KEBIJAKAN HARUSLAH BIJAK

Kemarin terjadi lautan manusia yang memadati sekitar gubernuran Jawa Tengah.  Mereka melakukan unjuk rasa untuk menolak kebijakan sekolah 5 hari.  Alasan mereka sangat jelas bahwa di masyarakat kita  sejak sebelum kemerdekaan telah tumbuh subur madrasah diniyyah yang biasanya dilaksanakan sore hari setelah anak anak sekolah di SD, SMP atau SMA.  Sekolah yang biasanya dilaksanakan  setelah dhuhur terebut sampai saat ini masih tetap eksis dan benyak memberikan dampak positif bagi perkembangan jiwa  dan karakter anak anak.

Lantas begitu ada keinginan dari menetri pendidikan dn kebudayaan yang akan menrapkan  kebijakan sekolah hanya lima hari dan dilaksanakan hingga sore hari, kemudian muncul banyak protes.  Protes tersebut sangat beralaan, karna  dalam kenyataannya masih banyak sekolah yang belum memenuhi  persuyaratamn sarana prasarananya, sehingga dikhawatirkan justru akan semkin membuat masalah baru.  Bagaimana mungkin kalau sekolah hanya mempunyai ruang kelas saja,sedangkan  fasilitas lainnya tidak ada?

Laboratorium, kemudian juga tempat ibadah, kantin untuk makan aak anak dan lainnya, sanagt diperlukan oleh para siswa, sehingga mereka nantinya akan mampu bertahan sekolah hingga sore hari. Disamping itui jika  sabtu dan minggu libur, kebanyakan anak anak desa justru tidak akan mendapatkan kegiatan yang bermanfaat,  dan dikhawatirkan justru mereka akan mencari saluran lain yang justru tidak terkontrol oleh orang tua sehingga akan membahayakannya.

Alasan lainnya yang tidak kalah penting ialah bagaimana dengan ansib madrasah diniyyah yang selama ini sudah berjalan dengan sangat bagus? Apakah kemudian harus ditutup dan sama sekali tidak bermanfaat?.  Kebijakan sekolah 5 hari pastinya akan  menghentikan aktifitas  madrasah diniyyah, karena  dikompromikan juga  tetap akan sulit.  Padahal sebagaimana diketahui bahwa  jumlah madrasah diniyyah tersebut sungguh sangat luar biasa banyak.

Upaya untuk menjelaskan kepada  yang berwenang yakni pihak kementerian pendidikan dan kebudayaan sudah dilakukan dengan dialog dan lainnya.  Berbagai himbauan baik secara lsian maupun secara tertulis dan juga melalui media sosial juga sudah sangat banuyak, namun rupanya kementerian pendidikan dan kebudyaan masih tetap ngoto untuk membelakukannya pada tahun pelajaran 2017 ini.  Kebijakan yang tidak membuat kenyamanan  dan justru malah membuat masyarakat resah seharusnya dihindari, karena bagaimanapun juga masyarakat kita sudah  terlalu banyak masalah yang harus dipikulnya.

Kita berharap bahwa seluruh kebijakan pemerintah dalam bidang apapun, harus  mempertimbangkan kepentingan masyarakat banyak, sehingga setiap kebijakan yang diambil justru akan mengurangi beban masyarakat bukan sebaliknya malah menambah beban mereka.  Jika sebuah kebijakan setalh diketahui publik, lalu banyak ditentang karena akan merugiakn masyarakat banyak, sebaiknya pemerintah mencabutnya dan tidak jadi memberlakukannya dan itu kebijakan yang  benar.

Jikalau ada sebuah kebijakan tetapi dalam kenyataanya justru membuat banyak masyarakat tidak senang,  maka itu merupakan  sesuatu yang tidak bijak.  Untuk itu  sudah selayaknya tidak diteruskan, karena hanya akan menambah persoalan baru saja, padahal manfaatnya belum dapat diketahui secara riil.  Untuk kebijakan masuk sekolah sebaiknya biarkan saja sebagaimana adanya.  Artinay bagi mereka yang memberlakukan  5 hari sekolah dengan eprtimbangan  untuk lebih memebrikan pendidikan karakter anak dan sudah disediakan fasilitas pendukungnya, maka biarkan mereka tetap menjalankannya sebagaimana selama ini telah berjalan.

Namun bagi merka yang menjalankan  6 hari sekolah karena berbagai fasiklitas pendukungnya tidak tersedia sebagaimana  yang sudah berjalan  sampai saat ini maika biarkanlah tetap berjalan.  Kita tahu bahwa karena perbedaan kemampuan masing masing lembaga pendidikan, sebaiknya memang dibiarkan saja masyarakat memilihnya, karena yang terpenting ialah bagaimana  anak anak sekolah atau siswa tersebut mendapatkan pendidikannya dengan baik dan pembiasaan terhadap sesuatu yang baik dapat dijalankan.

Memaksakan kebijakan  untuk smeua  lembaga pendidikan  agar mengikuti salah satu cara yang jelas jelas banyak di tentang adalah tindakan tidak bijak, dan karena itupemerintah, dalam hal ini menetri pendidikan dan kebudayaan  sebaiknya membatalkan rencana penerapan kejiban sekolah 5 hari tersebut.  Jika  hal tersbeut dilakukan pasti semua msyarakat akan menjadi lega karena mereka akan dapat melakukan aktifitas mereka sebagaimana biasanya.

Salah satu hal yang dikhawatirkan oleh  banyak masyarakat ialah  kalau  rencana sekolah 5 hari tersebut tetap dipaksakan tentunya akan  banyak madrasah yang mati padahal perannya selama ini sangat dibutuhkan.  Nahm untuk memperkuat dukungan bahwa memang masyarakat menghendaki  kebijakan untuk 5 harui sekolah tersebut dihentikan, maka mereka kemudian menggelar unjuk rasa damai untuk menolah kebijakan 5 hari sekolah.

Mungkin itu menjadi salah satu cara yang terakhir karena  cara lainnya sudah dijalankan akan tetapi rupanya akan terus ada upaya merneruskan rencana kebijakan 5 hari sekolah tersebut.  Meenurut rencana jika pemerintah masih tetap memaksakan kebijakan  sekolah 5 hari tersebut, mereka akan terus menyusrakannya dengan lebih intensif lagi dan bahkan akan mengerahkan lebih banyak lagi masyarakat ke jalan.  Tentu ini tidak bagus untuk sleuruhnya, dan untuk pemerintah, karena sedianya mereka akan dapat menjalankan aktifitas sebagiamana biasa, harus turun jalan untuk mempertahankan keberadaan madrasah mereka.

Barangkali semua pihak memang harus berpikir lebih mendalam tentang semua hal.  Kalau kebijakan ini dibatalkan, tentu tidak ada dampak apapun, terkecuali hanya sedikit saja, terutama mereka yang sudah mendukung dari kalangan dikbud, tetapi sebalinya jika rencana kebijakan ini tetap dijalankan, pastinya akan banyak masalah lain yang menyertainya.  Mengingat kita masih emmpunyai banyak PR yang harus dikerjakan, sebaiknya  pemerintah, mungkin presiden segera membuat keputusan untuk membatalkannya, tentu melalui menteri pendidikan dan kebudayaan.

Kita sangat yakin presiden pasti akan memperhatikan persoalan ini karena  sebagai kepada negara dan pemerintahan tentu akan jauh lebih mementingkan kondisi yang kondusif kletyimbang  banyak masalah.  Demikian juga kalau misalnya  dengan menyaksikan benyaknya keprihatinan masyarakat kemudian pemerintah  benar ebnar membatalna kebijakan tersebut tentunya smeua pihak harus menghargi dan menyikapinya dengan baik, bukan kemudian malah mebuat ulah yang dapat merugikan  banyak pigak.

Kita terkadang juga berpikir kenapa  masih saja ada pihak yang lebih ingin kondisi menajadi  runyam ketimbang  memikirkan agaimana  menyejahterakan umat, dan dalam bidang pendidikan, kenapa tidaka memikirkan bagaimana  dapat meningkatkan kualitas pendidikan kita.  Banyak persoalan yang seharusnya menjadi prioritas kita.  Mengenai  guru yang berkualitas dan memang benar benar berjiwa sebagai pendidik, bagaimana memenuhi  fasilita spendukung  pendidikan dan lainnya.

Kita harus  mengetahui bahwa saat ini masih snaat banyk terdapat guru yang hatinya tidaka  sebagai pendidik, karena hanyanketerpaksaan saja, untuk bnekerja dan menyambung hidup.  Dengan  keberadaan guru yang sepeti itu kita tidak mungkin  mengharapkan anak anak didik kita menjadi cerdas  dan baik dalam akhlaknya.  Bahkan masih dalam proses belajar saja sudah  dapat diketahui betapa anak anak suka tawuran, suka melakukan kejahatan dan lainnya.

Kiranya  pemerintah  fokus terhadap berbagai persoalan yang sangat mengkhawatirkan maa depan anak anak kita itulah yang harus diprioritaskan.  Belum lagi untuk mendapatkan lulusan  anak yang  kita harapkan kiranya juga sangat mendesak untuk dilakukan pemeenuhan fasilitas  pendukung pembelajaran, seeprti laboratorium, perpustakaan dan lainnya.  Dengan pemenuhan fasilitas dan guru yang  berjiwa pendidik tersebut, kita  yakin  bahwa pendidikan kita  dapat bersaing dengan pendidikan di  manca negara. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.