WISUDA

Pada waktu yang lalu kata kata wisuda tersebut hanya dapat dijumpai pada perguruan tinggi yakni pada saat meresmikan dan melepas para alumninya melalui upacara khusus, namun saat ini kita sudah dapat menjumpai kata kata wisuda tersebut pada smeua tempat.  Bahkan anak anak sekolah dasar saja  ketika  akan dilepas dan dikembalikan kepada orang tuanya, dilakukan  wisuda.  Demikian pula anak anak  sekolah menengah semuanya memakai istilah wisuda untuk melantik dan melepaskan mereka.

Lalu apa makna dari wisuda tersebut sehingga  perlu diselenggarakan.  Apakah kalau tidak  melalui wisuda  seseorang kurang afdlal atau bahkan mungkin dianggap tidak sah pendidikannya?  Memang ada  sebagian  sekolah atau dalam hal ini perguruan tinggi yang menganggap tidak sah atau tidak akan diberikan sebuah ijazah sebelum yang bersangkutan mengikuti upacara wisuda.  Untuk itulah wisuda menjadi penting dan bahkan sayarat untuk dapat memegang ijazah tersebut.

Sementara  ada pula sebagian perguruan tinggi yang tidak menganggap penting atau hanya sekedar menganjurkan saja  mengenai wisuda tersebut, sehingga jika ada sebagian alumninya yang tidak mengikuti wisuda, tetap dianggap sah dan  ijazahnya juga sudah dapat dipegang atau dibawa pulang.  Meskipun demikian rata rata  perguruan tinggi akan menganggap bahwa wisuda itu termasuk bagian dari proses penyelesaian kuliah, karena itu  juga sekaligus sebagai ajang untuk promosi dan sosialisasi kepada masyarakat luas.

Kita juga tahu bahwa terkadang ada juga yang  disamping  seseornag harus mengikuti wisuda  di universitas, dia juga diharuskan pula mengikuti wisuda di tingkat fakultas.  Ini juga  dimaksudkan agar pelaksnaaan wisuda tersbeut dapat berjalan dengan snagat khidmah, kaena di tingkat universitas tentu akan terlalu banyak  wisudawan sehingga prosesnya terlalu cepat dan tidak khidmat.  Bebwerapa alasan lainnya juga dapat dikemukakan, karena yang terpenting bagi merka ialah bagaimana wisuda tersebut dapat diselenggarakan di fakultas, disamping di universitas.

Memang ada  madzhab yang menyatakan bahwa wisuda itu merupakan pross akhir sebelum seseorang mengakhiri kuliahnya di sebuah perguruan tinggi.  Artinya  untuk dikatakan sebagai lulus dari sebuah perguruan tinggi seseorang harus melalui wisuda terlebih dahulu.  Hal tersbeut dapat dilihat dari perguruan tinggi negeri yang memberlakukan bahwa  seseorang dianggap telah lulus, jika suidah menjalani wisuda.  Dengan demikian konsekwensinya jika sudah dinyatakan lulus dalam sidang majlis penguji  tugas akhir atau skripsi  dan belum mengikuti wisuda, maka  orang tersebut dianggap belum lulus.

Lebih jauh lagi dia  harus menanggung  pembayaran SPP atau sekarang ini  UKT, sebab kalau tidak membayar, maka universitas yang akan ditagih oleh  negara melalui badan pemerika keuangan. Namun kita juga tahu ada pula perguruan tinggi yang  membolehkan  alumninya tidak mengikuti up[acara wisuda, dan tetap dianggap telah menyelesaikan  kuliahnya.  Perguan tinggi yang demikian tentu akan menganggp seseorang lulus itu setelah dinyatakan lulus oleh  sidang majlis yang menguji tugas akhir atau skripsinya.

Disamping itu sesungguhnya wisuda itu merupakan kebanggan tersendiri bagi para alumni, karena itu  sebagai pertanda dia sudah lulus dan mengakhiri kuliah di perguruan tinggi tersebut.  Sebagai alumni tentu  tidak akan membiarkan dan melewatklan begitu saja upacara wisuda yang tentu  sangat berkesan dalam hidupnya.  Jadi tentang wisuda tersebut sesungguhnya ada beberapa pilihan yang dapat  ditempuh oleh masing masing lembaga pendidikan maupun orang.

Bagi universitas islam negeri Walisongo, kita memilih wisuda tersebut, karena  itu sebagai pertanda yang mudah diketahui bahwa seseorang telah lulus dan berhak menyandang gelar tertentu sesuai dengan program studi dan jenjang yang diambilnya.  Kebetulan  para  alumni juga  sangat  sepaham dengan  itu dan  mereka juga sudah dikondisikan sejak awal, bahwa saat mengakhir kuliah nanti ada ada wisuda yang harus diikuti oleh mereka.

Bahkan dalam sistem UKT saat ini  komponen pembayaran wisuda sudah diperhitungkan sejak awal, sehingga mereka sesungguhnya sudah mengetahui dan menerima bahwa  wisuda itu wajib diikuti sebelum meninggalkan bangku kuliah.  Namun demikian memang ada beberapa hal yang sanagt perlu diketahui oleh para wisudawan, yakni tentang berbagai pr=ersyaratan yang menyertainya, khususnya terkait dengan  administrasi akademik yang harus dipenuhi.

Artinya jangan sampai ada seorang alumni yang sudah dinyatakan lulus ujian sidang, lalu diketahui masih mempunyai tunggakan mata kuliah, atau mungkin masih mempunyai pinjaman  buku perpustakaan dan lainnya.  Semua itu harus diselesaikan terlebih dahulu baru dapat  mengikuti wisuda. Termasuk juga bagi mereka yang  pada saat sidang munaqasyah masih dinyatakan dengan syarat, yakni memperbaiki dan merevisi  karya tulisnya. Sebelum semuanya diselesaikan  yang berngkutan tidak diperkenankan mengikuti wisuda.

Kita juga  perlu untuk menjelaskan  kepada para wisudawan bahwa  hidup di masyarakat itu jauh lebih sulit dibandingkan dengan mengikuti mata kuliah di banghku kuliah, karena itu mereka harus ulet dan  bersungguh sungguh  dalam mengambil keputusan berikutnya.  Artinya  jika mantap untuk melanjutkan kuliah lagi, mak itu harus dip[erkuat dengan  kemauan yang bulat, sebab kalau hanya setenagn setengah tentu hasilnya juga tidak akan maksimal.

Jika suidah mengambil keputusan untuk berumah tangga dan  bekerja, maka  penuhilah dengan sikap optimisme tinggi dan kepercayaan diri yang penuh.  Apapun yang diputuskan dan kemudian diyakini sebagai yang terbaik, maka ambil tanpa ragu ragu.  Jika  kemudian memutuskan untuk berusaha  dan berbisnis, maka  lakukan dengan penuh  kepercayaan diri sambil terus belajar untuk memperkaya pengetahuan tentang dunia usaha tersebut.  Jika smeua  dilakukan dengan memasrahkan diri kepada Tuhan, insyaallah semuanya akan berjalan sebagaimana  rencana.

Kalau tetap menemui rintangan, tetaplah tabah dan terus melakukan usaha tanpa kenal lelah dan putus asa, sebab jika  kita mudah rapuh dan terpengaruh oleh  kanan kiri yang menjanjikan, maka  itulah awal dari  kegagalan kita. Saya akan sangat menyetuji  bagi alumni yang mengambil keputusan untuk berusaha dan bukan ingin bekerja sebagai buruh, baik di instansi pemerintah maupun swasta, karena pasti tidak akan dapat menjadi pimpinan dan  sulit untuk  menjadi  orang yang sukses dan kaya.

Pada ujung bulan Juli ini, tepatnya pada tanggal 27 juli 2017 UIN Walisongo juga akan menyelenggarakan wisuda dan tentu ada harapan dari pimpinan universitas, yakni agar seluruh para wisudawan dapat memerankan diri merka di tengah tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyaa bagi pengembangan masyarakat.  Sudah saatnya  para alumni membuktikan diri  bahwa  mereka itu mampu untuk berkiprah dan membangun masyarakat menuju kesejahteraan.

Harapan l;ainnya ialah agar para alumni tidak bercita bcita menjadi  PNS, karena hanya kekecewan sajalah yang  dirasakan.  Sebagaimana kita tahu PNS itu snagat terbats dan banyak orang menginginkannya, karena itu cukuplah bercita cita menjadi pengusaha, karena lahannya pasti sangat luas dan  dapat menentukan diri sendiri.  Namun jika kemudian ada lowongan untuk menjadi PNS dan kemudian mencoba untuk mengikuti seleksi, tentunya tidak mengapa.  Artinya menjadi PNS itu bukan merupakan larangan, hanya saja karena peluangnya kecil, sebaiknya bukan menjadi sasaran utama.

 

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.