SUKSES HIDUP

Kalau kita tanyakan kepada semua orang tentang apakah mereka meninginkan sukses dalam menjalani hidup, maka mereka pasti akan menjawabnya dengan pasti bahwa mereka ingin sukses.  Hanya saja  langkah yang ditempuh oleh mereka terkadang berbeda dengan keinginannya tersebut.  Artinya ada sebagian orang yang ingin sukses dan berhasil dalam apapun yang diinginkannya, tetapi  tidak mau berusaha  mendapatkannya, atau  hanya berusaha sekedarnya, sehingga  keinginannya tersebut hanya tinggal keinginan semata.

Namun sebagian lainnya  melakukan usaha keras untuk mencapainya, dan kemudian benar apa yang diinginkan akan tercapai,  hanya saja kemudian ada rasa tidak puas dan  seprtinya ada sesuatu yang tetaop kurang, karena  dia tidak mendapatkan ketenangan dalam hidupnya.  Lalau pertanyaannya ialah  apa gunanya hidup sukses dalam  karier atau dalam usahanya, tetapi tidak  mampu menenteramkan hati dan pikirannya?  Itulah yang kemudian  menjadikannya sebagai orang yang hatinya kosong dan akan sangat mudah untuk diombang ambingkan oleh keadaan.

Sementara itu hanya sedikit  orang yang melakukan usaha  atas keinginnya dan cita citanya, dan sekaligus juga disertai kepasrahan yang tulus kepada Tuhan.  Artinya dia akan  terus menerus  mengaitkan apapun yang diusahakannya  dengan Tuhan, jadi ketika  usahanya etrsebut sukses, maka itu hanyalah semata mata karena pertolongan dan belas kasihan Tuhan, bukan atas usahanya sendiri.  Karena itu orang seprti itu tidak akan pernah melupakan kewajibannya terhadap Tuhan, yakni beribadah kepada Nya, bahkan bukan hanya  menjalani kewajiban saja melainkan juga hal lain yang disunnahkan.

Nah, orang seperti itulah yang akan emperoleh ketenangan hati dan pikiran serta akan mendapatkan  kepuasan dalam hidupnya. Kalaupun  kemudian mengalami cobaan berupa  kehitan hidup atau mengalami  bencara, sakit dan lainnya,  dia akan tetap tenang dan selalu mempercayakan segalanya hanya kepada Allah swt.  Jadi hatinya tetap akan tenang meskipun secara lahir tampak susah.  Itulah sukses yang  harus diusahaklan oleh kita, sehingga dalam kondisi bagaimana pun tetap akan  bahagia.

Sebagai seorang yang beriman tentunya kita tidak akan pernah meninggalkan Tuhan dalam setiap langkah kita, karena itu seharusnya  kita tetap berusaha sambil kita terus menjalankan  kewajiban. Akan jauh lebih baik jika kita juga sekaligus mau berbagai dengan sesame kita, karena sedekah itu  akan membawa banyak berkah dan menjauhkan diri kita dari segala kesulitan termasuk penyakit dan  bencana.  Persoalannya kita meyanini dengan  sungguh sungguh atau hanya sekedar di bibir saja.  Jika kita yakin, mari amalkan saja tanpa harus banyak pertimbangan.

Bahkan ada  sebuah keyakinan dalam diri sebagian orang salih yakni jika kita rajin menjalankan shalat malam atau tahajjud, dan sekaliguis juga banyak beramal  atau sedekah, maka hidupnya  akan santat nyaman dan tidak pernah merasakan kesedihan yang  berlebihan apalagi lama.  Ada baiknya hal tersbut kita jalani  dengan tulus, insyaallah  semua akan menjadi mudah dan kita pasti akan merasakan sesuatu yang lain dari biasanya.

Jadi siapapun yang ingin meraih sukses yang sesungguhnya, maka tidak ada jalan lain, terkecuali dia harus bersungguh sungguh dalam berusaha mendapatkan sesuatu,  juga  harus selalu taat kepada Tuhan dan memperbanyak bersedekah.  Kesuksesan hidup itu tidak diukur semata mata dari banyaknya  harta, karena  sudah sangat banyak orang yang mempunyai harta melimpah  tetapi hidupnya sengsara, selalu  sakit sakitan atau selalu saja  tidak merasakan ketenangan hati.  Bahkan seolah terus menerus diintai oleh sesuatu yang tidak jelas.

Untuk apa harta yang banyak kalau hati tidak tenang, badan selalu sakit dan  keluarga berantakan.  Namun kita juga tidak akan mampu menolak kenyataan bahwa harta itu diperlukan, setidaknya untuk mendukung hidup kita sehingga akan mengantarkan kita kepada banyak kemudahan.  Untuk mendapatkan kenyamanan dalam  berteduh, kita butuh rumah yang baik, untuk berkendara  yang nyaman kita juga membutuhkan kendaraan yang baik, untuk penampilan yang meyakinkan kita juga butuh pakaian yang baik dan begitu seterusnya.

Bahkan saat ini untuk mendapatkan pendidikan anaka anak kita yang baik, kita juga membutuhkan  harta untuk beaya.  Demikian juga untuk menjalankan ibadah haji sebagai rukun islam kelima, kita juga pasti emmbutuhkan  harta untuk ongkos perjalanan dan hidup di tanah suci.  Itulah kenyataan yang tidak bias kita pungkiri.  Namun bukannya harta itu segala galanya, karena dengan harta saja, tidak akan menjamin seseoang akan hidup bahagia.  Karena itu dibutuhkan beberapa sayarat lainnya.

Salah satu sayarat tersbeut ialah  senantiasa  menjalankan perintah Tuhan dan menjauihi semua larangan Nya.  Jika kita sudah memenuhi kewajiban kepada Tuhan dan juga kewajiban kepada sesame manusia, tentu kiota akan merasakan tidak ada persoalan dengan hidup kita,  nah, jika kemudian usaha kita juga sukses, maka  kita akan menjadi manusia yang paling beruntung di dunia, karena  dapat  merasakan kenikmatan yang sangat luar biasa dari Allah swt.

Orang yang demikian tentu tidak akan pernah  surut dalam mensyukuri nikmat Nya, dan Tuhan pun pasti akan selalu menambah nikmat tersebut, baik berupa pelipat gandaan nikmat yang sudah ada ataupun dengan menambah nikmat lainnya.  Mungkin sebagian diantara kita tidak menyadario bahwa sesungguhnya nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita sungguh  sangat luar biasa banyaknya, mulai  dari kita bangun tidur hingga tidur kembali, semuanya merupakan nikmat yang tiada tara.

Untuk mensyukuri nikmat tersbeut  bukan sekedar membaca alhamdu lillah, melainkan harus juga diimbangi dengan pertambahan kita dalam menjalankan kebajikan, baik yang wajib maupun yang sunnah.  Hal terpenting dalam hidup kita  ialah jika kita mampu berbagi dengan sesma, terutama membantu kepada saudara kita yang kekurangan dan sangat membutuhkan. Tuhan sendiri tentu tidqk akan melihat diri kita  dari aspek kekayaan yang ada atau bahkan dari ilmu yang kita kuasai jika kita  termasuk orang yang kikir.

Tuhan pasti akan melihat kita dan mengabulkan permohonan kita jika kita juga berbaik hati kepada sesame bahkan kepada semua makhluk Tuhan.  Sesungguhnya jika kita mau merenungkan sedikit saja, kita akan sangat beruntung berlipat, yakni  kalau kita mau bersedekah, karena  apa yang kita sedekahkan itulah sesungguhnya yang menjadi milik kita, sementaara harta yang kita simpan di bank atau  berupa tanah dan lainnya, semuanya bukanlah milik kita, karena  biasanya kita tidak mampu menikmatinya, terkecuali hanya sedikit saja.

Semua harta yang  secara formal dan lahir menjadi milik kita, namun karena kita tidaka pernah memanfaatkannya, maka  kita akan dirugikan beberapa kali lipat.  Contohnya ialah jika kita memiliki tanah berhektar hektar atau uang bermilyard  di bank, semua itu  kita hanya memliki buku atau sejkkedar sertifikat saja, dan  tidak pernah menikmatinya secara langsung.  Lalu jika saatnya kematian dating, maka semua harta tersebut pasti menjadi milik orang lain, yakni para ali waris, dannkita yang mengusahakannya, sama sekali tidak akan dapat mengambil manfaatnya.

Lain halnya jika kita sering berbagi  dan bersedekah kepada pihak lain, pastinya  simpanan kita akan semakin banyak, dan itu smeua tidak mungkin akan menjadi milik piahk lain.  Tidak ada pihak manapun yang mampu mencuri harta kita yang sudah kita tasarrufkan untuk kebajikan.  Untuk  itu sekali lagi mari kita raih kesuksesan  dengan cara yang  ditunjukkan oleh syaruiat kita, yakni menjalani  ajaran agama denagn konsisten dan sekaligus juga mau berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan.  Semoga kita  mampu mengamalkannya dan  tentu  kita akan mendapatakn kesuksesan sejati. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.