HIDUP ADALAH KOMPETISI

Tuhan menciptakan umat manusia  memang sudah dengan garisnya masing masing, namun bukan berarti kita dapat menyerah begiru saja dengan garis tersebut atau yang biasa dikenal dengan takdir, karena takdir itu masih misteri bagi kita.  Karena itu setiap orang sebaiknya memang harus menjemput takdirnya sendiri sendiri, atau dengan kata lain  setiap manusia harus  mengusahakan takdirnya sendiri.  Dengan demikian kita akan terus berusaha untuk menjadikan takdir kita sangat baik dan jauh dari kejelekan.

Takdir itu harus kita yakini, tetapi sebelum takdir itu terjadi kita harus mengusahakannya, bukan menyerah tanpa syarat.  Ibaratnya kalau kita sedang sakit, maka itu memang takdir, namun kita harus mendapatkan takdir kita yang sehat, karena itu kita harus mengobatkannya.  Jika kita kemudian menyerah bahwa takdir kita itu sakit dan kemudian meninggal, maka kita akan menjadi orang yang tidak mampunya semangat dan pada saatnya kita hanya akan  menjadi beban pihak lain, karena tidak ada usaha untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

Namun jika kita mengusahakan agar takdir sakit yang kita derita menjadi takdir sehat, kita harus melakukan upaya untuk  menjadi sembuh, dan kalau sudaha sembuh maka itulah takdir kita,  Akan tetapi jika ternyata  usaha kita gagal dan kemudian  ternyata malah meninggal, maka itulah takdir kita yang mesti kita jalani dan semua orang harus dapat menerimanya karena memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan.  Itulah cara menyikapi takdir  dan garis hidup kita di dunia ini.

Mengingat hal yang demikian, maka sesungguhnya hidup di dunia ini adalah  kompetisi menuju kebaikan dan kesejahteraan serta keselamatan.  Dalam menjalani kompetisi tersebut seseorang memang harus mempersiapkan diri sebaik baiknya, baik terkait dengan pencapaian kebahagiaan, keselamatan maupun kesejahterraan tersebut, karena kita paham bahwa tanpa bekal dan persiapan, pasti kita akan selalu kalah dalam  kompetisi etrsebut.

Memang tidak sama persis kompetisi hidup ini dengan kompetsisi lainnya yang pada dasarnya untuk memperebutkan sebuah posisi yang terkadang jumpalhanya terbatas, bahkan hanya satu misalnya. kompetisi hidup itu  terbuka luas bagai setiap manusa untuk mendapatkan keinginanya  tanpa harus mengalahkan pihak lain, walaupun tentu terkadang juga harus berkompetisi dengan yang lain juga untuk mendapatkan sesuatu tersebut, tetapi tiodak selalu.

Tentu akan lain dengan kompetsisi  untuk mendapatkan posisi  pimpinan tertentu mislanya, maka itu akan sangat ketat karena pasti ada yang kalah, sedangkan kompetisi hidup itu bisa saja tidak ada yang kalah dan semuanya sukses.  Untuk mendapatkan kesejahteraan, tentu banyak cara yang dapat dilakukan,s ehingga smeua orang  sangat mungkin  sukses, demikian juga untuk mendapatkan keselamatan, orang juga mempunyai cara yang berbeda dan semuanya dapat meraihnya dan begitu seterusnya.

Karena itu kita memang harus selalu siap untuk berkompetisi dalam hidup ini, khususnya terkait dengan keinginan kita untuk emndapatkan  kesejahteraan, keselamatan dan kedamaian.  Sebaiknya kita emmang  haruis mempersiapkan diri untuk menyongsong kompetsi tersebut agar kita akan selalu  sukses  dalam meraih cita cita.  Kegagalan dalam meraih cita cita itu juga harus disikapi dengan bijak, agar kita tidak terperosok dalam hal yang semakin menenggelamkan kita, khusunya terkait dengan kompetisi yang sedang kita jalani.

Setiap hari tentu kita akan berhadapan dengan kompetitro lainnya dalam berbagai bidang, karena  kita  hidup  selalu  berhadapan dan berkomunikasi dengan pihak lain, dan kita tidak mungkin melepaskan diri  untuk menyendiri dari berbagai aktifitas manusia.  Hanya saja kompetisi yang kita jalani tidak harus mengerahkan seluruh kekuatan dan disertai pula untuk mengalahkan lawan kita, sebab kompetisi hidup itu dapat saja tidak secara lsngsung berhadapan dengan manusia lain, melainkan  dengan diri sendiri.

Layaknya sebagai sebuah kompetisi, maka  pada saat itu pasti ada yang menang dan sukses  dan ada pula yang kalah, walupun bukan berarti yang kalah  lalu tiodak akan ada kesempatan untuk mendapatkan  sesuatu tersebut.  Ambil contoh, jika kita  sedang mengikuti  seleksi untuk  masuk dalam sebuah perguruan tinggi sep[erti yang dilakukan oleh  para calon mahasiswa dalam emngikuti SBMPTN, maka  sebagian  diantara mereka ada yang sukses adan sebagainnya da yang gagal, namun  mereka yang gagal masih dapat mengikuti kompetisi lagi dalam waktu yang berbeda.

Sebagaimana kita tahu hari ini  seluruh calon mahasiwa yang akan memasuki PTN melalui jalur SBMPTN sedang menjalani tes, baik yang berbasis komputer maupun yang berbasis kertas, dan mereka semua juga telah mempersiapkan diri dengan bagus, namun karena  kompetisi, maka  seperti biasanya ada yang lolos dan ada yang belum lolos, namun dalam masalah ini masih ada kesempatan lagi bagi yang belumlolos yakni melalui jalur lainnya yang masih tersedia.  Tentu jika  akan emngiktuinya lagi, harus lebih serius dalam memeprsiapkan diri agar tidak emngalami hal yang sama.

Karena hidup ini kompetsisi maka siapapun yang siap, maka dia  akan sukses, dan sebaliknya  merka yang tidak siap, harus  mau menerima resiko untuk tidak sukses, khususnya dalam bidang yang dikmpetsiikan tersebut.  Kompetisi hidup itu snagat luas, sehingga akan memungkinkan kepada siapapun yang berminat untuk mendapatkan sesuatu yang dicita citakannya, yakni melalui kompetisi yang lain. Dan kita sangat yakin bahwa  jika kita jeli dalam menentukan kompetisi yang kita ikuti, maka kemungkinan suksesnya jauh lebih besar.

Pada saat kita akan menentukan maa depan kita, baik terkait dengan pendidikan, rumah tanggal ataupun memilih lokasi tempat tinggal, semuanya itu merupakan kompetisi kita, meskipun secara langsung kita seoalh tidak berkompetisi.  Itu disebabkan kompetisi kita   bukan dengan sesame manusia, melainkan dengan peasaan dan pikiran kita sendiri.  Dalam memilih pendidikan, terutama  dalam hal bidang studi yang akan kita ambil, itu merupakan pertarungan  antara diri sendiri untuk menentukan pilihan yang selanjutnya akan berkonsekwensi pada maa depan.

Dalam hal rumah tangga dan menentukan pilihan pendamping hidup, semuanya merupakan kompetisi yang harus kita pilih sendiri untuk masa depanm, termasuk jika kita memilih lokasi tempat tinggal, smeuanya akan  membawa konsekwensi masing masing. Jika kita memperttimbangkannya dengan masak dan  memeprtimbangkan pula berbagai aspek lainnya, tentu kita akan mendapatykan pilihan yang matang dan itu berarti maa depan kita sudah emndapatkan pertimbangan yang kuat.

Pada akhirnya smeuanya merupakan sebuah kompetsisi yang  harus kita jalani dan harus dipersiapkan dengan sangat baik.  Untuk itulah semua orang seharusnya menyadari hal etrsebut, karena dengan sadar dengan posisi kita, saat ini dan kemudian,  maka setiap orang akan berusaha untuk memeprtimbangkan segala hal yang akan dipilih dan diputuskan, karena semua akan mengandung konsekwensi.  Sudah barang tentu jika kita menyadarinya, apsti akan mengambil yang paling ringan konsekwensinya.

Semoga kita dapat menjalani hidup di dunia ini dengan baik, karena kita menyadari bahwa hidup ini memang merupakan kompetisi dan harus dimenangkan agar kita mendapatkan  kemenangan, kesejahteraan, dan keselamatan serta kedamaian.  Dengan kondisi seperti itu tentu kita sudah  mendapatkan keuntungan, baik  dunia maupun nanti diakhirat. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.