HANYA INGIN SEHAT

Kesibukan di awal masuk setelah cuti bersama idul fitri memang sangat luar biasa, dan hamper seluruhnya  disebabkan oleh jadual yang memang tidak dipengaruhi oleh cuti tersebut.  Apa lagi kemudian masih ditambah lagi dengan undangan untuk berhalal bi halal dari  semua instansi dan juga kawan.  Jadilah  semua hari tidak ada yang kosong untuk sekedar beristirahat.  Jika kita  tidak menghadiri salah satu undangan bukan karena tidak suka, namun itu semua disebabkan oleh undangan yang sama dan terkadang harus bersamaan waktunya.

Namun ada kalanya  disengaja untuk tidak mendatangi karena alasan kesehatan dan lainnya.  Jadi kesibukan yang sangat padat saat ini sangat memungkinkan untuk tidak mendatangi undangan yang sifatnya tidak terlalu penting secara instansional, sepeti undangan halal bi halal dan sejenisnya.  Namun jika undangan tersebutbterkait dengan hal yang substansional terkait dengan kelembagaan, maka  pasti akan diupayakan dapat menghadirinya.

Saya sendiri  mendapatkan undangan  yang betemakan halal bi halal hingga  akhir Juli masih ada, sehingga tradisi halal bi halal ternyata semakin hari semakin meluas dan dapat dislenggarakan setelagh melewati bulan Syawwal.  Bahkan saat ini  umat lain, maksudanya umat selain muslim juga sudah terbia mengadakan tradisi halal bi halal sebagai bentuk  kebersamaan dengan  semua kalangan untuk lebih menjalin hubungan yang lebih akrab.

Kita juga mengenal adanya orang orang tertentu yang  dengan perjuangan berat harus melakukan sesuatu yang tidak biasa, dengan harapan  akan mendapatakn kesehatan dalam dirinya.  Mungkin bagi anak anak mudah, persoalan kesehatan belum terlalu menjadi  persoalan berat, karena  badannya masih relative kuat dan berbagai penyakit juga belum mendekat. Akan tetapi jika  mereka sudah menginjak pada usia kepala 4 bahkan 5, maka  baru akan merasakan betapa kesehatan itu sangat penting.

Beruntunglah bagi mereka yang sudah merasakan betapa berharganya sehat itu, meskipun mereka masih muda usia, karena dengan menjaga diri dari segala kemungkinan  timbulnya penyakit, merupakan  usaha preventif yang seharusnya dilakukan oleh smeua orang.  Memang kebanyakan umat manusia itu baru akan menyadri tentang sesuatu, termasuk tentang kesehatan, bilamana sudah merasakannya sendiri, dan jarang sekali yang mau memanfaatkan pengalaman pihak lain untuk dijadikan sebagai guiru yang terbaik.

Terkadang kita juga menjumpai orang yang hidupnya tergantung dengan obat, karena jika tidak mengkonsumsi obat, pastilah penyakitnya akan kambuh, dan jadilah  dia sebagai pengabdi obat untuk sisa hidupnya.  Tentu ada pula yang sudah berusaha denagn maksimal ternyata masih diberikan sakit juga, karena  kalau kita kembalikan kepada Allah, maka semua itu atas ken=hendak dan takdir Nya juga.  Untuk itu ikhtiyar yang kita lakukan hanya ebatas untuk berusaha menghindarkan  dari panyakit, dan slesbihnya dikembalikan kepada Tuhan.

Menurut para ahli kesehatan bahwa munculnya  berbagai penyakit itu  erat kaitannya dengan  apa yang dikonsumsi.  Artinya jika seseorang mengkonsumsi hal hal yang sehat dan tidak pernah berlebihan, maka dia akan terjauhkan dari penyakit, namun jika seseorang tersebut seringkali mengkonsumsi  sesuatu yang  berlebihan, apalagi kemudian tidak diimbangi dengan pengeluaran tenaga, maka kemungkinan besarnya dia akan terserang penyakit.

Hanya saja memang kita harus mengakui bahwa ada sebagian orang yang diberikan karunia tubuh yang kuat sehingga seolah dia itu tidak pernah sakit.  Sem,entara ada juga orang yang sudah  memantang banyak makanan  namun masih saja terkena penyakit.  Nah, itulah letaknya kita menyadari bahwa semua itu kembali kepada keputusan Tuhan dan jika kita menyikapinya dengan arif, maka disitulah kita akan melihat keadilan Tuhan, disamping kemaha Kuasaan Nya.

Bagi para ahli kesehatan tentu mereka akan mengetahui makanan apa saja yang  sehat untuk dikonsumsi oleh manusia pada umumnya, sehingga mereka seharusnya  dapat hidup lebih sehat ketimbang selainnya.  Ada makanan yang secara laihir baik, namun mengandung banyak  karbohidrat, misalmnya, maka itu kurang bagus untuk dikonsumsi, khususnya bagi mereka yang sudah berpotensi mempunyaigula tinggi.

Demikian juga makanan tertentu kalau dikonsumsi akan menambah tensi naik,s ehingga tidak akan bagus jika dikonsumsi oleh mereka yang berpotensi hipertensi, dan begitu seterusnya.  Namun kalau kita kembali kepada tuntgunan dari Rasulullah saw, sesungguhnya  tidak ada makanan yang baik yang tidak bermanfaat, karena smeua itu merupakan ciptaan Tuhan yang duiperuntukkan bagi umat manusia.  Hanya saja ada batasan yang seharusnya diketahui oleh manusia, yakni  jangan berlebihan.

Bahkan Nabi sendiri mencontohkan dan sekaligus menghimbau agar  tidak makan sebelum lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.  Itu sebuah petuah yang sungguh sangat bijak dan menyehatkan.  Pada umumnya saat ini, orang akan makan banyak, dan bahkan terkadang tiding mengingat kekuatan p[erutnya, jika mendapatkan makanan yang sesuai dengan selera.  Akibatnya  tubuh tidak akan mampu menahannya  dan itulah awal munculnya penyakit tersebut.

Nabi sendiri sesungguhnya sudah memberikan informasi bahwa isi perut itu dibagi 3, seprtiganya untuk makanan, sepertiganya lagi untuk minuman dan sepertiga lainnya untuk  nafas.  Nah, jika semua itu dimengerti dan diperlakukan sebagaimana mestinya, tentu  akan  aman dan penyakitpun tidak akan mudah menyerang.  Namun dalam kenyataannya sekali lagi  kebiasaan manusia itu sangat buruk terhadap persoalan makanan tersebut, sehingga berbagai penyakit  timbul silih berganti.

Namun sesungguhnya kita belum terlambat.  Artinya kalaupun saat ini kita sudah merasakan betapa penyakit sudah banyak yang hinggap di tubuh kita, namun kita masih dapat emmperbaikinya dengan mengatur makan kita dengan hal hal yang baik, porsinya tidak terlalu banyak, dan mengetahi caranya untuk mengatur  isi perut kita.  Kalaupun  harus tetap mengknsumsi obat obatan juga tidak masalah, karena pada saatnya nanti kita akan dapat meninggalkan obat obatan tersebut dan cukup dengan hidup sehat.

Sebagian umat ada yang mempraktekkan puasa sebagai solusi  atas penyakit yang ada, karena sangat yaklin bahwa  berpuasa itu akan dapat sehat sebagaimana disabdakan oleh nabi sendiri.  Banyak diantara umat manusia yang berpayah payah secara lahir melakukan puasa hanya untuk sehat, termasuk puasa yang tidak  sesuai dengan aturan syariat.  Akan tetapi jika kita sebagai umat beragama islam mau menjalani puasa, sebaiknya disesuaikan dengan aturan syariat, sehingga disamping mendapatkan kesehatan, juga sekaligus akan mendapatkan pahala.

Pada dasarnya banyak usaha yang dilakukan oleh umat manusia terutama mereka yang mengerti betapa pentingnya sehat tersebut. Usaha usaha tersebut sebagiannya ada yang  cukup berat dan bahkan harus mengkonsentrasikan seluruh pikirannya hanya untuk usaha tersebut. Namun berbagai usaha tersebut sesungguhnya dapat dilakukan dengan  cara sederhana dan murah, yakni mengikuti apa yang disampaikan oleh Nabi saw sebagaimana tersebut diatas.

Kita memang pantas untuk  sedikit kecewa, karena  para pendahulu kita; orang tua, guru, kawan dan lainnya  tidak terlalu mementingkan peroalan kesehatan tersebut, sehingga saat ini banyak yang sudah merasakan betapa sakit itu sangat mengganggu kehidupan  dan aktifitas kita>  tetapi kita tidak boleh te4lalu kecewa dan menyesali sesuatu yang sudah terjadi.  Sebaiknya kita berusaha untuk sehat dan menyampaikan informasi yang penting ini untuk  anak anak kita, agar mereka menjadi generasi yang sehat dan bermanfaat bagimasyarakat dan lingkungannya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.