KITA HARUS TEGAS

Memang terkadang sikap tegas itu sangat diperlukan, meskipun tidak pada setaip hal.  Ada kalanya kita harus bersifat lunak dan  ada kalanya kita harus bersikap tegas dan bahkan keras.  Semua itu tentu dikandung maksud agar masyarakat dan siapapun juga akan tidak mudah untuk melakukan  rong rongan kepada negera dan juga melakukan tindakan yang dapat merusak kebersamaan amyarakt serta  membahayakan negara bangsa yang selama ini  sudah  berjalan dengan sangat bagus.

Bangsa yang majemuk seperti  Indonesia ini memang harus disikapi dengan  sangat biojak, karena kalaau kita salah dalam bsersika  dan memberikan perhatian padanya, tentu akan mudah terjadi gesekan dan salah paham yang mungkin akan mengakibatkan retaknya hubungan.  Pengalaman yang telah kita tempuh beberapa  dasa warsa menunjukkan bahwa  kebhinekaan  di negera kita sesungguhnya sangat kuat, dan kalaupun kemudian muncul sedikit persoalan, itu sama sekali tidak akan menggoyahkan komitmen bangsa ini untuk hidup bersama dalam keberagaman.

Barangkali hanya mereka yang  sama sekali tidak tahu sejarah lah yang  kemudian  mendramatisir seolah ada bahaya yang begitu hebat terkait dengan isu keberagaman. Tiupan kekhawatiran yang sengaja dikipas kipasi oleh pihak tertentu dengan mengambil momentum tertentu itupun pada saatnya akan dengan sendirinya  redup dan pudar.  Kita sangat yakin bahwa bangsa kita sudah cukup dewasa dalam menyikapi hal demikian, karena sudha berulang kali terbukti.

Isu  keretakan bangsa  gerkait dengan keberagaman tersebut hanyalah  kecil belaka dan kalaupunmisalnya dibiarkan saja toh pada akhirnya akan  hilang dengan sendirinya, sebab semua isu tersebut sifatnya hanya lokal dan sementara karena aa kepentingan sesat.  Sedangkan dalam kenyataannya amsih banyak bangsa ini yang sanggup untuk hidup bersama dan berdampingan dengan semua elemen bangsa yang memang beragam dari berbagai etnis, suku, kepercayaan dan lainnya.

Karena itu pada beberapa waktu yang lalu, saat  ada pilkada Dki yang seolah itu mencerminkan Indoensai secara utuh, saya tetap tenang dan tidak terpengaruh seikitpun dengan ebrbagai isu yang sengaja dihembuskan untuk kepetningan politik sesaat.  Namun harus diakui bahwa banyak yang terpengaruh dan pada golirannya harus melakukan  upaya upaya  yang seolah  begitu hebatnya  agar  bangsa ini terhiondar dari malapetaka yang sangat hebat pula.

Namun saya melihat bahwa isu tersebut hanya  di wilayah DKI saja dan mungkin sedikit berpengaruh kepada daerah di sekitarnya, karena di berbagai wilayah lainnya,  masyarakat sangat tenang dan masih tetap hidup bersama dan beraktifitas sebegaimana biasa.  Bahkan dalam tatanan pemerintahnya pun juga sangat beragam, ada yang  kepada atau pimpinan di suatu daerah itu berbeda agama dengan mayoritas penduduknya, dan tetap berjalan dengan  aman dan damai.

Karena itu sekali lagi  kita jangan mudah  terprovokasi terhadap sesuatu yang hanya akan emngakibatkan kepanikan  diri dan akhirnya tidak akan mampu berpikir rasional.  Nah, siapapun yang berusaha untuk melakukan  provokasi ataupun melakukan hal hal yang berpotensi untuk memecah belah kerukunan anak bansga, harus disikapi dengan tegas.  Artinya  kita harus tegas dalam menerapkan hukum yang berlaku tanpa harus membiarkan  terjadinya kerusuhan dan ketegangan di dalam masyarakat itu sendiri.

Memang  secara teoritis gangguan dan tantangan itu akan selalu muncul di tengah masyarakat, dan jika kita  bersikap lembek dalam menghadapi segala  hal yang dapat mengancam keutuhan banga, maka  mereka akan semakin bersemangat untuk  melakukan hal hal tersebut, karena  mereka merasa aman dengan kegiatan mereka tersebut.  Apa yang  ditunjukkan oleh pemerintah terhadap munculnya HTI dengan berbagai kegiatan yang mengusung khilafah sebagai pengganti NKRI menruut saya  cukup terlambat, sehingga mereka sudah kaudng banyak berkembang.

Namun  meskipun terlambat  akan tetap jauh lebih bagus ketimbang tidak sama sekali.  Saat ini meskipun HTI sudah dibubarkan dan masih akan diikuti oleh proses pengadilan, tetapi simpatisan mereka sudah cukup nanya, sehingga  pemerintah sedikit  kerepotan untuk menanggapi berbagai komentar, bahkan yang dilakukan oleh mereka yang  dianggap ahli dalam bidang hukum.  Untungnya pemerintah tetap tegas dalam hal ini  sehingga banyak pulan saat ini yang mendukungnya dengan terang terangan pula.

Ketegasan tersebut memang diperlukan dengan tujuan agar  tidak dilecehkan atau tidak dianggap  sebagai angin lalu.  Dengan berbagai argumentasi yang memojokkan HTI dan para simpatisannya  akan terus mencari alasan agar pembubaran tersebut dicabut dan HTI masih akan eksis lagi di negeri ini.  Namun  mayoritas anak bangsa ini sudah tahu  apa  sesungguhnya HTI etrsebut sehingga sampai kapanpun pengusung ideologi trans nasional tersebut tetap akan dilarang untuk hinggap lagi di negeri ini.

Warga bangsa teruitama yang mendapatkan predikat sebagai warga intelek, yakni warga kampuis tentu juga harus dapat menujukkan jatui dirinya dalam menyikapi hal tersebut.  Artinya sebagai bagian dari anak bangsa yang merindukann kedamaian, kemj=ajuan dan kesejahteraan masyarakat,  tentu akan etrus berusaha untuk menjaaga NKRI dengan ebrbagai cara yang memungkinkan dan tentu ilmiah, dan bukan dengan cara jalanan.  Untuk itu sekali lagi peran para cendekiawan kampus sangat dirindukan  oleh anak anak bangsa ini.

Kampus UIN Walisongo sudah memulainya dengan menginisiasi pertemuan silaturrahmi kebangsaan  bersama dengan seluruh perguruan tinggi se jawa Tengah, baik yang negeri maupun swasta.  Da komitmen dalam pertemuan itu bahwa  saat ini kampus harus berbicara dan tidak selamanya diam sebagaimana  sebelumnya.  Kalau dahulu ada unghkapan abhwa diam itu emas, maka saat ini hal tersebut tidak lagi berlaku, karena semakin didiamkan ketidak laziman dan pelanggaran yang dilakukan oleh sebagaian masyarakat, maka akibatnya akan sangat  luas dan merugikan masyarakat itu sendiri.

Karena itu kampus harus berbicara keluar untuk menyikapi persoalan bangsa yang semakin hari semakin digerogoti oleh para pihak yang sengaja ingin merusak  negera bangsa ini.  Banyaknya persoalan  terkait dengan radiklalisme, ekstrimisme, dan aliran lain yang  tidak toleran terhadap perbedaan dan munculnya  hal yang berbeda, sungguh snagat membahayakan kehidupan umat  secara umum dan juga negara  secara lebih khusus. Karena bansga ini sudah ditakdirkan untuk menjadi bangsa yang beragam dan semuanya  dapat menyatu untuk kepentingan yang lebih besar.

Toleransi yang mesti dikembangkan dalam negera kesatuan RI ini mutlak harus terus dilakukan dan  seluruh uamat yang sadar harus terus memupuknya.  Jangan sampai kita memberikan t=ruang sedikitpun kepada mereka yang tidak mampu untuk bersikap toleran karena itu sesungguhnya  telah mengingkari takdirnya  sendiri untuk hidup di negera ini.  Sejarah telah membuktikan bahwa hanya dengan hidup  secara toleran kepada sesama  dan perbedaan itulah yang  mampu  tetap  kokohnya peratuan dan kesatuan bangsa ini.

Kita tidak akan mampu mengubah takdir bahwa bangsa Indonesia itu terdiri atas berbagai suku, etnis, keyakinan, dan agama serta perbedaan lainnya.  Nah, takdir itulah yang  kemudian mampu menjadikan kesadaran bagai kita untuk tetap hidup bersama  dalam perbedaan dan ada satu hal yang harus diperjuangkan secara bersama sama, yakni kesejahteraan, keamanan, kedamaian dan  kenyamanan hidup  di negerai ini.

Sementara itu untuk melakukan  ajaran agama dan keyakinan masing masing orang diberikan keleluasaan dan tetap saling menjaga dan menghormati pihak lain.  Jika kita mampu menyadari hal tersebut, insyaallh kita psti  dapat mempertahankan NKRI meskipun  gangguan  akan muncul setiap saatnya.  Semoga kita akan tetap mampu menjaga dan mempertahanakn empat pilalr berbangsa  dan bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.