MERAWAT KEBERAGAMAN

Sebagaimana kita sadari bahwa bangsa ini merupakan bangsa yang sangat majmuk, terdiri atas berbagai etnis, suku, bahasa, agama dan kepercayaan.  Sudah sejak lahirnya, bangsa ini menyadari bahwa keberagaman tersebut memang merupakan sebuah keniscayaan, dan kerena itu harus dijaga bersama dengan sangat baik.  Apalagi mengingat  Negara bangsa ini sungguh sanga luas yang melintang dari aceh hingga Papua.  Potensi munculnya keretakan sangat besar, dan sekali lagi kita wajib merawatnya  dengan sangat hati hati dan  terus menerus.

Berbagai hal dapat saja dijadikan awal p[emicu terjadinya keretakan dan gesekan tersebut, apalagi kalau sudah berbicara mengenai politik, karena sebagaimana kita tahu bahwa politik itu adalah kepentingan, dan  urusan kepentingan, pasti semua orang akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kepentingannya tersebut.  Bahkan kalau tidak didasari oleh kebersamaan, persoalan politik tersbeut dapat menjadi penyebab terjadinya disintegrasi bangsa.

Coba bayangkan jika  kepentingan politik seseorang atau kelompok tertentu kandas di tangah jalan, padahal dia atau emreka telah mengeluarkan modal yang sangat besr, maka yang ada di pikiran merka ialah bagaimana  mereka tidak akan berlarut dalam kekalahan tersbeut.  Biasanya kemudian emosilah yang berbicara dengan cara mencari cari kesalahan  pihak lain dan kemudian mempermasalahkannya.  Hal itulah yang kemudian dapat memicu kerusuhan dan juga keretakan diantara sesama anak bangsa.

Nah, kalau kepentingan tersebut sudah sedemikian menjadi tujuan utama tanpa  menghiraukan  kebersamaan  serta tidak memikirkan bagaimana  masyarakat  dapat tnteram dan tenang serta aman, maka bisa saja  diciptakan kerusuhan yang  disengaja untuk mengeruhkan suasana.  Namun kita masih berharap dan percaya bahwa sesungguhnya mereka yang ikut berkompetisi itu  memakai akal sehat sehingga kalaupun kepentingannya tidak terpenuhi, masih akan  memakai akal sehatnya sehingga tetap menjaga kondusifitas serta keamanan.

Secara umu masyarakat kita sesungguhnya sudah dapat berpikir dengan baik dan deawas, akan tetapi terkadang masih juga kekanak kanakan. Contoh yang paling  mutakhir ialah bagaimana dalam menyikapi putusan pengadilan, yang sebelumnya semuanya  menyarankan agar apapun keputusan pengadilan itu dihargai, kalaupun tidak puas masih ada jalan yang dibnenarkan oleh hukum, yakni mengajukan banding dan seterusnya.  Namun begitu palu diketok, mereka yang   merasa dirugikan langsung menggugat hakim yang dikatakan tidak adil dan  ada tekanan dan lainnya.

Saya juga berpikir kembali kalau misalnya putusan hakim itu sebaliknya, pasti di sana ada pihak yang merasa diperlakukan tidak adil dan kemudian juga menuntut  agar hakim mencabut putusannya dan lainnya.  Inilah sifat kekanak kanakan yang saya sebut tadi, sebab mereka ternyata tidak siap untuk mendentarkan putusan yang bagaimanapun  bentuknya.  Lalu kalau belum  puas harus menempuh jalur hukum yang ada.  Kalau demikian lalu  kita harus bagaimana?

Kita juga masih mendengar di sebagian daerah yang melaksanakan pilkada dimana  sebelumnya para kandidat dan calon sama saa  berkomitmen untuk menerima apapun keputusan rakyat.  Jadi menang atau kalah itu  menjadi bagian yang harus aama sama diterima dan yang kalah mendukung yang memang, namun begitu hitungan  pilkada telah ditetapkan, bagi mereka yang kalah tidak dapat menerimnaya begitu saja dan terus mempesoalkan berbagai hal yang dianggap sebagai kecurangan dan lainnya.

Lantas maunya apa?  Juga  apa yang dikomitmentakn di depan itu bermakna apa?.  Seharusnya mereka  malu dengan masyarakat yang telah menyaksikan komitmen mereka untuk menerima apapun hasil dari pilkada, sebab pada sebuah kontestasi itu pasti ada yang menang dan ada pula yang kalah, dan tidak mungkin semuanya menang.  Itulah mengapa kedewasdaan sangat perlu dimiliki oleh smeua pihak, khususnya  mereka yang ikut dalam kompetisi.

Kita tahu bahwa di sekitar kita banyak masyarakat yang menganut kepercayaan yang berbeda dengan kita,  banyak pula mereka yang  merupakan keturunan, baik dari etnis china, arab atapun lainnya, yang semuanya sudah berikrar untuk hidup bersatu  di negeri kita, lalu apa yang harus dip[ersoalkan?  Tentunya kita justru harus berbangga bahwa ternyata  kita dapat hidup berdampingan dengan berbagai macam orang yang berbeda.  Belum pasti orang lain akan mampu melakukan apa yang kita lakukan, karena semua ini sesungguhnya merupakan anugerah Tu8han yang  sungguh luar biasa.

Bukankah para ulama terdahulu telah mengajari kita untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain dalam berbagai bidang.  Jika ada saudara kita yang lain agama misalnya mempunyai keistimewaan atau mempunyai ketrampilan yang  dapat diandalkan, maka kita  wajib menghargainya dan kita juga boleh meniru dan mempelajarinya.  Demikian juga jika kita mempunyai sbeuah skill tertentu yang dapat diandalkan, kita juga harus mampu ebrbagai dengan yang lain, agar kita dapat menularkan ilmu dan ketrampilan tersebut.

Kita hidup di dunia ini bukan sendirian, melainkan harus berdampingan dengan yang lain.  Nah, itul;ah  nikmatnya hidup. Coba misalnya kita hidup sendirian, kalaupun harta kita banyak, tetapi itu sama sekali tidak akan  menyenangkan karena tidak ada yang lain, tetapi jika kita dapat berbagai dengan yang lain itulah baru kita akan merasakan kepuasan yang sejati.

Kita pernah mendengar ada seorang petani jagung di negeri sakura, dan setiap tahunnya dia  memenangkan  prestasi jagungnya.  Namun betapa kagetnya para awak kuli tinta setelah mendengar kisahnya yang begitu dermawan dan selalu berbagi dengan lainnya.  Dia adalah petani yang mempunyai prinsip bahwa  kebaikan itu harus selalu dibagi dengan yang lain.  Bibit jagung yang dimilikinya itu bukan disimpannya sendiri dengan maksud agar selalu paling unggul, mel;ainkan dia justru selalu membaginya dengan para tetangganya.

Nah,  efek dari pemberian bibit jagung unggul tersebut bukan saja akan emnadikannya sebagai  seorang yang baik, melaionkan dia mempunyai prinsip bahwa jika hanya jagungnya sendiri yang bagus, sementar yang lain jelek, maka dia berkeyakinan bahwa nantinya jagungnya juga akan tertular jelek, karena biasanya serbuk jagung juga akan dibawa oleh angina dan  kemudian  hinggap di jangung yang lainnya.  Nah, jika semua jagung  para tetangganya bagus, maka  jagung dia pasti tetap bertahan bagus karena merskipun angina akan membawa serbuk jagung lain, tetapi karena sama bagusnya maka tetap akan menjadi bagus.

Falsafah itulah yang saat ini sangat diperlukan oleh bangsa ini agar kebersamnaan  senantiasa ada dalam benak semua anak bangsa.  Kita memang tidak akan mungkin mengubah takdir bahwa kita hidup di negeri yang beragam yang bhieneka Tunggal ika, justru yang seharusnya kita lakukan ialah bagaimana kita slalu mempertahankan kebhinekaan tersebut tetap terjaga denghan bagus, dan kehidupan kita  akan semakin bagus.

Kebersamaan itulah kuncinya, sementara kecerdasan  lainnya juga diperlukan untuk tetap  nyamannya hidup dalam perbedaan dan keragaman, tetapi dalam satu tujuan besar, yakni hidup sejahtera dan aman di dalam NKRI.  Sesungguhnya ada banyak cara untuk merawat kebhinekaan tersebut, namun yangpaling penting bagi kita ialah menyadari bahwa kita memang harus  hidup dalam  perbedaan  dan keragaman etnis, suku, agama dan lainnya.

Pemahaman dan  rasa saling menghargai serta menghormati masing masing pihak itulah yang akan menjadi modal utama dalam menjalani kehidupan yang beragam tersebut.  Kita yakin jika kita mau sedikit  melepaskan keegoann kita dan lebih mementingkan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat dan bernegara di  Negara  Indonesia ini, pastilah kita akan mampu melakukan perawatan  keberagaman tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.