akan fatal.  Sepak bola memerlukan energi yang  banyak, memerlukan kekuatan fisik yang prima, disamping teknik yang brilian.  Nah, jika  pengalaman dan teknik oke, tetapi  tenaga tidak mendukung, maka  akan dapat dikalahkan dan bahkan dipermainkan oleh negara  yang mempunyai pemain yang masih fress.  Apalagi kalau konpetisi tersbeut memerlukan waktu yang singkat pastinya diperlukan tenaga yang  sempurna.

Kalau saya menilai kegagalan Italia  mengikuti perhelatan piala dunia  nanti itu disebabkan oleh terlalu PD nya Italia saat   melakukan pertandingan penysihan, dan lebih lebih saat sudah harus menjalani play off.  Rupanya  dia masih mengandalkan nama besar Italia sehingga  mereka lupa bahwa  sudah banyak negara lain di Eropa yang sudah  berlari dalam  sepak bola.  Namun kita tetap berharap bahwa kejadian tersebut akan dapat memacu Italia ke depan sehingga  pada perhelatan piala duinia  berikutnya  akan dapat ikut kembali.

Kita tentu juga  berharap bahwa sepak bola Indonesai juga  mampu meniru beberapa negara  yang  mengejar ketertinggalannya dalam hal sepak bola sehingga  akhirnya dapat membuktikan diri sebagai negara  yang  benar benar mempunyai kekuatan yang harus diperhitungkan oleh negara lain.  Memang  jika ingin menjadi negara sepak bola  yang baik, harus fokus untuk melakukan pembinaan, baik mengenai timnas itu sendiri maupun sistem kompetisi yang digelar  setiap tahunnya.

Tanpa sistem kompetisi yang bagus, kita tidak usah berharap banyak untuk menjadi yang terbaik di Asean atau bahklan di Asia dan dunia.  Kalau  kita  mempunyai ekiginan bear seprti itu sesungguhnya bisa.  Kalau negara lain mampu untuk itu, kenapa kita tidak?  Seharusnya kita juga mampu melakukan yang terbaik dalam sepak bola dan kita juga  dapat menjadi juara di level yang tertinggi, seperti piala dunia, asalkan  kita benar benar membina dengan bagus tim yang dibanggakan.

Kembali kepada Italia yang gagal menuju piala dunia,  kita tidak usah bersedih karena  kita harus yakin bahwa siapapun yang masuk final tentu yang terbaik. Italia saat ini hanya mempunyai nama saja karena  dalam kenyataannya mereka tidak mampu bersaing dengan negara lain.  Jadi kita pasti nanti akan dapat menyaksikan pertandingan bola yang berkualitas meskipun tanpa Italia.asih banyak negara di dunia yang  dapat memberikan hiburan pertandingan kepada kita sehingga kita akan ebnar benar puas menyaksikannya.

Mungkin  ada juga yang berpendapat abhwa kejadian tersebut ialah karena takdir Tuhan.  Memamng benar segala sesuatu yang telah terjadi di  dunia ini memang merupakan takdir Tuhan, namun sesungguhnya  jika  diusahakan dnegan serius, taksir Tuhan tersebut dapat kita jemput, bukan dengan menunggu datangnya takdir.  Artinya kalaupun smeua yang terjadi kita yakini sebagai sebuah ketentuan Tuhan, akan tetapi kita juga dapat mengusahakannya dengan cara terus menerus berlatih dan mempesiapkan diri dengan  yang terbaik.

Sudah banyak pengalaman yang cukup emnadi pelajartan bagi kita bahwa di dunia ini tidak ada yang dapat bertahan selamanya, apalagi kalau tidak ada usaha untuk itu.  Maike Tyson sebagai petinju saat itu yang diramalkan akan menjadi raja  selamanya atau setidaknya dalam waktu yang lama, ternyata dengan kecerobohannya yang terlalu percaya diri sehingga tidak mempersiapkan diri dengan latihan yang memadahi, akhirnya harus bertekuk lutut dengan lawannya yang sesungguhnya cukup riingan.

Demikian juga dengan para  olah ragawan yang karena terlalu percaya diri lalu tidak emmpersipakan diri dengan baik, pada akhirnya harus menyesal karena kehilangan gelar yang seolah sudah menjadi miliknya.  Beberapa kejadian tersebut seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa  apapun memang harus dipersiapkan dengan baik dan bahkan harus selalu mencari yang lebih dengan melakukan inovasi dan juga mengembangkan kratifitas.  Mudah mudah pelajaran dalam  dunia olah raga ini juga akan mampu menggerakkan  kita di dunia lainnya, seprti dunia akademik dan lainnya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.