MEMORI MASA KECIL

Siapapun pasti memiliki  kenangan masa kecil yang sangat lucu, menggelikan,  da nada pula yang menyedihkan, tetapi sekaligus juga menyenangkan.  Pada zaman tahun 60 an perkembangan ekonomi kita memang masih sangat mempreihatinkan, bahkan untuk sekedar makan saja bagi yang  termasuk  kaya, masih  pas pasan, apalagi kalau bagi mereka yang masuk golongan miskin, dapat dipastikan akan mengalami kekurangan.

Nah, atas dasar kenyataan pada saat itu anak anak kecil biasanya  sangat dipengaruhi oleh kawankwannya yang sejawat dan bahkan yang lebih besar.  Kalau  hidupnya di kampong, maka biasanya tidak ada anak  yang telah sekolah di SD yang amsih tidur di rumah, karena apsti akan ditertawain kawannya, dan dianggap masih menyusu kepada ibunya.  Makanya  pada saat itu smeua anak tiodurnya  ada mushalla atau masjid yang terdekat dan sekaligus belajar dan mengaji di sana.

Kenakalan anak anak zaman itu memang dapat dimaklumi, karena  rata rata mereka itu kekurangan makan, sehingga kalau malam terkadang harus  mengambil, baca “mencuri” manga tetangga yang kebetulan sedang berbuah, terkadang juga harus memetik buah buahan yang ditanam oleh para petani di saah dan lainnya.  Namun mereka tidak mencuri untuk dijual, melainkan sekedar untuk mengisi perutnya yang sedang kosong.

Hal demikian kalau diingat memang menjadikan diri  tertawa sendiri, karena bagaimana pun yang namanya mencuri itu dilarang dan tidak ada dalil apapun yang dapat mengubahnya menjadi boleh. Bahkan terkadang kenakalannya juga  agak keterlaluan, yakni pada saat musim jangkrik, biasanya anak anak sering mencarinya pada  malam hari, karena jangkrik jangkrik tersebut  dengan mudah ditangkap, namun biasanya  juga harus dengan merusak tanaman parapetani, sehingga inilah yang membuat para petani  marah kepada anak anak tersebut.

Suatu ketika para petani tersebut berjaga di sawah dan  kemudian juga berusaha menangkap anak anak yang lagi mencari jangkrik tersbeut, dan ikemudian biaanya terjadi saling mengejar.  Namun  hal tersbeut tidak menjadikan anak anak  jera dan  tidak lagi mencari jangkrik, meialnkan mereka tetap saja akan mencarinya dengan  hati hati agar tidak ditangkap para petani tersebut. Ini sebuah cerita kenyataan yang sungguh menggelikan, karena  hal tersebut kit abaca sendiri pada saat ini setelah dewasa.

Barangkali  diantara anak anak tersebut yang tekun belajar  hanya  satu dua orang saja, dan selebihnya  lebih banyak  bermain dan juga tidur.  Lalu kita dapat membayangkan apa yang  mereka dapatkan dengan sekolah di SD tersebut, bahkan banyak diantara mereka yang sudah kelas 3 SD  yang belum dapat menulis dan juga membaca.  Pada saat mereka sekolah juga selalu diwarnai dengan bermain, bahkan terkadang hingga dibawa ke dalam kelas, sehingga kebandelan anak naak tersbeut terkadang memperoleh sanksi dari guru.

Memang kita tidak mampu ujtuk mengenang seluruh cerita dan kenangan masa kecil, namun setidaknya kita masih dapat mnegingat hal hal yang penting dan sangat berkesan dalam hidup kita masing masing.  Saya sendiri sesungguhnya pernah hilang pada saat  ada haul atau sekarang dikenal dengan grebeg demak, yakni saat berziarah ke makam Sunan  kalijogo di kadilangu.  Saat itu karena  lautan manusia, saya kecil terleps dari gandengan tangan rombongan, sehingga saya terpisah sebelum ziarah ke makam.

Akibatnya saya  harus mencari mereka dan  ternyata setelah berjam jam  mencari mereka, saya tidak menemukan, tetapi saya kecil sesungguhnya  sudah cukup mempunyai kecerdasan karena  kemudian saya masih ingat dimana kendaraan truk yang membawa saya diparkeir, dan di situlah saya kemudian menunggu  mereka.  Keluarga saya tentu sangat panic dan bahkan sudah lapor ke polisi untuk hilangnya saya dan sudah diumumkan melalui pengeras suara.

Saya hanya  yakin bahwa pada saatnya nantgi mereka akan kembali ke kendaraan yang tadi membawamereka, namun karena pikiran  cupet saya, saya sempat membayangkan hal hal yang sangat buruk, mislanya kalau nanti saya harus menjadi gelandangan, maka  apa yang akan saya lakukan?  Bayangan saya mungkin saya juga akan emnjadi pengemis seperti yang sat itu banyak ebrbaris di sekitar jalanan.  Hanya saja  bayangan saya  pada saatnya nanti saya  pasti akan dapat pulang, baik bersama rombongan maupun sendiri.

Memang sungguh luar biasa lucu kenangan masa kecil tersebut, karena pikiran yang sesungguhnya sudah cukup cerdas pun saat kita baca  sekarang menjadi sangat naif dan  lugu.  Namun  kenangan tersebut  pastinya akan menjadi penyemangat kita  terutama dalam hal yang terkaiot dengan  bagaimana kita meraih masa depan yang lebih baik, dan bagaimana kita  akan selalu diingatkan kepada hal hal lucu yang membuat kita bias tertawa sendiri.

Kalau dibandingkan dengan anak anak zaman sekarang tentu akan jauh berbeda, karena saat ini  gizi sudah demikian diperhatikan dan kesadaran untuk belajar juga sudah  besar, sehingga terkadang orang tua juga  semacam memaksakan kehendaknya agar anaknya yang masih kecil harus terus belajar untuk emndapatkan  rangking atau prestasi yang tinggi.  Tentu  semua ada plus minusnya, karena pada zaman dahulu anak anak  dapat menemukan masa kekanak kanakannya  secara  penuh, bahkan  mungkin malah melebihi.

Sementara saat ini masa kanak kanak terampas habis oleh kegiatan belajar di sekolah dan les di rumah, akibatnya mereka  pasti akan  kehilangan amsa kanak kanak.  Dan itu secara psikologis tidak bagus untuk perkembangan mereka.  Bahkan di ebebrapa Negara maju saat ini sudah disadari bahwa  anak anak yang  diharusklan untuk belajar secara serius itu jika sudah berumur sekitar 9 tahun atau minimal 8 tahun.  Tujuannya agar merka dapat menikmati dunia mereka  dengan bebas dan pnuh sehing atidak ada yang hilang seperti  anak anak sebelumnya.

Terkadang kita menjadi sangat kasihan dengan anak anak  zaman sekarang dimana  masih SD kelas satu hingga kelas 3 terus meenrus diberikan dan dijejali dnegan PR yang sngat rumit, sehingga merka harus  menggarapnya dan kehilangan masa  bermainnya.  Meskipun mungkin mereka kemudian  pintar dan   mampu untuk  sebuah ilmu tertentu, tetapi jiwa mereka pasti akan kosong dan mereka tidka akan menemukan kepuasan diri yang seharusnya didapatkan sebagai manusia dan hamba Tuhan.

Namun demikian ada juga  kenangan yang kurang seap, tetapi saat ini justru terasakan sangat luar biasa manfaatnya, yakni bahwa  dahulu ketia saya masih kecil, sebelum berangkat ke sekolah saya harus menimba air dari sumur untuk mengisi kolam, setelah itu baru sarapan pagi dan kemudian baru berangkat ke sekolah.  Itu merupakan ekwajiban rutin yang emmang harus saya jalankan meskipun terkadang sangat malas dan capek.

Namun ternyata  hal tersebut  telah emmbentuk tubuh emnadi kuat dan kita juga ingat baghwa pada badan yang sehat itulah terletak akal yang sehat pula.  Mungkin tidak smeua  anak sama mengalami hal  sebagaimana yang saya alami, namun secara umum kehidupan anak anak zaman itu relative tidka menyenangkan jika dibandingakn dengan zaman ini, tetapi mungkin ada sisi positif yang lebih dibandingkan dengan zaman ini, yakni kebebasan dalam bermain dan berekspressi.

Sudah barang tentu masih cukup banyak kenangan masa kecil yang saying untuk dilewatkan, namun karena pertimbangan tertentu, maka cukup inilah yang dapat disajikan dan setiap orang juga dapat menyajikannya sendiri agar dapat dijadikan  cermin oleh orang lain.  Semoga ada manfaat yang dapat dipetik dan dijadikan sebagai pengalaman yang berharga, semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.