KENAPA HARUS BERBURUK SANGKA?

Akhir akhir ini kita menjadi sangat prihatin dengannkondisi umat di sekitar kita yang tidak lagi santun, baik dalam berbicara, dalam melakukan sesuatu maupun dalam lainnya.  Selalu saja banyak alawsan yang disampaikan hanya untuk memojokkan  pihak lain saja.  Bahkan bukan itu saja melainkan juga  mereka berani membuat sensasi dengan berbagai alasan yang intinya hanya memfitnah belaka.

Kita sungguh  dibuat tidak mengerti mengapa mereka dapat berbuat demikian, padahal sebelumnya sama sekali tidak pernah terjadi.  Barangkali itu semua pengaruh dari pihak lain yang sengaja  memancing dan mempengaruhi agar masyarakat tidak lagi mempercayai orang orang di sekitarnya.  Lalu kalau mereka  tidak lagi mempercayai orang di sekitar mereka, mengapa justru mereka lebih percaya kepada mereka yang sama sekali belum dikenal dengan baik?

Apakah karena mereka telah dinina bobokkan oleh kondisi dan berbagai informasi menyesatkan yang senagaja didesain dengan begitu bagusnya?  Ataukah  masyarakat itu sendiri telah melupakan akarnya sendiri, sehingga dengan mudahnya justru mencurigai orang yang selam itu sudah dikenal kebajikannya. Entahlah, yang jelas saat ini kodisinya sudah sangat memperihatinkan dan harus segera dilakukan pemutihan dan penyadaran agar tidak semakin jauh.

Ketika ada sedikit saja  yang terkait dengan persoalan beda agama atau beda etnis, lalu dengan mudahnya  masyarakat disulut untuk melakukan hal hal yang berbau  provokatif yang sangat membahayakan kondisi.  Kalau kemudian ada informasi yang dihubungkan dengan seseorang yang memang beda haluan dan alirannya,  dengan memberikan beberapa  simbol yang diharapkan  akan menyulut kemarahan masyarakat, lalu dengan mudahnya masyarakat terbakar dan melakukan berbagai hal yang sama sekali tidak rasional.

Paling tidak kemudian masyarakat melakukan pembuliyan melalui  media sosial terhadap sosok yang belum pasti bersalah.  Hanya sayangnya memaang zaman ini lebih terbuka dan kritik juga begitu berseliweran sehingga  orang kemudian berpikir biarlah ketimbang harus mengurusi smeua kritikan yang tidak benar tersebut.  Akibatnya  segala macam bully dan juga fitnahan  muncul bak  cendawan di musi hujan, dan sepertinya sulit untuk dihentikan.

Lihatlah misalnya banyak bermunculan tuduhan yang sangat kotor kepada  para pemimpin di negeri ini yang juga muncul dari mulut para penggeda negara ini.  Lalu kalau sudah runyam seperti itu, apa yang dapat kita usahakan agar masyarakat tetap damai dan kondisi negara kita tetap aman dan nyaman?  Tentulah akan  sangat sulit untuk menggambarkan, namun  yang jelas kita dapat merasakan betapa beratnya mengatasi persoalan tersebut.

Kita sangat memimpikan kondisi yang sangat nyaman sehingga  kehidupan kita akan semakin  bagus dan  usaha yang kita lakukan juga akan dapat berjalan dengan sangat bagus.  Bukan berarti kondisi nyaman tersebut  dapat dipastikan akan menguntungkan smeua orang yang berusaha, melainkan setidaknya  kondisi nyaman tersebut akan mendukung terlaksananya sebuah transaaksi yang saling percaya, dan bahkan investor luar pun juga akan dengan tenangnya  menanamkam modalnya di negera kita.

Saya juga sempat bingung dengan posisi masyarakat kita yang selalu ingin menang tetapi tindakannya  justru sebaliknya.  Sebagai misaln ialah mereka menginginkan kemudahan dalam semua hal, namun tindakan yang  selalu dilakukan ialah tidak pernah memberikan kepercayaan dan bahkan tidak  merasa nyaman dengan apapun yang diusahakan oleh pemerintah secara umum.  Pemeruintah dalam hal hukum misalnya  akan selalu menjalankan tugasnya memberantaskemaksiatan dan kejahatan dimanapun juga dan  yang dilakukan oleh siapapun juga.

Namun ketika ada orang yang mereka anggap sebagai pemimpinnya  dan dihormati,lalu melakukan kejahatan atau  kemaksiatan, kemudian aparat  menindaknya, lalu mereka ramai ramai mengatakan bahwa pemerintah sedang mengkriminalkan pemimpinnya tersebut.  Sementara  ketika ada pihak yang diangap sebagai mushunya, meskipun melakukan kesalahan yang  cukup di maafkan karena memang sudah mengaku salah dan kemudian dilakukan usaha untuk  menjadikannya sebagai tersangka dan diadili.

Sunguh ini sebuah pemandangan yang sama sekali tidak nyaman dirasakan oleh orang normal yang sama sekali tidak berpihak kepadanapun.  Apalagi kemudian dengan kekuasaan yang dimiliki  ada beberapa  oknum yang dengan sengaja untuk mengubah tatanan yang sudah diangap baik dan bahkan sudah ebrjalan dengan sangat baik, dengan alasan yang selalu dicari.  Sebagai contohnya ialah bagaimana ada usaha untuk melemahkan KPK yang terus menerus dilakukan, meskipun dengan dalih ingin memperbaiki dan memperkuat KPK.

Cara terbaik untuk memperkuat KPK ialah dengan mendukungnya  sedemikian rupa,  yakni melalui tindakan mereka yang  menjauh dari praktek korupsi dan  kemudian juga aan  mendukung penuh tindakan apapun yang dijalankan oleh KPK.  Namun kenyataannya justru  sebagian diantara kawan kawan merekalah yang karena  telah melakukan praktek korup tersebut lalu ingin menyelamatkannya, lalu dicarilah cara melalui perubahan regulasi,  agar  nantinya mereka itu tidak akan tersentuh.

Atau mereka  inginnya agar masyarakat tidak lagi mempercayai KPK, padahal  mimpi tersebut sudah pasti akan kandas dan sama sekali tidak akan berhasil.  Masyarakat sudah begitu muak dengan tindakan dan polah mereka yang selalu mencari cari alasan agar dapat bebas dari segala tindakan yang mereka lakukan, meskipun sesungguhnya  semua itu melanggar hukum dan kepatutan.

Curiga kepada  sesama itu tidak mutlak dilarang, asalkan ada alasan yang cukup kuat, semata mata hanya untuk waspada, dan bukan untuk mencurigai. Maisdng masing pihak memang  dapat mengaku mempunyai alasan kuat untuk mencurigai, namun kemudian yang dilakukan bukannya sekedar curiga, dan ekmudian bertindak waspada , melainkan justru  malah berusaa untuk menyudutkannya sedemikian rupa dan  membuat pihak lain tersebut  tidak berkutik.

Kita hanya  menyayangkan adanya ketidak seimbangan antara  tindakan dengan kecurigaan tersebut, kareena seharusnya kalau seseorang itu curiga  maka dia akan  waspada  dengan semua langkahnya.  Jika yang curiga tersebut adalah aparat penegak hukum, maka dia akan menguntit hingga didapatkan bukti pelanggaran hukumnya.  Namun  yang etrjadi saat ini ialah lebih banyak kepada  tindakan menyerang atau memfitnah sehingga tanpa bukti apapun, lalu seseorang dapat saja disudutkan  sedemikian rupa.

Rasa sayang tersebut  lebih kita arahkan kepada para tokoh nasional dan juga masyarakat awam, kenapa demikian?  Kepada para tokoh  tersebut seharusnya  memberikan teladan yang baik tentang bagaimana bersikap dan bererilaku, terlebih   mereka itu  tokoh politik, sehingga harus mampu mempraktekkan politik yang santun, bukan politik yang identik dengan kekotoran.  Sementara bagi masyarakat, juga seharusnya  dapat mengendalikan diri untuk tidak hanyut dalam buaian bisikan yang  mengarah kepada permusuhan.

Mari hindarkan  negara kita dan masyarakat kita dari semua hal yang  bersifat provokatif dan juga fitnah, karena  itu bukan saja akan merugikan diri sendiri, melainkan juga akan merugikan negara kita secara umum.  Mari  jaga diri kita  agar tidak mudah terpengaruh dengan semua hal yang sengaja ditiupkan  untuk tujuan tertentu, karena itu semua pasti akan merusak persatuan dan keukhuwahan kita.  Mari kuatkan kepercayaan kita untuk membangun negeri ini secara bersama dan saling menghargai, bukan dengan saling menyikut.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.