PERSIAPAN SBMPTN

Sebagaimana kita tahu dan masyarakat juga sudah mengetahuinya bahwa besuk, Selasa tanggal 16 Mei merupakan hari  untuk pelaksanaan SBMPTN atau seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.  Sebagian besar mereka melakukannya  dengan  tes berbasis kertas, yakni ujian tulis sebagaimaan yang selama ini  sudah berjalan, namun sebagainnya yang lain menggunakan tes yang berbasi komputer. Akan tetapi  tidak ada perbedaan diantara mereka, karena siapapun yang  lolos dalam seleksi inilah yang  nantinya berkesempatan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri.

Mengapa saat ini masih banyak masyarakat kita yang memilih perguruan tinggi negeri dibandingkan dengan perguruan tinggi swasta?  Jawabannya bisa beragam, namun secara umu barangkali dapat digambarkan dalamb beberapa hal sebagai berikut:

  1. Alasan PTN akan lebih dijamin  fasilitasnya karena semuanya dibiayai oleh pemrintah sehingga secara umum  masyarakat tidak akan dibebani secara khusus  oleh PTN tersebut untuk hal haol yang terkait dengan fasilitas tersebut.  Apalagi saat ini berlalu uang kuliah tunggal, dimana semua mahasiswa  hanya  membayar UKT tersebut dan tidak ada tambahan iuran lainnya lagi.  Dengan demikian  ongkos kuliah menjadi relatif    Itulah pandangan umu dari mayoritas masyarakat  kenapa mereka lebih meilih PTN.  Namun ternyata tidak seluruhnya benar, karena  vbanyak eoprguruan tinggi swasta yang  fasilitasnya juga tidak kalah, meskipun harus  membayar agak cukup mahal, tetapi  mutunya dapat dijamin.
  2. Ongkos PTN tentu dibayangkan akan lebih murah ketimbang PTS karena dukungan pemerintah lebih banyak dan bahkan hampir seluruh fasilitas termasuk dosennya sudah digaji oleh pemerintah.  Secara umum memang pandangan tersebut  ada banarnya, terutama yang  mengikuti seleksi SNMPTN ataupun SBMPTN.  Namun jiika mereka memasukinya melalui jalur mandiri, kemudngkinan sebagaian  PTN akan memberlakukan SPI atau sumbangan pengembangan institusi sehingga seolah membayar uang pangkal  pada saat yang lalu, dan besarannyapun juga bervariasi.  Memangs ebagaian PTN, lebih lebih yang berada di lingkungan kementerian agama sema sekali tidak ada SPI, termasuk yang amsiuk melalui jalur mandiri sekalipun.
  3. Sebagian besar masyarakat juga menganggap bahwa kualitas PTN diatas kualiotas PTS, termasuk  dosennya yang tentu akan jauh lebih berbobot PTN.  Secara umum  penilaian tersebut memang ada benarnya, terutama jika kita emngingat kebanyakan PTS itu pengelolaannya  tidka bagus, walaupun tentu ada beberapa yang bagus, dan bahkan lebih bagus ketimbang PTN itu sendiri. Hal yang paling mudah dikenali ialah para dosen di PTN lebih menonjol secara umum dibandingkan dengan para dosen dan PTS.  Bahkan ada PTS yang dielola sal asalan dan  dosennya pun tidak jelas, sehingga kesan tersebut kemudian membekas di hati masyarakat.

Kita memang harus jujur mengakui bahwa secara umum kualitas PTn jauh lebih unggul dibandingkan dengan PTS, meskipun secara khusus, ada sebagaian PTS yang lebih unggul dibandingkan dengan PTN.  Untuk biasanya masyarakat akan lebih memilih PTN terlebih dahulu, baru setelah tidak tertampung, merek ekmudian mengalihkan perhatiannya kepada PTS yang  bagus dan berkualitas dan begitu seterusnya.

 

Sudah barang tentu itu hanyalah  perkiraan secara umum, yang boleh jadi ada sebagaian masyarakat yang memang sudah menujukan dirinya untuk memasuki PTS yang berkualitas dengan opngkos yang jauh lebih besar.  Kalau sudah  cinta  maka persoalan keuangan tentu sudah tidak menjadi persoalan.  Hanya saja sekali lagi secara umum  masyarakat akan lebih memilih PTN yang  sudah dikenal kualitasnya  dibandingkan dnegan PTS.

Kita juga harus mengakui bahwa masyarakat saat ini sudah lebih cerdas dalam memilih perguruan tinggi yang akan dijadikan sebagai kampusnya, yakni tidak semata mata  mengejak kualitas PTN nya semata, sebab kalau dipaksakan demikian sangat mungkin dian tidak akan tertampuing  di sana, karena kalah berkompetisi dengan lainnya.  Merdak saat ini sduah dapat mengukur kemapuan dirinya, sehingga merka akan  mengarahkan  keinginanya ke kampus yang memungkinkan.

Artinya boleh jadi yang diinginkan ialah kampus A, tetapi mengingat kompetisinya sangat berat, karena yang menginginkan di kampus tersebut sangat banyak, maka  keinginannya itu akan dialihkan ke kampus lainnya yang relatif lebih rendah kualitasnya secara umum.  Mungkin untuk jalur SNMPTN mereka dapat menentukan keinginanya  untuk ke kampus tertentu dengan harapan dapat tertampung,  karena itu dapat dijadikan sebagai ukuran diri  sebelum kemudian  menaftrkan diri melalui jalur SBMPTN.

Jalur ini mungkin harus lebih cermat, sebab kalau luput dari  lolos, kemungkinan  sudah tidak ada tempat lagi buat dirinya, karena sebagian kampus sudah tidak lagi melakukan seleksi mandiri, atau ada sebagaiannya yang hanya  mengambil hasil test SBMPTN, sehingga  ketika masih mengandlkan pada ujian mandiri mungkin sudah tidak ada kesempatan lagi.  Untuk itu pilihan dalam jalur SBM PTN ini menjadi sangat menentukan, dan karena itu merka akan berpkir dua kali sebelaum menentukan pilihannya.

Para calon mahasiswa memang harus mempersiapkan diri sedemikian rupa agar keinginanya  mendapatkan kursi di kampus idamannya dapat terlaksana, sebab bagaimanapun juga penentu lolos atau tidaknya itu berada di tangan mereka masing masing sesuai dengan  kemampuan dalam mengerjakan soal tes yang diberikan.  Nah, dengan persiapan yang bagus,  dan didorong dengan doa  yang serius, insyaallah keingiannya tersebut dapat dikabulkan.

Hal yang perlu dipersiapkan lagi disamping belajar ialah  seharui sebelumnya sebaiknya disempatkan untuk melihat tempat testnya, karena pasti  pada hari H, atau akan banyak sekali manusia, baik mereka yang akan mengikuti test maupun orang tua yang mengantrkannya, dan  tempat tes tersbeut juga pasti akan sulit dicari jika mendadak.  Karena itu sekali lagi periapan yang dilakukan antara lain ialah  melihat tempat tes yang akan digunakan tes besuk.

Terkadang ada sebagian  calon mahasisw ayang mengabaikan persoaan ini dan kemudian pada saatnya ternyata dia harus pontang panting  mencari lokasi  ujiannya.  Itu tentu akan emnguras energi dan konsentrasi, dan pada aklhirnya tidak akan mampu mengerjakan soal dengan maksimal.  Tentu akan sangat kasihan jika hal tersebut menimpa pada kita atau kemuara kita.  Satu hal lagi  untuk persiapan ujian terlutias  besuk ialah mempersiapkan diri  dengan semua peralatan yang diperlukan, sehingga pada saatnya tidak akan kesulitan.

Tentu saja yang harus bersiap diri bukan saja para calon mahasiswa, melainkan juga panitia karena bagaimanapun kesuksesan penyelenggaraan tes masuk perguruan tingga secara ebrsama sama ini sangat ditentukan pula oleh kerja panitia, baik dalam hal menyediakan ruang ujian, dan juga menyediakan komputer dengan eprangkatnya untuk yang mengikuti CBT, dan juga mempersiapkan para pengawas yang dibekali dengan pengetahuan tertentu untuk menjaga segala ekmungkinan yang dapat terjadi, dan juga berbagai administrasi lainnya.

Kita hany dapat berharap bahwa semua rencana  yang sudah dipersiapkan dan   berbagai hal teknis yang  juga sudah direncanakan akan dapat ebrjalan dengan baik sehingga  tidak akan muncul persoalan, dan kalaupun  ada persoalan, akan mudah diatasi dengan segera.  Kesuksesanpnyelenggaraan  SBMPTN ini juga sekaligus akan memberikan kepercayaan tambahan bagi masyarakat kepada PTN dan seluruh kompnennya.  Semoga smeuanya akan ebrjalan lancar sebagaimana direncanakan. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.