PUASA HARI KETIGA

Sebagaimana pada hari sebelumnya, hari ketiga kali ini kita sudah lebih siap dan beradaptasi dengan suasana puasa, meskipun  cuaca juga masih cukup panas, dan  libur kerja sudah selesai. Dengan demikian mulai hari ini kerja sudah harus dilaksanakan sebagaimana biasa, hanya saja jam kerja yang dibebankan kepada para pegawai menjadi berkurang.  Biasanya bagi PNS masuk kerja jam 07.30  dan pulang jam 16.00 untuk hari Senin smapai kamis, kini menjadi jam 08.00 dan pulang  jam 15.00.  Sedangkan hari Jumat dimulai jam 08.00 dan pulang jam 15.30.

Seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia merasa sangat beruntung karena pemerintah sangat menghargai umat yang sedang menjalankan ibadahnya, termasuk mengkorting jam kerja saat berpuasa.  Coba kalau kita sedang berada di Negara lain, maka sama sekali tidak ada penghargaan terhadap umat yang menjalankan ibadah puasa.  Bahkan hanya sekedar memberikan jam untuk shalat saja banyak negara yang tidak memberikannya.

Jika kita sedang  menjalankan ibadah, apapun ibadah dan agama kita, pemerintah juga menghagainya sedemikian rupa, bahkan tidak ada Negara di dunia ini yang memberiikan har libur untuk  semua agama yang ada.  Seharusnya ini disadari oleh sleuruh warga  bangsa  di Indonesia,  sehingga mereka tidak mudah untuk terpengaruh oleh hasutan dan provokasi yang  mempersoalkan seolah Negara kita sangat tidak tolerans dan  tidak demikratis.

Memang mayoritas bangsa kita beragama Islam, namun umat Islam tidak ingin menang sendiri, melainkan ingin kehodupan yang tenteram dan kebersamaan diantara seluruh warga bangsa untuk bersama sama membangun Negara agar dapat mensejahterakan sleuruh   warga bangsanya.  Kalau misalnya umat muslim tidak tolerans, sudah barang pasti seluruh agama akan dibongsai  dan hanya Islam saja yang akan diberikan keleluasaan untuk hidup dan berekspresi di negera ini, tetapi kenyatannya tidak demikian.

Jadi sangat salah besar  kalau ada sebagian orang  yang mempertanyakan sikap toleransi umat muslim.  Memang kita menyadari dan mengakui adanya oknun  yang bertindak tidak tolerans dan seolah bumi Indonesia ialah hanya miliknya saja, namun itu sama sekali tidak mencerminkan dan tidak mewakili kaum muslimin, karena  mayoritas umat muslim  dapat bergaul dan bersama dengan kaum lainnya dengan sangat nyaman dan tanpa curiga apapun.

Lalu apakah sebaiknya  yang harus kita lakukan saat ini. Tentun sangat banyak yang dapat kita perankan untuk bangsa ini sekaligus juga dalam upaya merfleksikan diri sebagai muslim yang sedang berpuasa.  Kita juga berharap bahwa kita tetap saling menghargai dan menghormati diantara sesame anak bangsa.  Karena saat ini umat muslim sedang menjalankan p[uasa, sebaiknya umat lainnya tidak melakukan aktifitas seperti makan dan minum di sembarang tempat atau tidak membuka warung secara terbuka, karena itu dapat mengganggu umat yang sedang berpuasa.

Mereka memang boleh makan di siang hari dan tidak ada larangan untuk makan di luar rumah atau direstoran, namun alangkah  baiknya jika sikap  saling mengerti selalu dipakai sehingga mereka akan melakukan aktifitas makan dan minum yang sekiranya tidak terlihat oleh umat islam yang sedang berpuasa.  Demikian juga dengan aktifitas lain yang dapat mengganggu umat muslim, sepeertimengadakan konser pada saat yang bersamaan dengan shalat tarawih dan tempatnya berdekatan dan lainnya.

Intinya ialah bahwa keluar kita akan terus menghimbau kepada smeua pihak agar  umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dan rangkain ibadah lainnya dengan tenang dna khusyu’, yakin tidak melakukan aktifitas yang dapat mengganggu mereka. Bahkan akan sangat  terpuji jika mereka juga ikut berpartisipasi dalam memberikan pengertian kepada siapapun yang melakukan kegiatan yang tidak mendukung terciptanya suasana yang sejuk untuk menjalani puasa.

Puaa hari ketiga kali ini sebaiknya  kita memang mau melakukan kegiatan amal, baik dengan mendatangi dan berbagai kepada mereka yang miskin di daerah mereka secara langsung ataukah kita cukup emngirmkan bahan makanan dan minuman untuk berbuka puaa bagi mereka, atau juga  dapat dilakukan dengan emmberikan takjil kepada  para santri dan umat muslim yang sedang mengaji di masjid dan lainnya. Mungkin itulah salah satu kegiatan yang dapat dijalankan untuk  mendapatkan tambahan pahala di bulan suci ini.

Pada malam harinya setelah menjalankan shalat tarawih, kita jga dapat melakukan kajian kitab suci meskipun hanya  beberapa baris dan ayat saja, tetapi didalami sehingga kita mampu mencerna maksud dan  makna  ayat tersebut.  Biasanya kebanyakan umat sangat sibuk dengan pekerjaannya dan sangat sulit untuk meluangkan waktu untuk dapat  berantai dan membaca kotab suci.  Nah, kesmepatan inilah yang sangat memungkinkan untuk kita buktikan bahwa kita emmang mencintai alquran dan berkomitmen untuk menjalankan isi kandungannya.

Mungkin kita belum dapat merasakan betapa nikmatnya mengkaji kitab suci pada malam hari, karena kita memang tidak pernah melakukannya.  Cobalah di  hari ketiga kali ini kita memulai dan  dengan niat yang tulus untuk mendapatkamn  keberkahan kitab suci tersebut.  Apapun yang akan kita jalani, asalkan kita niati dengan tulus insyaallah kita akan mampu menyelesaikannya dengan baik.  Tentu termasuk mengkaji kitab suci dimana kita menginginkan dapat memahaminya dan sekaligus pada saatnya juga mampu untuk menjalankannya.

Bagi mereka yang sudah terbiasa  melakukan kegiatan amal sebelum Ramadlan, kali ini juga  dapat tetap menjalankannya, dengan diberikan tekanan dan tambahan dalam hal kualitas dan kuantitasnya.  Itupun jika  mampu da nada kesempatan, namun jika tidak mampu meningkatkan dari kebiasaannya juga tidak amsalah, karena nilainya di bulan Ramadlan ini tentu akan dapat membedakannya dari  bulan selain Ramadlan.  Kita tentu akan sangat berterima kasih kepada siapapun yang  turut membantu kesulitan umat yang  emmang membutuhkan pertolongan, karena  hal tersebuit berarti mengurangi beban umat yang saat ini sudah sangat berat.

Sesungguhnya tidak ada kekhususan kegiatan yang harus dijalankan pada hari ketiga ini,  namun semata mata hanya memberikan motivasi agar tetap menjalani iabadah di bulan suci ini dengan lebih banyak dan lebih bagus.  Salah satunya ialah dengan melakukan derma  kepada mereka yang kurang mampu, atau sekedar memberikan  sedikit karunia Tuhan kepada sesame yang kebetulan sedang menjalani puasa dan melakukan kebajikan, yakni mengaji di berbagai masjid atau mushalla.

Hanya saja pada hari ketiga puasa saat ini kebetulan  menjadi hari masuk kerja pertama di bulan suci, sehingga mempunyai kehkhususan tersendiri, yakni disamping  berpuaa juga harus menjalani pekerjaan ruitin yang haris dilaksanakan.  Karena itu meeka perlu diberiikan pencerahan agar tetap aktif dan selalu menunjukkan  kegairahan dalam menjalankan pekerjaan, meskipunsedang berpuasa.  Jangan tampakkan bahwa puasa menjadi penghalang untuk produktif, melainkan tujukkan sebaliknya yakni abhwa puasa itu sama sekli tidak mengurangi aktifitas kita.

Mudah mudahan kita mampu menyelesaikan puasa hari ketiga ini dengan sangat bagus dan juga mampu menambah kegiatan amal yang dapat  memperbaiki kualitas puasa kita.  Kita selalu memohon kepada Tuhan agar kesehatan dan keberuntungan akan senantiasa menyerti langkah kita yang sedang menjalankan ibadah puasa.  Kita yakin bahwa Tuhan pasti akan mengabulkan keinginan kita, jika kita memang menghendakinya.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.