MEMBIASAKAN DIRI DENGAN TARGET

Masih banyak diantara kita yang bekerja hanya asal bekerja, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk instansinya, sehingga hasilnya tidak mesti sesuai dengan yang diinginkan.  Terkadang memperoleh hasil yang cukup baik, namun seringkali juga  mendapatkan hasil di bawah normal.  Hal tersebut disebabkan bahwa terkadang  mood seseorang itu  baik dan terkadang juga buruk, sehingga pada saat moodnya bagus, pekerjaannya akan menjadi lebih bagus, dan sebaliknya jika moodnya sedang buruk, maka hasil kinerjanya juga buruk.

Menyadari bahwa kenyataan dalam diri manusia tersebut  tidak tetap, maka diperlukan adanya support yang akan  menjadi pengendali dan memberikan spirit tambahan agar hasil kinerjanya menjadi stabil.  Itulah pemasangan target dalam setiap  melaksanakan pekerjaan.  Jika kita berusaha untuk diri sendiri, kita juga dapat membuat target sendiri, semisal bahwa  dalam satu hari ini  saya harus mampu menyelesaikan pekerjaan saya sampai pada batas tertentu  yang tetapkan.

Dengan memberikan target kep[ada diri sendiri seperti itu kita akan  dapat memperkirakan bahwa  sebelum target tersebut tercapai, kita tidak boleh selesai dalam pekerjaan, dan sebaliknya semakin kita  mampu menyelesaikannya, maka ada kemungkinan justru kita malah dapat menyelesaikan pekerjaan melebihi target.  Atau juga boleh kita berhenti setelah tercapai target dan selebihnya, waktu yang tersisa dapat digunakan untuk keperluan lain, atau untuk beristirahat.

Hanya saja  dalam penentuan target harus disesuaikan dengan keadaan, bukan asal menetapkan, sehingga mungkin targetnya dibuat sangat ringan dan  dapat diselesiakan dalam waktu yang singkat.  Memang kita boleh membuat target yang lebih minimal tatkala  kita sedang menghadapi persoalan, semisal  ketika sedang sakit sehingga  tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaaan banyak, maka target dapat kita buat sedemikian rupa  dan tidak akan memberatkan diri sendiri.

Jika kita  bekerja untuk instansi, tentu targetnya sudah ditentukan oleh instansi sesuai dengan kapasitas kita masing masing.  Nah, dengan  dicanagkannya target tersebut setiap orang akan dapat mengejarnya  sendiri dan disesuaikan dengan keadaan.  Artinya  masing masing orang dapat saja  melaksanakan peklerjaan tersebut pada saat tertentu ketika sedang gesit gesitnya, lalu pada saat yang lain dia akan bias mengerjakan sesuatu yang ringan dan begitu seterusnya.

Dengan target tersebut seserorang tidak akan  melakukan hal hal lain yang di luar pekerjaannya, dan selama pekrjaan tersebut belum selesai, maka  dia akan terus menjalankannya.  Terkadang jika pada saat tertentu ada keperluan yang mendesak, dia akan dapat melaksanakannpekerjaaany di luar waktu yang ditentukan, dan tidak dinilai sebagai lembur, melainkan hanya untuk menambal yang kurang disebabkan oleh keperluannya sendiri.

Kita tentu sangat mengerti bahwa jika  sebuah pekerjaan dijalankan dengan tanpa  target, maka  kecenderungan orang biasanya akan bekerja sesuai dengan keinginannya sendiri, bahkan terkadang mereka dapat saja sama sekali tidak mengerjakan apapun selam satu harian penuh.  Lain halnya jika  seseorang bekerja dan ada target yang harus diselesaikan dan itu juga dihubungkan dengan penilaian kinerjanya, maka  meskipun pada awalnya  dilakukan  dengan keterpaksaan, namun pada saatnya akan menjadi kebiasaan untuk menjalankan kinerja dengan baik dan sesuai dengan waktu.

Beruntunglah kita yang sudah  terbiasa dengan target tersebut, karena pasti akan sangat membantu diri kita dalam meraih keuntungan, baik secara pribadi dalam pekerjaan pribadi, maupun dalam kaitannya dengan instansi dimana kita bekerja.  Dengan membiasakan diri untuk mencantumkan target  dalam setiap pekerjaan yang kita jalankan, kita akan mudah untuk  merencanakan sesuatu yang lebih memberikan jaminan  dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Ketika kita menjalankan tugas pekerjaan sebagai dosen, misalnya, maka dengan target yang kita susun sejak awal, kita akan dapat  mempunyai kesempatan untuk melaksanakannya dengan sangat leluasa, dan kalaupun misalnya  dalam perjalanan menjalankan tugas tersebut ternyata ada sesuatu yang tidak dapat kita hindari, maka kita masih akan mampu menjalankannya sebagai tambahan pada waktu lain yang masih dalam rentang waktu yang kita targetkan.

Target kerja tersebut sekaligus juga akan memberikan kemudahan kepada kita untuk mengevaluasi diri, apakah  sudah sesuai dengan keinginan kita ataupun masih harus diperbaiki, sehingga dengan dmeikian kita akan dapat menjalankan pekrjaan dengans angat baik dan pada akhirnya kita akan dapat memperoleh hasil sebagaimana yang kita inginkan.  Tentu akan lain jika kita bekerja tanpa target, karena smeuanya dapat terjadi, bahkan setelah selesai waktunya, terkadangnkita baru mendapatkan separohnya atau bahkan mungkin belum.

Itulah sebabnya kesadaran untuk itu saat ini sudah dimiliki oleh  kebanyakan kantor dan instansi yang  setelah dilakukan evaluasi menyeluruh, ternyata  pekerjaan yang seharusnya dapat diselesaikan dalam waktu tertentu, ternyata masih banyak terbengkelai.  Penerapan target tersebut pada awalnya memang menjadi  semacam menyusahkan kepada karyawan, tetapi karena itu merupakan hal yang seharusnya dan demi pekerjaan yang memang harus dijalankan, maka  pemsangan target tersebut harus diterapkan.

Suka  ataupun tidak suka target tersebut harus dicanangkan dan jika seseorang tidak mampu memenuhi target tersebut, maka  akan mendapatkan  sanksi berupa pengurangan tunjangan atau pada saatnya nanti kalau hal tersebut tetap diabaikan, akan mendapatkan sanksi yang lebih dari sekedar tidak mendapatkan tunjangan, melainkan  teguran dan pada saatnya juga pemutusan hubungan kerja.  Untuk itulah  seharusnya  aturan ini dipahami sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, dan bukan untuk menambah beban.

Sikap positif thingking memang diperlukan agar tidak semua kebijakan itu diartikan sebagai usaha untuk  memperberat pekerjaan, melainkan semua dfiupayakan untuk memperbaiki  seluruh komponen yang ada, termasuk untuk menggugah para pegawai agar tetap semangat dalam pengabdian mereka kepada institusinya.  Nah, terkait dengan penetapan target kinerja  dalam instansi tersebut  tentu ada maksud yang sangat bagus, yakni meningkatkan  pelayanan kepada masyarakat pengguna dan sekaligus juga memantapkan langkah seluruh pegawai untuk lebih berdaya guna dan bermanfaat.

Untuk itulah bagi kita yang memang  ada ghirah untuk memperbaiki diri, sebaiknya memang dalam hal apapun  harus mencoba untuk memasang targetnya sendiri, semisal selepas kerja dan ekmudian masih ada keperluan diri sendiri ataun keoluarga, akan lebih bagus jika itu dilakukan dengan target yang disusun sehingga  dalam menjaalnkannya akan dapat diurutkan sesuai dengan prioritas.  Artinya kalau harus memilih anatra dua pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang sempit, maka kita harus mampu membacanya   dan setrusnya  akan mampu membuat prioritas dan kemudian menjalankannya dengan target tertentu.

Dengan demikian  kita pada saatnya akan terbiasa  untuk menjalankan segal sesuatu dengan  rencana lebih matang.  Keuntungannya ialah bila kita menjalani pekerjaan dengan rencana matang, itu akan mudah untuk dilakukan evaluasi dan pada saatnya tentu semua pekerjaan tersebut akan dapat dijalankan dengan baik.  Artinya jika  pada saat menjalankan tugas tersebut ternyata  ada halangan yang dapat menghambat kita untuk menjalankan tugas tersebut, kita akan  menggantinya  dengan waktu lain yang juga telah kita tentukan, dan demikian seterusnya.

Kita sangat ebrharap bahwa dengan membiasakan diri dengan target target tersebut kita akan  terbiasa dan sekaligus juga pekrjaan kita akan teratur dan tidak  ada pihak manapun yang memburu kita untuk  segera menyelesaikan pekerjaan, karena smeuanya sudah tertata dan tersusun dengan sangat bagus.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.