PARA CALON MAHASISWA PTKIN

Kalau tidak ada aral,  pengumuman  calon mahasiswa baru di PTKIN akan dilaksanakan pada Senin sekitar jam 14.00 secara langsung dan serentak.  Karena itu diharapkan kepada sleuruh calon yang sudah mendaftar untuk segera  melihatnya agar  pada saatnya nanti tidak akan kecewa, karena tidak mengikuti pengumuman tersebut.  Tentu bagi mereka yang belum dapat diterima melalui jalur prestasi, masih ada kesempatan untuk  mendaftar kembali lewat jalur ujian tulis yang sudah dibuka hingga tanggal 10 Mei mendatang.

Peminat untuk bergabung dengan PTKIN tahun ini mengalami peningkatan yang luar biasa, dan target yang telah dicanangkan oleh panitia, ternyata terlampaui jauh.  Dengan demikian calon yang  akan diterima sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan meningkat tajam menjadi lebih dari dua kali lipat secara nasional.  Namun memang kita masih  perlu meningkatkan segalanya, karena ternyata masih ada beberapa PTKIN yang masih kekurangan peminat, bahkan untuk memenuhi kuota saja masih belum sampai.

Salah satu faktor yang mempengaruhi peminat  ialah pengetahuan  masyarakat tentang PTKIN tersebut, karena secara umum PTKIN yang sudah mempunyai nama, akan selalu diserbu oleh para peminat, meskipun hanya dengan sosialisasi minim sekalipun.  Karena itu PTKIN  perlu melakukan sosialisasis ecara massif kepada masyarakat dan selalu saja  rajin dalam memasukkan berita kegiaan yang dilakukannya  pada media.

Kita yakin sangat banyak kegiatan yang sangat positif dan juga membanggakan yang dilakukan oleh PTKIN, baik oleh para mahasiswanya maupun oleh pada dosennya, namun karena kegiatan da prestasi tersebut hanya disimpan saja  tanpa dipublikasikan kepada khalayak, maka masyarakat tidak mengetahuinya. Akibat lebih lanjutnya ialah masyarakat tidaka mengetahui klegiatan dan prestasi PTKIN tersebut.  Akibat selanjutnya ialah masyarakat sama sekali tidak berminat untuk bergabung dengan PTKIN tersebut.

Jadi dalam aspek ini PTKIn  wajib melakukan  publikasi semua prestsi dan kegiatannya agar masyarakat semakin mengenalnya.  Kita sangat yakin bahwa jika PTKIN dikenal oleh masyarakat, baik  di sekitar kampusnya majupun oleh kalangan yang lebih las, pastinya  akan banyak peminat yang ingin bergabung dengan PTKIN tersebut.  Karena itu sekali lagi panitia nasional penerimaan  calon mahasiswa baru tahun depan harus mengalokasikan dana sosialisasi yang lebi banyak ketimbang tahun ini.

Kita juga tahu bahwa sekolah yang menaftar di PTKIN secara umum jauh di bawah jumlah sekolah yang ada, bahkan menurut hitungan kasar baru hanya sekitar seperempat jumlah sekolah yang ada.  Nah, kalau misalnya seluruh sekolah mengenal PTKIN dan juga prestasinya, tentu akan semakin banyak lagi calon mahasiswa yang berminat bergabung.  Sudah barang tentu semakin banyak yang berminat, maka akan semakin mudah untuk mendapatkan calon mahasiwwa yang berkualitas, karena seleksinya tentu akan lebih baik.

Memang bagi PTKIN yang sudah dianggap besar oleh masyarakat dan dikenal sebagai PTKIN yang berkualitas, masyarakat dengan sendirinya akan datang untuk bergabung, bahkan mereka akan bersiap siap jauh sebelumnya agar dapat diterima serbagai salah satu mahasiswanya. Mereka  sudah memprediksi bahwa  untuk bergabung dengan PTKIN tersebut  harus ada persiapan yang matang, karena saingannya cukup banyak dan kalau mereka tidak mempersiapkan diri secara baik, maka  mereka akan gagal  dan akhirnya mereka tidak akan dapat menjadi  mahasiswa PTKIN yang dituju tersebut.

Bahkan kalaupun misalnya  PTKIN yang demikian kemudian sama sekali tidak melakukan sosialisasi, tetap saja akan  banyak calon mahasiswa yang akan bergabung, karena sesungghnya sosialisasi tersebut tidak hanya pada saat sebelum pendataran, melainkan selama  perjalanan waktu. Jadi sesungguhnya semua yang dilakukan oleh PTKIN dan  sipublikasikan itu merupakan sosialisasi yang sangat efektif dan berjangka panjang.  Jadi dapat dikatakan semua PTKIN yang sudah besar  telah melakukan sosialisasi dengan sangat baik selama satu tahun penuh.

Barangkali  atas dasar kesimpulan ini, kita perlu lebih intensif dan mementingkan aspek sosialisasi tersebut, meskipun  tidak harus melupakan aspek lainnya yang selama ini  sudah kita kerjakan. Seluru pimpinan PTKIN harus  merasa berkewajiban untuk mengenalkan  PTKIN nya kepada masyarakat dan khalayak ramai, dan jangan hanya bersembunyi dengan segala kegiatan yang ada.  Sudah waktunya semua pimpinan untuk peduli dalam  membesarkan institusinya melalui publikasi kampusnya.

Para  calon mahasiswa yang  akan segera diumumkan tersebut tentunya sudah bersiap untuk menunggu pengumuman yang  memang sudah sangat diidamkannya tersebut, namun kita perlu mengingatkan kepada mereka untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sangat baik, karena kesempatannya  hanya sekali saja.  Kita mengingatkan hal tersebut karena kebiasaan diantara para calon tersebut masih ragu, sehingga mereka kemudian mendaftar lagi  melalui jaqlur ujian masuk PTKIN untuk mengadu nasib dengan  memilih prodi tertentu.

Akibat trend tersebut terkadang mereka yang sudah diterima melalui jalur prestasi tersebut jusru tidak memanfaatkan  kesempatan tersbeut untuk segera mendaftar ulang dan registrasi.  Bahkan  terkadang mereka yang tidak mendaftar ulang tersebut jumlah sangat  banyak hingga sampai lebih dari 40%.  Kita menduga bahwa  keengganan mereka untuk mendaftar ulang tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi mereka.  Namun amat disayangkan kalau ternyata   faktoirnya ialah tentang informasi yang kurang valid sehingga akan merugikan mereka sendiri.

Faktor yang ada biasanya sekitar doble mendaftar, yakni  ada  siswa yang oleh sekolahnya didaftarkan kepada  sistem yang memang ditawarkan, baik oleh sistem SNMPTN  maupun  oleh SPAN PTKIN yang semuanya sama  yakni  jalur prestasi, walaupun tentu program studi yang diambil pasti berbeda, karena tidakada prodi yang sama dan ditawarkan oleh kedua jalur tersebut.  Nah, setelah keduanya ternyata diterima, karena memang mempunyai prestasi, maka  kemudian  merka memilih salah satunya dan meninggalkan yang lain.

Nah, daam kondisi demikian, pastinya salah satu calon almaternya akan tidak terisi dan itulah penyebab utama  mengapa  mereka tidak daftar ulang.  Namun ada banyak pula yang faktor penyebab merweka tidak mendaftar ulang, yakni karena mendapatkan informasi  yang dianggapnya lebih menjanjikan, yakni adanya  prodi  yang  lebihdisukai.  Nah,  karena merasa mampu untuk berdaing dengan yang lain, maka mereka kemudian emndaftar lagi melalui ujian tulis dan aka menempuh ujian tersebut dalam memilih prodi favoritnya.

Dengan demikian  posisi  mereka yang sudah diterima melalui jalur prestaqsi akan ditinggalkan,sehingga kuota yang ada akan sia sia, padahal  masih banyak yang meminatinya.  Dalam kondisi ini sesungguhnya mereka telah merugikan  yang lain.  Mungkin juga ada sebab lainnya lagi, yakni   tidak adanya minat untuk meneruska kuliah karena berbagai alasan.  Sebagaimana kita tahu bahwa untuk jalur prestasi tersebut sekolanyalah yang mendaftarkan dan bukan siswanya secara langsung, sehingga bisa saja  siswa justru kemudian tidak berminat setelah dterima.  Ini juga akan merugikan  yang lain yang tidak emndaqptakna  kuota.

Intinya kita sangat berharap kepada mereka yang berminat untuk bergabung dengan PTKIN, sebaiknya sudah ada minat yang mantap sejak awal sehingga tidak akan merugikan  calon lainnya.  Jika memang sudha mantap, maka sebaiknya hanya mendaftar di satu PTKIN saja dan kemudian mantap untuk melangkah selanjutnya.

Pada akhirnya sekali lagi  bahwa  pengetahuan mengenai TKIN secara utuh sangat dibutuhkan sehingga minat yang ada  akan benar benar mantap dan tidak lagi  mudah dipengaruhi oleh apapun.  Hal itu merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi kesuksesannya dalam menempuh studi di PTKIN tersebut.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.