MEMELIHARA DIRI

Barangkali memang tidak salah ketika dikatakan bahwa untuk meraih sesuatu itu lebihmudah dibandingkan dengan mempertahankannya.  Kita menyadari untuk memperoleh sesuatu itu dibutuhkan  sebuah perjuangan yang tidak ringan, tetapi untuk mempertahankannya itu jauh lebih sulit dan berat, karena  biasanya kalau seseorang sudah  berhasil memperoleh sesuatu yang diinginkannya, lalu terlena dengan kesuksesannya tersebut, sehingga akan  mudah  terpesona dengan  keberhasilannya itu, dan melupakan sesuatu yang harusnya dijalankannya.

Itulah  kebanyakan manusia  yang mudah terlea oleh kesuksesannya sendiri.  Lalu bagaimana agar kita tidak mudah dilenakan oleh keberhasilan tersebut?  Sudah barang tentu kita harus mengusahakannya sendiri, yakni terus bersikap waspada .  Artinya kalaupun kita sudah sukses dalam meraih sesuatu, maka jangan cepat puas dan silau oleh keberhasilan yang sedikit tersebut, dan karena itu harus terus berusaha untuk  memelihara kesuksesan tersebut.

Banyak pengusaha yang gagal, padahal  pada awalnya sangat cemerlang dan bahkan  tampaknya akan  dapat segera mendapatkan keberhasilan yang luar biasa, namun tiba tia  jatuh  sedemikian jauh, sehingga sulit untuk bangkit kembali.  Ternyata  mereka yang sukses  dan awet dalam keberhasilannya tersbeut,  adalah mereka yang tidak cepat puas dengan apa yang sudah diraihnya, melainkan mereka akan selalu merasa tertantang untuk lebih sukses lagi dan  mendapatkan keberhasilan yang terus menerus.

Tentu itu bukan merupakan sifat negatif atau lebih dikenal sebagai sikap rakus, sama sekali tidak, karena kalau rakus itu ialah menginginkan sesuatu yang bukan haknya, tetapi jika seseorang bterus berusaha dan mengembangkan usahanya  dengan sangat bagus dan  bahkan  erus mengupayakan inovasinya, maka itu  adalah sukses yang sesungguhnya.  Itulah  kiranya yang harus terus menerus diusahakan oleh  setiap kita agar kita selalu  mendapatkan sesuatu yang prima.

Kalau kita  menginginkan mendapatkan sesuatu, iasanya akan memacu diri dengan kekuatan penu agar  keinginan untuk mendapatkan sesuatu tersebut dapat dicapai.  Namun  kita harus ingat bahwa setelah sesuatu tersebu dapat diraih, jangan lupa bahwa  masih banyak diantara  orang lain yang juga berusaha untuk mendapatkan sesuatu tersebut, sehingga mereka akan selalu berpacu untuk mendapatkan sesuatu tersebut.  Karena itu jika kemudian kita berhenti setelah mendapatkannya, maka kita akan sangat mudah untuk ditaklukkan leh orang lain.

Tulah sebuah rumus yang seharusnya  selalu diingat dan dihafal oleh smeua orang, agar  usaha yang sduah dirintis  tersebut tidak mudah  terkalahkan atau  gagal, disebabka oleh kepuasan diri yang terlalu cepat.  Biasanya seornag yang tangguh, tidak akan menikmati hasil usahanya tersbeut  sedemikian rupa hingga melupakan pertahanan atau  melupakan kewaspadaan  sehingga  ketika ada badai, smeuanya akan menjadi sirna dan tidak meninggalkan sesuatu terkecuali hanya puing puing yang  tidak berguna.

Kalau diibaratkan  usaha, maka jika seseorang baru mendapatkan keuntungan sedikit, janganlah  mengamburkan uang hasil usaha tersebut untuk hal hal yang  tidak atau kurang ebrmanfaat dan sama sekali tidak mendukung usahanya tersebut. Menikmati  hasil usaha itu memang tidak dilarang, tetapi kalau kemudian tidak ingat lagi dengan usaha yang sedang dilakukan, maka  terkadang justru akan mengganggu perkembangan usaha yang sedang dilakukan tersebut.

Sebagai contoh misalnya  kalau  baru berhasil  melakukan sebuah usaha tertentu, maka jangan kemudian  berpesta pesata  yang tidak berguna, karena hal tersebut pada saatnya akan  merugikan diri sendiri, atau  kemudian membeli mobil mewah atau membeli barang barang yang tidak diperlukan.  Mungkin pada saat membeli barang barang tersebut dianggap ringan karena ada uang, namun jika hal tersbeut dilakukan secara terus menerus, bisa bisa  justru usaha yang dlakukan akan mengalami kebangrutan.

Setiap usaha itu secara teori pasti akan mengalami pasang surut, terkadang sangat menggembirakan, dan terkadang   menyusahkan.  Nah,  jika  sedang  sukses dan mengalami kemajuan yang pesat,  harus tetap ingat bahwa pada suatau saat nanti pasti ada masa suram, Nah, jika kita tidak mempeersiapkan  diri untuk menghadapi masa suram tersebut, secara otomatis kita akan emngalami kesulitan yang luar biasa.

Tentu akan lain halnya jika kita waspada dengan kondisi tersebut, dan kemudian kita juga bersiap menghadapi masa sulit, yakni semisal dengan  menabung untuk persiapan  menghadap sesagal kemungknan buruk yang akan menimpa, pasti;lah kita akan tetap eksis  dalam kondisi bagaimanapun, karena  pada saat ada kesulitan, kita  masih mempunyai smpanan yang dapat dijadikan sebagai penambal kesulitan  tersebut.

Tetapi coba bayangkan jika   semua uang kita habiskan untuk sesuatu yang sifanya boros, lalu ketika datang masa sulit, maka semuanya akan kut tersita habis.  Dan jika itu terjadi biasanya  orang akan malas untuk megulangi kesulitan dari  nol lagi,  dan akibatnya  emreka biasanya malah menjadi putus asa dan  semakin terpuruk. Untuk itu sikap waspada dan memelihara diri dari kemungkinan terburuk memang mutlak diperlukan, melalui berbagai hal yang  mungkin dilakukan, seperti  tetap  menjaga  aset yang ada, tidak terlalu berfoya foya dengan keberhasilan sementara dan lainnya.

Demikian halnya  dengan semua jenis pekerjaan yang digeluti, termasuk juga dengan  posisi sebagai pegawai di sebuah perusahaan atau di sebuah instansi, pada prinspnya sama, yakni harus tetap mampu memelihara diri agar tidak terjerembab dan jatuh dan sulit untuk bangun kembali.  Jangan gunakan aji mumpung yang biasanya  akan selalu menghinggapi orang.  Bersikap dan berlakukan  biasa saja dan tidak perlu berlebihan, termasuk pada saat  sedang sukses atau sedanag menduduki sebuah jabatan yang  enak atau menentukan.

Kita harus selalu ingat bahwa  sesukses apapaun kita, tetaplah  mengingat falsafah padi, yakni semakin berisi, akan semakin menunduk dan  memelihara dirinya dari segala  kemungkinan terburuk yang mungkin akan menghinggapi kita.  Jika kita tetap memelihara  akhlak yang mulia, tentu  kesuksesan tersbeut  akan  awet dan mungkin juga akan terus diainya untuk selamanya, meskipun sudah berhenti dai jabatan atau usaha yang  dilakukannya.

Pondasi diri itu sepenuhnya terletak pada  akhlak, jika akhlak kita pelihara terus dengan sangat bagus, dan selalu bersikap  baik kepada siapapun, maka  kesuksesana hidup kita akan terus dapat  kita pertahankan, tetapi sebaliknya, jika  akhlak sudah kita tinggalkan, maka tungulah saat kegagalan akan melanda kita, bahkan tidak cuma gagal, melainkan juga  terpuru yang sangat menyakitkan, dan sulit untuk dikembalikan lagi.

Untuk itu sebelium sesuatu yang terburtuk menimpa kepada kita, marilah kita  usahakan untuk memelihara diri agar kita tetap menjadi diri kita yang sesunguhnya, yakni sebagai seorang  hamba yang  mempunyai banyak kelemahan disamping kelebian.  Jika hal tersbeut terus kita ingat, insyaallah kita akan  selalu dipelihara dari ekmungkinan terburuk yang bakal menimpa.  Tentu kita juga harus terus meenrus memohoan kepada Tuhan agar  kita dipelihara dari kemungkinan terburuk tersebut.

Bersikap waspada  dalam  usaha untuk memelihara diri adalah sikap  terbaik yang  harus kita usahakan, karena itu sekali lagi kita memang harus  tahu diri dan terus mengingat posisi kita sebagai hamba Tuhan yang mempunyai kelemahan kelemahan, sehingga  berusaaha untuk memelihara diri dan terus berdoa kepada Allah swt adalah jalan terbaik yang dapat kita jalani.  Semoga Tuhan akan senantiasa memelihara kita dari  hal buruk dan tidak menyenangkan. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.