KETERBATSAN MANUSIA

Mungkin sebagian manusia ada yang mempunyai  kekuatan lebih dibandingkan dengan manusia lainnya, baik dalam hal ketahanan  dirinya maupun dalam hal beripikir dan lainnya.  Aertinya  di dunia ini kita dapat menyaksikan betapa ada manusia yang mempunyai daya linuweh dibandingkan dnegan lainnya, seperti kuat  untuk tidak tidur  dalam beberapa hari, kuat tiak makan untuk beberapa  saat dan tahan terhadap serangan penyakit dan lainnya, namun itu bukan berarti  manusia tersebut menjadi hebat, karena yang Maha Hebat itu hanyalah Allah swt, dan bukan yang lain termasuk manusia.

Manusia  yang Nampak mempunyai kelebihan tersbeut hanyalah pemberian Tuhan yang sedikit, sehingga  seolah mempunyai kelebihan dibandingkan dengan lainnya.  Nah, jika orang etrsebut menyadari hal tersebut dan kemudian juga berlaku  normal dan menganggap bahwa dirinya itu lemah terkecuali karean pertolongan Tuhan semata, maka itu  akan menjaid kebaikan bagi dirinya dan akan  semakin emnadikan dirinya  semakin kuat dengan kelebihan tersebut.

Namun sebaliknya jika orang tersebut ekmudian menyombongkan diri seolah dirinyalah yang laing hebat dengan emnafikan peran Tuhan, maka  itu menjadi alamat kecelakaan bagi dirinya.  Tuhan pada saatnya apsti akan mencabut kelebihan yang diberikan kepada orang tersebut, karena sombongnya dan  karena sama ekali tidak  mengingat Tuhan.  Jalannya  dapat dengan berbagai macam, seperti  karena sudah tidak unggul lagi dia kemudian akan dijauhi oleh manusia lainnya, bahkan mungkin pada saatnya dia malah akan menjadi bahan olok olok orang lain.

Tentang keterbatasan manusia tersebut kita memag harus dapat mengukur diri dalam segala hal, seperti jika kita tidak mampu untuk tidak tidur selama 2 jam misalnya, maka jangan dipaksakan karena  akan  dapat kesulitan, semisal sakit  atau lainnya.  Demikian juga jika kita tidak akan kuat untuk berpuasa hingga sehari semalam, maka sebaiknya jangan dipaksakan, karena pasti akan mengalami kesulitan, seeprti badan lemas dan mungkin juga akan menjadi sakit.  Dengan bagitu kita memang harus menyesuaikan diri dengan kondisi kita.

Mungkin memang ada orang yang kuat untuk mengangkat beban  hingga satu kwintal, tetapi kalau kta tidak mampu, maka jangan paksakan, karena akan membahayakan diri, dan begitu seterusnya.  Tentu segala sesuatu itu ada pengecualiannya, karena terkadang dalam kondisi tertentu orang akan mampu melakukan seuatu diluar batas kemampuan normalnya sendiri.  Tetapi kalau direncanakan justru malah harus disesuaikan dengan kekuatan diri.

Hal terpenting bagi manusia ialah  mengakui  kekuatan utma a dan tidak ada  bandingannya itu hanya milik Tuhan, sehingga kalaupun kemudian orang tersebut diberikan kelebihan oleh Tuhan, maka jangan sekali kali menyombongkan diri atau merasa paling hebat, karena Tuhan juga akan  dapat menghilangkannya dalam waktu  sekejap.  Kesombongan itu hanya  menjadi sig=fat setan dan tidak selayaknya dimiliki oleh manusia, sehingga kalau ada manusia sombong  maka itu  temannya setan atau bagian dari setan itu sendiri.

Kehidupan manusia itu banyak ragamnya dan setiap manusia biasanya akan mempunyai kebiasaan masing masing, dengan demikian manusia akan mampu menyesuaikan dirinya sendiri dengan apa yang ada dalam dirinya dan lingkungannya. Penyesuaian tersebut dimaksudkan agar  manusia mampu menjadikan dirinya hidup seimbang dan harmonis dengan lingkungan yang ada, dan itu akan  dapat diraihnya jika manusia tidak maksakan diri untuk mermikul sesuatu yang diluar kemampuannya.

Secara umum seharusnya manusia mampu menyimpulkan sendiri tentang apa yang sebenarna terjadi dalam diri manusia, kenapa  manusia  terkadang menjadi sakit, terkadang pula kemudian mati dan lainnya.  Itu semua kalau direnungkan pasti akan dapat disimpulkan bahwa manusia itu serba  terbatas.  Mungkin keinginannya sangat tinggi, tetapi kemampuannya  terbatas sehingga angan angannya tersebut tidak mungkin akan diraihnya, tanpa ada kejaiban dari yang Maha Esa.

Sakit yang diderita manusia itu bermacam juga dan  sampai detik ini ada penyakit yang dianggap sebagai mematikan, dan manusia  seluruh jagat juga belum mampu untuk menjinakkan penyakit tersebut.  Itu juga seharusnya menyadarkan manusia bahwa  keterbatasan manusia semakin banyak.  Apalagi kalau kemudian berbicara masalah kematian yang pasti  tidak akan ada kekuatan apapun yang mampu membendung atau sekedar untuk menunda datangnya kematian tersebut.  Kalau ketentuan mengenai kematian seseeorang sudah tiba, maka  pasti  manusia tersebut akan mati.

Jadi manusia itu sesungguhnya sanat lemah dan tidak mempunyai kekutana apapun terkecauali yang diberikan oleh Tuhan, karena itu sudah benar apa yang diajarkan oleh agama  bahwa  amnesia  harus selalu mengungkapkan kenyataan tersebut, yakni tidak ada daya dan kekuatan apapun terkeculi atas ijin dan pemberian Tuhan semata.  Dengan pengakuan seperti itu seharusnya manusia  akan menjadi sadar dan tidak akan pernah menyombongkan dirinya atas  sedikit kekuatan yang diberikan oleh Tuhan kepadanya.

Amat disayangkan memang ketika  ada  seorang manusia yang seolah dirinya begitu perkasa dan menyombongkan diri, bahkan  kalau kesombongan etrsebut  didukung oleh pengikut yang hanya ingihn menyenangkan hati dan ingin mendapatkan sesuatu dari orang tersebut, maka kesombongannya akan menjadi semakin tidak terkontrol.  Kita ingat manusia faraun di Mesirr yang pada saat itu merasa begitu hebatnya sehingga dia mendeklarasikan diri sebagai Tuhan dan memaksakan kehendak kepada semua orang agar mengakuinya sebagai Tuhan.

Ini tentu sudah keterlaluan, mengingat keterbatasan manusia itu sangat banyak dan bahkan kalu kita mencoba untuk mendeteksinya, maka antara kekuatan dan kelemahan dan kekurangannya, pasti akan banyak kekurangan dan kelemahannya.  Bahkan kalau sekedar sedikit saja  badannya disentuh  api dari rook, dia akan mengaduh kesakitan, apakah nanti dia akan sanggup untuk menempatin neraka yang memang  penuh dengan api menyala?

Sifat manusia memang penuh dengan kesombongan jika diberikan sedikit saja kelebihan oleh Tuhan dari rata rata mansuia lainnya.  Bahkan kalaupun pemberian kelebihan tersebut berupa ketrampilan yang dihasilkan dari latihan pun seharusnya tidak perlu menyombongkan diri bahwa atas inisiatif dan kekuatan serta kehebatan dirinyalah kekuatan dan kehebatan tersebut didapatkannya.  Saat ini banyak orang yang melupakan peran Tuhan dalam  pencapaian  atas prestasi tertentu, dan karenaya kemudian orang tertsebut lalu  menyatakan bahwa dirinyalah yang mengantarkannya pada posisi tersebut.

Barangkali akan sangat  jauh lebih bagus, jika orang tersebut akan selalu ingat bahwa semua yang diraihnya itu berkat pemberian dan pertolongan Tuhan, sementara dirinya hanyalah sekedar berikhtiyar saja, sebab jika Tuhan tidak berkenan untuk memberikan pertolongan Nya, maka pasti  prestasi tersebut tidak akan pernah diraihnya.  Bukankah banyak orang yang juga berusaha dan berlatih keras untuk endapatkan prestasi yang gemilang, tetapi masih tetap gagal?.  Nah itu bukti bahwa  presatsi dan kelebihan etrsebut bukan semata latihan yang dilakukannya, melainkan  karena pemberian dan keputusan Tuhan.

Alangkah indahnya jika semua orang  mengimani  bahwa hanya Tuihanlah yang Maha Kuasa dan Menentukan segala hal, sehingga seluruh umat manusia dapat berlaku tawadlu’ dan tidka pernah akan menyombongkan dirinya.  Kita  pasti akan sangat puas  menyaksikan manusia yang berprestasi lalu menyatakan kepada public bahwa dirinya bukanlah  hebat,  karena semuanya itu merupakan pemberian dan pertolongan Tuhan.  Karena itu dia akan selalu memohon kep[ada Tuhan agar terus menolong dan memberinya kekuatan  untuk mempertahankan prestasi yang udah diraihnya. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.