PENDIS EXPO

Perhelatan  Annual international Conference on Islamic Studies tahun ini  akan dilangsungkan di Jakarta, tepatnya di Tangerang dengan tuan Rumah Diktis atau Pendis.  Dengan demikian rencana tahun lalu yang disepakati akan digelar di Palu Sulawesi Tengah menjadi batal.  Keputusan pendis menggelar AICIS di Jakarta tersebut sekaligus sebagai upaya untuk mensukseskan pendis Expo yang juga digelas secara bersamaan dengan AICIS tersebut.

Pendis Expo tersebut memang baru pertama kali diselenggarakan di rencananya  akan dilakukan secara besar besaran dengan mengundang presiden untuk membukanya.  Demikian juga pendis menghimbau agar seluruh PTKIn  ikut berpartisipasi pameran dalam pendis expo tersebut.  Berbagai produk unggulan tentunya diharapkan akan dapat ditamplikan  di situ sehingga gaung pendidikan  islam akan menggema lebih dahsyat di nusantara.

Setiap PTKIN tentu harus mampu menampilkan  produk yang terbaiknya, baik berupa buku  atau hasiol karya para dosen dan juga mahasiswa yang dapat diandalkan serta berbagai produk lainnya yang terkait dengan PTKIN tersebut.  Tentu masing masing mempunyai sesuatu yang  diandalkan dan hal tersebut  memang diharapkan sekali agar keunggulan yang dimiliki oleh masing masing PTKIN dapat ditampilakn dan disaksikan oleh masyarakat, baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Jika PTKIN sudah mempu membuat robot misalnya, maka itu harus ditampilakn untuk menunjukkan bahwa PTKIn tidak hanya mampu untuk melakukan kajian yang bersifat agamis, melainkan juga mampu menunjukkan hasil di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.  Dengan dmeikian pandangan masyarakat akan  sedikit demi sedikit mulai berubah dan akhirnya mereka juga melirik PTKIN untuk menjadi tujuan utama dalam melanjutkan studinya.

Demikian juga dalam bidang lainnya yang tidak biaa dihasilkan oleh PTKIN harus ditampilkan.  Barangkali  ras akagum dari para pengunjung itulah yang diharapkan pertama, lalu ada pengertian dari mereka bahwa PTKIN juga melakukan penelitian dan kajian dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, hasilnya tentu dapat dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat secara umum.  Semuanya memang harus dijalankan dengan ketulusan dan bukan dengan niat pamer dan lainnya.

Bagi UIN Walisongo sendiri , pendis ekspo tentu  harus dijadikan sebagai arena untuk menunjukkan kepada khalayak bahwa  UIN Walisongo meskipun belum banyak yang ditampilkan, namun bukan berarti  belum berbuat banyak mengenai pengembangan  ilteks tersebut, karena pada hakekatnya  p[ameran dalam pendis ekspo adalah merupakan sebagaian kecil saja yang ditampilakan mengingat jauhnya tempat dan lainnya.

Sudah barang tentu mengenai anggaran untuk melakukan hal tersbeut perlu mendapatkan perhatian dan pertimbangan masak.  Apalagi kegiatan ini sebeluimnya belum direncanakan, sehingga  untuk anggaran harus diperhitungkan secara rinci, apalagi ini sudah di akhir tahun.  Untuk itu memang sengaja UIN Walisongo hanya akan menampilan produk dari dua fakultas saja dari delapan fakultas yang ada, yakni fakultas Syariah dan Hukum serta fakultas Sain dan teknologi.

Bahkan  untuk fakultas Syariah dan hokum, kita hanya akan mengirimkan produk dari program studi ilmu falak, sehingga diharapkan  ilmu falak yang sampai saat ini sudah emnghasilkan banyak karya, akan dapat diandalkan, karena PTKIn belum banyak yang mengembangkan ilmu falak tersebut.  Sementara itu bagi UIN Walisongo memang sudah emndeklarasikan diri sebagai pusat kaijan ilmu falak, tidk saja di Indonesai melainkan juga di Asia tenggara bahkan di dunia.

Deklarasi tersebut sudah pernah dilakukan juga oleh Dirjen  pendidikan Islam era pak Muhammad Ali di Malaysia.  Artinya saat ini siapapun yang akan memperdalam ilmu falak dari mereka yang berada di Asean, dipersilahkan untuk menuju Walisongo.  Tentu kami tidak hanya berbicara semata, melainkan juga mempersiapkan diri dengan berbagai hal yang terkait dengan pengembangan ilmu falak tersebut.  Berbagai karya yang sudah dipatenkan juga ada dan sebagiannya  sudah menjadi  acuan utama  kementerian agama dalam  menentukan awal bulan Qamariyah.

Berbagai peralatan yang dibutuhkan pun juga sudah kami sediakan, meskipun dalam pameran tersebut mungkin tidak sluruh peralatan akan dibawa, melainkan hanya beberapa saja yang sekiranya dapat dijadikan sebagai  bukti tentang penemuan [enemuan yang ada.  Bahkan tentang  semacam ramalan yang ada juga dapat ditampilkan untuk sekedar memberikan informasi laion dari para pengunjunga nantinya.  Ini biasanya menjadi salah satu yang banyak dikunjungai oleh masyarakat.

Sementara itu untuk fakultas sait dan teknologi akan menampilkan banyak hasil karya, seperti tenrtang pengolahan sampah menjadi barang yang bermanfaat dan sekaligus nantinya akan juga dipraktekkan.  Kita sduah pernah melakukan pameran pengolahan sampah tersebut dan  mendapatkan perhatian banyak dari masyarakat, karena  sampah yang  biasanya  tidak ada pihak yang mau peduli, ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang sangat berharga dan bernilai.

Sebagaimana kita tahu bahwa sampah oleh masyarakat biasanya  akan dibakar agar tidak menumpuk, padahal  asapnya akan menjadi polusi yang berbahaya, karena itu melalui pameran ini kita sekaligus dapat memberikan penyuluhan dan pencerahan kepada masyarakat agar tidak membakar sampah dan bahkan peduli untuk memperlakukan sampah dengan sangat baik sehingga akan bernilai ekonomi yang bagus.  Kita tau bahwa secara umu sampah itu dapat dibagi menjadi dua, yakni organic dan unorganic.

Smpah yang organisk tentu harus duiperlakukan  tersendiri dan dilakukan daur ulang sehingga menjadi bahan yang  baik,  dan bahan tersbeut dapat dijadikan sebagai  tas, dompet, keranjang dan lainnya.  Demikian juga dapat dijadikan sebagai baju yang siap pakai dan pantas untuk  diperlihatkan kepada khalayak.  Disamp[ing itu yang terbanyak biasanya juga dijadikan be=unga bunga yang beraneka ragam sehingga dapat menghasilkan uang dan sekaligus juga dapat dipajang di rumah sebagai hiasan yang membanggakan.

Sementara itu untuk sampah yang unorganik  dapat dijdaikan sebagai kompos atau pupuk yang sangat ebrmanfaat bagi tanaman, baik tanaman hias kita dalam pot maupun  tanaman  yang menghasilkan nilai ekonomis yang besar.  Jadi dengan demikian sampah itu tidak ada yang perlu dibakar atau di biarkan begitu saja, melainkan  harus dikelola dengan baik sehingga akan menadi barang yang sangat bernilai dan sekaligus mendatangkan income yang bagus bagi  perekonomian kita.

Salah satu produk yang nanti akan ditampilkan di pendis ekspo ialah tentang   energy listrik yang didapatkan dari pohon  yang kita tanam dalam pot.   Tidak semua energy listri harus didapatkan dari PLN yang itu berarti harus mengeluarkan biaya cuykup mahal, nah, saat ini sudah ada penemuan  dari fakultas sain dan teknologi UIN Walisongo yang sekaligus dapat dibuktikan bahwa  aa energy  yang dapat kita peroleh dari tanaman yang ada di sekitar rumah atau bahkan di rumah kita.

Memang ada persyaratan tertentu, yakni bahwa energinya tersebut berasal dari matahari, sehingga peohon atau tanaman tersebut memanng harus diletakkan diluar sehingga terkena matahari. Pembuatannya juga sangat mudah dan sederhana saja, yakni  mislanya kita ambil balon listrik kemudian kita hubungkan dengan kabel ke pohon atau tanaman tersebut, dan  dengan mudah  balon tersebut akan menyala.

Tentu masih banyak lagi produk yang akan ditampilkan walaupun sekali lagi tidak smeua akan dapat ditampilkan.  Untuk itu bagi siapapun yang tertarik untuk emmpelajari dan mendapatkan informasi lebih lanjuta tentang pameran etrsebut, sebaiknya hubungi langsung ke fakultas sain dan teklnologi UIN Walisongo Semarang, untuk mendapatkan penjelaan secukupnya.  Semoga  semuanya akan emmberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Amin.

 

 

 

 

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.