BERSIAP MENJEMPUT BULAN SUCI

Sebentar lagi bulan suci Ramadalan akan dating dan umat Islam tentu akan dipenuhi oleh rasa syukur yang sangat besar, karena dapat dipertemukan kembali dengan Ramadlan yang penuh dengan keberkahan.  Bagiamna tidak suka cita kalau amalan di bulan suci tersebut akan diberikan pahala berganda dibandingkan dengan bulan lainnya.  Kalaupun bulan tersebut mengharuskan umat muslim untuk berpuasa, namun sepertinya hal tersebut bukan masalah, malahan menjadi  sebuah keberuntungan tersendiri.

Bahkan dalam sebuah riwayat pernah dikatakan bahwa siapapun yang senang hati dengan datangnya bulan suci ramadalan, maka  diharapkan baginya api neraka.  Tentu bukan  secara harfiyah belaka, melainkan hartus dimkanai secara lebih lengkap, yakni jikalau seseornag bangga san suka cita dengan datangnya Ramadalan itu berarti dia mengetahui bahwa Ramadlan itu sangat mulia dan banyak pahala yang disediakan Tuhan di dalamnya, sehingga dia akan menjalankannya dengan penuh antusias, term,asuk pada sat menjalani puasa di siang hari dan menjalani ibadah di malam hari.

Para umat muslim yang berdagang pun juga pasti akan sangat menyukainya karena dia akan mampu menjajakan jualannya dengan lebih simple dan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.  Mungkin  masih ada sebagian umat yang belum sepenuhnya mempercayai keberkahan ramadalan, karena memang hanya mengetahui secara teoritis semata,  padahal sudah sangat banyak umat yang dap[at merasakannya secara langsung keberkahan Ramadalan tersebut dalam dataran praktis.

Dalam doanya, Nabi Muhammad saw selalu menginginkan untuk dapat dipertemukan dengan Ramadlan, bahkan pada saat beliau  baru saja memasuki bulan rajab, beliau sudah berdoa untuk mendapatkan keberkahan Rajab, lalu juga Sya’ban dan memphon  agar dipertemukan dengan bulan suci Ramadalan.  Jadi tidak ada bulan yang paling dirindukan oleh umat muslim yang salih terkecuali bulan Ramadlan.  Kita dapat membayangkan betapa banyak  pahala yang disediakan oleh Allah di dalamnya, mulai amalan yang terkesan kecil tetapi tetap mempunyai pahala besar, hingga pahala yang berlipat ganda yang ditawarkan oleh Tuhan.

Beramal kebajikan pada bulan Ramadalan akan digandakan pahalanya dibandingkan dengan amalan yang sama di bulan lain.  Jika kita  berusaha untuk tidak melakukan kemaksiatan saja pada siang bulan Ramadalan saat kita sedang menjalankan ibadah puasa, maka kita akan dicatat sebagai melakukan kebajikan, apalagi jika kita memang secara riil menjalankan kebajikan, seperti mengaji, shalat, bersedekah dan lainnya.  Pada malam harinya puj kita diberikan  pahala  dengan menjalankan ibadah shalat tarawih yang  hanya di kerjakan pada bulan suci tersebut.

Belum lagi jika pada saat saat menjelang berakhirnya bulan suci tersebut, Tuhan masih emmberikan sebuah kado sangat istimewa bagi umat muslim yakni dengan datangnya malam yang bias disebut dengan lailatul Qadar yang menurut Tuhan secara langsung nilainya melebihi seribu bulan.  Tentu bagi yang mempercayai dan menyadari hal tersebut p[asti akan menyemp[atkan diri untuk menyongsongnya, dan akan meninggalkan kegiatan lainnya.  Namun bagi yang tidak meyakininya atau meyakini tetapi tidak total, maka  akan melewatkannya begitu saja.

Memang Tuhan menjadikan umat manusia itu berbeda, baik dalam hal kecenderungannya, dalam hal  kepercayaannya dan juga dalam hal keinginannya untuk mendapatkan  kesejahteraan yang dapat membantunya  meraih  kebahagiaan.  Beruntunglah bagi mereka yang senantiasa meyakini semua yang disampaikan oleh Tuhan dan ekmudian juiga berusaha meraihnya dengan cara yang terbaik dan sesuai pula dengan petunjuk yang disampaikan oleh rasul saw.

Pada saat ini, kita sedang berada di penghujung bulan Sya’ban dan sebentar lagi kita sudah akan memasuki bulan ramadalan, tentu kesibukan kita  akan bertambah guna menyikapi datangnya bulan suci tersebut.  Sebagian diantara kita  pastinya akan menyiapkan berbagai  resep makanan yang dapat disantap pada saat sahur maupun pada saat ebrbuka puasa, namun sebagiannya untuk urusan makanan  akan disikapi dengan biasa biasa saja, namun untuk persiapan menjalankan banyak kebajikan, pastinya akan disipkan dengan matang.

Mungkin juga ada yang sudah mempersiapkan  sedekah selama bulan Ramadlan untuk mendapatkan keberkahan  bulan suci tersebut, mungkin juga ada yang mempersiapakn diri  denagn menjaga kesehatan agar dapat menjalankan ibadah di bulan ramadalan tanpa harus ada yang bolong, dan mungkin juga sebagian umat akan mempersiapkan diri dengan mental agar selalu diberikan taufiq dan hidayah oleh Tuhan sehingga akan selalu mencintai kebajikan dan mengamalkannya.

Bagi mereka yang masih belajar mencari ilmau baik di pesantren maupun di luar biasanya akan mempersiapkan diri untuk dapat mengikuti berbagai kegiatan Ramadlan untuk menambah bekal ilmu yang akan sngat bermanfaat bagi dirinya  di kemudian hari.  Persiapan tersebut menyangkut persiapan buku atau kitab yang akan dikaji, memilioh tempat yang strategis dan menawarkan kajian kitab tertentu, lalu mempersiapkan diri dengan mengatur jadwakl sehingga tidak akan terjadi benturan kwepentingan yang sama sama bagus dan lainnya.

Beruntunglah bagi mereka yang menyadari hal tersebut dan kemduian  mampu mempersiapkan dirinya dengan sangat bagus  untuk menjalani semuanya di bulan suci.bagi kita yang sudah  mempunyai tanggung jawaba keluarga dan juga anak anak, tentu persiapan yang harus dilakukan ialah emmberikan kelonggaran kepada anak anak untuk memilih  kegiatan yang seuai dengan keinginan mereka, sedangkan mengenai bekal yang  harus mereka butuhkan  kita siapkan sedemikian rupa agar merka tidak lagi memikirkan tentang bekal tersebut.

Sesungguhnya persiapan yang mesti kita lakukan ialah tentang  mental dan niat kita  memasuki Ramadlan, karena untuk hal lainnya yang bersifat duniawi, sesungguhnya dapat dilakuan dengan kebiasaan yang sudah berjalan selama ini.  Niat tersebut menjadi penting karena kaan mempengaruhi keseluruhan tindakan kita dalam menjalani ibadh selama bulan Ramadlan.  Niat dan tekat yang bagus akan mendorong keseluruhan diri kita  menjadi suka menjalani  dan memasuki Ramadlan dan itu merupakan modal yang sangat utama dalam emndapatkan keberkahan ramadalan itu sendiri.

Jika hatui sudah suka maka rintangan apapun tidak akan berarti baginya, bahkan kalaupun misalnya harus menghabiskan  dana yang sangat luar biasa banyak pun juga tidak akan dipikirkannya.  Karena smeua yang dijalankan  muaranya ialah emndapatkan keridlaan Tuhan dan  mendapatkan pahala yang dijanjikan oleh Nya.  Dana besar yang harus dikeluiarkan tersebut buklannya untuk keperluan diri sendiri seperti makan, minum dan pembelian peralatan lainnya, melainkan  untuk disedekahkan kepada pihak lain atau untuk membantu mereka yang kesulitan dan juga untuk kegiatan Ramadlan.

Hal yang mudah untuk dilakukan dan  akan emndapatkan pahala besar ialah jika kita mau memberikan  buka puasa bagi mereka yang tidak mampu dan mau menjalankan  ibadah  dan kebajikan.  Banyak  masjid yang saat ramadaln mengadakan kajian terhadap kita tertentu dan didatangi oleh banyak orang. Nah, dalam kondisi tersebut kita akan sangat terpuji jika mau mengirim makanan ataupun minuman bagi buka mereka di tempat kajian tersebut.  Biasanya hal tersebut akan sangat disenangi oleh masyarakat, karena dapat berbuka tanpa harus pulang terlebih dahulu, dan baru pulang setelah shalat maghrib, bahkan ada yang menruskannya hingga habis shalat tarawih berjamaah.

Mudah mudahan kita memang mampu menjalankan semua kabjikan yang sangat bervariatif dan tersedia di bulan suci tersebut, bahkan mungkin kita juga dapat menjalankan kebajikan tersebut dengan tidak harus mengeluarkan uang yang banyak, karena kita hanya menjamu  ta’jil bagi mereka, yakni berupa minuman dan makanan kecil semata.  Semoa Tuhan emmbuakakan pintu hati kita semua, amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.