MENGENANG PARA PAHLAWAN

Meskipun hanya sekali atau dua kali dalam setahun kita mengenang para pahlawan, namun itu sudah cukup sebagai bukti bahwa kita masih menghargai mereka, setidaknya mengenang jasa jasa mereka terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia.  Sebab kita  menyaksikan adanya  sebuah bangsa yang sama sekali sudah melupakan jasa para pendahulunya yang telah memperjuangkan kejayaan  atau bahkan kemerdekaan negaranya.

Sebagai bangsa yang bermartabat dan  tahu berterima kasih tentunya kita memang harus menghargai para pahlawan, bahkan tidak saja  hanya menghargai dalam arti formalitas, melainkan juga  secara substansial memberikan penghargaan yang setimpal, termausk kepada keluarganya.  Bahkan yang lebih penting lagi ialah bagaimana  kita  dapat  menjadikan mereka sebagai teladan dalam berbuat dengan ketulusan, bukan  dengan pamrih yang saat ini menjadi kenyataan dan bahkan trend kebanyakan orang.

Kita  sudah mulai  sulit mendapatkan orang orang yang tulus dalam mengabdi atau dalam berbuat untuk kepentingan bangsa dan negeranya.  Justru yang terbanyak ialah  karena pamrih, walaupun kadarnya berbeda beda diantara satu dengan lainnya.  Ada yang masih tetap dapat dimengerti karena pamrihnya hanya ingin mendapatkan gaji atau upah untuk kepentingan keluarganya, namun ada yang pamrihnya keterlaluan, yakni dengan  niat untuk  mengeruk kekayaan  negara, bahkan  yang lebih tragis lagi ialah dengan cara cara yang tidak benar, seperti melakukan korupsi dan lainnya.

Kita sangat yakin bahwa semua  pahlawan, baik yang  dikenal namanya maupun yang tidak,  dalam memperjuangkan bangsa dan negara pada saat itu tidak terbersit sedikitpun untuki  mencari nama, apalagi mencari rizki, mereka sangat tulus untuk le[as dari penjajah  yang telah  menyengsarakan rakyat.  Jadi kalau mereka harus berperang di medan laga misalnya  maka meeka  akan melakukannya dengan sepenuh hati dan tidak mengharpkan bantuan finansial dari sapapun.

Terkadang justru mereka akan menjual apapun yang dipunyai dan akan membawa serta  barang barang yang dibutuhkan serta membawa sendiri kelengkapan.  Namun jika kemudian ada  pihak lain yang memberikan support  logistik, tentu mereka akan dengan senang hati menerimanya, karena mereka tahu  bahwa sebagian diantara  anak bangsa saat itu ada yang  sedikit punya kelonggaran dalam hal harta  namun tidak dapat terjun langusng ke medan laga dan hanya memberikan support logistik dan lainnya.
Nah, dalam  memperingati kemerdekaan negara kita  kali ini  kita akan sangat menghargai  smeua pahlawan atas  jasa jsa mereka, dan sedapat mungkin memberikan kesadaran kepada generasi muda untuk  dapat meneladani mereka, khususnya dalam semangat yang ditunjukkan dan ketulusan mereka.  Biasanya dalam renungan suci pada malam menjelang peringatan detik detik proklamasi kita selalu mengingatkan kepada  umat agar mampu  menjadikan para pahlawan pendahulu kita  sebagai panutan untuk kebaikan  bersama.

Kita juga perlu membaca sejarah mereka agar kita benar benar tahu secara lebih  detail mengenai apa saja yang pernah mereka lakukan dalam upaya merebut kemerdekaan dari penjajah dan kesulitan apa yang pernah mereka alami. Dengan  memnaca sejarah perjuangan mereka, kita  nantinya akan mampu menceritakan semuanyakepada generasi muda  agar mereka  tidak cuek dengan kondisi yang melanda bangsa dan negeranya.

Sebagaimana kita tahu bahwa saat ini negara kita sedang  dirundung berbagai masalah, termasuk masalah munculnya berbagai aliran yang kalu dibiarkan akan mengancam keutuan dankebersamaan  warga bangsa.  Munculnya berbagai aliran tersebut, sekaligus juga dibarengi dnegan kasi aksi mereka yang mengarah kepada  perpecahan dan bahkan mengancam  negara kita yang sangat kita cintai.

Berbagai usaha juga sudah dilakukan, baik melalui penciptaan regulasi maupun secara langsung melakukan berbagai aksi, namun rupanya  gerakan  aliran aliran terswebut tidak berhenti. Kita bahkan mencium adanya  gerakan masif yang menentang  segala macam usaha yang dilakukan untuk menyingkirkan mereka.  Nah,  kondisi demikian tersebut harus segera kita  sikapi dengan bijak agar  dapat diselesaikan dengan damai dan tuntas.

Sala satu usaha yang harus terus meneruskita lakukan ialah dengan membekali generasi muda kita  denga bekal yang  kokoh, mencintai  negara dan tanah air, mengajari merka agar bersikap menghargai siapapun yang telah berjasa kepada diri mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk para pahlawan kusuma bangsa.  Kita harus mampu  memberikan gambaran  keada ara generasi muda tersbeut dengan mengandaikan bahwa jika tidak ada para pahlawan tersebut, tentu kita amsih akan terkungkung  dalam cengekraman penjajah.

Sudah barang tentu  penjelasan kepada mereka harus melalui bahasa yang memungkinkan dapat dimengerti oleh mereka, karena itu diperlukan cara atau metode yang jitu agar smeua rencana dapat berjalan dengan mulus dan targetnya juga  akan tergapai.  Intinya ialah bagaimana mereka  pada akhirnya  akan  mencintai negaranya serta berusaha dnegan ekkuatan yang dimiliki untuk mempertahankannya dari  semua ancaman yang  dapat  mengganggunya.

Mengenang para pahlawan bukan saja   hanya ingn membacakan cerita merka, melainkan juag dikandung maksud agar  para anak bangsa, khususnya para generasi muda yang tidak pernah merasakan hidup susah, masih dapat merasakan betapa  pada saat itu dengan kondisi yang serba kurang, toh mereka  tetap saja  mencintai tanah airnya dan berusaha untuk membebaskannya dari para penajajah.  Jadi meneladani para pejuang dan pahlawan itu sekaligus  akan menanamkan  rasa memiliki terhadap negara dan bangsa.

Dengan begitu tentu akan  muncul ide ide cemerlang dai genrasi muda tersebut untuk berbuat yang baik bagi negaranya, dan sekaligus akan tergugah jika ada  pihak lain yang ingin mengganggu ketenangan ibu pertiwi tersebut.  Munculnya pemikiran murni dari mereka itulah yang kita harapkan sehingga  mereka dengan sendirinya akan merawat dan mempertahankan negaranya dari semua ancaman dan gangguan yang muncul.

Seharusnya kegiatan mengenang para pahlawan tersbeut bukan saja dilakukan pada saat memperingati hari kemerdekaan semata, melainkan juga pada saat  memperingati hari pahlawan dan  hari hari besar nasional lainnya, karena dengan mengenang jasa mereka kita akan mengatahui seberapa kita harus ebrbuat untuk negara dan bukan malah melakukan berbagai hal yang justru merugikan negara  itu sendiri.  Bahkan mungkin para mahasiswa sebagai generasi pnerus bangsa harus  lebih rajin untuk diberikan pencerahan mengenai sepak terjang pahlawan kita  tersebut.

Demikian juga para santri di pesantren yang memang sangat  menghormati para kiyai dan ulama, akan sangat baik  jika  diprkenalkan dengan para pahlawan, baik yang  dari unsur ulama maupun dari unsur lainnya.  Artinya jangan sampai para santri hanya diperkenalkan dengan para pahlawan yang  ulama dan sama sekali tidak mengenal  pahlawan lainnya, sehingga  akibatnya mereka tidak akan menganggap selain dari ulama.

Tentu ini hanya sekedar kekhawatiran  semata, karena kita sangat yakin bahwa pemikiran santri saat ini sudha lebih hebat dan  moderat dalam memandang seuahal, termasuk yang terkait dengan apsek aspek kenegaraan.  Kita tidak boleh menstiga bahwa santri saat ini identik dengan penyakit gatal atau gudik, karean itu sudah masa lalu, dan saat ini merea sudah lebih mengatahui hal hal yang terkait dengan kesehatan dan juga kebersihan.

Ala kulli hal kita emmang harus  mengenang jasa para pahlawan dalam berbagai kesempatan, dengan tujuan agar  sikap tulus mereka  dapat diteladani oleh kita dan generaasi muda kita. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.