KEBANGKITAN KOMUNIS?

Beberapa hari yang lalu ada keributan di yayasan LBH Jakarta, persoalannya ialah masyarakat menduga bahwa di dalam gedung tersebut sedang berlangsung diskusi tentang sejarah PKI tahun 1965 yang diduga pula  akan  membelokkan sejarah seolah PKI itu tidak bersalah dan  kemudian menginginkan  masyarakat Indonesia meminta maaf kepada keluarga  PKI yang saat ini masih ada.  Sudah barang tentu kalau misalnya kegiatan tersebut memang benar dalam upaya untuk membela dan membenarkan keberadaan PKI tentu kita semua menjadi resah.

Panitia sendiri memang membenarkan  bahwa di dalam sedang ada seminar dan diskusi tentang sejarah  1965, namun tenu tidak akan mengakui bahwa itu dalam upaya membangkitkankembali PKI yang sudah dilarang.  Kita memang dapat memahami bahwa  kalau yang berdiskusi tersebut anak anak mudah yang tidak mengenal sejarah sesungguhnya dan lalu dicekoki dengan masalah HAM, tentu mereka akan dengan senanghati membela keberadaan PKI tersebut, karena  telah dilarang keberadaannya di negeri kita tercinta ini.

Nah, perdsoalan mendasarnya ialah  mengapa anak anak muda tersebut tidak mau mempelajari sejarah bangsanya sendiri yang pernah dikhianati oleh PKI, yang telah membantai dngan bgiutu kejinya kepada tujuh jendral kita dan  di daera daerah telah membantai para kiyai dan santri yang sebelumnya sama sekali tidak mengetahui apap apa.  Beruntung kemudian Tuhan masih menyelamatkan kita bangsa Indonesia, dan rakyat kemudian melakukan perlawanan hingga PKI dan seluruh antek anteknya  lenyap.

Atas dasar pengalaman tersebut kemudian bangsa ini sadar untuk membuat sebuah kesepakatan bahwa PKI tida boleh berada di bumi pertiwi ini untuk selama lamanya.  Catatan sejarah hitam tersebut masih sangat segar diingatan kita dan  bahkan darah mereka juga masih  terasa segara mengalir di bumi prtiwi ini, lalu mengapa ada  ana anak bangsa sendiri yang tega dengan sikap yangbbertentangan dengan   itu semua, hanya  di atas nama HAM yang merka sendiri kita yakin juga tidak mengetahui secara detai apa itu kmaksud sebenarnya dari HAM tersebut.

Kembali kpada kegiaan yang diprotes oleh warga tersebut bahwa dalam kenyataannya kegiatan seminar tersebut ternyata tidak mendapatkan ijin dari kepolisian.  Ini tentu menambah deretan dosa mereka bahwa  apa yang menjadi watak PKI masih juga diwarisi oleh mereka, yakni akan melakukan apapun untuk mncapai tujuan, meskipun tidak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.  Seharusnya kegiatan semacam itu yang meolbatkan banyak orang dari berbagain kalangan, harus mendapatkan ijin dari kepolisian terlebih dahulu.

Memanmg kita harus lebi waspada kepada semua  hal yang muaranya ialah ingin membangkitkan kembali PKI di negeri ini, apapun bentuknya.  Kita sudah sangat paham dengan segala macak tindakan PKI yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh tujuan yang diinginkan. Kalaupun misalnya kegiatan tersebut bukan untuk tujuan itu, melainkan hanya ingin ada keadilan  diantara dsluruh masyarakat, tentu juga harus dipertanyakan, kadilan macam apa yang diinginkan, kalau itu terkait dengan organisasi terlarang PKI.

Masih banyak persoalan bangsa yang sanga prlu mendapatkan penanganan, termasuk pndidikan, kemiskinan, pengangguran dan juga  kesenjangan sosial.  Namun  masalah masala trsebut rupanya  sudah ditinggalkan oleh para aktivis, dan mereka lebih menginginkan  kegiatan yang ada sponsornya, karena dengan itu berarto mereka akan mampu untuk memerankan diri sebagai agen dan  sekaligus juga pelaksananya.  Tentu kita akan tahu bagiamana kejanjutannya.  Itulah yang terjadi pada saat ini dimana banyak kegiatan yang dilakukan hanya untuk tujuan bsnis dan bukan ideologis.

Sudah barang tentu kita sangat prihatin dengan   kondisi yang  dapat dlihat secara kasat mata tersebut, hanya ersoalannya ialah aparat kita terlalu banyak pekerjaan sehingga  hal hal penting seperti itu terkadang lepas dan kalaupun mereka sudah waspada dan tidak emmberikan ijin pun kegiatan akan tetap berjalan tanpa ada hambatan.   Mungkin kegiatan yang ada di yayasan LBH jakarta tersbeut menjadi salah satu yang kemudian diketahui oleh masyarakat, coba kalau misalnya lepas, pastinya akan berjalan dengan mulusnya.

Secara umu kita memang tidak akan menyetujui  dengan alasan apapun kalau misalnya PKI hidup kembali di negeri kita, karena ceritanya sudah selesai dan tidak perlu lagi diungkit, karena mendengar saja tentang nama tersebut hati ini akan kembali sakit menngenang kekejamana mereka dahulu.  Memori kita masih terlalu segar dengan semua pengkhianatan mereka dan ekkejama yang begitu tidak manusiawi yang pernah mereka lakukan.

Untuk urusan ini kita meang sudah blat untuk tidak akan pernah memaafkan mereka dengan meginjinkan  mereka hidup kembali.  Mungkin  kalau dinalar, hal trersebut terasa tidak rasional apalagi kalau kemudian ada yang mengaitkan baha Than sendiri saja maha Pengampun, masak kita yang makhluk Nya sama sekali tidak memberian ampunan.  Kita nharusntahu bahwa Allah swt sendiri akan mau mengampuni semua dosa yang dilakukan manusia, terkecuali dosa syirik dan Tuhan sama sekali tidak pernah mengampuninya.

Nah, kalau kemudian kita dibandaingkan dengan Tuhan tersebut, kita juga  boleh mengalogkan dengan dosa syirik tersebut.  Mereka PKI memang sama sekali tidak mengakui keberadaan Tuhan sebagai Yang Maha Segaanya, dan itu sudah cukup untuk tidak memaafkan mereka, apalagi kalau kita mengenang  kekejamana yang dilakukan, bahkan melebihi iblis sekalipun. Karena itu pantas bagi kita bangsa Indonesai untuk tidak mengijinkan kembalinya PKI ke muka bumi ini untuk selama lamanya, tanpa pembatasan  waktu.

Jika saat ini kita sudah mengetahui sendiri bahwa ada upaya untuk mempengaruhi anak anak mudah kita agar mau memaafkan mereka dan rupanya anak anak kita  ada yang mudah terpancing dngan smeuanya itu, maka kita harus menanamkan pengertian kepada mereka mengenai  apa dan siapa PKI itu dan sekaligus juga  menyodorkan  sejarah yang sesungguhnya tlah terjadi dan menimpa kepada bansaini, terutama kepada para jendral kita yang dibantai tanpa rasa kemanusiaan sama sekali.

Kalau kita melupakan sejarah kita sendiri, terutama yang terkait dengan PKI, pastilah suatau saat nanti PKI akan dapat kembali lagi ke bumi pertiwi dan angsa kita akan mengalami nasib yang tragis  bahkan mungkin lebih dari yang pernah dialami oleh pendahulu kita. Karena itu  kita sudah diingatkan oleh sejarah yang sedang kita mainkan bahwa kita arus menganggap peting  sejarah itu, dan sekolah sekolah harus mementingkan persoalan sejarah, bukan hanya diangga sebagai persoaan masa lalu  dan tidak penting untuk kita.

Mari kita ingatkan kepada seluru generasi muda kita agar membaca sejarah yang sesunguhnya sehingga mereka akan dapat merasakan betapa sakitnya bansa ini saat dikhianati oleh PKI saat ini. Dengan ikut merasakan apa yang dialami oleh pendahulu kita tersebut, diharapkan mereka akan  dapat kita harapkan  tetap menjaga NKRI  sebagai  sebah halyang maha penting untuk tetap dijaga dan dirawat.

Jangan sapai ada  pihak manapun yanag bberusaha merebutnya dan kemudian menjadikan  kita bangsa ini menjadi penonton dan jongos di negeri sendiri.  Kita wajiba mengucapkan terima kasih kepada Tuhan yang telah membrikan isyarat kepada kita aagar kita tetap menjaga negara kita darti seua hal yang bertentangan dengan asar negara kita, termasuk PKI yang mungkin dapat menjelma  menjadi sesuatu yang menarik pada awalnya, tetapi pahi t dia khirnya.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.