HARUS POSITIF THINGKING

Jika kita menginginkan sebuah kondisi yang sangat nyaman, damai dan  kondusif, maka ada hal penting yang harus dipahami dan taati.  Tentu banyak hal yang  harus dijalani untuk menuju kondisi tersebut, namun  sesungguhnya ada hal penting yang terkadang lepas dari pengamatan dan perhatian kita semua, yakni adanya  sikap husnudzdzan atau positif thingking, karena begitu kita mengembangkan buruk sangka, maka segalanya menjadi buruk dan tidak ada satupun yang baik, apalagi kalau kemudian dikaitkan  dengan dendam p[oliti tertentu, sudah barang pasti smeuanya menjaid serba buruk.

Apapaun yang  menjadi konsen dan kebjikan peemrintah, dapat dipastikan akan mendapatkan perlawanan atau kritik pedas dari mereka yang masih mempunyai dendam politik dan juga  buruk sangka.  Kondisi ini tentu sama sekali tidak menguntungkan kepada semua, bukan saja kepada pemerintah selaku pelaksanan melainkan juga  masyarakat yang terkena dampaknya.  Bahkan terkadang malah sebelum sebuah kebijakan dikeluarkan, jika sudah terendus, maka  kritiknya  sudah mendahului kebijakan tersebut.

Ini ironis sekali dan  kalau semua terus seperti ini maka  masyarakat tidak akan pernah mempunyai harapan untuk sejahtera.  Lalu apa yang menjadi pikiran p[ara politisi dan mereka yang mengembangkan dendam dan berburuk sangka tersebut? Apakah dengan  terus menerus mengkritik dan mencari kelemahan tersbeut mereka akan menjadi puas dan mendapatkan simpati dari masyarakat?  Pastinya tidak, bahkan mereka  akan dijauhi oleh masyarakat.

Saat ini kita juga  dengan jelas melihat betapa  beberapa pihak yang merasa tersudut dengan munculnya  perpu tentang  ormas, terus berusaha untuk mempengaruhi masyarakat agar menolaknya, tentu dengan  mengajukan beberapa alasan yang dibuat agar masyarakat percaya dengan apa yang disampaikan tersebut.  Seolah seluruh ormas  terancam dengan keberadaan  pepu tersebut dan kerena itu mereka akan memobilisasi massa  agar menolaknya.

Bahkan disitu juga disampaikan bahwa smeua orang yang mengikuti ormas akan terancam dipidanakan meskipun mereka tidak tahu apap apa.  Tentu provolkais etrsebut sangat menyesatkan, dan diharapkan masyarakat tetap tenang dan  tidak usah ikut ikutan dalam  kerumunan massa yang akan digelar tersebut.  Sudah jelas dan juga diungkapkan secara  terang oleh pemerintah bahwa perpu tersebut dimunculkan hanya untuk  menangani ormas yang anti pancasila dan ingin mengganti Pancasila dengan dasar negara lainnya.

Padahal kita juga tahu bahwa HTI lah yang terancam pembubaran tersebut, namun  dia mengajak ormas lainnya untuk membelanya, tentu saja  tidak ada yang  terprovokasi, terkecuali mereka yang awam.  Tempat munculnya HTI itu sendiri juga sudah menolak sejak cukup lama dan  justru kehadirannya yang belum jeas saja sudah emngundang peerpecahan dan berbagai benturan dengan elemen masyarakat lainnya, apalagi kalau  tujuan tersebut benar benar terwujud, maka akan terjadi perang saudara dan banjir darah di negeri tercinta ini.

Kita bolehlah bercermin kepada beberapa negara di Timur Tengah yang selalu saja tidak aman dan terjadi pertumpahan dasar diantara sesama bangsa dan umat  sendiri.  Kita yang dianugeraahi negara yang sangat aman dan juga  penuh dengan nikmat, ke4napa harus mencari sesuatu yang lain yang belum pasti membawa maslahah.  Mari benahi kekurangan yang ada dan jangan sekali kali  ada keinginan untuk membuat negara lain di negara kita.  Para pendahulu kita sudah demikian berjasa dan  luar biasa pikirannya, namun kita yang numpang di negeri ini kokk malah akan membuat ulah.

Jika perpu tersebut dimaksudkan untuk membubarkan dan membumi hanguskan semua ormas yang memang jelas jelas ingin mengganti pancasila maka itu harus didukung sepnuhnya, dan kita yakin bahwa ormas yang sama sekali tidak bertentangan dan tidak akan mengganti pancasila tentu akan tetap aman dan dapat bergerak sesuai dengan misi yang diembannya.  Sikap baik sangka  itulah yang harus dikedepankan agar smeuanya menjadi terasa indah.

Sikap husnudzdzan inilah yang selalu dikemukakan oleh para tokoh muslim sejak zaman awal hingga kini, karena itu jika ada orang sialam yang justru berpikiran buruk, maka perlu dipertanyakan tentang keislamannya.  Mungkin memang mereka shalat, haji dan lainnya, tetapi mereka melupakan ajaran nabi sendiri yang selalu mengajak untuk berbuat kebajikan dan  berpikir positif tentang siapapun.  Nabi sendiri melalui hadis Qudsi pernah mengatakan bahwa Allah swt berfirman bahwa Saya itu tergantung kepada hama Ku, jika dia  berbaik sangka  dengan Ku maka Aku pasti akan baik kepadanya dan jika dia berburuk sangka kepada Ku, maka Aku juga akan berbuat buruk kepadanya.

Ini sangat jelas bahwa Tuhan saja  secara langsung menganjurkan agar hamba hamba Nya selalu berbaik sangka kepada Tuhan dan juga kepada siapapun.  Lalu kenpaa  ada orang yang selalu saja berburuk sangka bahwa   apa yang dilakukan oleh pihak lain itu harus ditentang karena  akan embuat buruk keadaan dan lainnya. Kita santat yakin dalam kondisi dan situasi yang seperti saat ini tidka mungkin pemerintah akan kembali memberlakukan  tidakan represif kepada mereka yang tidak membahayakan negara.  Tetapi jika ada gerakan apapun yang membahayakan negara tentu kita semua harus  mendukung untuk membubarkannya.

Seharusnya semua ormas yang sehaluan dan akan tetap mempertahankan pancassila sebagai dasar negara dan bahkan akan mengisi negara ini dengan kebajikan dan kejesahteraan masyarakat, akan menyambut baik  perpu tersebut, karena  mereka tidak akan diributkan lagi dengan  salah satu atau beberapa ormas yang selalu saja membuat masalah.  Maksud pemerintah tentu baik sebagaimana sudah dijelaskan oleh pemerintah sendiri melalui menkopolhukam, dan kita seharusnya  mempercayainya dan mendukungnya.

Namun jika memang adakekurangan secara teknis mislanya  lalu disusulkan untuk diubah, maka kita tidak akan keberatan, karena yang terpenting bagi kita ialah substansinya.  Pendeknya jika kita selalu mengembangkan pikiran yang baik tentu  semuanya akan emnjadi terasa baik, dan sebaliknya jika pikiran buruk sangka yang kita kembangkan, tentu semuanya akan terlihat buruk.  Padahal kita hidup di dunia ini ingin smeuanya baik, karena itu seharusnya kita selalu mengembangkan pikiran baik tersebut.

Bahkan jika kita berteman atau bertangga lalu yangkembangkan ialah sikap buruk sangka, maka kiota pasti tidak akan mampu hidup berdampingan dengan mereka. Kenapa? Ya karena smeuanya akan terlihat buruknya dan sama sekali tidak akian muncul kebaikannya.  Padahal sebagaimana kita yakni bahwa  semua pasti ada plus minusnya,  ada sisi baik dan ada pula sisi buruknya.  Nah, tugas kitalah untuk memperbaiki yang buruk dan mempertahankan sisi yang baik.

Untuk menaga perkawanan dan pertetanggaan  memang dibutuhkan  pikiran positif dan baik, karena dapat dipastikan abhwa  mereka mempunyai sisi baik dan bahkan mungkin keburukannya akan selalu disimpannya sendiri, sehingga untuk kebersamaan yang ada hanyalah kebaikannya.  Nah, kalau kita tetap menganggap mereka smeua adalah buruk, pasti kita tidak akan mungkin dapat ebrbagul, berkomunikasi dan melakukan hal hal baik secara bersama.

Untuk itu sekali lagi kita  harus terus mengembangkan pikiran positif agar  semua yang kita cita citakan dan idealkan  dapat kita raih secara mudah dan tidak mengalami  kendala yang berat.  Dan dapat dipastikan bahwa jika pikiran buruk yang selalu muncul, maka apapun yang menjadi cita cita bersama  pasti akan selalu kandas. Percayalah ini smeua  merupakan sebuah kondisi riil dan  tidak terbantahkan.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.