KHAMR

Salah satu hal yang dilarang dalam islam ialah minuman khamr atau arak dan nama lainnya, sifat keharamannya ialah karena dia dapat mempengaruhi akal, dapat  menjadikan akal tidak berfungsi sebagaimana mestinya meskipun hanya untuk sementara.  Pengaruh minuman khamr tersebut akan mampu membuat seseorang hilang akal sehatnya sehingga akan mampu berbuat sesuatu yang sangat jahat, seprti membunuh atau juga  memperkosa dan lainnya.

Akal yang sebelumnya sehat dan dapat berpikir serta dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, setelah dipengaruhi oleh khamr terebut menjadi sama sekali tidak mampu membedakannya.  Karena itu lalu nafsunyalah yang akan mengendalikan  diri orang tersebut.  Jika nafsunya ingin  menyalurkan nafsu biologis, maka akan dilakukannya dengan terang terangan,meskipun harus  menerjang aturan dan bahkan mungkin akan menerjang siapapun yang menghalanginya.  Bahkan jika  ada penghalang yang terus menekannya, dia akan mampu emmbunuh orangtersebut.

Namun jika pengaruhnya terhadap akal sudah hilang dia akan kembali normal lagi, tetapi eprbuatannya selam ada pengaruh terhadap akalnya tidak akan dapat dihapus begitu saja.  Karena itulah kemudian agama  melarang dan emngharamkan khamr tersebut meskipun hanya diminum sedikit saja, dan meskipun ada orang yang tahan tidak akan mabuk atau tidak terpengaruh akalnya.  Penetapan haram  di dalam Islam bukan mengarah kepada individual, melainkan berlaku uimum, sehingga semua menjadi tidak diperbolehkan minum khamr tersebut.

Mungkin ada yang bertanya tentang barang lain yang sifatnya  sama dengan khamr tersebut?  Sudah barang tentu penyebutan khamr tersebut hanyalah sebagai sebuah symbol semata, yang hakekatnya ialah semua benda, baik cair maupun  bukan, yang mempunyai sifat memabukkan dan dapat mempengaruhi akal, tetaplah dianggap sebagai khamr.  Kalau saat ini  masalah narkoba lebih mencuat dibandingkan dengan minuman keras, maka narkoba itu masuk dalam jenis khamr yang dilarang.  Bahkan kalau melihat  reaksi dan efeknya, narkoba jauh lebih membahayakan, sehingga tidak mungkin akan dianggap bukan khamr.

Memang betul bahwa pada  zaman sebelum Islam,  masyarakat di Arabn sudah terbiasa dengan  khamr tersebut, mereka pada umumnya suah terbiasa mabuk mabukan dan ekmudian main perempuan, bahkan di sana perempuan seolah memang sebagai barang yang tidak dihormati sebagai makhluk Tuhan yang  bermarttabat.  Akibatnya  mereka  selalu mempermainkan perempuan etrsebut, lebih lebih pada saat mereka bermabuk mabukan bersama.

Masyarakat yang demikian tentunya tidak  dapat dikategorikan sebagai masyarakat bermartabat dan mulia.  Karena itu Islam dating untuk memberantas khmar tersebut melalui cara yang bijak.  Kita tentu tahu bahwa pelarangan khamr itu tidak sekaligus dan tidak pada saat Nabi p[ertama kali menyerukan  ajaran Islam.  Islam sangat paham bahwa khamr sudah menjadi kebiasaan  masyarakat saat itu, sehingga untuk melarangnya, dipelukan cara yang bijak dan mereka sendirilah yang nantinya akan menyadari dan meninggalkannya.

Pada awalnya larangan tersebut tidak Nampak sebagai larangan, terkecuali bagi mereka yang mempunyai pemikiran dan daya analisis tinggi, karena bahas ayang digunakan hanya  umum, yakni dikatakan bahwa memang dalam khamr dan judi itu ada manfaat bagi umat manusia, seperti menghangatkan tubuh dan lainnya, namun dosanya  jauh lebih besar, tanpa diikuti dengan kata melarang.  Dengan demikian masih banyak umat pada saat itu yang masih mengkonsumsi khamr.

Melihat masih banyaknya masyarakat muslim yang  masih minum khamr lalu diteruskan dengan peringatan berikutnya, yakni wahai  orang beriman jangalah kalian mendekati  shalat atau menjalankan shalat sedangkan kalian dalam keadaan mabuk, hingga kau dapat memahami  dan mengetahu apa yang kau baca.  Konon ceritanya  pada saat itu ada orang menjalankan shalat pada saat mabuk dan bacaannya itu ngelantur, dan terkadang malah mengatakan sesuatu yang sama sekali bertentangan dengan yang seharusnya, karena memang sedang mabuk.

Nah, dengan peringatan tersebut pada akhirnya banyak umat muslim yang meninggalkan khamr tersebut, walaupun belum ada pernyataan yang tegas mengenai larangan.  Karena itu  tentu masih ada satu dua yang tetap mengkonsumsi khamr tersebut, terutama pada saat jauh dari waktu shalat, dan dianggapnya masih diperbolehkan.  Pada  saat dirasakan umat sudah mulai menyadari dan menimbang baik dan buruknya khamr, lalu Tuhan dengan tegas menyatakan bahwa  khamr, itu hal yang keji  dan merupakan perbuatan setan, karena itu jauhilah agar kau beruntung.

Nah, sejak saat itulah khamr, judi dan lainnya  dilarang secara tegas dan siapapun tidak boleh mengkonsumsi khamr tersebut dengan alasan apapun.   Kebijakan Tuhan dalam menerapkan larangan terhadap khamr tersebut tentu harus kita baca sebagai s ebuah proses yang sangat bijak, yang perlu kita teladani.  Boleh jadi pada saatnya kita akan menjumpai hal yang relatif sama dengan kasus khamr tersebut.  Taruhlah jika kita melakukan dakwah di pedalaman papua yang  masyarakatnya amsih asyik dengan makan babi dan bahkan malah lebih menghargainya ketimbang manusia sendiri, maka  sangat diperlukan tindakan bijak seperti itu.

Di daerah dingin, biasanya masyarakat juga sering mengkomsumsi khamr tersebut sekedar untuk mengangatkan tubuh, terutama mereka yang  berlayar untuk  mencari ikan sebagai pendapatan mereka.  Lalu kalau mereka tidak mengkonsumsi khamr maka badan mereka akan menggigil dan  tidak fit.  Lalu kalau kebetulan kita harus memebrikan dakwah kepada kelompok mereka, apakah kita akan  serta merta mengatakan bahwa khamr itu diharamkan, dan harus ditinggalkan?  Mungkin kalau itu yang kita lakukan, meskipun itu benar, tetapi tentu tidak tepat, karena pasti mereka tidak akan mau mengikuti seruan kita.

Sudah barang tentu  harus ada tinakan bijak yang disampaikan, bukan dengan melarang minum khamr dengan seketika, melainkan dengan cara bertahap, karena kita sangat yakin jika ada niat yang tulus dan mantap, maka tanpa mengkosumsi khamar pun orang akan tetap kuat untuk berlayar dan menghadapi dinginnya cuaca.  Buktinya  banyak orang Islam yang kemudian bermukim di daerah dingain dan mereka  mampu bertahan tanp harus minum khmar.

Kebiasaan memang terkadang akan membuat orang semacam, ketagihan, dan jika tidka melakukannya, akan  ada efeknya mempengaruhi kondisi tubuh kita.  Namun ketika kita berusaha untuk membiasakan diri dengan tanpa khamr tentu juga akan mampu.  Itulah mungkin salah satu cara bagaimana kita menghadapi kondisi yang  tidak normal sehingga memerlukan metode yang cocok agar apa yang kita inginkan  dapat diterima dengan baik.

Tentu akan jauh lebih bagus jika kita berusaha  mencegah mengkonsumsi khamr tersebut dengan cara preventif, yakni mencegah sebelum mereka tercebur di dalamnya.  Saat ini persoalan khamr  sangat  berat dihadapi, karena  banyaknya peredaran khamr, terutama yang berupa narkoba.  Seolah sudah tidak ada ruang yang aman untuk anak anak kita dari narkoba tersebut.  Saat ini hampir seluruh artis mengkonsumsinya, karena seolah dijadikan sebagai gaya hidup, padahal sangat menghancurkan, dan kebaradaannya sebagaimana racun ganas yang mematikan.

Untuk itulah kita mengajak kepada smeua orang tua untuk berperang melawan khamr yang berupa nakoba tersebut. Kita harus awasi anak anak kita jangan sampai ada pengaruh yang  menjadikan anak kita terlibat dalam persoalan narkoba tersebut.  Tenu sebagai bagian  dari masyarakat kita juga tetap harus ikut memberantas narkoba tersebut, karena bagaimanapun juga  narkoba tersebut sangat membahayakan generasi muda dan bahkan akan menghancurkan masa depan mereka. semoga

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.