NYEPI

Hari ini umat Hindu, klhususnya yang berada di pulau Dewata merayakan hari raya Nyepi. Itu berarti seluruh umat Hidu di sana  harus berdiam diri di rumah dan tidak diperbolehkan keluar rumah, jalan jalan, menyalakan lampu, berhura hura dan sejenisnya.  Merenungkan kehidupan dalam kesunyian itulah ajaran yang mestinya dilakukan agar kemudian dapat muncul kesdaran akan hidup dan  bagaimana berbuat baik kepada sesama.

Hakekat Nyepi itu ialah bagaimana seseorang dapat  menyendiri dan kemudian merenungkan tentang segala hal yang terkait dengan kehidupan manusia.  Karena itu seluruh umat Hindu dalam kesempatan tersebut harus berbuat  yang terbaik, yakni menyepi dan berkontemplasi untuk mendapatkan sebuaah ilham bagi kemaslahatan manusia secara umum.  Jika ini dilakukan oleh seluruh umat Hindu, maka kehidupan  di masa depan tentu akan lebih bagus.

Tentu harapan yang sama itu juga kita tujukan kepada seluruh umat beragama di seluruh negeri ini, agar pada saat memperingati hari besar keagamaannya dapat merenung dan mendapatkan kesimpulan yang bijak untuk kebajikan sleuruh umat manusia.  Disamping itu ada hal yang jauh lebih penting dari sekedar perbaikan diri, melainkan perbaikan untuk umum yang menyangkut keseuluruhan uamta manusia, setidaknya bangsa ini.

Artinya sebagai bangsa yang bermartabat seharusnya kkita dapat hidup rukun dan damai dalam sebuah komunitas yang beragam. Kita harus lebih mementingkan kepentingan umum ketimbang kepentingan diri sendiri atau kelompok.  Jika saat ini umat Hindu  merayakan Nye[i, yang artinya tidak ada aktifitas apapun di sekitar mereka, maka  sebagi bangsa yang tahu diri tentu kita harus mampu menghormati mereka, dengan tidak mengganggu kenyepian mereka.

Bukan berarti kita harus larut dalam perayaan mereka, melainkan hanya sekedar menghormati mereka  dengan tidak mengganggu aktifitas ibadah mereka.  Kalau mereka tidak boleh gaduh, maka kita juga  jangan melakukan hal hal yang dapat mengganggu konsentrasi mereka dengan melakukan hal hal yang membuat  suasana gaduh, termasuk main musik dan lainnya.  Jika mereka tidka boleh menyalakan api, bukan berarti kita juga tidka boleh menyalakan apai, melainkan hanya sekedar tidak mengganggu mereka.

Ketika kita berada di rumah masing masing, meskipun di pulau Dewata, kita tentu boleh menyalakan apai, boleh makan dan aktifitas lainnya, asalkan kita sampai mengganggu aktifitas  ibadah mereka yang sedang nyepi.  Secara umum agar mereka dapat khidmat dalam merayakan nyepi tersebut, maka aktifitas yang bersifat bertentangan dengann nyepi sebaiknya dihentikan sejenak, seperti saat ini dimana bandara Ngurah Rai diliburkan untuk 24 jam, meskipun tentu angkas apura  pasti mengalami kerugian karena penghentian  enerbangan tersebut.

Tetapi selain di Ngurah Rai, aktifitas  penghentian  penerbangan tidak berlaku.  Itu karena di pulau Bali tersebut memang mayoritas masyarakatnya  memeluk agama Hindu.  Bahkan pejabat di Bali juga  kebetulan beraga  Hindu, sehingga tidak bermasalah jika mereka  melakukan penghentian tersebut.  Sementara bagi amsyarakat lainnya sesungguhnya tidak dilarang unti nmelakukan aktifitas sebagaimana biasanya, hanya saja jangan sampai menyolok sehingga akan mengganggu  mereka yang sedang nyepi.

Kita sangat menginginkan  saling menghormati tersebut selalu dijaga oleh masyarakat kita, sehingga kebersamaan dalam keberagaman akan terus dapat kita pertahankan dan terus kita pupuk hingga akan semakin bagus.  Sudah barangtentu jika umat lainnya, sepetri umat nasrani  ketika sedang memperingati hari esanya, seperti  natal, umat lainnya juga harus mau menghhormatinya, tanpa harus mengikuti aktifitas perayaan tersebut.

Artinya jika  sebuah komunitas tertentu merayakan peroingatan keagamaannya, kita harus dapat memehami dan menghormatinya.  Kita seharusnya saling membantu dalam kehidupan keduniaan tetapi bukan   dengan cara ikut memperingati atau bahkan mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh mereka, terkait dengan apapun lebih lebih yang terkait dengan kegiatan  peribadatan.  Menghormati  mereka bukan dengan ara mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh mereka, melainkan sekedar memehami dan tidak akan mengganggunya.

Sama dengan ketika kita sedang menjalankan ibadah puasa, seharusnya umat lainnya menghormatinya, bukan dengan menjalani puasa juga, melainkan cukup tidak mengganggu kita.  Demikian juga saat kita menjalani  hariraya Idul fitri mislanya, seharusnya umat lainnya tidak mengganggu dengan melakukan  pelarangan atau melemparkan benda padat yang pasti akan mengganggu umat yang sedang beribadah.

Kita tentunya sangat menyesalkan kejadian beberapa tahun yang lalu di Papua, bahkan saat ini juga dimana umat kristiani  melarang m=umat muslim untuk endirikan maqsjid sebagai tempat ibadah umat muslim.  Seharusnya mereka juga menghormati umat muslaim yang ingin mendirikan t=rumah ibadah bagi mereka, karena hal tersebut sesungguhnya dijamin oleh undang undang,  tentu asalkan sudah memenuhi persyaratan sebagaimana diatur oleh peraturan perundangan yang ada.

Demikian juga ketika ada umat lain ingin mendirikan rumah ibadah di  tempat mayoritas muslim seharusnya juga tidak diganggu jika memang sudah memenuhi persyaratan sebagaimana  diatur dalam undang undang, karena negara kita adalah negara hukum, sehingga siapapun seharusnya menghormati hukum dan tidak melakukan  hal ha yang melanggar aturan hukum.

Kembali kepada kegiatan  merayakan Nyepi yang dipusatkan di pulai Bali tersebut, kiat sudah selayaknya dapat memahami dan menghormati mereka, dengan  tidak melakukan apapun yang dapat mengganggu  ibadah mereka.  Apalagi kegiatan ereka hanya  24 jam saja, sehingtga menahan diri untuk tidak melakukan aktifitas yang bersifat  dapat mengganggu pihak lain selama itu  merupakan hal yang cukup ringan.

Kita harus mampu menciptakan kondisi masyarakat yang bagus, damai, saling menghormati dan saling menghargai.  Dengan kondisi demikian kita akan mampu menciptakan kondisi  lingkungan yang lebihn nyaman, terkendali, penuh toleransi dan juga kedamaian.  Bukankah kita ini umat yang  tahu aturan dan   dapat menghargai pihak lain. Lalu kenapa hanya untuk  menghargai pihak lain yang sedang melakukan kagiatan keagamaannya, kita susah dan bahkan tidak mampu?

Kita semakin yakin bahwa dengan  saling manghargai dan menghormati, kita akan semakin menjadi bangsa yang maju dan bermartabat di mata bangsa lain.  Kita akan  saling memberikan maaf jika diantara kita ada yang salah kita dengan ringan mau memafkan dan bukannya  malah mempersoalkannya dan kemudian membawanya ke pengadilan an sejenisnya.  Bukankah kalau kita sebagai umat muslim yang baik, panutan kita adalah nabi Muihammad saw.

Kirta tahu bahwa nabi kita tersebut sungguh luar biasa akhlaknya dan  jika kita meneladaninya, dapat dipastikan kita akan dapat hidup dengan baik dan sejahtera, damai dan  bahagian secara hakiki.  Kenapa saat ini kita dipenuhi dengan permaalahan yang snagat berat, itu karena kita sudah meninggalkan akhlak baik yang diwariskan oleh nabi Muhammad saw dan kita justru mencari jalan sendiri yang tidak sesuai dengan akhlak Nabi etrsebut.

Peringatan haru raya Nyepi kali ini kita jadikan sebagai momentum untuk mawas diri dalam  hubungan antara  umat beragama, agar ke depannya menjadi semakin baik, semakin solid dalam  hubungan yang  saling mengharga dan menghormati.  Kita  sungguh sangat ebrharap bahwa dengan kesadaran bersama  dalam menghormati umat lain, kita akan lebih  sukses dalam menjalani hidup di dunia.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.