KEEMPAT RAMADLAN

Hari ini kita sudah berada di hari keempat bulan suci Ramadlan tahun ini, tentu kita harus terus mengungkapkan kesyukuran kita kepada Allah swt, karena disamp9ing kita telah dipertemukan dnegan Ramdlan tahun ini, sekaligus juga sudah diberikan kesempatan untuk menjalankan iabadah Ramadlan di dalamnya, termasuk puasa dan juga shalat tarawih.  Rasanya memang sangat nikmat jika kita mampu untuk merenungkan kembali segala hal yang terkait dengan kelakuan kita yang pasti pernah melakukan kesalahan, namun tetap diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk bertaubat dan menebusnya dengannperbatan baik.

Kita sanat yakin bahwa  jikalau kita mau  berkomitmen dan menjalankan kebajikan, maka keburukan yang pernah kita jalani, akan diampuni oleh Nya.  Bukankah Tuhan sudah menyatakan bahwa Kebaikan itu akan mampu menghapus keburukan.  Kita memang harus terus  berharap dan memohoan kepada Tuhan agar smeua hal yang kita jalani selama Ramadlan ini  mendapatkan perkenan Nya dan sekaligus diberikan pahalanya, bahkan  dengan lebih banyak lagi lipatan pahalanya sebagaimana yang  sudah seringkali disampaikan oleh Nabi kita Muhammad saw.

Bukan berarti kita menjalankan ibadah dengan perhitungan matematis, melainkan bahwa kita memang sebagai hamba yang belum sempurna yang belum mencapai tingkatan para wali.  Konon ceritanya para wali Allah tersebut sama sekali tidak pernah berharap pahala dalam  perjalanan ibadah mereka.  Mereka bahkan mengabaikannya, karena yang tuju semata hanya menginginkan ridlo Allah semata dan juga cinta Nya.

Namu  bagi kebanyakan umat muslim yang ada  persoalan pahala menjadi sangat penting, mengingat kehidupan di akhirat selalu saja diceritakan sebagai kehidupan akhir dan selamanya.  Lalu bagaimana jika kita tidak mempunyai kesiapan bekal yang berupa pahala?  Sudah barang pasti kita menginginkan pahalatersebut dan sekaligus  sebagai tiket untuk dapat memasuki surga Tuhan yang sangat  dinantikan.  Bukankan Tuhan juga selalu menawarkan surga bagi para hamba Nya yang  salih, dan senantiasa mau berbuat kebajikan?

Itulah kenapa dalam menjalani puasa  pada hari keempat kali ini saya terus teringat tentang bagaimana kita  bisa mendpaatkan pahala yang sebanyak banyaknya  saat kita menjalani puasa ini.  Nabi Muhammad saw sendiri juga pernah menyatakan bahwa di Ramadalan tersebut snagat sarat hal hal baik dan jika umatku mengetahui apa yang ada di dalamnya, niscaya mereka pasti akan meminta kepada Tuhan agar sleuruh tahun dijadikan sebagaiRamadlan.  Pernyataan tersebut mengandung makna yang sangat dalam, yakni di Ramadlan pasti  banyak keberkahan yang dahsyat, ampunan yang hebat dan lainnya.

Karena itu pantaslah jika kita harus semangat untuk mendapatkan bagian diantara rahmat dan ampunan yang sangat banyak tersebut.  Bahkan alangkah ruginya bagi kita  kalau tidak ikut  mendapatkan kebaikan tersebut.  Jika  Nabi sudah menyatakan bahwa di Ramadlan itu banyak sekali keistimewaan dan lalu kita hanya bersikap biasa biasa saja, maka  pada saanya pasti kita akan menyesalinya sedmeikian rupa karena tidka memperhatikan anjuran Nabi dan tidak memanfaatkan kesempatan yang digelar oleh Tuhan kepada kita.

Ad a satu cerita  dimana  raja Zul Karnain pernah  mengatakan kepada para prajuritnya yang diajak untuk melakukan perjalanan, yakni agar mereka  pada saat melintasi sungai mau mengambil apapun yang diinjaknya.  Nah, kebetulan saat melinta sungaintersebut adalah pada waktu malam yang sangat gelap, sehingga  apapun yang mereka ambil tidak akan dapat dilihatnya.  Lalu diantara  para prajurit tersebut ada yang mengabaikan  kata dan pesan sang raja, karena  biasanya yang diinjak itu hanya  batu kecil atau pasir.

Namun diantara mereka  ada yang mengambila  sekedarnya dan tidak smeua yang diinjak, dan  ada sekelompok orang yang benar benar patuh dan  mengukuti apa yang dipesankan oleh raja, yakni mereka  selalu mengambil apapun yang diinjaknya saat menyeberangi sungai dan lalu dimasukkan ke dalam tas atau kasak dan alat lainnya, meskipun mereka tidak tahu maksudnya.  Nah, setelah perjalanan menjadi jauh dan hari sudah menjadi pagi, kemudian raja mentatakan  kepada semua prajuritnya untuk membuka apa yang  tadi  malam diambil di sungai.

Betapa kagetnya mereka, karena ternyata yang mereka ambil bukanlah batu atau pasir, melainkan  berbutir mutiara dan berlian yang sangat indah dan tentu snagat mahal harganya.  Mnegetahui hal tersbeut lalu sebagian diantara mereka yang tidak mengambilnya sama sekali tentu sangat meyesalinya dan itu sudah tidak ada artinya karena semuanya sudah berlalu.  Sebagaiannya yang mengambil  ala kadarnya  meskipun menyesal tetapi  lumayan mereka tetap mendapatkan mutiara tersbeut sehingga penyesalananya  tidak terlalu besar.

Lalu  mereka yang mentaati  anjuran rajanya  tentu saja sangat bahagia karena mendapatkan  mutiara  dan berlian yang sangat banyak  dan mereka bersyukur karena  memanfaatkan apa yang diberikan .  Sesunggunya tidak ubahnya dengan pernyataan behwa  Ramadlan itu penuh dengan  karunia dan juga berkah serta  ampunan.  Nah bagi mereka yang mengambilnya dengankesungguhan hati pastilah dia akan berbahagia dan  bersyukur karena  mendapatkan  sesuatu yang luar biasa, tetapi bagi mereka yang hanya sekedarnya saja  akan merasa rugi, apalagi yang sama sekali tidak memanfaatkannya, pasti penyesalannya sangat luar biasa.

Untuk itu mumpung ini masih  di awal Ramadlan dan masih panjang perjalanan kita, mari kita manfaatkan  kesempaan yang diberikan oleh Tuhan saat ini kita manfaatkan dengan baik dan  kita harus secara bersemangat dan sungguh sungguh untuk mendapatkan apapun yang disediakan oleh Tuhan tersebut. Mungkin  bagi kita yang tidak meyakini hal tersebut dengan  maksimal,  akan mengabaikan  kesempaqtana tersbeut dan bahkan mungkin   malahan  akan melakukan hal hal buruk yang dapat menambah keburukannya sendiri.

Namun  kali ini saya memag benar benar serius untuk mengajak kepada semua umat agar memperhataikan Ramadalan kali ini, karena  kalau tidak dapat dipastikan kita akan merugi dan menyesal seumur hidup.  Barangkali kita memang memerlukan perenungan  yang ckup untuk dapat meyakini dengan sepnuh jiwa, karena  keyakinan tersebut memang diperlukan  untuk mendasari semua perbuatan kita, termasuk  untuk memperolah semua yang ditawarkan dan sediakan oleh Ramadlan.

Hal terpenting yang harus kita jalani saat ini ialah melakukan perbuatan terpuji, meskipun kita belum meyakini  benar, seperti menjalankan  ibadah dengan khusyu’, memberikan sebagian harta kita kepada mereka yang membutuhkan, memperkaya diri dengan ilmu keagamaan, dan lainnya.  Bahkan mungkin kita tidak perlu menghitungnya untuk berbuat kebaikan, karena terlalau banyak  perbuatan baik yang dapat kita jalani dan insyaallah akan mendapatkan pahala besar jika kita melakukannya.

Namunpada akhirnya memang semuanya terpulang kepada kita masing masing, dan  berntunglah bagai mereka yang  mengimani hal tersebut dan kemudian  dengan segela keseiusan mau menjalankannya, dan amat menyesallah  agi mereka yang mengabaikan kebajikan Ramadalan ini.  Semoga kita termasuk mereka yang ingat dan iman sehingga mau mengamalkan dan memanfaatkan kesempatan Ramadla kali ini untuk  menjalani kebajikan yang sangat banyak, sehingga nantinya kita akan mendapatkan kebahagiaan  di dunia dan juga di akhirat. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.