FUNGSIKAN SARANA YANG ADA

Bermimpi untuk melakukan perubahan yang radikal terhadap kondisi yang ada memanag tidak salah dan bahkan sangat bagus, akana tetapi harus disertai dengan data dan kesiapan yang matang.  Jika perubahan tersebut menyangkut aspek sarpras yang pasti  memerlukan  anggaran, maka kesiapan anggaran juga  mesti diperhitungkan.  Sebab jika persoalan tersebut diabaikan, maka itu sama dengan bermimpi di siang bolong.

Sebaiknya kita memang menyadari keberadaan danpotensi yang tersedia, karena dengan begitu kita akan tetap memajukan sesuatu  yang diinginkan, kta juga dapat merencanakan segalanya dengan lebih cermat, termasuk bilamana dana sangat terbatas, kita masih dapat memanfaatkan dan mengfungsikan sarana yang tersedia.  Memaksimalkan sesuatu yang sudah ada  merupakan tindakan yang sangat bijak, apalagi  pada saat anggaran terbatas.

Itu jika berkaitan dengan persoalan fasilitas fisik yang menjadi fokus.  Namun  demikian sesungguhnya  juga dapat diperlakukan pada semua  sarana yang ada, termasuk sarana yang berupa sebuah lembaga atau organisasi, sehingga tidak lagi diperlukan  pembentukan lagi, melainkan hanya memberikan fungsi yang lebih maksimal sehingga akan menghasilkan out put yang lebih jelas.

Sebagai sebuah contoh ialah bagaimana kita dapat mengisi dan memanfaatkan organisasi yanag tersedia untuk mengembangkan dan mengabdikan diri kepada masyarakat secara luas.  Jangan hanya  disebabkan oleh perbedaan yang tidak prinsip, lalu rame rame membentuk lembaga atau organisasi,  dengan dalih bahwa hal tersebut merupakan hak setiap warga negara.  Memang benar bahwa untuk berkumpul dan berserikat utu merupakan hak setiap warga negara, akan tetapi sebaiknya harus dilandasi oleh pemikiran yang jernih dan kuat, bukan asal ada kemauan.

Biasanya kalau pembentukan  sebuah organisasi  hanya didasarkan atas emosi sesaat, maka  keberadaannya juga tidak akan  mengalam kemajuan secara signifikan atau bahkan akan mati suri.  Karena itu sudah saatnya kita ebih memikirkan  pentingnya melaksanakan kegiatan yanag bermanfaat bagi masyarakat banyak, tentu melalui  sarana yang sudah tersedia.  Namun jika hal tersebut tidak memungkinkan, disebabkan  memang tidak diberikan kesempatan atau ijin oleh yang mempunyai lembaga atau organisasi, makia blehlah kemudian dengan niat yang tulus membentuknya.

Pada dunia perguruan tinggi seringkali kita juga memerlukan sebuah  organisasi atau asosiasi untuk mewadahi kepentingan bersama, baik itu dilakukan  pada tingkat regional, nasional maupun  internasional.  Nah, pada saat ini sudah cukup banyak wadah untuk hal tersebut,  tinggal kita  mengisinya, apakah dengan  memberikan  saran atau malah justru dengan melakukan isian sendiri.  Pemanfaatan tersebut bukan sekedar  untuk  nenjalankan kegiatan yang sifatnya rutin, melainkan juga sekaligus juga dapat dijadikan sebagai ajang untu meningkatkan kapasitas.

Pada saat ini sebagaimana kita tahu  sudah ada asosiasi perguruan tinggi Islam  se Asia yang disebut sebagai  Asian Islamic University Assosiation yang beranggotakan  dari beberapa negara di Asean,. Speetri Indonesia, malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, dan  sudah ada keinginan dari beberapa negara Asia lainnya, seperti dari Banglades dan lainnya.  Namun memang snaat disayangkan bahwa komunikasi  dalam pertemuan resminya masih  menggunakan bahasa Melayu atau bahas Indonesia.

Kita  sangat ebrharap bahwa  pertemuan resmi  asosiasi tersebut seharusnya menggunakan bahwa  Inggris atau bahasa Arab sebagai bahasa resmi PBB yang  mendapatkan  pengakuan secara luas. Dengan  demikian kita sekaligus juga akan  dipaksa untuk  emmbiasakan diri berkomunikasi dengan bahaqsa asing tersebut.  Keuntungannya tentu akan lebih banyak, apabila ditu=injau dari sisi akademik.

Kita memang menyadari bahwa untuk saat ini peserta asosiasi tersebut  masih dalam satu rumpun sehingga dengan menggunakan bahwa melayu atau Indonesia tersebut dapat dipahami oleh smeua peserta, akan tetapi akan jauh lebih bagus jika memang ada keputusan bersama untuk menggunakan bahasa  Inggris  dan atau Arab sebagai bahasa resminya. Dalam pertemuannya di Surabaya kali ini kita berharap banyak ada keputusan tentang hal tersebut.

Terkadang kita memang suka latah dengan emmbuat sesuatu yang baru, padahal sesuatu yang lama masih  sangat abgus dan hanya perlu engisinya dengan kegiatan atau aktifitas yang beragam sehingga tidak membosankan.  Mungkin hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang pada saat  itu   rang sukanya membuat yang baru, sementara yang lama dibiarkan terbengkelai.  Tidak ubahnya  seperti  pernyataan yang  sering kita dengan dimasyarakat bahwa  setiap ada pejabat baru, maak kebijakannya juga harus baru.

Padahal dengan kebijakan baru tersebut justru akan menyulitkan banyak pihak. Sebaiknya kita memang harus melakukan analisis terlebih dahulu terhadap smeua aspek, sebelum menentukan apakah akan emmbuat sesuatu yang baru ataukah memang benar benar perlu sesuatu yang baru.  Lantas  bagaiana sikap kita  dengan sesuatu yang lama, apakah  tetap dibiarkanbegitu saja ataukah  kita hancurkan sekalian atau dilebur.

Ada kalanya bahwa sebuuah organisasi atau apapun namanya  akan menjadi bebean tersendiri alau  masih ada, meskipun keberadaannya justru malam merugikan.  Nah, jika kondisinya seperti itu, akan jauh lebih bijak dan bagus kalau sekalian dihapus sehingga akan meringankan.  Akan tetapi sesungguhnya  memodifikasi terhadap sesuatu itu jauh lebih baik dan murah serta terhindar dari konflik yang  mungkin timbul.  Dengan demikian mengfungsikan sesuatu yang sudah ada adalah tindakan bijak yang seharusnya menjadi prioritas utama.

Kita  juga sering menjumpai  peralatan yang dianggap sudah kuno pada sebuah lembaga tertentu, dan  kemudian diniatkan untuk menggantinya  dengan peralatan canggih yang baru.  Jika memang haltersebut sudah dikaji melalui berbagai pertimbangan matang, maka  bolehlah dilakukan pengantian tersebut, meskipun bukan berarti yang  lama  perlu dihancurkan.  Kalau misalnya sudah tidak diperlukan lagi setelah kehadiran yang baru, maka dihibahkan kepada pihak lain adalah jalan terbaiknya.

Namun  kalau persoalan tersebut hanya  persoalan tampilan, sementara fngsinya masih sama dan menggunakan yang lama pun juga tidak menjadi masalah, maka sebaiknya tetap difungsikan yang ada, dengan menambah yang  dianggap kurang.  Biasnaya jika  dianggap mampu, maka alasan  itu snagat mudah untuk dibuat, sehingga kemudian  ada barang yang  tidak dimaksimalkan dan juga tidak dibswrikan kepada yang membutuhkan.

Mungkin dalam persoalan etrsebut kita perlu memberikan pengalaman yang terbaik bagi generasi muda kita,. Karena biasanya mereka yang tidak pernah merasakan betapa sulitnya msa tertentu untuk mendapatkan  sesuatu, maka  bagi mereka  akan sangat mudah untuk menggantinya dengan selera mereka, sebab mereka akan mengira bahwa dengan tampilan baru tersebut jauh akan bergengsi atau  terasa akan lebih gagah dan lainnya.

Terkait dengan  adanya  sarana  AIUA yang saat ini sedang bersidang di Surabaya, kita memang sangat berharap bahwa akan ada perubahan  mendasar terkait dengan berbagai kebijakan sehinga akan meungkinkan para anggotanya akan dapat mengembangkan dirinya lebih baik dan memperoleh kesempatan yang lebih  besar untuk meraih  kualitas yang lebih baik dibandingkan pada masa yang lalu.

Program yang sudah disepakati pada pertemuan sebelumnya terkait dengan lembaga akreditasi tersendiri, juga harus lebih dimatangkan kembali sehingga  keberadaan  asosiasi ini memang benar benar memberikan manfaat yang besar bagi para anggotanya.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.