SEMANGAT KARTINI

Kita tahu bahwa saat ini bangsa Indonesia seharusnya memperingati hari Kartini sebagaimana dahulu selalu melakukannya.  Hanya saja sejak  uforia reformasi  kemudian banyak anak bangsa seolah melupakannya.  Bukankah reformasi itu untuk memperbaiki sesuatu yang tidak atau kurang baik? Lalu kenapa justeru hal yang sudah menjadi tradisi baik dan memberikan inspirasi baik bagi bangsa ini kemudian tergerus dan dilupakan?

Tentu ghal itu bukan karena reformasinya yang salah, melainkan  anak anka bangsanya yang  belum siap untuk menjalani reformasi etrsebut sehingga seolah reformasi itu merombahk seluruh tatanan, termausk yang sudah snagat baik sekalipun.  Bahkan pada awal reformasi dahulu reformasi dimknai sebagai penumbangan semua yang sudah mapan.  Ini semua  sungguh snagat memperihatinkan kita, karena tujuan reformasi itu sendiri tidak tercapai dengan baik, malah sebagian hal yang baik juga ikut tergerus dan hilang.

Saat ini kita masih mempunyai kesempatan untuk memperbaiki diri, yakni mengingat semua yang baik  yang sudah pernah kita jalani, lalu  mandek, mari kita munculkan kembali, karena hal itu akan memberikan sumbangan yang signifikan bagi anak bangsa untuk  lebih maju, atau untuk memberikan apresiasi kepada pendahulu yang telah berjaa banyak untuk anak negeri ini.

Ibu kartini telah berjasa memberikan perhatian yang sangat luar biasa bagi anak anak perempuan negeeri ini agar tidak tertinggal dengan kaum laki laki, karena pada saat itu mereka hanyalah sebagai makhluk domestic yang hanya  berada di dalam rumah dan  itu juga masih  di belakang.  Perempuan seolah hanya sebagai pelengkap kehiodupan bagi kaum laki laki, sehingga mereka sama sekali tidak mempunyai harapan dan tidak mempunyai peran apapun dalam membina  dan mensejahterakan rumah tangga.

Lalu tampillah ibu Kartini memberikan dobrakan  kepada kaum perempuan agar mereka juga  mendapatkan pendidikan yang layak dan sejajar dengan kaum laki laki dan sekaligus nantinya juga dapat berperan sebagaimana laki laki dalam berbagai hal termasuk dalam wilayah public.  Saat ini kita sudah merasakan betapa hasil dari emasipasi yang didengungkan oleh beliau telah  dapat dirasakan, meskipun masih terus diperjuangkan agar benar benar lebih berperan yang maksimal.

Namun demikian kita juga berharap ada pengertian diantara umat ini  agar pengertia emansipasi dimaknai secara benar dan tidak keblinger.  Artinya bukan berarti emansiopasi itu harus sama persis peran dan tanggung jawab antara perempaun dan laki laki, karena secara alamiah pasti akan  diperoleh perbedaan yang tidak mungkin disamakan.  Sebagai contoh perempuan itu  hamil dan jkuga melahirkan, menyusui dan lainnya, tetapi laki laki tidak akan mungkin melakukan hal hal tersebut.

Untuk itu yang terpenting ialah bagaimana perempuan tidak terkekang dalam kaitannya dengan perannya di masyarakat dan dalam kehidupan ini.  Sedangkan untuk kehidupan rumah tangga sebaiknya memang dirembuk bersama dan  dilakukan pembagian tugas yang adil dan smaa sama nyaman dalam menjalankannya.  Kaum perempuan pada dasarnya  mempunyai kewjiban yang sama dengan kaum laki laki khususnya terkait dengan keberadaannya sebagai hamba Allah swt, namun  sangat mungkin  akan mempunyai tanggung jawab dan kewajiban yang sedikit berbeda dalam kaitannya dengan kehidupan rumah tangga.

Perempuan  juga mempunyai hak yang sama dalam kaitannya memperoleh pengetahuan dan ksempatan  pengembangan diri, serta menduduki pos pos tertentu dalam kehidupan duniawi, baik yang sifatnya  besar maupun kecil.  Dengan demikian perempuan seharusnya juga mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk menjadi politisi, menjadi pejabat, menjadi pengusaha dan lainnya.  Demikian juga dalam kaitannya  dengan beribadah mereka juga mempunyai hak yang sama, karena Tuhan memang tidak membedakan mereka.

Hal yang sangat jelas digaruiskan oleh Tuhan ialah bahwa semua manusia itu mempunyai hak yang sama, baik yang berkulit puith, berkulit hitam, kuning, sawo matang dan lainnya, karena yang dianggap oleh Allah swt ialah tentang ketaqwaannya.  Bahkan dalam sebuah hadis Rasul pernah mengatakan bahwa Allah itu sama sekali tidak akan memandang seseorang itu dari sisi lahirnya, rupa dan bentuk tubuh seseorang, tetapi  Dia hanya akan memandang  seseorang dari hati dan perbuatannya.

Sangatlah beralasan jika kemudian kita harus  menghormati kaum perepmuan, dalam hal ini  untuk bangsa Indonesia kita harus tetap memperingati hari Kartini untuk mengingatkan kepada generasi muda dan anak anak kita agar terionspirasi untuk maju dan tidak minder dengan bangsa lain.  Kaum perempuan tuidak boleh kalah dengan kaum laki laki, tetapi seharusnya mereka saling berkompetisi secara  wajar dan fair untuk mendapatkan hak hak dan kesempatan dalam berbagai hal yang terkait dengan kehidupan di dunia.

Kita dahulu tidak mengerti kenapa kaum perempuan pernah mengalami nasib yang sangat tragis dan  seolah tidak dianggap sebagai manusia seutuhnya, melainkan hanya sebagai konco  wingking atau makhluk kedua saja, sehingga kebanyakan mereka sama sekali tidak mempunyai  kemampuan untuk bangkit dan  melakukan sesuatu yang dapat mengantarjkan diri mereka menjadi sosok yang bermanfaat bagi banyak orang.  Padahal nabi Muhammad saw sendiri telah mengatakan bahwa sebaik baik orang ialah mereka yang  bermanfaat bagi banyak orang atau orang lain.

Secara umum bahkan Islam telah begitu memberikan penghargaan yang tinggi kepada kaum perempuan tersebut, terbukti kaum perempuan disebut dalam banyak hal di dalam ayat ayat Tuhan, bahkan ada satu surat yang diberi nama dengan perempuan.  Nabi sendiri  dalam banyak kesempartan juga  menghimbau dan mewajibkan umatnya untuk menghormati kaum perempuan.  Secara khusus bahkan Nabi pernaha menjawab pertanyaan seorang sahabat tentang siapapkah yang  harus diperlakukan dengan sangat baik, lalu Nabi menjawab dengan perkataan “ibumu”, lalu setelah diterusjkan pertanyaannya, Nabi tetap menjawab “ibumu” hingga tiga kali, kemudian baru “ayahmu”.

Ini sungguh luar biasa penghargaan Islam kepada kaum perempuan, karena itu  sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk memberikan kesempatan kepada anak anak kita yang perempuan untuk  belajar dan belajar sehingga mereka akan dapat memperoleh pengetahuan yang  relative sama dengan kaum laki laki.  Persoalan next nya itu tergantung kepada mereka, karena yang terpenting bagi kita ialah membekali mereka dengan pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai modal  dalam mengarungi kehidupan dunia ini.

Kembali kepada peringatan hari Kartini, kita memang sangat perlu  membiasakan diri serta menganjurkan anak anak kita untuk membaca sejarah perjuangan bangsa ini, agar mereka  mempunyai pengertian yang utuh tentang bangsa ini dan tidak melupakan jasa para pahlawan serta mereka yang berjasa kepada Negara dan bangsa.  Kebanyakan diantara kita saat ini tidak mengetahui secara persis peristiwa perjuangan para pendahulu kita, dan hanya mendapatkan informasi dari catatan dan buku.  Karena itu anak anak kita harus dianjurkan untuk membaca buku sejarah agar mereka dapat ikut merasakan betapa perjuangan dahulu itu sangat luar biasa.

Selamat hari Kartini tahun 2017, semoga kita sebagai bangsa yang mampu menghargai karya dan perjuangan  bangsanya, dapat meneruskan perjuangan  mereka, khususnya  tentang perjuangan  Kartini untuk membebaskan kaum perempuan dari belenggu yang menyiksa mereka lahir dan batin.  Meskipun saat ini nasib perempuan Indonesia sudah lebih bagus, tetapi masih banyak PR yang harus kita tunutaskan, dank arena itu kita harus terus mengupayakannya.

 

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.