CPNS

Mungkin tidak dapat diungkapkan dalam pernyataan bahwa  meyoritas bangsa ini  masih mengimpikan menjadi PNS karena mereka tidak terbiasa diajari untuk  berusaha, bahkan sejak kecil hingga  lulus perguruan tinggi. Mental mereka kebanyakan ialah mental priyayi yang hanya ingin hidup enak tanpa harus  menanggung resiko tinggi. Menjadi PNS itulah idamannya, karena dengan begitu mereka sudah mempunyai andalan dan tidak takut akan gagal  setelah menjadi PNS.  Bahkan yang ironis lagi ialah bahwa mereka menyangka  menjadi PNS itu sangat enak, karena  begaimanapun kinerja mereka, tetaplah digaji sempurna.

Itulah  kesalahan kita sebagai bangsa yang tidak membiasakan dengan usaha  keras, sehingga mental anak anak kita menjadi lemah dan hanya menginginkan kenyamanan tanpa harus mau kerja keras serta  resiko yang  bakal ditanggung.  Tentu hsl tersebut  sangat berbeda jauh dengan bangsa lain yang lebih menekankan pada spek usaha keras yang harus dijalaninya, kalau ingin hidup.  Hitup itu ialah berkompetisi untuk mendapatkan sesuatu yang diimpikan.

Dengan prinsip tersebut siapapun  akan berusaha dengan keras untuk mewujudkan mimpinya, dan bahkan sangat mungkin mereka sama sekali tidak melirik dan tertarik untuk menjadi pegawai atau sekedar buruh, terkecuali kalau terpaksa. Cita cita ideal mereka ialah menjadi pengusaha sukses dalam bidang apapun, karena  bidang usaha di dunia ini tidak terbatas dan  mereka juga tidak banyak dibatasi dalam gerak dan aktifitasnya, terkeculi  batas umum yang berlaku bagi semua orang.

Namun itulah kenyataan  yang dapat kita saksikan saat ini, dimana orang selalu bermimpi menjadi PNS dan mungkin masih ada juga yang  belum mengetahui sistem yang  saat ini diterapkan, khususnya dalam  hal penyaringan.  Artinay masih ada saja penipuan untuk kasus CPNS ini, buktinya masih marak orang yang percaya  dengan para oknum yang menyatakan mampu membantui untuk mengantarkan mereka meraih kesuksesan menjadi PNS, padahal kalau  tersaring atau tidaknya itu sanat tergantung pada  masing masing kemampuan  yang dimiliki.

Disebabkan banyaknya minat untuk menjadi PNS tersebut, dan bahkan PNS masih dianggap sebagai primadona, maka  sistem yang digunakan terus dibenahi sehingga akan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.  Artinya  siapapun jika menginginkan menjadi PNS, apalagi kalau bidangnya ialah sebagai pendidik, maka dia memang harus memenuhi sejumlah kriteria tertentu sebagai pendidik.  Itu semata mata  diharapkan  akan mendukung pengembangan  dan peningkatan kualitas pendidikan kita secara umum.

Dengan demikian jangan berharap mereka yang  tidak mempunyai kemampuan tertentu sesuai tuntutan sebagai pendidik dalam bidang yang ditentukan untuk  diterima, karena jalan apapun yang dahulu mungkin pernah berjalan di negeri ini, saat ini suda tidak mungkin lagi.  Transparansi dan  keqadilan sudah  diterapkan dengan begitu ketat, sehingga  memungkinkan siapapun yang terjaring, itulah yang memang pantas  untuk menjadi PNS.

Untuk itu  masyarakat harus diberikan pengertian bahwa  saat ini zamannya sudah berubah dan  tidak  mungkin lagi menggunakan pendekatan kekawanan ataupun kekayaan.  Tentu kita sebagai  warga bangsa menjadi senang karena dengan begitu berarti ada kemajuan dalam bidang ke PNS an dan itu pula berarti ada usaha nyata untuk meningkatkan kualitas dalam semua bidang.  Namun demikian kita tetap harus  mengawasi, jangan sampai nantinya   dalam praktek mash terjadi lagi hal hal yang tidak kita inginkan.

Pada hari  senain kemarion haingga hari ini atau bahkan mungkin ada yang hingga besuk di lingkungan kementerian agama telah dilakukan test kemampuan dasar bagi semua pelamar yang telah memenuhi persyaratan secara administratif.  Mereka akan memperebutkan sejumlah kuota  sesuai dengan kebutuhan mendesak masing masing lembaga, dala hal ini perguruan tinggi.  Namun harus diketahui bahwa test kemampuan dasar tersebut tidak  berarti otom,atis diterima sebagai  CPNS, karena  pada saatnya  akan dilakukan test tahap kedua, yakni  dalam kemampuan bidang.

Biasanya test kemampuan dasar itu dilakukan untuk mengetahui kemampuan mereka dalam  dasr yang diperlukan sebagai PNS yang menyangkut wawasan kebangsaan dan lainnya.  Nah,  biasanya pula mereka akan diambil tiga orang nominator untuk memperebutkan satu kuota tertentu.  Karena  itu test dalam kemampuan bidang  akan menentukan  nasib mereka, apakah mereka kemudian akan diterima sebagai CPNS ataukah harus menunggu lagi tahun depan, itupun jika  nantinya  ada formasi untuk itu.

Karena itulah mereka yang mengikuti test tersebut diharapkan swerius  dalam mengikuti tahapan tahapan yang telah ditentukan agar mereka tersaring dan mendapatkan kesempatan untuk mengabdi sebagai abdi negara.  Namun jika nantinya gagal,  tetaplah jangan berputus asa dan lakukan usaha lainnya yang memungkinkan.  Jika jiwa masih ingin menjadi seorang pendidik, maka masih banyak lahan yang dapat dijdakan sebagai wahana untuk pengabdian, namun jika kemudian mau berusaha lainnya, dengan tetap menjadi pendidik, maka itu juga  tidak buruk.

Hanya saja  diharapkan smeua yang dilakukan  didasarkan atas azas profesionalitas dan bukan karena keterpaksaan.  Jika menjadi pendidik, apalagi sebagai seorang dosen, tentu harus fokus  dalam menjalani profesinya, dan tidak disambi dengan melakukan usaha lainnya yang pasti akan  mengganggu  posisinya sebagai seoranag pendidik.  Kita ingin bahwa semua  pekerjaan yang ditekuni oleh anak anak bangsa ke depan ialah  dilakukan secara profesional dan bukan karena keterpaksaan.

Apa yang diupayakan oleh pemerintah dengan peningkatan kesejahteraan melalui pemberia tunjangn profesi kepada  pendidik, itu juga dimaksudkan untuk  menjadikan smeua pendidik f dapat fokus dalam profesinya.  Namun sebagaimana kita ketahui bawa kemampuan negara untuk memberikan unjangan tersebut masih sanat terbats, dan jumalah jauh lebih sedikit ketimbang mereka yang belum mendapatkannya.  Karena itu partisipasi masyarakat memang sangat diharapkan, khususnya dalam ikut meningkakan pendidikan kita tersebut.

Jika pemerintah mampu memberikan tunjangan dan berbagai fasilitas pendidikan, maka  gembar gembor tentang pendidikan gratis itu masuk akal, namun jika bantuan yang diberikan kepada pendidikan hanya minim dan bahkan sangat tidak memenuhi tuntutan pendidikan, maka  sebaiknya tidak usah menyuarakan pendidikan gratis yang biasnaya hanya dijadikan sebagai alat untuk  pemilihan tertentu.  Itu menyesatkan masyarakat, karena secara riil biaya pendidikan itu memang mahal dan harus dilakukan  gotong royong dalam membiayainya.

Kembali kepada  CPNS tersebut  bahwa sebagaimana disebutkan  tadi bahwa  keinginan masyarakat untuk menjadi PNS sangat tinggi, sementara posisi yang disediakan sangat terbatas, karena itu  seharusnya PNS bukan atau jangan dijadikan target satu satunya, melainkan  hanya dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk  mengabdi, sebab kalau itu dijadikan sebagai target utama dalam hidup, maka  pasti akan ada kekecewaan yang melanda, karena gagal menjadi PNS.  Namun jika itu hanya sebagai alternatif, maka jika berhasil, lakukanlah dengan serius dan jika gagal, harus tetap bersemangat untuk berusaha  dalam bidang lainnya.

Bahkan  sejak saat ini kita harus mampu mengbah  mindset kita bahwa  usaha yang akan mengubah diri kita itu bukan PNS, melainkan usaha dalam bidang  kewirausahaan.  Sukses dalam berusaha itu merupakan sebuah kebanggan dan kepuasan tersendiri yang tidak mungkin dimiliki oleh mereka yang sukses dalam PNS. Usahawan yang sukses tentu akan benar enar kaya, tetapi tidak mungkin PNS  dapat menjadi kaya yang sesungguhnya, dalam arti banyak harta, terkecuali mereka yang  tidak jujur dalam kehidupannya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.