MEMIMPIKAN KONDISI IDEAL

Barangkali semua orang akan sangat memimpikan sebuah kondisi yang dianggap ideal dalam jangkauan pemikiran masing masing.  Artinya jika  seseorang tersebut sebagai pedagang misalnya, maka dia akan  mengidolakan sebuah kondisi  dimana masyarakat sangat sejahtera dan daya beli mereka luar biasa tinggi, sehingga apa yang sedang mereka lakukan dalam sebuahn usaha akan berjalan sebagaimana  bayangan yang diidolakan .

Sudah barang tentu  mereka yang bergerak dalam bidang tertentu semisal penguasa terhadap sebuah wilayah tertentu, pastinya mereka  mengidolakan sebuah kondisi yang aman, tenteram, damai dan seluruh rakyatnya taat hukum.  Kesejahteraan juga  senantiasa mengiringi kehidupan mereka.  Dengan demikian kepemimpinannya akan  sangat membanggakan dan kep[uasan, baik dari diri mereka maupun masyarakatnya juga dapat dirasakan.

Itu secara umum keidealan yang selalu diimpikan, namun sesunggunya masih banyak rincian keidealan jika memang itu  diimpikan.  Misalkan saja  dalam sebuah kampus yang mengelola pendidikan tinggi dengan berbagai varian program studi tentu sangat diidamkan kalau seluruh roda perjalanan kampus  dapat berjalan dengan normal bahkan malahan lebih bagus secara keseluruhan.  Jadi seluruh proses yang mepiluti pendidikan dan pengajaran, peneloitian dan juga pengabdian kepada masyarakat berjalan dengan  sangat bagus.

Sisi SDM nya juga  sangat ideal, yakni  banyak para dosennya yang  sudah menyelesaikan studi S3 nya  dan banyak menghasilkan karya ilmiah yang bereputasi.  Untuk  mampu mengantarkan  para dosen dan juga mahasiswa dapat melakukan penelitain  yang berkualitas, sudah barang tentu Jika  hal tersebut  dapat dilakukan, maka  salah satu bidang dalam perguruan tinggi sudah terlihat ideal dan pastinya membanggakan.

Semenmtara itu dalam bidang pendidikan dan pengajaran juga akan selalu dinamis  yakni mengikuti trend yang ada.  Artinya penelitian yang dilakukan itu salah satunya sebagai bentuk inovasi dalam proses pembelajaran, sehingga akan terjadi sinergi yang sangat bagus dalam teori dan prakteknya.  Reference yang digunakan pun akan selalu bertambah dan disesuaikan dengan perkembangan yang terjadi di dunia.  Dengan begitu  para mahsiswa juga tidak pernah akan tertinggal dengan berbagai informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat juga demikian bagus karena dilakukan berdasarkan hasil penelotian, sehingga tepat sasaran dan berguna.  Bukannya  pengabdian masyarakat saat ini tidak berguna, melainkan  hanya untuk menambah daya gunanya  sehingga peran perguruan tinggi dalam  masyarakat akan semakin terasa dana bahkan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.  Saat ini pengabdian masyarakat memang sudah dilakukan dan sudah emmberikan sumbangan yang bagus untuk pengembangan masyarakat, namun terkadang kurang diperlukan oleh masyarakat.

Lebih dari itu kampus juga akan membentuk berbagai lembaga yang mendorong terwujudanya kesejaheraan masyarakat secara langsung, semisal membentuk unit pengum[ul zakat dari sebuah baznas.  Dengan begitu kekuatan zakat  dari sumber di kampus akan dapat dikumpulkan dan sekaligus nantinya dapat diusulkan untuk menambah kesejahteraan  masyarakat miskin di sekitar kampus atau bahkan mungkin warga kampus sendiri yang masih menjadi mustahiq zakat.

Hal tersebut akan dapat terwujud jika kessadaran seluruh warga kampus dalam persoalan tersebut terjadi dan  semua  mempunyai komitmen yang sama yakni menjalankan kewajiban zakat serta menyadari kepentinagnnya untuk dijadikan satu.  Tentu disamping  adanya   sumbangan sukarela dari warga kampus untuk membantu sesama  diluar zakat tersebut, seperti infaq, sedekah dan sejenisnya yang pasti sangat dianjuirkan oleh agama.

Saat ini dengan terbitnya UU nomor 33 tahun 2014 tentang produk jaminan halal, tentu masyarakat kampus  dapat berperan  untuk mensukseskannya.  Nah, kondisi idelanya ialah jika kampus kampus, terutama kampus Islam membentuk lembaga pemerika halal yang nantinya diharapkan akan mampu memenuhi tuntutan dan keinginan masyarakat dalam hal  memperoleh sertifikat halal sebagaimana yang dimaksud oleh undang undang tersebut.

Undang undang tersebut memang membutuhkan LPH yang luar biasa banyak dengan auditor tersetifikat, karena bagaimanapun  undang undang tersbeut adalah mandatori sehingga menjadi sebuah kewajiban bagi masyarakat yang memproduksi atau mengimport produk dailuar dan bertanggung jawab atas produk tersebut, harus  memprosesnya untuk mendapatkan sertifikat halal dari negara melalui  badan penyelenggaran jaminan produk halal.

Kita dapat membayangkan betapa banyaknya produk produk, baik makanan, minuman, obat obaan dan juga kosmetika yang  menurut undang undang tersebt harus mendapatkan sertifikat tersebut.  Padahal kita tahu pemberlakukan undang undang tersebut adalah lima tahun stelah diundangkan, berarti pada tahun 2019 nanti sudah harus direalisasikan.  BPJPH sendiri tentu membutuhakn bantuan masyarakat, lebih khusus lagi kampus kampus untuk mendirikan LPH tersebut  dalam upaya  proses  sertifikasi halal tersebut.

Nah, kampus yang ideal tentu diharapkan akan mampu  menjawab setiap keinginan masyarakat dalam berbagai bidang, sesuai dengan prodi yang dikembangkan oleh kampus tersebut. Itupun barangkali belum memenuhi keidealan, sebab masih terlalu banyak hal yang dapat dibentuk oelh kampus untuk menyahuti  keinginan masyarakat, namun jika  beberapa hal tersebut dipenuhi mungkin kita sudah dapat mengatakannya sebagai sebuah keidealan.

Sudah barang tentu persoalan saran prasarana yang memadahi juga sangat dibutuhkan, semisal ruang kelas yang representatif, kamar kecil yang juga  representatif dengan para mahasiwwanya yang mampu menjaga kebersihan, laboratoriumnya juga ideal serta  lingkungann yang santat kondusif untuk  sebuah kampus.  Hanya saja  mungkin kondisi ideal tersebut  hanya ada pada  impina belaka, karena di dunia ini pasti ada kondisi sebaliknya, yakni kondisi tidak ideal yang selalu muncul.

Bahkan kalau kita ibaratkan kondisi ideal tersebut ada pada sebuah rumah tangga, maka  lingkupnya akan lebih menyempot dan kita dapat membayangkannya sedemikian rupa. Keidealan tersebut dapat terjadi jika  semua anggota keluarga, mulai dari suami, isteri,  dan anak anak  mengetahui peran masing masing dan tetap menghargai [posisi pihak lain.  Nah, kalau keluarga tersebut menganut  Islam, tentu akan mengidolakan keluarga Nabi Muhammad saw yang gambarkan sebagai sebuah surga yang semua penghuninya sangat damai.

Hak hak yang ada pada mereka juga akan dapat terpenuhi tanpa harus  ada tekanan atau keterpaksaan.  Seornag suami misalnya haruslah memberikan kepercayaan penuh kepada isteri demikian juga seorang isteri, sehingga tidak pernah ada kecurigaan serta  prasangka buruk kepada masing masingnya.   Suami yang bertanggung jawab atas keseluruhan keluarga karena sebagai kepalarumah tangga, sementara isteri sebagai  menejer di rumah dalam mengatur rumah tangga.

Sedangkan tugas dalam mendidik anak dan pengawsannya ialah dilakukan secara bersamaan, meskipun dapat saja  dengan pembagian tugas dengan sangat baik.  Suasana rumah pun akan selalu dinamis tetapi tetap dalam kemesraan da keharmonisan.  Kalau dalam bahasa yang biasa disampaikan  melalui riwayat nabi ialah “rumaku ialah surgaku”.  Dalam aspek lainnya keluarga tersebut tidak akan memlihara  rasa cemburu dan  sifat iri atau bahkan bakhil.  Dengan dmeikian  merka akan sangat tanggap terhadap kondisi masyarakat sekitar.

Denga dmeikian keberadaan mereka akan selalu menjadi solusi bagi masyaralat lainnya.  Artinya jika  ada tetangga yang membutuhkan bantuan,  maka dengan ringan mereka akan  membantnya tanpa mengharapkan imbalan atau kembalian.Begitilah kehidupan mereka secara  keseluruhan  akan menjadi berkah bagi sesamanya dalam berbagi aspeknya.  Semoga kita  mampu menciptakan kondisi ideaal tersebut dalam peran peran kita di dunia ini termasuk di keluarga kita, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.