KELIMA PUASA

Berbagai pengalaman dalam menjalani puasa  empat hari yang lalu tentu akan semakin membuat diri kita menjadi yakin bahwa Ramadlan memang luar biasa.  Mungkin pengalaman masing masing orang berbeda, akan tetapi semuanya   dapat dijadikan sebagai pemicu untuk lebih giat dan bersemangat dalam menjalani puasa.  Pengalaman saya sendiri memang  harus berjuang sangat berat pada  hari pertama  dan kedua, karena mungkin  badan kurang fit sehingga rasa lemas begitu menggelayuti diri, meskipun bukan berarti merasakan lapar dan harus, sama sekali tidak.

Justru pada saat akan menjalani  shalat tarawih pertama itulah badan rasanya sangat lunglai dan tidak ada semangat sebagaimana  biasanya saat menghadapi Ramadlan, namun berkat tekat dan keyakinan serta didukung oleh banyaknya umat yang datang ke tempat shalat, menjadikan diri  sedikit bertambah  spairit sehingga tarawih dengan 23 rakaat pun dapat dilew3ati dengan sangat baik.  Demikian juga dengan  tarawih kedua, rasa lemas masih terasa, meskipun saat berpuasa tidak terasa lapar dan juga harus.

Namun  untuk  tarawih ketiga alhamdu lillah sangat ringan dan  happy, dan sama sekali tidak terasa capek, lemas dan sejenisnya.  Saya tentu harus bersyukur kepada Tuhan karena  telah emmberikan semangat dan kesekahatan yang nampak prima bagi saya, semoga ini terus akan bertahan hingga akhir Ramadlan.  Kita juga berharap bahwa seluruh mukmin yang sedang menjalani puasa Ramadlan kali ini diberikan kesehatan dan semangat dalam menjalani puasa dan ibadah lainnya.

Barangkali kita memang harus lebih banyak konsentrasi dalam menjalani puasa ini bersamaan dengan peningkatan  berbagai ibadah lainnya.  Salah satu yang harus ditingkatkan di Ramadlan kali ini ialah tentang shalat berjamaah.  Kenapa demikian?, ya karena saat inilah waktu yang paling tepat untuk memulainya, karena  kondisinya sangat mendukung.  Coba kita lihat di berbagai tempat, bahkan di kantor kanor sangat banyak sekali  masyarakat kantor atau para pegawai yang sebelumnya malas shalat  berjamaah di masjid, kini tampak begitu bersemangat.

Momentum seperti Ramadalan ini memang sangat cocok untuk uapaya peningkatan diri menuju kesempurnaan hidup.  Sahalat berjamaah,  khususnya di masjid dan tempat lainnya harus diutamakan agar pada saatnya nanti,yakni setela Ramadlan kita akan terbiasa dengan kondisi demikian.  Bukankah Ramadlan itu merupakan diklat yang  sangat efektif untuk melatih diri menjadi lebih bagus?.

Bahkan jika koita hubungkanantara  pelaksanaan  ibadah shalat berjamaah  dengan persoalan ekonomi misalnya, maka itu ada hubungan yang sangat erat, terkait dengan bagaimana  sikap kita  dalam memahami kekayaan akhirat.  Artinya jika dalam ajaran shalat berjamaah itu akan mendapatkan keuntungan berlipat ganda, bahkan hingga sampai dua puluh tujuh  lipat, demikian juga dengan pengertian kekayaan akhirat yang   dihasilan dari buah saat kita menjalani  ibadah di dunia.

Jadi siapapun yang berharap mendapatkan keuntungan yang banyak, sudah seharusnya mau berusaha untuk  memenuhi persyaratannya, dan membiasakan  diri untuk melakukan hal hal yang dapat menghasilkan sesuatu yang lebih banyak, seperti berjamaah tersebut.  Jika kita  untuk berjaaah saja malas dan  bahkan sama sekali tidak tertarik, maka janganlah pernah berharap bahwa  kita akan menjadi beruntgung beasar saat di akhirat nanti.

Ada  sebuah kondisi dimana  ada orang yang jamaahnya  rajin bahkan tidak pernah tidak berjamaah dalam shalat maktubahnya, kemudian dia  selalu diberikan kemudahan oleh Allah swt dalam segala urusannya.  Pada awalnya  tidak akan ang menyangka bahwa keberuntungannya tersebut disebabkan oleh  shalat berjamaah yang dibiasakannya, tetapi pada suatu ketika karena kesibuakannya, dia  tidak menjalani shalatnya dengan berjamaah, lalu dia mengalami kesulitan, dan itulah awal mula  dia menyadari bahwa  jamaah itulah yang  menyebabkan  kemudahan dan keberuntungannya selama ini.

Jadi sesungguhnya  ada keterkaitan antara  jamaah dalam shalat dengan persoalan  kehidupan, termasuk  persoalan ekonomi.  Karena itu sangat dianjurkan kepada umat muslim untuk selalu  melanggengkan shalat jamaah, baik  saat di masjid maupun saat di rumah, setidaknya dengan keluarga yang ada.  Tentu  mengecualikan  pada saat tertentu dimana memang tidak memungkinkan untuk berjamaah, karena hanya sendirian.

Sesekali kita harus mampu merenungkan bahwa jika kita shalat sendiri hanya mendapatkan satu, lalu kalau berjamaah akan mendapatkan  dua puluh tujuh, tentu kita akan sangat beruntung.  Kita tidak dapat membayangkan jika kita harus menjalani shalat dengan  27  kali.  Kalau itu shalat dhuhur misalnya, lalu kita harus  menjalani shalat lebih dari seratus kali rekaat, pasti kita akan merasa sangat  kuwalahan.  Namun karena kasih sayang Tuhan, kita cukuplah dengan menjalaninya secara berjamaah.

Sayangnya memang pahala itu tidak kelihatan sehingga tidak banyak orang btertarik untuk mengejarnya, dan hanya orang orang tertentu yang sudah terlatih dan  dapat berpikir positif tentang   persoalan ini sajalah yang mampu untuk menangkap keuntungan dalam berjamaah ini.  Selebihnya meskipun mengetahui secara teori, namun kebanyakan belum mendalam  dalam pengetahuannya tersebut sehingga tidak tertarik dan kemudian memburunya.

Tentu kita akan lebih tertarik lagi jika kita hubungkan keberadaan kita saat ini, yakni di ulan suci Ramadlan dimana setiap ibadah yang kita lakukan akan ditingkatkan pahalanya menjadi berlipat kali, bahkan hingga tuju puluh kali lebih. Nah, kalau kita mau menjalani shalat dengan berjamaah, sudah barang tentu  kita akan emndapatkan keuntungan yang sangat spektakuler selama bulan ini.  Itulah mengapa Rasul sebagaimana kita tahu telah  menyatakan bahwa di bulan ini sungguh sangat luar biasa hebatnya.

Bagi kita yang mau merenungkan dan berpkir bahwa  apa yang disampaikan oleh Rasul tersebut sesungguhnya dapat dinalar, dan bukan semata mata  hanya sebuah motivasi untuk menjalani puasa saja, karena jika kita rangkaikan diantara banyak hal yang ditunjukkan, ternyata  kita akan dapat  mengetahui bahwa memang secara lahir kita dapat  memahami  betapa bulan ini sungguh menjanjijakn  sesuatu yang  luar biasa hebatnya.  Itu  tentu belum menyeluruh dalam gambaran pikiran kita, karena pasti akan lebih banyak lagi yang dapat nkita gali dari berbagai ajaran yang tela disampaikan.

Karena itu sungguh sangat rugi bagi siapapun umat muslim yang mengabaikan masalah ini, karena pada saatnya  dapat dipastikan dia akan menyesalinya  sedemikian rupa yang telah menyia nyaiakan kesempatan yang sangat bagus tersebut tanpa mendapatkan apa apa.  Bagi  mereka yang sudah mengetahui tentang kehebatan  shalat berjamaah tersbeut pasi akan berusaha secara maksimal untuk mendapatkannya, apalagi kalau saat Ramadlan seperti saat ini.  Ibaratnya kalaupun harus merangkak untuk dapat mendatangi  jamaah tersebut, pasti akan merekalakukan.

Sekali lagi  saya hanya mengingatkan dan mengajak kepada semua  umat muslim untuk memanfaatkan bulan suci ini untuk  melakukan berbagai aktifitas  yang menguntungkan, baik secara  lahir maupun batin.  Maksudnya ialah bahwa  aspek yangn kita butuhkan pada saat di dunai ini  juga  dapat kita gapai, dan aspek akhirat yang memang n  kita yakini, juga akan kita peroleh sehingga  pada saat nanti kita  berada di akhirat kita akan tetap beruntung karena mempunyai investasi yang cukup bahkan melimpah.  Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.