MENGAPA HARUS BERSUARA?

Saat ini  sebagaimana kita ketahui terlalu banyak masalah di sekitar kita, dan sejak lama sekali kita membiarkannya tetap berlangsung, seolah kita sama sekali tidak peduli dengan maslaah masalah tersebut.  Akibatnya masyarakat semakin  terpuruk dan  seolah tidak mampu bernafas lagi.  Demikian juga persoalan tersebut   semakin meluas dan semakin sulit diatasi.  Karena itulah sudah waktunya ita semua orang yang memang tidak terlibat dalam persoalan tersebut harus segera  bersuara dan menyatakan pendapatnya dengan harapan dapat didengar atau setidaknya dapat diketahui bahwa kita sudah bicara.

Sebab jika kita tetap diam, maka hal tersebut dapat ditafsirkan yang salah, seperti diam itu sama dengan menyetujui atau sama sekali memang tidak peduli dengan semua yang terjadi, asalkan tidak menyangkut dirinya, dan lain tafsir.  Padahal mungkin maksud diam tersebut bukan apap apa melainkan  hanya sekedar tidak mau ribut dan diharapkan akan muncul pelerai  dan penyelesai persoala yang muncul tersebut.

Jika ada  masalah yang krusial menyangkut  keselamatan negara kita dari ancaman ideologi mislanya,  kita  dapat menyaksikan bahwa  semua orang tidak bersuara, dan bahkan aparat juga dengan alasan tidak ada payung hukumnya yang jelas, kemudian  tidak mampu berbuat untuk mencegahnya.  Bahkan  sangat menyakitkan pada saat terjadi adanya  sekelompok masyarakat yang peduli dengan masalah tersebut, lalu aparat hanya berusaha melerai dan kemudian  menjadi  fasilitator untuk mendamaikan.

Padahal seharusnya  aparat yang ada  sejak dini harus mampu endeteksi dan tahu bahwa  ketika ada  ajaran atau ideologi yang bertentangan dan emmbahayakan  dasar negara kita dan bahkan negara kita, mereka harus berada di depan untuk menindaknya, dan masyarakat kemudiana bersama sama akan juga membuat langkah langkah strategis  untuk menangani masalah tersebut.  Inilah yang melatar belakangi kenapa kita memang harus bicara dan berpendapat.

Sebagai contohnya ialah bagaimana  pada saat itu sudah sering terjadi bentrokan antara  organisasi HTI yang menggelar berbagai acara yang dalam isinya  selalu saja menyuarakan tentang  khilafah dan keinginan mereka untuk menganti pancasila  dan NKRI dengan sistem khilafah tersebut dengan banser.  Namun  aparat tyidak ada yang  tampil untuk mencegah kegiatan yang berbahaya tersebut, bahkan ketika dilapori oleh masyarakat agar tidak memberikan ijin pun masih sangat sulit, sampai akhirnya pemerintah membubarkan  organisasi tersebut.

Menurut saya hal tersebut sudah sangat terlambat, meskipun tentu akan lebih baik terlambat ketimbang sama sekali tidak ada tindakan. Seharusnya smeua pihak harus  melakukan pencegahan dai semua ancaman yang dapat mengakibatkan kerugain  negara dan bangsa, meskipun mungkin belum ada aturan yang khusus untuk itu.  Hanya saja kalau dirunut tentang  ancaman tersbeut, sudah ada  regulasinya secara umum, dan seharusnya memang ada atran main yang memungkinkan aparat untuk  langsung bertindak pada saat  sudah jelas jelas ada upaya untuk mengancam negara kita.

Saat inilah kita memang harus berbicara dan emnyarakan  keprihatinan terhadap lambatnya penanganan semua  anacamana yang  membahayakan negara kita.  Munculnya beberapa kekerasan atas nama agama  dan juga munculnya aliran radikal dalam agama tyentu harus disikapi oleh semua elemen masyarakat kita, dan kita sebagai orang yang dipandang mempunyai pengetahuan dan  ditokohkan sudah seharusnya bersuara agar  kondisi tersbeut tidak semakin menjadi jadi.  Suara kita, terutama pada  tokoh di perguruan tinggi  memang  harus didengungkan dan  masyarakat rupanya juga sudaha menunggu sikap kita tersebut, agar mereka kalau ingin melakukan sesuatu  mendapatkan dukungan dari kalangan intelektual.

Suara kita  mungkin  tidak sehebat ketika aparat melakukan penanganan terhadap sesuatu persoalan, namun tetap saja  masyarakat dan negara kita membutuhkan suara dan pendapat kita.  Bagaimanapun masyarakat itu ada keinginan  untuk menciptaan suasana yang nyaman, namun terkadang mereka tidak berani melakukan  sesuatu  yang sifatnya memberantas semua  hal yang membahayakan dan dapat membuat kegaduhan.  Nah, jika para intelektual bersuara, tentu mereka akan ebih berani untuk berbuat.

Namun demikian emmang masyarakat tidak diperbolehkan untuk menghakimi  sendiri, karena  untuk masalah tersebut sudah ada aparat yang akan melaksanakannya.  Masyarakat tentu  diharapkan untuk peduli, apakah itu melaporkan kepada aparat atas  terjadinya sesuatu yang membahayakan  masyarakat atau bahkan bangsa dan negara, atau mungkin bersama dengan aparat melakukan tindakan yang masih dalam batas  kewajaran dan tidak melampaui kewenangan pihak lain.

Karena itu yang dibutuhkan saat ini ialah tanggapnya aparat terhadap  semua hal yang dapat emngancam dan membahayakan  masyarakat dan juga negara, jangan sampai  aparat tifak mampu berbuat apa apa  lantaran tidak ada aturan mainnya.menurut saya  di negera kia sudah terlalu banyak aturan main yang jika ditaati akan emmbuat ketenteraman dan juga keamanan.  Nah, karena itulah untuk mensupport semua itu  kita  memang sekali lagi perlu bersuara lantang untuk menunjukkan bahwa  ada bahaya yang siap mengancam.

Keengganan   bersuara yang selama ini  diambil oleh kebanyakan para tokoh ialah karena saat ini banyak orang suka memutar balikkan keadaan yang sesungguhnya dan terkadang juga mungkin akan  dibelokkan ke hal yang terkait dengan pelanggaran UU IT.  Hal tersebut disebabkan  para elit politik tidak emmberikan keteladanan yang baik kepada masyarakat sehingga  akan tercipta sebuah kondisi yang kondusif.

Pada umumnya para politisi selalu bersuara yang nadanya tidak bersahabat, bahkan cenderung menyerang, dan mereka berdalih mempunyai hal imun karena sebagai anggota DPR.  Inilah yang kemudian membuat masyarakat tidak mau bersuara karena smeuanya sudah dikuasai oleh para politisi dan jika ada pihak lain yang sedikit saja  berbicara keras, selalu saja diancamkan akan diperkarakan dan lainnya.

Karena kondisi seperti itulah akhirnya para tokoh yang non politisi atau  para akademisi  lebih baik diam agar tidak tersaangkut  perkara  yang sesungguhnya itu merupakan panggilan  jiwa.  Namun setelah direnungkan dengan seksama, kalau  kondisi tersebut telalu didiamkan oleh para tokoh yang masih mempunyai kepedualian terhadap bangsa dan negaranya, maka  kondisinya akan semakin parah dan bahkan mungkin akan dapat mengancam keutuhan  bansga kita.

Suara yang harus dimunculkan dari para tokoh tersbeut ialah dalam upaya agar masyarakat menyadari sejak dini terhadap banyuaknya ancaman yang muncul di tengah masyarakat, dan kmudian  secara  bersama sama menjaga lingkungan masing maisng dari kemungkinan masuknya  berbagai aliran yang akan merusak keutuhan  dan kenyamanan yang selama ini sudah tercipta. Masyarakat tentu akan menyambut baik munculnya para akandemisi di tengah tengah masyarakat untuk  melindungi mereka dari segala kemungkian buruk yang bakal menimpa.

Rupanya  masyarakat juga  tdak lagi mempercayai para politisi yang  mudah saja menyampaikan janji  atau  bahkan  menyampaikan kritik yang tifdak proporsional, dan bahkan dari para politisi tersebutlah masalah itu muncul.  Karena itu  sekali lagi masyarakat tentu akan menyambut baik kehadian para tokoh dalam kancah membela masyarakat dan bangsanya, meskipun anya melalui ungkapan dan tulisan yang secara terus menerus disuarakan.

Mungkin dengan gencarnya para tokoh dan akadmeisi bersuara,para politisi juga akan berpikir dua kali sebelum mengeluarkan kritik yang tidak tepat.  Para aparat juga  akan sigap dan  bersemaqngata  sata mentetahui mendapatkan dukungan secara riil dan dapat dilihat dari para tokoh dan akademisi yang selaa ini tampak  sama sekali tidak bersuara.  Semoga  dengan munculnya  para tokoh tersebut kondisi negara kita akan semakin membaik. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.