SATU RAMADLAN

Beruntung  kita bahwa saat  memulai puasa tepat pada hari libur, sehingga penyesuaian diri dengan puasa, terutaa bagi yang  jarang berpuasa menjadi sangat mudah.  Artinya pada saat menjalani puasa pertama tidak harus  masuk kerja.  Tentu kondisi ini harus disyukuri karena kita akan semakin mampu untuk menjalani puasi ini dengan snagat khidmat dan harapannya seluruh kesempatan akan digunakan untuk fokus puasa dan berbagai aktifitas yang terkait dengan puasa.

Mungkin bagi mereka yang sudah terbiasa menjalankan puasa sunnah tidak akan menjadi persoalan, namun bagi kebanyakan umat muslim yang hampir tidak pernah menjalani puasa sunnah, tentu puasa pertama merupakan ujian berat, karena  pada siang hari  terbiasa makan dan minum, apalagi saat ini  cuaca sungguh begitu panas.  Namun sesungguhnya jika sudah diniati dan dijalani, semuanya akan menjadi ringan, dan  cuaca panas  seperti apapun akan tetap dapat kita lewati dengan sangat mudah.

Puasa memang tidak harus memikirkan makan atau minum, karena kalau itu kita pikirkan teus, maka  keinginan untuk makan dan minum pasti akan semakin menguat dan itu akan menjadikan diri kita seperti tersiksa.  Ketulusan untuk menjalani ibadah harus kita  kedepankan dan juga dibarengi dengan ebrbagai aktifitas lain yang justru akan mendatangkan pahala dan sekaligus juga akan meluipakan sejenak tentang  lapar dan haus. Jika kita tersibukkan dengan  aktifitas yang membutuhkan pikiran da tenaga, maka tidak terasa semuanya akan baik baik saja.

Untuk pertama kali menjalani puasa  memang tidak dipungkiri, akan terasakan cukup berat bagi yang tidak biasa menjalaninya, karena itu disarankan agar tidak melakukan aktifitas yang terlalu menyedot tenaga, melainkan cukuplah dengan  melakukan aktifitas sederhana saja dan sambil beradabtasi unutk  tidak makan serta minum di siang hari.  Kita sangat yakin setelah kita jalani puasa tersebut sekitar dua tiga hari, semuanya akan menjadi biasa saja dan kita  tidak akan  merasakan berat lagi.

Nah, itulah mengapa saya di depan tadi mengatakan beruntung puasa pertama saat ini bertepatan dengan hari lbiur sehingga kita  akan banyak mempunyai kesempatan menyesuaikan diri denagn kondisi puasa tersebut, sehingga pada saat memulai kerja, semuanya sudah  terbiasa.  Hanya mereka yang terus mengeluh dan tidak  berniat secara tulus sajalah mungkin yang akan terus merskan siksaan  lapar dan haus, dan itu tentu  akan mengurangi nilai puasa itu sendiri.

Kita  tahu bahwa menurut Tuhan  perintah puasa tersebut disamping telah diperintahkan juga kepada umat tersdahulu,  juga dikandung maksud agar umat beriman itu semakin menjadi baik dan taqwa.  Nah, jika kita mengingat kepada tujuan puasa itu sendiri, tentu kita harus dapat mengimbanghinya dengan niat dan perbuatan kita sendiri.  Artinya jangan sampai  niat kita bergeser dari keinginan kita untuk berbakti kepada Tuhan dan mendapatkan nilai yang bagus.  Demikian juga  semua perbuatan kita  seharusnya tuidak ada yang mubadzir dan sia sia, melainkan  menjadi bermanfaat yang besar bagi diri, keluara dan juga lingkungan.

Karena itulah selama menjalani ibadah puasa kita harus berusaha untuk menjadi yang terbaik dan menjalani  kehidupan yang serba bermanfaat.  Jika kita mempunyai kelebihan harta, sebaiknya  sesudah kita menjalankan kewajiban zakatnya, kita tetap  berbagi dengan emreka yang kurang mampu.  Jika kita ada kesempatan dan bahkan harus kita upayakan untuk mencip[takan kesempatan, kita kaji kitab suci kita.  Jangan sampai kita mengakui kitab suci tetapi saa sekali tidak pernah mengkajinya apalagi kemudian mau mengamalkannya.

Demikian juga jika kita sedanag dalam kondisi sehat, sebaiknya kita selalu menyempatkan diri untuk shalat secara berjamaah, baik di masjid maupun di tempat lainnya yang diselenggarakan  jamaah.  Termasuk di dalamnya ialah menjalankan  shalat tarawih bersam dengan umat muslim lainnya.  Tentu  niatnya bukan untuk sekedar  mendapatkan  pahala, melainkan juga  sekaligus membuat syiar islam lebih bagus lagi.

Jika kita  adalah orang terhormat dan menjadi pimpinan di semua level, maka  kegiatan baik kita tersebut akan menjadi  keteladanan bagi anak buah dan itu tentu akan semakin menambah makna puasa kita.  Lebih lebih saat ini kita baru saja memasuki puasa, sehingga akan tertasa sangat manis jika kita melakukan hal hal terbaik yang dapat kita jalani.  Barangkali Ramadlan kali ini memang menjadi pembuka tabir kebaikan bagi diri kita sehingga Allah memudahkan kita untuk menerima segala hal yang positif.

Saat ini kita memang   baru menginjakkan  diri kita di hari pertama Ramadlan, sehingga terasa  sangat berkurang aktifitas masyarakat,  disamping juga karena hari ini merupakan hari libur, sehingga  mereka yang menjalani puasa akan lebih  suka berada di dalam rumah.  Namun sesungguhnya tidak ada halangan bagi kita  meskipun berada di dalam rumah, kita tetap dapat menjalani puasa dengan melakukan berbagai perbuatan baik, sperti  membaca kita suci, membaca buku tentang keteladanan para Nabi dan orang salih, dan lainnya.

Hanya saja kebiasaan  umat pada zaman dahulu sebaiknya tidak dilakukan oleh kita, karena  akan dapat membuat kita boros  dan juga menjadi malas.  Kebniasaan yang saya maksudkan tersbeut ialah menyiapkan buka puasa yang berlebihan.  Karena  saat siang hari merasa lapar dan haus, lalu  sore hari menjelang berbuka puasa, lalu menyiapkan segala macam jenis makanan dan minuman, sehingga pada saatnya  akan banyak mubadzir.  Kalupun kita memakannya smeua, maka  kondisi  kita justru akan menjadi lemas dan mungkin juga akan dapat sakit.

Nah, kalau sudah demikian, maka kita akan malas untuk pergi ke masjid untuk shalat berjamaah dan juga shalat tarawih.  Puasa itu seharusnya disikapi dengan biasa saja, dan tidak perlu menyiapkan menu istimewa  sehingga akan menghabiskan uang banyak.  Barangkali kalau sekedar untuk ememnuhi keinginan saja tidaklah mengapa, tetapi kalau sudah kemaruk dan  semuanya dibeli, maka itu sudah tidak lagi sesuai dengan tujuan puasa itu sendiri.

Berpuasa itu memang disunnahkan untuk  makan sahur dan juga berbuka, namun bukan berarti kemudian  dengan makanan dan  minuman yang berlebihan, melainkan biasa saja.  Barangkali kita juga dapat menyiasatinya dengan piokiran kita bahwa puasa tersebut sesungguhnya  hanya   mengalihkan dan memindahkan makan dan minum pada  saat lainnya saja sehingga sesungguhnya semuanya sama  dan tidak perlu disikapi dengan berlebihan.

Barangkali masih ada yang bersikap demikian, yakni menyiapkan banyak makanan dan minuman saat berbuka,  kita dapat memakluminya karena  pada puasa awal, namun selanjutnya kita berharap agar puasa itu disikapi biasa saja sehingga kita akan mampu meraih makna puasa  yang slaah satunya ialah  dapat merasakan bagaimana mereka  yang  setiap harinya tidak mampu makan karena memang tidak ada makanan, lalu akan timbul rasa empati kita kepada mereka, dan pada saatnya kita akan mau berbagi dengan mereka.

Hal terpenting yanghartus kita ingat ialah bahwa perinta puasa itu bukan dimaksudkan untuk menyengsarakan atau embuat kita susah, melainkan justru Allah swt bermaksud agar kita menjadi semakin baik, dan juga secara umum akan lebih sehat sehingga akan mampu menjalankan  smeua kewajiban yang menjadi tanggung jawab kita.  Insyaallah jika ini diingat kita tidak akan pernah merasa sulit dan  berat dalam menjalani puasa tersebut. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.