STUDIUM GENERAL MAHASISWA BARU

Sebagaimana lazimnya bahwa setiap memulai perkuliahan di awal tahun akademik, selalu saja diselenggarakan  kuliah umum sebagai pertanda mengawali perkuliahan secara umum.  Nah, kali ini UIN Walisongo mengawali kuliah umum dengan menghadirkan Pangdam IV Diponegoro, namun karena  sedang mengikuti kegiatan di Jakarta, akhirnya diwakilkan kepada KASDAM.  Tentu saja tema yang disampaikan terkait dengan upaya untuk  memberikan  pencerahan seputar  pentingnya memupuk rasa kebangsaan bagi mahasiswa baru.

Dalam kuliahnya, Kasdam menguraikan tentang kondisi  umum dunia  saat ini termasuk  perkembangan  manusia  dan juga  ketersediaan pangan, air dan energy. Bagaimana prediksi berbagai teori yang  ada  yang mengharuskan kita untuk berhemat agar  ketersediaan berbagai kebutuhan  pokok umat manusia  masih mencukupi dibandingkan dengan perkembangan  manusia yang begitu cepatnya.  Pendeknya keberadaan manusia itu saat ini sudah mengkhawatirkan jika tidak dilakukan berbagai tindakan yang benar.

Prediksi negara kita akan menjadi  tujuan banyak manusia  di jagat raya ini juga disampaikan, karena  Negara kita berada di daerah ekuator yakni garis katulistiwa yang subur dan  banyak menghasilkan  tetumbuhan yang dibutuhkan oleh manusia.  Sementara daerah lainnya yang saat ini masih banyak dihuni manusia, secara perlahan tetapi pasti mereka akan berpindah ke daerah seperti Indonesia.  Untuk itulah hal tersebut harus diantisipasi dengan baik agar  kita tidak emnjadi  bulan bulanan  masyarakat lain.

Kasdam juga banyak menyoroti tentang berbagai persoalan bangsa yang  terus menerus mengganggu  ketertiban dan keamanan  bangsa,  karena itu pada akhirnya mahasiswa sebagai  masyarakat kampus dan masih muda, agar  mengetahui semua itu dan mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut.  Pada akhirnya diharapkan  para mahasiswa akan mampu untuk menangkalnya sebelum mereka terus tumbuh dfan berkembang.

Sama seperti kasdam, pada hari kedua pelaksanaan studium general bagi mahasiswa baru tersebut diisi oleh kapolda Jateng, namun  karena sedang ada agenda yang tidak dapat ditingghalkan, lalu diwakilkan kepada AKBP Bambang sebagai salah seorang kepala bagian di Polda.  Dalam  kuliahnya beliau juga banyak menyorti tentang  persoalan yang saat ini melanda bangsa kita, terutama  munculnya berbagai ancaman bagi generasi muda, sperti narkoba, termasuk di dalamnya  bahaya media sosial dan lainnya.

Ujaran kebencian, berita hoax,  aliran  radikalisme dan intoleransi juga menjadi  bahasan utama,  dan beliau menjelaskan tentang munculnya hal tersebut dan sekaligus bagaimana kita seharusnya emnyikapinya.  Tidak jarang  berita tentang  fitnah dan berbagai kebohongan dan sengaja ditulis dan disebarkan juga  semakin marak. Semua itu harus diantisipasi dengan baik, dan  masyarakat akan tetap tenang dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut.

Adanya sikap intoleransi yang  bermunculan, baik diantara sesama pemeluk agama yang sama, maupun  antara umat begarama selalu terjadi dimana mana, juga  membuat  masuyarakat kita semakin tidak terkontrol, dan itu smeua membutuhkan penanganan yang lebih baik.  Kita tentu tidak menghendaki hal tersebut, karena agama kita juga tidak membenarkan sikap antipati tersebut.  Sikap toleran  akan selalun dikumandangkan oleh agama  dan sekaligus  telah dicontohkan oleh para Nabi.

Kekerasan yang berbasiskan agama juga masih selalu muncul di lingkungan kita, hal tersebut dipicu oleh berbagai masalah sosial dan ekonomi.  Kita dapat membayangkan bahwa jika seseorang selalu berada dalam tekanan ekonomi lalu ada yang memberikan tawaeran yang instan dan menjanjikan, tentu  dia akan tergoda untuk mengikutinya, meskipun sama sekali tidak rasional.  Jadilah mereka mengikuti aliran keras tersebut dan bahkan sanggup untuk menjalankan rencana jahat kepada manusia lainnya.

Itulah  sebagian kecil yang disampaikan oleh dua nara sumber dalam kuliah umum tersebut. Tentu masih banyak hal lain yang disampaikan oleh mereka guna memompa semangat para mahasiswa untuk terus berkomitmen menjaga ketenteraman dan kondusifitas yang sudah ada. Para mahasiswa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat secara keseluruhan tentu juga harus  merasa memiliki  tanah air, meskipun bukan lingkungan tempat tinggalnya.  Dengan kepedulian tersebut diharapkan nantinya mereka akan menjadi pionir dalam membentuk masyarakat yang cinta damai.

Pada saat yang sama  sebagai pimpinan di UIN, saya juga menyampaikan  pesan kepada para mahsiswa baru tersebut agar tetap fokus dalam menjalani perkuliahan, sebab terkadang kalau sudah berkumpul dengan  yang lain, lalu ada kecenderungan meluipakan tugas utama kuliah.  Apalagi kalau kemudian  mempunyai hobi tertentu yang terus dipacu, lalu tugas utamanya menjadi terbengkelai.  Tentu kita tidak menghendaki mereka akan  gagal dalam kuliahnya, melainkan mereka akan mampu meraih sukses dengan tepat waktu dan ilmu yang banyak dan tinggi.

Mereka memang harus diberikan motivasi agar tidak salah langkah karena mereka masih baru dan biasanya akan mudah untuk tergiur kepada berbagai kegiatan yang justru akan  menjauhkan mereka dari prestasi unggul.  Kita sangat berharap agar seluruh mahaisswa dapat menyelesaikan studinya dalam waktu yang telah ditentukan, bahkan  kalau mampu mereka akan mendapatkan prestasi yang tinggi. Walaupun demikian mereka tidak perlu memikirkan terlebih dahulu tentang pekerjaan, sebab yang terpenting ialah bagaimana mereka mendapatkan ilmu yang banyak dan bermanfaat.

Pada saat mereka baru memulai kegiatan kuliah, memang  haruis diberikan berbagai informasi penting dengan harapan mereka nantinya akan benar benar focus dan berhail dalam studi serta kalau mungkin juga berprestasi dalam bidang lainnya yang memang diminati dan ditekuni.  Bahkan seringkali saya sendiri memberikan  arahan kepada mereka agar tidak usah bercita cita menjadi pegawai negeri, karena peluangnya hanya sedikit saja sehingga kemungkinan akan kecewa.  Namun kalau kemudian ternyata ada lowongan dan  kemudian berminat juga tidak masalah.

Justru yang selalu saya sarankan ialah agar mereka becita cita menjadi  wirausahawan atau pengusaha, karena  kemajuan sebuah Negara itu sangat ditentukan oleh para pengusaha, dan mereka tidak diikat oleh waktu yang sangat rigit.  Apalagi pengusaha yang sudah sukses, pastinya merka akan mamp;u  mengatur waktunya sendiri, bukan diatur oleh pihak lain.  Namun bukan berarti mereka tidak disiplin dalam menjalankan usahanya, melainkan  justru karena mereka sendirilah yang menentukan waktunya.

Boleh jadi justru mereka menentuikan waktu pada malam hari atau pada saat orang lain sedang  libur dan lainnya. Disamping itu sebagai pengusaha mereka dapat menjadi kaya raya dan tidak terbatas kekayaannya, asalkan didapatkan secara benar dan halal.  Sementara kalau sebagai PNS justru akan emnjadi janggal kalau ekmudian bias kaya, karena pernasilannya sangat terukur dan dapat diketahui oleh banyak orang.  Karena itu  menjadi pengusaha haruslah dicita citakan dan emnjadi  keinginan utamanya.

Saya sangat bangga dengan para mahasiswa yang masih bersemangat untuyk mencari ilmu dan sekaligus juga  aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.  Untuk itu saya selalu menganjurkan agar mereka mengikuti kegiatan kemahasiswaan sesuai dengan bakat dan minat mereka.  Sebab kegiatan tersebut akan dapat memberikan pengalaman tambahan yang tidfak mungkin didapatkan di bangku kuliah.  Akan sangat beruntung bagi mereka yang aktif dalam aktifitas kemahasiswaan  dan sekaligus juga rajin dalam perkuliahan. semoga mereka akan mampu sukses dalam  kedua hal tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.