TERLALU BANYAK NASEHAT

Jika kita memperhatikan kehidupan kita, baik yang terkait dengan  menjalani hidup, tentang pendidikan, tentang kesehatan dan lainnya, kita akan mendapatkan banyak nasehat yang  kalau dicermati seluruhnya  snagat bagus.  Hanya saja terkadang kita menjadi  semakin bingung dengan banyaknya nasehat tersebut.  Jika kita mendapatkan nasehat tentang kesehatan mislanya, dan dianjurkan untuk melakukan sesuatu ayang mengkonsumsi sesuatu, lalu dating nasehat lainnya bahwa apa yang dinasehatkan terdahulu ternyata kurang baik dan seterusnya.

Bahkan  kalau kita pergi ke dokter pun  terkadang kita akan mendapatkan nasehat yang berbeda mengenai hal yang sama.  Apakah hal tersebut wajar dan  biaa?.  Rupanya memang dalam ilmu kedokteran pun juga banyak aliran dan pendapat yang berbeda, sehingga belum pasti nasehat salah satu dokter akan cocok dengan kondisi kita, meskipun secara keilmuan seharusnya  ada kesamaan, karena ada deteksi sebeluimnya, bahkan mungkin ada hasil laboratorium yang  telah dilakukan.

Namun tetap saja pendapat para dokter itu  berbeda, meskipun mungkin ada yang sama, karena alirannya sama.  Sebagai satu contoh ialah ada sebagian dokter yang menyatakan bahwa batas kandungan gulan dalam darah itu asalkan tidak melebihi 200, tetapi ada yang  rigit yang terpenting tidak melebihi 120 dan  ada yang menyatakan  batasnya ialah 140.  Mungkin nasehat tersebut didasarkan kepada pengalaman mereka, dan bukan semata mata  atas dasar ilmu yang didapatkan di perkuliahan atau sejenisnya.

Biasanya orang akan mengatakan bahwa  daging ayam itu bagus untuk dikonsumsi, juga telur ayam, namun  ada juga yang  mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelitian yang dilakukannya menujukkan bahwa daging ayam  potong itu sangat berbahaya, demikian juga telur ayam lehorn.  Lalu  mana yang benar? Apakah memang  di dunia ini saat ini tidak ada makanan yang lauak konsumsi, sehingga orang dengan mudahnya memberikan nasehat tentang kesehatan.

Kita memang meyakini bahwa  konsumsi makanan itu akan sangat mempengaruhi kesehatan, namun  ada jenis makanan yang berbahaya bagi seseroang dan sangat bagus untuk orang lainnya.  Demikian juga dengan jenis sayuran, buah buahan dan juga makanan lainnya.  Hal tersebut didasarkan kepada kondisi tubuh masing masing orang.  Kita menyadari baha kondisi tubuh masing masing orang itu tidak sama, baik terhadap makanan ataupun minuman tertentu.

Namun jika  kemudian muncul banyak nasehat yang diberikan secara umum kepada masyarakat secara umum itu  akan memberikan kesan yang berbeda, meskipun sesungguhnya nasehat tersebut juga   baik dan jika  diikuti mungkin juga akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.  Hanya saja kita tidak boleh terkungkung dengan nasehat tersebut, yang hanya  akan emngakibatkan kesulitan etrsendiri bagi kita atau  akan mempersempit gerak kita atau kesmepatan untuk melakukan atau mengkonsumsi makana atau minuman.

Jika kita mengikuti anjuran alquran tentang makanan tentu kita sudah tahu yakni  makanan yang halal dan baik.  Artinya secara sayar’i makanan ataupu minuman yang kita konsumsi memang benar benar halal, selebihnya  juga thayyib atau bagus.  Tentang bagus ini tentu  masing masingborang akan ebrbeda, semisal bagi mereka yang hipertensi, maka makan makanan yang mengandung  zat tertentu yang akan semakin menambah tensi naik, tentu sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi, semisal daging  kambing.

Demikian juga bagi mereka yang mempunyai potensi  gula, maka makanan dan minuman yang mengandung banyak gulan tentu tidak dianjurkan untuk dikonsumsi, meskip[un kalau tetap mengkonsumsi juga tidak masalah, terutama jika mengetahui kadarnya, yakni tidak makan banyak, melainkan sedikit saja.  Dalam kaitannya dengan masalah ini kita juga tentu  mengetahui bahwa Nabi Muhammad saw   sanagt perhatian dengan masalah ini, yakni bahwa  sebaiknya makan itu dibatasi agar perut kita tidak  terlalu terbebani oleh kelebihan makanan atau minuman.

Dalam salah sebuah riwayat beliau pernah mengatakan abwa perut kita itu dibagi menjadi tiga, yakni sepetiganya untuk makanan, sepertiga lagi untuk meniman dan seprtigia lainnya untuk nafas.  Jadi kalau kita  mampu mengukur perut kita sendiri seyogyanya kita tidak akan mengalami kesulitan dalam persoalan makanan dan minuman.  Apalagi jika kemudian diperhatikan informasi terkait dengan   bagaimana Nabi makan, yakni beliau tidak akan makan sebelum  lapar dan sudah akan berhenti makan sebelum kenyang.

Sayangnya memang umat beliau sendiri tidak mentaati apa yang beliau anjurkan dan teladankan.  Kebanyakan mereka jutsru  sama sekali tidaka  memperhatikannya, dan cendrung mengabaikan, karena  dianggapnya hanya persoalan makanan dan minuman yang  sama sekali tidak ada kaitannya dengan  ajaran islam.  Tentu hal tersebut  tidak tepat, karena seluruh  teladan yang ditunjukkan oleh beliauy sesungguhnya merupakan hal yang semestinya kita ikuti agar kita mendapatkan kenyamanan dalam hidup.

Itu semua  tentang nasehat dalam bidang kesehatan yang  tentu kita harus mampu memilah  dan memilihnya sendiri disesuaikan dengan diri kita.  Tentu akan jauh lebih bagus jika kita  secara khusus  meminta nasehat  kepada  dokter yang ahli dalam hal yang terkait dengan begaimaa menjaga kesehatan kita.  Kalau  dalam diri kita mengandung sebuah penyakit, tentu dokter tersebut akan menyarankan  sesuatu yang dianggap baik untuk kita.  Secara umum kita juga dapat emmpercayai saran dokter  tentang makanan dan minuman tersebut.

Selanjutnya kita juga banyak menjumpai  nasehat terkait dengan pendidikan dan juga bagaimana kita  menjalani hidup.  Tentang pendidikan, tentu kita juga harus  mampu menimbang tentang keinginan masing maisng orang.  Mungkin ada sebagian orang yang kecenderungannya  kepada ilmu pasti, maka sebaiknya orang tersebut memang menkuni bidang yang diminati tersebut.  Demikian juga bagi mereka yang sangat bermionat dan menonjol dalam bidang  ilmu sosial tertentu, maka sebaiknya juga  ditekuni ilmu tersebut.

Memang ada sebagian orang yang  sealalu memaksakan kepada anaknya untuk sebuah keingiannya sendiri, sehingga  akibatnya anak tersebut semakin stress dan pada akhirnya menjadi gagal dalam studinya.  Saran terbaik untuk pendidikan  tersebut ialah  harus didalami  secara cermat mengenai kecendrungan maisng masing orang. Jangan sampai kita justru akan memaksakan kehendak kepada anak mislanya  untuk mengambil ilmu tertentu yang sama sekali tidak digemarinya.  Akibat dari pemaksaan tersebut terkadang  bisa fatal.

Memang kita juga mengenal adanya orang yang  mampu untuk belajar ilmu apapun, namun itu hanyalah  kasus tertentu saja,  sebab kebanyakan orang itu apsti  adaa keinginan dan kecenderungan tersendiri.  Saran yang  terbaik  untuk ini ialah  meminta kepada ahlinya agar kesuksesan di masa depan  dapat diprediksikan dan digambarkan dengan jelas.  Tenrtu kita tidak ingin mendapati kegagalan dalam hidup kita maupun anak anak kita, karena itu  nasehat yang tepat  harus didapatkan, meskipun secara umum sudah terlalu banyak nasehat untuk hal tersebut.

Untuk  nasehat dalam hal menjalani hidup, seprti memilih jodoh, memilih pekerjaan dan lainnya, pasti akan muncul banyak nasehat yang mungkin secara lahir semuanya baik, Akan tetapi tentu ada yang tidak cocok bagi seseorang namun cocok bagi lainnya.  Kalau orang tidak ada sens untuk berdagang, kalau kemudian dipaksakan untuk berdagang, tentu akan  gagal dan bahkan klaupun dimodali dengan  sesuatu yang banyak pun juga akan  gagal.

Untuk jenis pekerjaan tersebut juga dibutuhkan komitmen diri dan kesungguhan dalam menekuni sebuah pekerjaan.  Nasehatnya ialah  jika sudah  cocok dengan satu pekerjaan sebaiknya ditekuni hingga meraih sukses.  Jangan mudah  tengok kanan atau kiri hanya untuk membandingkan tentang nikmatnya pekerjaan.  Percayalah bahwa  semua perkajaan kalau   diyakni dan ditekuni dengan  sungguh sungguh  serta diciontai, maka  pasti akan muncul kenikmatan di dalamnya.  Semoga kita mampu menjalankan nasehat terbaik  dalam bidang apapun. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.