JAGA SPORTIFITAS

Pionir atau pekan ilmiah olah raga, seni dan riset telah dimulai sejak kemarin yang secara langsung dibuka oleh menteri Agama RI di lapangan UIN Arraniri Banda Aceh, karena itu semua pihak mengharapkan bahwa kegiatan dua tahunan tersebut akan dapat berjalan  dengan baik dan menghasilkan prestasi bagai para mahasiswa PTKIN.  Mungkin meraih juara  dan memenangkan setiap p[ertandingan  adalah merupakan sebagian dari tujuan keikutsertaan  delagasi, akan tetapi jangan sampai tujuan tersebut kemudian menghalalkan segala cara.

Setiap kali ada event pertandingan maupun perlombaan, setiap kontingen akan berusaha secara maksimal untuk meraih prestasi, akan tetapi prestasi itu sesungguhnya identik dengan  pencapaian maksimal atas sebuah  hal yang ditekuni, seperti olah raga, seni dan lainnya.  Jika  ada pihak yang hanya berharap memenangkan sebuah pertandingan atau perlombaan tanpa  dibarengi dengan usaha maksimal, maka yang akan terjadi ialah bagaimana  dapat emncurangi pihak lain.

Nah itulah yang sejak awal sudah kita haramkan, apalagi kalai ini menatas namakan  sebuah perguruan tinggi Islam yang tentu akan menjunjung tinggi nilai kejujuran dan sportifitas serta kebersamaan.  Sebagaimana amanat menteri agama bahwa  kebersamaan dan  silaturrahmi dalam rangka pelaksanaan pionir ini  justru jauh lebih penting  daripada hanya sekedsar memeenangkan sebuah pertandingan maupun perlombaan.  Karena itu kita memang harus bersama sama menjaga kejujuran dan kebersamaan tersebut tanpa reserve.

Biasanya pada saat tertentu, misalnya keinginan yang demikian menggebu,  pihakpihak tertentu lupa akan tujuan utama  dari  perlombaan tersebut sehingga phak tersebut akan mampu melupakan sportifitas dan mencurangi pihak lain.  Pencurangan tersebut dapat dilakukan oleh atlet atau peserta perlombaan itu sendiri maupun dapat dilakukan oleh pihak panitia dan juga oleh pihak wasit atau juri.Biasanya hal hal yang snagat rawan  dan mudah untuk melakukan kecurangan ialah perlombaan dan pertandingan yang tidak terukur  secara tegas.

Bahkan kalaupun ada pertandingan yang secara tyegas dapat dilihat dengan kasat matapun terkadang  tega untuk dilakukan kecurangan tersebut.  Bagaimana kita  dapat menyaksikan betapa seorang wasit dalam pertandingan olah raga dapat melakukan hal hal yang merugikan pihak lain, yakni dengan terus membuat keputusan yang kontroversial dan emmenangkan tim tertentu.  Nah, kalau hal tersebut sudah  dipraktekkan, maka  kebersamaan tentu akan sangat sulit untuk dibangun dan  kejujuran juga akan semakin menjauh.

Bahkan pada akhirnya kemenangan yang telah diraihpun juga tidak akan emmbawa banyak manfaat, terkecuali hanya status kemenangan yang disertai dengan  olokan pihak lain.  Sudah barang tentu kita semua dan setiap pihak pasti akan berusaha  secara maksimal untuk menunjukkan kehebatannya, akan tetapi kalau kemudian ada pihak tertentu yang justru tidak bertindak sportif, maka sesungguhnya  mereka itulah yang telah merusak semuanya.

Bagaimanapun sebagai tian rumah biasanya aan mendapatkan banyak keuntungan, seperti adanya tambahan motivasi untuk bertanding dan berlomba, serta suporter yang pasti akan banyak memberikan dukungan kepada  tim tuan rumah.namun biasanya juga masih ada usaha lainnya yang justru akan menodai seulurh event yang sedang dipertandingkan dan perlombakan.  Karena itu  hal hal seperti itu selalu saja diingatkan untuk tidak dipraktekkan, seperti memberikan  pesan yang terus menerus kepada smeua pihak agar  seluruh event dapat berjalan dengan sangat bagus dan meuaskan semua pihak.

Apalah artinya jika kemenangan tersebut harus  menghnacurkan pihak lain atau mencurangi pihak lain?  Padahal semua yang bertanding dan berlomba adalah sesama mahaisswa muslim yang bernaung di PTKIN.  Kita tentu juga akan merasa gagal dalam pembinaan moral dan akhlak  kepada mereka, karena ternyata dalam bidang tertentu mereka justru dengan sengaja melakukan ketidak jujuran  padahal kejujuran itu merupakan hal asasi yang  harus selalu dipelihara oleh sleuruh komponen  civitas akademika PTKIN.

Justru menurut saya  akan jauh lebih menyenangkan jika seluruh peserta dalam pionir kali ini mendapatkan  kejuaraan secara lebih merata, karena hal tersebut sekaligus juga menunjukkan  bahwa pembinaan kepada mahasiswa di PTKIN relatif  bagus, dengan bukti bahwa seluruh mahasiswa dapat berprestasi maksimal, walaupun  tidak mendapatkan  juara atau juara umum.  Kita tentu akan sangat bangga dengan kondisi demikian  bahakn mungkin kalaupun sama sekali tirak mendapatkan kejuaraan sekalipun, kita akan merasakan  kegembiraan tersebut.

Kalau mahasiswa mungkin saja masih mudah terpengaruh oleh hal hal yang sifatnya negatif sehingga ketika ada keinginan tertentu, mereka dapat saja terpengaruh untuk melakukan hal hal tidak sportif.  Oleh karena itu  kita sebagai para pembina dan dosen haruslah melakukan  pencegahan secara dini agar semua hal yang memalukan tersebut tidak akan muncul dalam event yang besar kali ini.  Kita memang tidak akan mencurigai siapapun, namun hanyalah sekedar mengingatkan kepada smeua pihak agar tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan antara seluruh mahasiswa PTKIN.

Bahkan  keinginan yang snagat besar untuk memikirkan bagaimana meraih kejuaraan  tersebut terkadang juga tidak jujur dalam menentukan jenis perlombaan dan pertandingan, semisal jika  tuan rumah kuat dalam sebuah  pertandingan atau perlombaan tertentu, maka  jenisnya akan ditambah dalam hal  medalinya, dengan harapan bahwa  mayoritas  medali akan didapatkannya, meskipun hanya dari satu dua jenis pertandingan atau perlombaan saja.

Kita masih ingat dan merasa  sangat  prihatin dengan pionir  yang   di salah satu cabang pertandingannya diperbanyak medalinya, karena  tim tuan rumah sangat kuat dalam  cabang tersebut, sehingga  benar tuan rumah mendapatkan  juara umum hanya denganmengandalkan satu cabang saja.  Ini  juga  sudah mencederai kebersamaan, karena ternyata  ada usaha tersembuny9i yang dilakukan dengan sangat sitematis dan pastinya akan merugikan pihak lainnya.

Menurut saya  kementerian agama  sebagai induk  dari seluruh PTKIN perlu melibatkan diri dalam hal hal demikian, dan  kita sudah  melakukan upaya tersebut sejak  beberapa tahun yang lalu setela menyaksikan betapa  kecewanya para kontingen yang mengalami hal menyedihkan tersebut.  Artinya kementerian agama  juga harus memberikan pertimbangan rasional kepada panitia  lokal agar tetap melakukan keadilan dalam  jumlah dan jenis  yang diperlombakan dan pertandingkan agar semua pihak menjaid puas, meskipun nantinya kalah dalam bertanding.

Pionir kalai ini memang diharapkan akan menjadi  lebih baik ketimbangan sebelumnya dan  kepuasan semua kontingen harus tetap dijaga dengan memberikan kepastian megenai kejujuran dan sportifitas yang tinggi.  Kepuasan semua pihak memang tidak akan didapatkan, karena pasti  ada pihak tertentu yang merasa kurang dan  tidak diberikan keadilan, akan tetapi jika  usaha untuk berbuat yang terbaik sudah dilakukan, tentu secara soportif akan diakui oleh  mayoritas kontingen.

Artinya kalaupun ada  sebagian ihak yang  melakukan protes karena merasa diperlakukan tidak adil, maka itu harus diselesaikan dengan sangat bijak, karena itu merupakan hal biasa, terkecuali kalau memang ada kecurangan yang kasat mata  yang smeua orang akan dengan mudah untuk melihatnya, maka itu yang harus dijauhkan dari event yang sangat  bagus ini.  Prinsipnya kita akan  sangat berterima kasih kepada  pihak panitia dan tuan rumah yang sudah menyelenggarakan pionir ini dengan sangat bagus dan tetap menjunjung tinggi nilai nilai sportifitas.

Semoga pada saat selesainya pionir nanti semua oihak akan merasakan  kepuasan dan kenangan yang sangat manis kepada UIN Arraniry banda Aveh yang telah sukses  menyelenggarakan pionir ke 8 tahun 2017. Kepuasan dan kenangan manis tersebut  akan dikenang sepanjang masa dan pasti akan melahirkan sebuah kerinduan untuk datang kembali ke tanah rencong ini. Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.