MEMASUKI MUSIM HUJAN

Saat ini di kota Semarang sudah setiap hari turun hujan, meskipun terkadang tidak deras, akan tetapi selalu saja membuat was was bagi siapapun yang akan bepergian, apalagi kalau hanya mengendarai sepeda motor.  Karena itu memang harus disikapi dengan penuh kewaspadaan, khususnya menyiapkan  jas hujan atau mantel agar pada  saat di tengah jalan terjadi hujan secara tiba tiba, dapat  melindungi diri dengan jas hujan tersebut dan kemudian tetap meneruskan perjalanan.

Memang  sesungguhnya hujan itu hanya merupakan air yang menurut kepercayaan orang kuno justru sangat murni dan dapat digunakan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, akan tetapi tyidak sedikit pula yang  saat terjkena air hujan kemudian malah demam dan sakit.  Sudah barang tentu tidak dapat digeneral semua orang sama, melainkan  harus dilihat juga  kondisi masing masing orang.  Ada sebagiannya yang sudah ada potensi dan bahkan gejala demam, lalu terkena tambahan  dengan kehujanan, maka jadilan asakit etrsebut dengan cepat merambah ke seluruh tubuhnya.

Sebaliknya jika kondisi tubuh lagi sehat dan fit, maka terkena hujan pun tidak masalah, bahkan malahan segar.  Namun kalau kehujanan terlalu lama, apalagi harus dengan mengendari motor, mislanya lalu juga diterpa angin, maka kemungkinan terkena penyakit juga sangat besar karena itu yang terbaik dan bijak ialah dengan mempersipakan segala sesuatunya untuk mencegah agar tidak mudah kehujanan dan terkena penyakit yang menyertainya.

Mungkin bagi sebagian petani ada yang senang karena tanamannya akan menjadi subur dan harapan untuk mendapatkan panen dan penghailan yang besar  akan terbuka.  Namun bukan tidak mungkin sesama petani juga ada yang bersedih jika musim hujan datang, apal;agui kalau bukan dalam prediksinya.  Bisa buisa  hujan tersebut  mampu melenyapkan harapannya, sepetri para petani tembakau yang pasti saat hujan turun terus menerus, maka harapan memanen tembakau akan lenyap, dan begitulah kebutuhan manusia itu tidak sama.

Hanya saja  sikap yang perlu terus kita kembangkan ialah husnudzdzan kepada Tuhan Sang Maha menentukan, termasuk menentukan turunnya hujan di daerah tertentu.  Apa yang diputuskan oleh Tuhan tentu membawa  hikmah yang terkadang kita sulit untuk mengerti, jika berbenturan dengan kepentingan kita ecara lahir.  Namun jika kita menyerah dengan keputusannya secara tulus dan kemudian kita mencermati hikmah yang terkandung di dalamnya, niscaya kita akan menemukannya dan kemudian akan menyikapi dengan ikhlas.

Musim hujan ataupun kemarau tentu mengandung  rsiko masing masing, dan sikap manusia juga berbeda, sebagiannya ada yang mensyukurinya dan sebagiannya justru sebaliknya menyesalinya.  Akan tetapi sebagai orang beriman seharusnya  apapun yang menimpa pada diri kita harus tetap bersyukur, karena pasti ada hikmah besar yang kita terima, baik secara langsung maupun tidak langsung. Keyakinan itulah yang akan mampu mengusir segala macam dugaan tidak baik kepada Tuhan dan mungkin juga akan dapat menyingkirkan semua persoalan yang memnajdi beban pikiran kita.

Banyak kejadian yang  dalam perkiraan kita akan merugikan, tetapi dalam kenyataannya justru sebaliknya sangat menguntungkan, padahal sudah kadung menyesali dan mungkin juga telah  mengatakan sesuatu yang jelek.  Itulah ketergesaan manusia yang  tidak terkontrol nafsunya.  Nah,  sekali lagi sebagai manusia beriman secara penuh kepada Tuhan, sudah pasti kita harus percaya  seratus persen kepada keputusan Tuhan tentang kita, apapun yang diputuskan.

Tuhan pasti akan menghendaki kepada kita yang terbaik, namun memang harus diakui bahwa terbaik bagi kita belum pasti sama dengan terbaik menurut Tuhan. Karena itu menjadi kewajiban bagi kita untuk menyesuaikan diri kiat dengan kehendak Tuhan, caranya ialah dengan apsrah  secara total dan kita sama sekali tidak memikirkan tentang  dunia yang sedang menimpa kita.  Semua kondisi kita sikapi dengan syukur kepada Tuhan, karena semua itu datang dari Tuhan dan kita sudah berkomitmen untuk menerima apapun keputusan Nya.

Namun harus diakui untuk mendapatkan keyakinan dan keikhlasan seperti itu emmang tidak mudah, melainkan harus dilatih secara tertus menrus, mulai dalam hal hal yang kecil hingga akhirnya sesuatu yang besr.  Kita harus yakin jika semua yang diputuskan oleh Tuhan itu pasti utnuk kepentingan kita dan bukan untuk kepetningan yang lain.  Mungkin secara lahir tampak tidak menyenangkan, tetapi jika kita menerimanya secara tulus, maka pasti akan  terbersit cahaya yang akan menyelesaikan berbagai persoalan yang kita hadapi.

Biasnya pada m,usim penghujan akan banyak jalan yang menjadi tergenang dan akhirnya rusak, terkecuali jalan jalan yang sudah dicor, mungkin kadar kerusajkannya tidak terlalu.  Bagi jalan aspal, jika tergwnang dan kemudian tetap dilalui oleh kendaraan, apalagi kendaraan berat, pasti tidak akan l;ama akan hancur dan  semua aspalnya akan menghilan.  jika sudah demikian  maka kita harus super hati hati, apalagi jika kita mengendari sepeda motor, karena kubangan yang tergenang air, terkadang sanga dalam dan membahayakan kita.

Kepedulian kita tentu diharapkan, setidaknya kita memberikan peringatan dan tanda bahaya  bagi pengendara kendaran jika sedang melintasi jalan tersebut.  Terkadang kalu tidak hati hati, jiwa pun dpat melayang.  Kalau kita peduli dan mampu melakukan upaya untuk  mengisi kubangan tersebut dengan pasir atau batu kecil sehingga akan menjadi rata meskipun tidak halus, maka kita sudah menyelamatkan banyak nyawa dari tindakan kecil tersebut.  Bukankah itu termasuk salah satui tanda keimanan seseorang, sebagaimana dikatakan oleh Nabi Muhammad saw, yakni menyingkirkan bahaya  dari jalanan.

Jika  sudah benar benar musim penghujan dan hujan sudah setiap hari datang beserta amngin kencang, kita juga harus menambah kehati hatian, sebab  boleh jadi pepohonan yang ada di sepanjang pinggiran jalan, akan tumbang diterpa angin kencang tersebut. Jika kita semabarang dalam memarkir kendaraan atau kita justru pada saat hujan dan angin kita meinggir ke tepi jalan yang rindang, maka itu ada resiko yang harus ditanggung. Untuk itu sekali lagi kita memang harus super hati hati dan waspada agar kita terselamatkan dari kemungkinan kemungkinan buruk yang dapat menimpa.

Bagi  yang emmpunyai anak anak  balita mungkin  sesekali kita memperbolehkan mereka main di air hujan, tetapi dengan melihat kondisinya, apakah ada angin dan kilat yang justru dapat membahayakan mereka. Sebab jika kita sama asekali memproteksi mereka denagn melarang untuk hujan hujanan, sangat mungkin mereka justru tidak ada kekebalan sma sekali terhadap air hujan, dan akibatnya  kena sedikit saja  sudah harus demam atau sakit lainnya. Kita harus eseskali emmberikan ujian bagi anak anak namun tetap dengan pengawasan yang ketat, agar mereka juga dapat merasakan keakraban alam.

Hal lain yang sangat perlu dipersiapkan ialah tentang kebesihan rumah dan lingkungan kita, termasuk selokan dan parit yang akan dilalui oleh air. Jika kita tahu bahwa ada ketersendatan karena sampah misalnya, haruslah segera ditangani, bisa sendiri ataupun bersama dengan warga setempat, karena itu merupakan kepentingan bersama.  Demikian juga dengan kondisi rumah kita jangan jangan ada kotoran dan pakaian kotor yang selalu menggantung yang dijadikan sarang nyamuk atau lainnya,  karena itu kepedulian dan keharti hatinya kita serta kebersihan rumah kita memang mutlak diwaspadai dan terus dijaga.

Kita semua bersam berharap bahwa musim hujan kali ini tidak akan membawa bencana bagi kita dan juga  lingkungan kita, tetapi justru akan membawa keberuntungan bagi kita, setidaknya kita terhindarkan dari bencana yang mungkin dapat terjadi pada saat musim hujan, seprti banjir dan lainnya. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.