UPACARA HARI SANTRI

Ada beberapa pilihan  untuk memperingati hari santri tahun ini, diantaranya ialah dzikir bersama, melaksanakan upacara bendera dan lainnya.  Nah, dengan kelonggaran tersebut dimaksudkan agar seluruh instansi dan berbagai kalangan serta lembaga dapat melaksanakan peringatan tersebut dengan baik dan  longgar.  Meskipun demikian apabila  ingin melakukan smeua pilihan etsebuit juga akan lebih bagu.  Untuk itu UIN Walisongo disamping melaksanakan dzikir dan istighatsah ebrsama, juga melaksanakan upacar bendera.

Minat dan antusias para peserta, khususnya para santri ma’had sungguh luar biasa.  Mereka dengan semangat yang tinggi mengikuti pelaksaanaan dzikir dan istighatsah bersama dan mendengarkan tausiyah dari mbah Maemun Zubair, hingga tengah malam dan paginya juga masih bersemangat untuk mengikuti upacara bendera.  Bahkan yang menarik ialah smeua petugas  upacara ialah dari santri.  Ada semacam daya tartik tersendiri, karena pada saat upacara juga dibacakan oleh seluruh santri tentang  ikrar santri dan sekaligus juga resolusi jihad NU tahun 1945.

Jika kemudian semua  ikrar dan rsolusi jihad tersebut dipahami dan dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh peserta, niscaya akan menjadi sebuah senjata yang sangat luar biasa untuk membentuk karakter kuat bagi mereka untuk  menjalani hidup dan sekaligus juga berbakti untuk negeri mereka.  Saya sendiri sangat yakin bahwa  semua santri yang mengikuti upacara akan sangat  bangga melaksanakan ikrar dan  memahami secara benar serta menjalankan tindak lanjut reolusi jihad tersebut.

Bunyi resolusi jihad akan terus relevan untuk bangsa ini  sampai kapanpun. Kita harus berterima kasih kepada para ulama, khususnya simbah KH Hasyim Asy’ari dan para ulama lainnya yang telah mencetuskan resolusi jihad dan sekaligus juga memberikan semangat kepada seluruh umat muslim untuk membela negaranya dari kemungkinan dijajah kembali.  Dari para ulama tersebutlah kemudian muncul pernyataan yang membanggakan kita semua, yakni bahwa cita tanah air itu bagian dari iman atau hubbul wathan minal iman.

Sungguh luas pemikiran mereka karena dalam situasi yang demikian mereka  berani menyatakan yang demikian yang didasari oleh sbeuah keyakinan yang kuat bahwa  atas dasar terima kasih kepada tanah air yang telah membentuk dan membesarkan, kemudian timbul sebuah keyakinan bahwa membela tanah air dengan kesunggguhan hati itu merupakan sebuah kewajiban.  Jadi semua itu didasarkan atas panggilan nurani kita yang memang membenarkan tentang  keharusan membela dan mencintai tanah air dengan sekuat tenaga.

Resolusi jihad tersebut meskipun sementara waktu yang lalu seolah emnghilang dan munghkin juga ada kesengajaan untuk dihilangkan, namun saat ini semua sudah melek tentang kenyataan tersebut, dan peran para ulama dan snatrui tidak bisa dilupakan begitu saja.  Pada akhirnya pemerintah mengakui perana  serta ulama dalam membela dan emmpertahankan kemercekaan Indonesia.  Karena itu  p[ada saat ada usulan untuk menetapkan hari santri nasiola,  meskipun banyak yang berkeberatan, akhirnya  ditetapkan oleh pemerintah tentang hari santri tersebut.

Tentu  para ulama dan santri  tidak menuntut balas jkasa, karena apa yang sudah dilakukan pada saat itu benar benara tyulus untuk bangsa dan negara bukan untuk diberikan pengakuan atau hadiah atau apapun.  Hanya saja pada saat  ada upaya untuk menghilangkan peran tersebut dan kemudian ada kesempatan untuk memunculkan kembali  agar sejarah tersebut tidak hilang begitu saja, melainkan justru akan dijadikan sebagai  salah satu upaya agar generasi muda  dapat mencontoh semangat jung para ulama saat itu, maka dengan dimunculkannya hari santri tersebut, kiranya  pada generasi muda memang akan dapat meneladani para ulama yang ikhlas dalam membela tanah airnya.

Cara pikir yang demikian, yakni  mengakui bahwa  mereka dilahirkan di tanah ini , dibesatkan dan dididik juga di sini serta  diberikan berbagai fasilitas dan berkembang di sini, maka sangat tidak lazim jika  justru kemudian tidak mau melakukan sesuaatu yang  bermanfaat untuk negeri ini.  Apalagi kalau kemudian justru memusuhi atau  berkeinginan untuk merusak negeri, dan juga generasinya, pasti itu hanya dapat dilakukan oleh mereka yang tidak bermoral dan memang menjadi pengrusak saja.

Pada saat upacara tersebut sekaligus juga  dibacakan puisi bagi para santri yang memberikan semangat untuk pentang menyerah serta  tidak malu menjadi seorang santri.  Memang pada waktu yang lalu  hampir semua orang merasakan betapa malunya jika disebut sebagai santri, namun saat ini bahkan banyak pihak yang ingin disebut sebagai santri, meskipun tidak tahu  apa itu santri. Puisi yang dibacakan tersebut juga menginspirasi untuk tegar dalam menghadapi smeua rintangan dan tantanagan, serta memberikan harapan untuk meraih masa depan yang gemilang.

Santri saat ini memang sudah beubah drastis tidak sebagaimana  tahun tahun yang lalu, karena pandangan masyarakat juga sudah berubah.  Saat ini  santri bahkan menempati urutan atas dalam  berbagai level pandangan, karena ternyata mereka mampu menjadi  pejabat dengan kemampuan yang bagus, seprti menjadi menteri, gubernur, bupati/walikota, rektor dan pejabat lainnya yang mempunyai nilai strategis.  Keuntungan lainnya ialah bahwa santri karena kuatnya pendidikan karakter kepada mereka,  alhamdu lillah tidak ada yang terlibat dalam persoalan korupsi.

Kita sangat berharap bahwa  santri yang saat ini sudah mentas dari pesantren maupun  yang memang benar benar tidka pernah nyatri, akan  sadar dengan peran mereka dalam menjalani hari harinya sebagai santri.  Kita sudah berkomitmen bahwa santri itu bukanlah hanya milik mereka yang pernah nyatri di pesantren, melainkan semua orang yang mengaku sebagai muslim dan menjalankan syariatnya dengan konsisten, dan sekaligus memerankan dirinya sebagai teladan bagi masyarakatnya dalam hal kebajikan, memelihara  persaudaraan dengan smeua orang, membela tanah airnya denagn kesadaran tinggi dan juga berkomitmen untuk tetap menjaga NKRI dengan segala atributnya.

Jadi meskipun  pada awalnya santri itu dapat dikatakan sebagai milik organisasi nahdlatul Ulama, tetapi saat ini sesungguhnya sudha menjadi milik seluruh  bangsa yang beragama Islam.  Untuk itu sekali lagi kita memang harus bangga dan  kemudian emmbutkikan diri bahwa  setelah diberikan  hari santri kemudian kita justru malah mengingkarinya.  Kita harus mampu membuktikan diri bahwa santri itu memang hebat dan tetap solid dalam membela dan emmpertahankan Indonesia  serta melawan   setiap usaha yang akan merong rong keberadaannya.

Upaca hari santri tentunya hanya merupakan salah satu sarana  saja untuk mengingatkan kembali smeua santri agar tetap menjalankan pernnya di tengah tengah masyarakat sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing masing.  Upacara tersebut juga sekaligus memberikan pernyataan kepada sleuurh masyarakat bahwa santri itu memang benar benar ada dan selalu  akan membela dan mempertahankan  negara  dan bangsa dari semua  tantangan dan ancaman.  Santri memang sudah seharusnya  tetap berkomitmen untuk kebajikan bagi negara dan bangsanya.

Komitmen selanjutnya ialah bahwa untuk tahun tahun ke depan kita juga akan terus  menunjukkan peran kita sebagai santri untuk negeri agar negeri ini semakin baik dan  menghasilkan manusia manusia yang juga baik serta bermanfaat bagi semua pihak.  Semoga ke depan nasib para santri akan lebih bagus lai seiring dengan perkembangan zaman dan  utuhnya komitmen santri utnuk mengabdi pada bangsa. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.