KOMUNIKASI

Sebagai makhluk social, manusia memang tidak  dapat hidup sendiri dan menyendiri tanpa berkomunikasi dengan pihak lain.  Itulah mengapa Tuhan memberikan anggota tubuh yang dapatn dijadikan alat untuk berkomunikasi, yang anatara lain mulut, mata, tangan,  dan lainnya.  Biasanya memang komunikasi diartikan sebagai hubungan atau nyambung yang biasanya juga hanya menggunakan mulut, namun sesungguhnya berkomunikasi itu dapat dilakukan dengan ebrbagai cara, seperti melalui isyarat, melalui tulisan dan lainnya.

Tanpa berkomunikasi, orang akan merasa terasing dan tidak akan dapat  memanfaatkan peluang yang  ada, karena memang tidak tahu.  Bahkan kita sering  mengetahui bahwa  jika  satu jam saja orang tidak berkomunikasi dan hanya menyendiri tanpa mau tahu dunia lainnya, maka dia sudah tertinggal beberapa langkah dari yang lain.  Apa lagi kemudian ampai satu hari penuh tanpa berkomunikasi, pastinya dia akan tertinggal sangat jauh dalam berbagai hal.

Hal tersebut tentu mengecualikan mereka yang yang tetap melakukan komunikasi dengan Tuhan, seperti menyendiri tetapi untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dalam menjalankan ibadah, memohon pertolongan dan lainnya.  Nah, orang yang demikian biasanya juga akan cepat menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada, sehingga dia tidak akan pernah ketinggalan dalam berbagai hal yang dibtuhkan sebagai makhluk sosial tersebut.

Apa yang disampaikan di atas hanyalah sebuah gambaran yang umum, dan bukan yang sesungguhnya.  Artinya kalau seseorang hanya  menyendiri untuk melakukan kontemplasi atau nutk beribadah atau untuk sekear beristirahat dan lainnya, tentu tidak akan mengkhawatirkan.  Namun jika sudah sama sekali tidak mau berhubungan dengan dunia luar, tentu dia pasti akan ketinggalan banyak hal, khsusunya  yang terkait dengan informasi penting yang kemungkiann besar  akan merugikan dirinya.

Itulah pentingnya komunikasi yang  memang harus dilakoni oleh setiap manusia, bahkan bayi yang  baru saja lahir pun juga membutuhkan komunikasi sesuai dengan dunia dan kemampuannya.  Kita tentu tahu bahwa  seornag bayi itu  akan menangis dan memberitahukan kepada pihak lain, dalam hal ini orang tuanya bahwa dia sedang mengalami masalah, seperti haus, ngompol dan lainnya dan berharap agar orang tuanya yang paling dekat menolong, karena dia belum bisa apa apa.

Tentu bagi orang dewasa  cara  berkominikasi akan lain lagi, misalnya dengan berkata kata menggunakan mulut atau sekedar menggunakan isyarat untuk meminta atau  menyruh p[ihak lain, atau dengan cara lainnya.  Untuk berkomunikasi tersebut yang terpenting diingat ialah bahwa lawan untuk berkomunikasi memahami apa yang dimaksudkan.  Meskipun dengan bahasa, kalau memang lawannya tidak mengerti, maka komunikasi  akan gagal dan tidak menghasilkan manfaat apapun.  Sebaliknya jika lawan dapat memahaminya, meskipun tidak memakai bahasa dan hanya menggunakan isyarat, maka komunikasi akan terjalin dengan baik.

Sebagai contoh jika ada orang  asing yang tidak memahami bahasa lokal dan dia bertanya kepada penduduk lokal yang tidak mengetahui bahasany, maka kemungkinan besar komunikasi yang idbangunnya akan gagal, tetapi jika kemuidian diiringi dengan bahasa isyarat yang memungkinkan laannya dapat negerti  maksudnya, maka baru komunikasi akan berjalan dan  tujuannya akan dapat dicapai.  Itulah uniknya komunikasi dan semua orang pasti  secara umum mengeahui hal tersebut.

Sebaliknya kita juga mengetahui banyak orang Indonesai dari perdersaan yang menunaikan ibadah haji di Makkah, dan pada saat mereka akan membeli sesuatu dari orang Arab asli yang sama sekali tidak akan memahami bahasa Jawa atau bahkan bahasa Indonesia, namun komunikasi akan dapat berjalan dengan baik jika mereka menggunakan bahasa isyarat, baik dengan tangannya atau dengan tulisan atau lainnya, bahkan komunikasi tersebut akan terjadi dengan  sangat efektif.

Namun anehnya seringkali kita dapati dan temukan bahwa banyak orang yang gagal melakukan komunikasi, meskipun mereka sama sama mengerti bahasanya.  Perlu diketahui bahwa  berkomunikais tidak semata mata  hanya untuk menyampaikan sesuatu melalui mulut dan semuanya sudah dianggap selesai, sebab seringkali ada orang tertentu yang meskipun sudah diomongin dengan bahasa yang dianggap jelaspun, tetap saja tidak memahamimaksud dan tujuan, sehingga hal yang demikian  disebut sebagai gagal berkomunikasi.

Sebagi contoh jika ada piha tertentu, semisal pemerintah mempunyai program baru yang  sama sekali belum dimengerti oleh masyarakat secara umum, maka biasanya pemerintah akan melakukan  sosialisasi kepada masyarakat.  Namun terkadang petugas yang melaksanakan sosialisasi tidak memperhatikan apakah audiens itu paham atau tidaknya, karena yang dipentingkan ialah  menyampaikan saja, dan inilah kekeliruan dan kegagalan dalam berkomunikasi, sehingga target yang di canangkan tidak akan  terpenuhi.

Bahkan terkadang ketika  orang tidak memperhatikan tekanan  apa yang disampaikan, pihak lain akan gagal memahaminya dan itu juga merupakan salah satu kegagalan dalam berkomunikasi.  Bahkan seringkali ada kesalah pahaman dari satu pihak karena tidak memahami hal yang sesungguhnya, padahal secara harfiah smeuanya dapat memahami bahasa yang dipergunakan, tetapi konten atau isinya  gagal untuk dipahami.  Karena itulah  komunikasi menjadi sangat penting mengingat hal hal tersebut dan  agar semua  keinginan kita dapat tersalrkan dnegan baik, sebaiknya kita memang  memperhatikan denagn seksama tentang pentingnya komunikasi tersebut.

Demikian juga tidak ubahnya dalam mengerjakan soal dalam sebuah ujian, termasuk ujian masuk perguruan tinggi, jika seseorang gagal memahami soal, maka dapat dipastikan dia akan tidak mampu menjawab pertanyaan tersebut, dan kalaupun dia menjawab panjang lebar penjelasannya, tetapi karena tidak nyambung, maka jawaban tersebut tentu akan dianggap  tidak sesuai dan salah.  Jadi sekali lagi betapa pentingnya berkomunikasi itu dalam kehidupan  kita di dunia ini.

Dalam perspektif Islam,  nabi pun pernah mengatakan bahwa dalam berdakwah atau mengajak orang lain untuk mengikuti apa yang kita inginkan, seeprti  mau beriman kepada Allah swt, atau mau melakukan hal hal baik yang diperintahkan oleh Islam dan lainnya, diperlukan pengetahuan mengenai  orang yang akan didakwahi tersebut.  Dengan begitu apa yang disampaikan akan dapat dipahami dan selanjutnya  akan dapat dipatuhi dan jalankan. Pernyataan Nabi tersbeut yang sangat dikenal ialah “sampaikanlah kepada manusia dengan menggunakan bahasa yang dapat dipahami mereka”.

Hal tersebut menjadi sangat penting, karena kalau kita  menggunakan bahasa yang sebaik apapun tetapi tidak sesuai dengan kondisi mereka, maka kita akan gagal memahamkan mereka.  Tingkat pengetahuan dan daya pikir masyarakaty itu lain lain, sebagiannya ada yang sudah cerdas dan  saat menyampaikan  harus memakai bahasa yang tinggi, namun sebagainnya lagi dalam kondisi  sangat lemah dalam hal daya pikir dan penalarannya, sehingga harus digunakan bahasa sederhana yang aakan dapat memberikan kemudahan begi mereka untuk memhaminya.

Itulah rahasia mengapa Nabui dahulu sangat sukses dalam berdakwah dan mengajak kepada kaumnya untuk mengikutinya. Bahasa yang digunakan mungkin sama dengan bahasa kebanyakan, tetapi  di sana Nabi juga sekaligus menggunakan  sikap[ dan tindakan yang dibutuhkan dan sangat  diperlukan untuk mendukung  pemahaman dan  kesenangan  masyarakat.  Jadi berkomunikasi bukan semata mata  menyampaikan  sesuatu melalui mulut, tanpa dilihat hasilnya, melainkan justru harus dilihat hingga hasil yang dapat diraih dalam berkomunikasi tersebut.

Mudah mudahan kita akan mampu menjalankan komunikasi dengan siapapun,  asalkan kita mampu menyelami kondisi pihak lain tersebut dan kita juga menyesuaikan diri dengan  kapasitas mereka.  Kalau ada kemauan keras dari kita, pasti di sana akan banyak jalan yang dapat kita lalui untuk smapai kepada tyjuan. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.