DZIKIR BERSAMA

Kata dzikir di kalangan umat mIslam  sudah menjadi hal yang biasa, karena  disamping sudah menjadi kebuasaan umat, juga sekaligus ada dalam peribadatan umat Islam.  Karena itu tidak heran jioka kata tersebut sudah sangat popular di kalangan umat Islam.  Bahkan  Allah swt sendiri telah menjanjikan sebuah kondisi yang sangat dirindukan oleh semua orang, jika  dzikir tersebut dijalankan, yakni bahwa  dengan berdzikir hati itu akan menjadi tenteram.

Namun berdzikir tersebut bukan sekedar melafalkan kalimat “la ilaha illallah” semata, melainkan justru yang lebih penting ialah bagaimana kita senantgiasa mengingat Allah dalam segala keadaan.  Artinya  kesadaran kita bahwa Allah senentiasa memonitor keseluruhan langkah kita, sehingga dengan sadar pula kita akan menjadi malu jika akan melakukan hal hal tercela dan maksiat.  Nah, dengan demikian  jika seseorang itu berdzikir, maka dia akan selalu berada dalam koridor kebaikan dan terjauhkan dari hal hal yang dosa.

Memang kita tahu bahwa dzikir yang terbaik ialah dengan membaca lafadh “la ilaha illallah”, akan tetapi jika  lafadh tersebut diucapkan sambil direnungkan secara mendalam,  nah, jika  hanya sekedar membacanya, apalagi  sama sekali tidak menyadari apa yang dibaca, tentu tidak aka nada pengaruhnya secara langsung, walaupun tetap dianggap dzikir dan baik baginya.  Esensi berdzikir itu ialah menyadari bahwa ada Tuhan  yang hadir dan mengawasi sepak terjang kita.

Mungkin kalau kita hanya sekedar membaca kalaimat tahlil tersebut secara  tidak menyadari hakekat yang terkandung di dalamnya, kita belum akan dapat ketenangan hati, terbukti masih banyak umat muslim yang   lidahnya melafadhkan  kalimat tahlil tersebut, tetapi perbuatannya masih  tidak baik, dan hatinya pun juga belum dapat tenang sebagimana  dijanjikan oleh Allah sendiri.  Karena iktu sesungguhnya  berdzikir tersebut harus disadari dan kemudian diresapi dengan baik, sehingga akan berdampak pada diri kita.

Berdzikir itu dapat dilakukan secara sendiri dan juga dapat dilakukan dengan berjamaah atau bersama sama.  Sebagaimana amalan lainnya secara nilai iabadah mungkin akan lebih banyak jika dilakukan secara bersama sama, namun  untuk dampaknya mungkin akan lebih terasa jika dilaksanakan sendiri, lebih lebih jika  hal tersebut dilakukan pada saat  kebanyakan manusia sedang tertiru lelap, yakni pada malam hari.  Hanya saja sesungguhnya semua itu  tergantung kepada masing masing orang, karena untuk  penyerapan terhadap hakekat kalimat talil tersebut sangat tergantung kepada orangnya, dan bukan kepada situasinya.

Bisa saja orang sangat konsentrasi dalam setiap dzikirnya, baik pada saat sendiri maupun saat sedang bersama sama dengan orang lain, begitu juga  bias saja orang tetap tidak akan dapat berkonsentrasi berdzikir dalam kondisi apapun. Namun biasanya konsentrasi itu akan lebih mudah didapatkan jika dalam kondisi hening dan tidak ada gangguan apapun di sekitar kita.  Itulah emngapa meskipun kita  dapat berkonsentrasi  di depan banyak orang,  tetap disarankan  agar  mendawamkan untuk berdzikir dalam  sepertiga malam terakhir.

Itu semua jika dilakukan dalam upaya mendekatkan dirin kepada Tuhan yang muncul dari dalam diri, namun jika  dorongan untuk berdzikir tersebut dilakukan oleh pihak lain, maka berdzikir bersama itu akan jauh lebih baik, setidaknya akan menghilangkan prasangka butruk pihak tertentu.  Nah, dalam kondisi seprti itu sebaiknya kita menata niat sejak awal sehingga kita akan dapat mengusir segala macam penyakit hati, seperti riya’, sombong, atau  lainnya.  Berdzikir bersama tersebut akan juga mempunyai nilai tambah, yakni pengaruh  baik kepada pihak lain untuk melakukan hal sama, terutama pada saat berdzikir.

Jika dzikir bersama tersebut dipimpin oleh seorang ulama yang mempunyai pengaruh besar di kalangan umat,  tentu akan lebih bagus lagi karena banyak orang akan terpengaruh dengan perilakunya yang juga baik pada saat  di luar dzikir tersebut.  Itulah mengapa kita sangat perlu  mendorong masyarakat untuk menghadiri dan mengikuti dzikir bersama agar mereka juga  tertarik untuk melakukan hal yang terbaik bagi diri mereka.

Itulah mengapa kita terus mengupayakan dzikir bersama tersebut secara rutin kita laksanakan  dengan bekerjasama  dengan alHidmah.  Dalama menyemarakkan  peringatan dies natalis ke 47 tahun ini, kita juga akan menggelar dzikir bersama tersebut pada hari Ahad tanggal 2 April 2017 nanti yang dipusatkan di kampus 3.  Dalam realisasnya kegiatan dzikir bersama tersebut tidak hanya  membaca kalimat tahlil semata, melainkan juga bacaan bacaan lainnya, sehingga tidak akan membosankan, dan biasanya juga diakhiri dengan tausiyah  keagamaan.

Bacaan yang  biasa dalam kegiatan dzikir tersebut antara lain  surat Yasin, tahlil secara lengkap,  manakib Syeih Abdul Qadir al-Jilani,  Maulid diabi, atau Syibhud Durar dan semacamnya.  Dengan variasi bacaan tersebut kiranya  para jamaah yang menghadiri majlis dzikir tersebut  sekaligus akan merasakan betapa nikmat dan syahdunya memuja dan memuji kepada Allah swt.  Terkadang  tanpa diadari kita akan mengeluarkan air mata keharuan dan kesayahduan.

Namun sesungguhnya bukan menangisnya yang kita cari melainkan justru kesan mendalam dalam hati masing masing orang yang menghadirinya, sehingga pada saatnya akan mampu emnggugah hatinya untuk terus merasakan kesyahduan tersebut dalam keseluruhan hidupnya.  Nah, kalau ini berhasil, kita sangat yakin bahwa pembinaan akhlak dan pembinaan umat secara umum akan lebih mudah, dan suasana damai juga akan mudah untuk diciptakan.

Dzikir, bagaimanapun tetap kita butuhkan untuk menenteramkan jiwa kita yang  saat ini sudah sangat banyak dicemari oleh polusi berbagai bidang.  Dengan ketenangan jiwa dan pikiran tersebut, kita akan mampu untuk lebih jernih dalam merancang dan memikirkan  penataan umat.  Bukankah kita hisup di dunia ini harus terus berusaha untuk menjadi lebih sempurna, melalui perbuatan nyata kita dan lebih mendekatkan diri kita kepada Allah swt. Gegap gempitany dunia ini sudah begitu menyita waktu dan perhatian kita sehingga terkadang kita harus melupakan ibadah kita kepada Tuhan.

Dengan kegiatan dzikir bersama tersebut kita berharap seluruh warga kampus dan juga masyarakat sekitar akan emnjadi semakin membaik, semakin  terjalin kebersamaan yang lebih akrab dan semakin terjadi saling pengertian  dalam berbagai kepentingan umat manusia.  Berbgai kepentingan yang bervariasi etrsebut akan  semakin liar jika tidak dikelola dengan baik.  Jika jiawa dan pikiran kita tenang, maka semuanya akan terasa sangat mudah dan  bahkan seolah tanpa ada masalah yang berarti yang muncul.

Kalau kita masih merasa bahwa kegiatan dzikir bersama yang dilaksanakan oleh lembaga kita masih dirasa kurang, kita  bisa saja melakukannya di lingkungan kita masing masing bersama dengan masyarakat sekitar kita.  Bahkan kalaupun misalnya menghendaki dilaksanakan di kampus, kita juga  melakukannya dengan jumlah jamaah yang tentu relatif lebih kecil dan cukup dilaksanakan di masjid atau tempat lainnya di dalam kampus.

Semoga dengan kegiatan dzikir bersama kali ini, kita akan mendapatkan kecerahan dalam berpikir dan juga berindak, sehingga akan menghasilkan sesuatu yang positif dan berdampak pula kepada kebaikan masyarakat secara umum.  Karena itu  pada kesempatan etsebut kita sangat menghimbau kepada sleuruh warga besar UIN Walisongo, mulai pimpinan, dosen, karyawan dan juga para mahsiswa  dapat mengikutinya dengan penuh kesungguhan.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.