MARI MERENUNG UNTUK KARUNIA TUHAN

Pada hari Minggu seperti saat ini, apalagi besuk Senin juga libur Isra’ Mi’raj, tentu akan banyak waktu luang, karena itu akan emnjadi sangat bermakna jiia kita mampu memanfaatkannya untuk hal hal posistif, baik bagi diri kita dan keluarga maupun  bagi masyarakat secara umum.  Setidaknya kalau kita tidak mampu berbuat kebajikan, kita tidak  akan merugikan pihak lain dengan melakukan kemaksiatan atau perbuatan negative.   Sebaiknya jika kita emmang tidak mampu berbuat kebikan, akan jauh lebih bagus jika kita mampu merenung merefkleksikan kehidupan kita.

Artinya kita akan lebih bagus merenungkan segala seuatu yang sudah kita jalani dan  pemberian Tuhan kepada kita, sebab jika kita mau melakukan hal tersebut, pastinya akan timbul kesadaran dalam diri kiota bahwa selama ini Tuhan sudah begitu banyak memberikan kemuhakan dan  nikamat Nya kepada kita, dan apa yang kita lakukan seungguhnya belum sebanding dengan kerunia tersebut.  Dengan perenungan  yang demikian kiranya kita akan sadar diri dan akhirnya kita akan bersyukur terhadap semua hal yang sudah diberikan kepada kita.

Bukankah  sikpa kita  memang seharusnya demikian, karena bagaimanapun juga ajaran agama kita  menekankan agar kita senantiasa mensyukuri nikmat Tuhan yang  kita tidak mampu menghitungnya.  Bahkan sejak kita bangun tidru hingga tidur kembali sungguh luar biasa nikmat Tuhan tersebut.  Hanya orang orang yang tidak tahu diri dan tidak sadar sajalah yang masih belum mampu merasakannya, karena hatinya yang tamak, sehingga banyaknya kebaikan tidak mampu dilihatnya, dan  dia hanya  melaihat kekurangan demi kekurangan.

Berbahagialah mereka yang mampu merefleksikan diri sedemikian rup[a sehingga  timbul kesadaran yang terdalam dalam dirinya, karena kalau ssorang sudah demikian sadar terhadap hal hal fundamental tersebut, itu artinya dia sudah menemukan jati dirinya dan merupakan modal yang paling baik untuk menatap dan menjalani kehidupan berikutnya.  Dengan bekal yang demikian kita yakin bahwa kehiodupannya akan senantiasa dikerumuni oleh kesejahteraan dan kebehagiaan.

Pikiran positif terhadap Tuhan, tentu tidak akan menyisakan  pikiran negatif terhadap Nya, dan itulah sesungguhnya yang kita idamkan.  Artinya jika kita mampu untuk terus mengembangkan pikiran positif dalam diri kita,  pastinya kita tidak akan terseret untuk curiga kepada siapapun, apalagi kepada  Tuhan.  Nah, dengan  demikian semua yang tampak oleh kita akan menjadi sangat baik dan menarik serta kita pun juga akan tergiur untuk melakukan segala seesuatu yang baik baik atau yang positif.

Pada saat menjalani libur panjang seprti saat ini, tentu masing masing orang sudah merencanakan sesuatu yang terbaik bagi diri mereka beserta keluarga, namun jika ada yang masih  tenang tenang saja tanpa rencana apapun, sebaiknya memang merenungkan segala sesuatu yang telah dijalaninya selama ini.  Mungkin  dalam perenungan tersebut akan muncul hal hal lucu yang pernah dilakukan atau bahkan kenakalan saat masih kecil dahulu atau bahkan mungkin sesuatu dosa yang pernah dilakukan pada zaman dulu.

Nah, dengan merenungkan semua  perjalanan hidup kita tersebut, kita akan mendpatkan hal baru sebagai pengalaman, dan selanjutnya dapat dijadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh dan lebih baik serta selamat.  Jadi dengan begitu merenung tersbeut menjadi sangat penting bagi siapapun, karena akan memunculkan pengertian dan kesadaran penuh untuk menata hidupnya lebih baik lagi serta memohon ampunan atas segala salah yang pernah dilakukannya.

Bagi mereka yang sudah merencanakan sesuatu untuk diri dan keluarganya, tentu juga perlu menjalninya dengan baik serta tetap hati hati agar tidak sampai menyesal  di belakangnya.  Barangkali diantara  kita ada yang melakukan perjalanan jauh untuk sekedar rekreasi dengan keluarga atau melakukan pertemuan dengan kawan kawan lama sebagai bentuk reuni atau silaturrahmi, smeuanya  tetap harus  dijalankan dengan hati hati dan wspada, agar semuanya dapat berjalan dengan baik dan selamat.

Bagi mereka yang mengadakan pertemuan dengan kawan kawan lam juga seharusnya dilaksanakan dengan penuh keceriaan agar muncul kenangan baik setelah nantinya berpisah kembali dan masing masing sudah berada di keluarganya.  Tentu kenangan manis tersebut sangat diperlukan untuk sekedar  pencerahan diri dan kebugaran, karena bagaimana pun bersilaturrahmi dan bertemu dengan banyak teman yang sudah lama tidak pernah ketemu, akan melahirkan  kegembiraan tersendiri.  Bahkan kenangan masa lalu tentang berbagai hal, termasuk yang lucu, yang gila dan lainya akan muncul dengan indah terasakan.

Hal terpenting dalam pertemuan seperti itu ialah masing masing harus menjaga diri agar tidak terjadi sesuatu yang dapat menyebabkan  munculnya persoalan baru.  Artinya jika kita semua menyadari betapa pentingnya silaturrahmi tentu kita akan menjalaninya dengan  sangat  hati hati, karena  sudah barang pasti semua orang mempunyai karakter yang berbeda beda, yang kalau tidak kita sadari terkadang akan menimbulkan persoalan dalam hubungan berikutnya.

Kembal;I kepada perenungan  diri sebagaimana disebutkan di atas,  seharusnya masing maisng kita memang harus mempunyai waktu tersendiri untuk melakukan evaluasi diri atau perenungan tersebut.  Kita dapat melakukannya dalam beberapa bulan sekali agar  masih segar dalam ingatan kita tentang perilaku kita selama itu.  Jangan jangan kita justru telah terjebak dalam persoalan dosa ynag selama itu tidak kita sadari, karena masih tertutup dengan sesuatu yang kita anggap sebagai sebuah kebajikan.

Bisa saja kita menganggap bahwa apa yang kita lakukan pada saat tertentu itu masih tergolong sesuatu yang diperbolehkan, namaun ternyata di kemudian hari ternyata hal tersebut ternyata dilarang atau setidaknya dijhimbau untuk ditinggalkan.  Nah, hal hal seperti itu jika kita tidak melakukan evaluasi diri secara berkala, kita tidak akan mengetahuinya dalam waktu yang lama.  Tentu kita tidak ingin terjebak dalam kesalahan yang terus menerus, tanpa pernah kita sadari.  Sebagai manusia kita memang tidak akan selamanya benar dan berada dalam jalur yang aman.

Nah, oleh kerena itulah perenungan tersebut diperlukan agar  kalaupun kita melakukan  hal ahl buruk  akan segera kita ketahui dan kita masih mempunyai waktu banyak untuk melakukan perbaikan.  Kita menyadari bahwa  sebagai hamba Tuhan yang bweriman, kita tentu berkeinginan untuk terus melakukan hal terbaik dan menghindarti sesuatu dan apapun yang buruk serta dilarang oleh Nya.  Sementara itu sebagai manusia biasa terkadang kita khilaf dan tidak menyadari abwha apa yang kita jalani dan lekukan ternyata merupakan salah satu yang dilarang oleh Nya.  Itulah mengapa kita memerlukan evaluasi diri yang menyeluruh agar kita  dapat memperbaiki hidup kita.

Atas dasar itulah  akan jauh lebih baik jika kita  selalu melakukan muhasabah diri, kalau bias setiap hari, ataupun setiap seminggu sekali atau sebulan sekali atau tiga bulan sekali atau setidaknya satu tahun sekali.  Muhasabah dan perenungan yang terbaik memang  setiap hari, yakni setiap malam saat kebanyakan manusia sedang terlelap tidur dan kita menghitung perbuatan kita.  Suasana sepi dan  tidak ada yang menggangu itulah yang memudahkan kita untuk berkonsentrasi sehingga seluruh rekaman hidup kita akan  dengan  mudah muncul di hadapan kita.

Namun jika  kita memang kesulitan  untuk itu, kita masih dapat melakukan  perenungan dan evaluasi tersebut seminggu sekali, yakni pada saat kita sedang mempunyai banyak waktu senggang sehingga kita tidak tersibukkan oleh pekerjaan rutin yang pasti akan menyita  konsentrasi kita.  Apapun yang kita rencanakan, tetapi merenung  untuk bermuhasabah itu snagat penting dan harus kita lakukan.  Semoga kita akan mempunyai  banyak waktu untuk melakukan muhasabah tersebut sehingga hidup kita akan menjaid lebih baik dan bermakna. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.