BAGAIMANA MENINGKATKAN MUTU PTKIN

Mungkin sudah ratusan kali diadakan seminar, diskusi dan sejenisnya yang tema sentralnya ialah bagaimana kita dapat meningkatkan mutu PTKIN, namun sampai saat ini  masih tampak kurang greget dalam memajukannya, terutama  dalam hal kualitasnya.  Walaupun berbagai kegiatan iolmiah sudah serringkali dilaksanakan, bahkan yang sifatnya internsional juga sudah berkali kali digelar.  Cuma persoalannya, mengapa PTKIN kita belum beranjak  untuk dapat bersaing dengan PTN lainnya.

Kita memang akui bahwa diantara PTKIN sudah ada yang cukup maju dan dapat bersaing dengan PTN lainnya, meskipun masih  selalu di bawah, namun kebanyakan PTKIN justru sama sekali tidak Nampak, apalagi kalau dikaitkan dengan karya ilmiah mereka. Sudah brang tentu kita harus prihatin dengan kondisi demikian.  Apalagi diperparah dengan  penganggaran yang tidak seimbang dengan keinginan, termasuk keinginan dari kementerian sendiri.

Maunya PTKIN  dapat berprestasi dan dapat bersaing dengan PTN lainnya, namun support dana  tidak diimbangi.  Bahkan secara umum anggaran PTKIN hanya seper sepuluhnya PTN.  Lalu dapat melakukan apa.  Jangankan untuk bersaing dalam penelitian ilmiah, untuk  beraing dalam  menerima  jumlah mahasiswa saja kita belum mampu.  Kita akui bahwa untuk pembangunan sarpras di PTKIN  belakangan ini sudah mulai menggeliat, dengan adanya SBSN, disamping  yang dari pinjaman IsDB.

Namun untuk anggaran kegiatan lainnya masih jauh dari cukup.  Kita lihat saja misalnya anggaran penelitian yang disediakan di PTN rata rata  mencapai di atas 50 M, bahkan ada yang lebih dari ratusan M, akan tetapi coba kita lihat di PTKIN  bahkan anggaran untuk penelitiannya ada yang kurang dari 1 M.  Ini tentu akan berpengaruh besar pada kualitas penelitian dan  pendidikan  secara umum.  Namun jika kita mengingatkan kepada kementerian biasanya mereka mengatakan sudah cukup dan relative sama dengan PTN.

Seharusnya pihak kementerian juga  sesekali mengecek anggaran  yang di PTN sehingga akan dapat membandingkan sberapa sih anggaran yang sudah dikucurkan oleh kemenag itu?  Pada umumnya bagiana perencanaan di kementerian agama sama sekali tidak pernah  melihat perkembangan di perguruan tinggi sehingga ngotot untuk tetap menerapkan anggaran yang itu itu juga tanpa harus ada perubahan yang significant.

Bahkan terkadang kita harus bersitegang hanya untuk meyakinkan bahwa anggaran di satu unit itu sangat penting  dan mereka umumnya tidak melihatnya demikian.  Itulah yang perlu ada politik anggaran di kementerian kita agar  mereka yang merencanakan anggaran dapat mengetahui secara persis kebutuhan perguruan tinggi.  Memang ada kebutuhan yang relative sama, akan tetapio banyak juga kebutuhan yang  tidak sama.

Memang tidak tergantung pada anggaran semata untuk meningkatkan mutu dan kualitas PTKIN tersebut, akan tetapi tanpa anggaran yang memadahi kita akan kesulitan untuk bergerak dan mengembangkan PTKIN kita.  Sep[erti yang kita tahu dari aspek penelitian, bagaiomana mungkin akan mendapatkan sebuah penelitian yang bermutu kalau anggarannya Cuma sekitar 10 juta rupiah bahkan amsih ada yang  7 juta rupiah.  Sementara di sebelah sudah ada  penelitian yang dibiayai dengan anggaran ratusan juita dan bahkan ada yang sampai 2 M.

Akibat dari minimnya hasil penelitian yang bermutu tersebut pihak mitra tidak ada yang tertarik untuk melakukan  penelitian bersama atau bahkan membiayai penelitia yang dilakukan oleh dosen kita.  Sementara kita  lihat banyak perusahaan yang menggandeng dosen dosen PTN untuk melakukan penelitian tertentu dengan biaya full dari perusahaan.  Inilah kekalahan kita yang  sulit untuk dikejar, terkecuali kalau kemudian  kementerian sadar dan memberikan anggaran yang cukup[ untuk pengembangan PTKIN, termasuk di dalamnya penelitian.

Untuk peningkatan kualitas  perguruan tinggi sesungguhnya banyak aspek yang harus terus dilakukan oleh PTKIN, seperti juga menjalin hubungan kerjasama dengan berbagai lembaga dan juga perguruan tinggi yang sudah lebih dulu maju, baik di dalam maupun di luar negeri.  Untuk melaksanakan hal tersbeut juga dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit, terkecuali mereka yang mendapatkan dana support dari pemerintah karena  mendapatkan pinjaman IsDB misalnya.

Untunglah saat ini ada kewajiban  bagi para dosen untuk melakukan penelotian yang serius dalam rangka memenuhi beban kerja dosen, sehingga meskipun dilakukan dengan keterpaksanaan, akan tetapi tetap ada dan meskipun tidak terlalu bagus, tetapi juga tidak terlalu jelek.  Untuk kenaikan pangkat pun saat ini juga diwajibkan untuk menulis di jurnal ilmiah yang terakreditasi, bahkan untuk menuju ke guru besar juga dipersyaratkan untuk memenuhi publikasi jurnal internasional yang  terindex tertentu seperti scopus dan lainnya.

Nah dengan begitu meskipun tidak ada  fasilitas yang memadahi yang disediakan oleh universitas, akan tetapi para dosen dengan keinginnya sendiri dan keghirahan yang besar, pada akhirnya mjuga dapat menulis dalam jurnal internasional tersebut.  Barangkali ini juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas dosen dan perguruan tinggi kita.  Namun sekali lagi hal tersebut belum merata dan hanya  dilakukan oleh sebagian kecil dari dosen kita.

Nah, persoalannya ialah bagaimana menggairahkan  para dosen kita untuk dapat berkarya sehingga merka akan  dapat meningkatkan karirnya dan sekaligus juga ikut meningkatkan kualitas lembaganya.  Tentu kita sangat  ingin bahwa seluruh dosen yang ada  bersemangat untuk melakukan publikasi ilmiah yang dimulai dari melakukan penlitian.  Namun sekali lagi untuk menarik minta dosen melakukan penelitian tersbeut masih dibutuhkan sup[port dana  yang tidak kecil, apalagi kalau penelitian tersebut diinginkan  berkualitas tinggi.

Memang masih ada hal lain yang dapat dilakukan oleh PTKIN yakni dengan memperbaiki pengelolaan PTKIN tersebut, menata kurikulumnya, meningkatkan kualitas para dosennya, dan juga mendorong para mahasiswanya untuk  aktif dalam berbagai kegiatan ilmiah.  Barangkali salah satu hal yang dapat diupayakan dalam meningkatkan kualitas PTKIN kita dengan keterbatasan anggaran tersebut ialah dengan memaksimalkan anggaran yang ada,  Artinya tata kelola  dalam memenej PTKIn memang harus dilakukan dengan profesional.

Dengan pengelolaan yang baik, pada aakhirnya masyarakat akan mengetahui dan mengakuinya.  Nah, itul;ah modal yang paling berharga jika kita sudah emndapatkan kepercayaan dari masyarakat.  Jika dmeikian mereka apsti akan  berminat untuk bergabung dengan kita dan  mereka juga pada saatnya akan ikut membantu PTKIN kita dalam  meraih prestasi dan kemajuan.  Modal kepercayaan itulah yang akan menjadikan kita pe4caya diri dalam melangkah dan  dalam melakukan berbagai usaha meningkatkan PTKIN kita.

Kita juga dapat memanfaatkan kerjasama dengan berbagai lembaga di PT di dalam dan luar negeri untuk melakukan ebrbagai kegiatan, termasuk riset dan juga seminar dan lainnya.  Kita  sampai saat ini belum memaksimalkan kerjasama dengan pemerintah daerah yang tentu sangat ebrharap kita  dapat memberikan suimbangsih kepada daerah, melalui berbagai kegiatan ,termasuk melalui penlitian, dan juga kegiatan pembinaan dan lainnya.

Jika kerjasama ini kita maksimalkan tentu akan banyak benefit yang dapat kita raih dalam upaya meningkatkan PTKIN kita.  Kita sangat percaya bahwa sesungguhnya kita belum menjalankan kerjsama itu saja, padahal kemampuan kita  sudah  dapat dipercaya dan meyakinkan. Kita mempunyai banyak tenaga yang mumpuni dan  sanggup untuk  menjalankan hal hal yang dibutuhkan oleh pemerintah daerah tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.