SIMPATI KEPADA ETNIS ROHINGYA

Akhir akhir ini dunia digemparkan oleh tragedi kemanusiaan di negara bagian Rokhine Miyanmar, yakni terjadinya pembantaian tanpa peri kemanusiaan oleh sebagian anak manusia lainnya, yang kebetulan mereka yang terdlalimi tersebut mayoritas ialah pemeluk Islam.  Hanya saja kita tidak boleh larut dalam provokasi yang sengaja disebarkan oleh kelompok kelompok tertentu yang mengatas namakan agama, karena hal tersebut akan  berbahaya jika dibiarkan dan akan menyulut kemarahan umat beragama lainnya.

Sudah barang tentu solidaritas sesama  pemeluk agama yang sama akan sgera muncul dan pada akhirnya perang agama tidak akan mampu lagi dibendung, bahkan hal tersbeut bisa saja melanda sleuruh dunia.  Untungnya propaganda yang disebarkan unt6uk maksud tersebut tidak mempan dan sudah banyakyang memberikan penjelasan yang mmadahi sehingga umat tidak tersulutnya dan tetap tenang, meskipun tetap mengutuk perbuatan biadab yang dilakukan oleh  sebagian umat manusia  di Miyanmar tersebut.

Dengan penjelasa yang cukup tersebut seluruh umat manusia akhirnya mengerti bahwa tragedi kemanusiaan tersebut hanyalah persoalan ekonomi dan politik serta kepentingan beberapa pihak saja, karena itu seluruh dunia harus segera menghimbau untuk diakhirinya kebiadaban tersebut dan memberikan ruang yang cukup bagi dunia nuntuk memulihkan kondisi dengan memberikan bantuan makanan, dan juga obat ibatan serta perubahan,.

Mungkin salah satunya yang masih alot yang belum disepakati oleh pemerintah Myanmar ialah  pemberian dan pengakuan etnis Rohingya sebagai salah satu warga negara Myanmar.  Kalau melihat sejarahnya sesunggunya masyarakat Rohingyantelah berada di Rokhine tersebut sejak berabad yang lampau, namun kemudian mereka kehilangan kewarga negaraan dan tidak mempunyai hal politik seidkitpun,. Hingga akhirnya mereka harus diusir keluar tempat t8inggalnya.

Pengusiran tersebut  melalui segala bentuk apakag=h dengan pembunuhan, pemerkosaan dan ji=uga pembakaran tempat tinggal mereka, sehingga dengan kopndisi demikian dan  juga kondisi yang mengancam keselamatan mereka, akhirnya mereka harus  mengungsi ke luar negaranya, termasuk ke Indonesia, dan yang terbanyak ialah ke Banglades.  Banyak negra, termasuk Indonesia yang sudah melakukan  langkah diplomasi dengan negara Myanmar, namun belum mencapai kata sepakat, khususnya tentang pengakuan  mereka sebagai bagian dari warga negaranya.

Jika hal ini tidak dapat diselesaikan, tentu etnis Rohingya benar benar akan hilang dari peredaran karena mereka  tidak lagi mempunyai hak untuk tingga di tempatnya semula, mereka harus mengungsi ke berbagai negara lainnya dan kemudian entah bagaimana nasib mereka selanjutnya.  Kita sangat berharap bahwa PBB dapat menekan Myanmar untuk mengakui Rohingya sebagai warga negaranya sehingga mereka akan dapat dikembalikan ke negera tersebut dan  memulai hidup baru yang lebih baik, tentu dengan pengawasan dari badan dunia.

Dalam kondisi dunia yang sudah sedemikian maju,kenapa masih harus menyisakan beberapa masalah kemanusiaan yang sungguh tragis dan memilukan.  Seharusnya persoalan HAM itu sudah selesai dengan kemajuan teknologi yang demikian pesat dan dengan seluruh dunia meratifikasi  piagam PBB tentang HAM.  Kalaupun ada mungkin  hanya kecil sekupnya dan tidak sampai menyita  masyarakat dunia.

Kita juga yakin bahwa di setiap belahan dunia masih saja terjadi pelanggaran HAM, namun  kondisinya tidak separah itu, semisal penganiayaan majikan kepada pe,bantunya di beberapa negara yang hingga saat ini masih terdengar nyaring, nemun hanya dilakukan oleh individual yang mungkin juga tidak banyak.  Nah, kalau ini pelanggaran HAM dilakukan oleh tentara sebuah negara  yang terkoordinir dengan rapi.

Saya sendirin memang tidak mengetahui kasusnya secara detail, dan sejak ada penjelasan dari duta besar kita  untuk Myanmar pak Ito, kita menjadi tahu kasus yang sesungguhnya, itu kalau menurut versi dubes.  Nah, kalau kasusnya memang dmeikian, memang pemerintah Mynamar seharusnya tidak gegabah dalam  memburu para komplotan pembuat huruhara dan tidak asal tebas semua orang, termasuk mereka  yang sama sekali tidak tahu menahu tentang masalahnya.

Pembonceng malasah, yakni  para penganut paham radikal yang ingin merebut kekuasaan tentu akan melakukan berbagai cara untuk mengegolkan niatnya, termasuk kalau harus menyerang dan membunuh tentara dan aparat lainnya.  Nah, kalau pemerintah bijak dan kemudian memberikan hak politik kepada warga Rohingya dan mereka diminta untuk membela negaranya, tentu akan  lain ceritanya.  Bahkan snagat mungkin mereka akan ikut bertempur  dengan para teroris yang  sangat meresahkan tersebut.

Namun kenyataannya  tidak demikian, karena  sepertinya memang pemerintah Mynamar  sudah bulat untuk menghlangkan etnis Rohingya tersebut dengan sistematis, yakni melalui pengusiran mereka, karena  dianggap bukan warga negaranya.  Setalah mereka seluruhnya keluar dari Myanmar tentu mereka akan lebih mudah untuk mencegah mereka kembali lagi dan menetap di Rokhine state.  Namun perhitungan mereka ternyata tidak mulus, karena  persoalan kemanusiaaan itu pasti akan menyultu perhatian dunia.

Terlepaqs dari persoalan yang sesungguhnya tentang etnis Rohingya, saat ini persoalan tersebut sudah sedemikian menyita perhatian dunia dan keprihatinan sudah disampaikan oleh pemimpn dunia, bahkan sebagiaannya sudah berusaha secara nayata untuk ikut mendamaikan  dan mencari solusi terbaiknya.  Tinggal pemerintah Myanmar sendiri apakah akan  mau dibantu untuk menyelesaikan persoalan ersebut atau justru sebaliknya tidak mau karena da alasan yang rpinsip bagi mereka.

Kalau diikuti akar masalahnya sesungguhnya  terkait dengan persoalan kewarganegaraan etnis Rohingya yang  justru meyoritas beraga  Islam.  Mereka merasa bahwa itulah tanah air mereka dan itulah negara mereka, namun kemudian merkea tidak diakui dan tidak diberikan hak [olitik sama sekali  bahkan kemudian mereka ditekan hingga mereka kebanyakan menjadi sangat miskin.  Pada saat demikian tentu banyak hal yang menjadi persoalan, padahal konon darah mereka itu sangat subur dan banyak terdapat sumber minyak bumi.

Nah, itulah mengapa kemudian terjadi pemberontakan atau katakanlah ada p[ihak lan yang memprovokasi mereka untuk meminta hak mereka.  Di sinilah kemudian terjadoi  tragedi kemnusiaan tersebut hingga akhirany menyeret banyak persoalan lainnya.  Dan terakhir  ad apihak tertentu yang ingin memanfaatkan  targedi tersebut untuk mendapatkan keuntungannya dengan membuat pernyataan  pernyataan dan propaganda yang intinya  bahwa tragedi kemanusiaan tersebut ialah perang agama.

Orang orang Budha ingin menghabisi kaum muslim di Rohingya dan meminta kepeda umat muslim dunia untuk memn=bantu dan bahkan membalsanya di amanapun berada. Tentu hal tersebut akan sangat ebrbahaya jika  tidak segara diberikan penjelasan yang utuh tentang tragedi kemanusiaan di Myanmar tersebut.  Sekali lagi untuk kita sudah dewaqsa sehingga tidak mudah tersulut oleh provokasi tersebut, meskipun sudah dilakukan secara massif, terutama melalui media sosial.

Kondisinya saat ini  sudah cukup tenang meskipun kita masih terus berupaya untuk membantu saudara kita  yang terkena imbas dari kasus Rohingya tersebut.  Sebagai umat manusia yang beradab, lebih lagi yang ternyata terkena masalah tersebut sebagian besarnya ialah umat muslim, maka kitaharus berusaha untuk memberikan dorongan dan mungkin juga tekanan kepada Myanmar agar segera menghentikan  tragedi kemanussiaan tersebut dan  memulihkan kembali kondisi mereka.

Dengan usaha yang kita lakukan tersebut mudah mudahan pemerintah Myanmar segera sadar dan kemudian segera pula memberikan pengakuan kewarga negaraan mereka dan memulihkan kembali kondisii yang sangat parah tersebut.  Negara lain sudah berkomitmen untuk membantu sperlunya termasuk pembangunan perubmahan  merka..  Semoga lekas ada sulusi terbaik, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.