BELA AGAMA

Saat ini kita menyaksikan betapa banyak pihak yang menyerukan agar ikut bela agama dengan cara yang sudah ditentukan, yakni melakukan demo damai dan sekaligus untuk menuntut  tersangka penista agama agar dihukum dengan hukuman setimpal, atau bahkan ajakan untuk bela agama ialah dengan menghujat para penista agama dan semua pihak yang telah  membela mereka yang telah menistakan agama dan juga Nabi, para ulama dan lainnya.

Kalau membela agama, membela Nabi Muhammad saw, membela kitab suci, saya kira semua umat muslim akan menyetujui dan melakukannya, akan tetapi kalau bentuknya sebegaimana yang  dimaksudkan oleh para pihak yang selalu ingin menggelar demo untuk mennjukkan kekuatan umat muslim dan mungkin juga  ada niat untuk memprsure pihak tertentu agar keinginannya dapat didukung dan duikabulkan, tentu  umat muslim akan berpikir sekali lagi.

Membela agama yang diyakini benar adalah sebuah keniscayaan, namun dengan cara yang diyakini pula akan benar benar membela, bukan malah sebaliknya.  Artinya bahwa membela itu akibatnya akan terasakan bahwa agama itu memang terbela dan semua pihak akan turut membelanya, namun jika  teriakan membela tetapi hakekatnya justru malah merusak citra Islam, itu namanya bukan lagi membela, melainkan  justru merusak agama itu sendiri.

Jika membela agama itu identik dengan  mencemooh dan membully pihak yang dianggap telah menistakan agama, tentu itu tidak akan menyelesaikan persoalan.  Kalau kita sedang berada di negera hukum yang telah mengatur segala sesuatu, termasuk di dalamnya tentang penghinaan dan penistaan agama tertentu,  dan pada suatu ketika terdapat pihak yang melakukan hinaa, maka yang dapat kita perbuat adalah maksimal melaporkannya kepada pihak yang berwajib, agar yang bersangkutan diproses hukumnya.

Bahkan kalau kita menganggap bahwa  perbuatan seseorang tersebut tidak berpengaruh secara lansgung di masyarakat, sebaiknya  kita hanya menasehatinya saja, karena barangkali dengan nasehat tersebut justru akan lebih bagus  akibatnya.  Bukankah  agama itu hakekatnya ialah nasehat?  Berusaha untuk memberikan teguran secara lansgsung yang dimaksudkan agara seseorang yang bersalah segera menyadari perbuatannya, itu jauh  lebih bagus dan bermanfaat bagi banyak pihak, ketimbang langsung  melaporkan kepada ihak berwajib.

Itu disebabkan kalau dilaporkan kepada ppihak berwajib, maka  proses hukum akana berjalan dan kesadaran orang tersebut belum pasti akan muncul, karena biasanya  secara manusiawi kalau seseorang diproses hukum itu selalu akan berusaha mencari pembenarnya sendiri dan melawan.  Nah,  kalau sidah demikian maka akan sulit untuk diharapkan kesadarannya, justru yang akan muncul ialah bagaimana rasksi yang sebalinya, yakni ingin menunjukkan bahwa apa yang dilakukannya tersebut adalah tidak salah.

Nabi Muhammad saw sendiri sesungguhnya telah banyak emmberikan teladan bagi kita untuk selalu memberian maaf kepada siapapun yang bersalah.  Nah, kalau kemudian oerang yang bersalah tersebut menyadari kesalahannya, kita tidak perlu mencari cari kesalahan lainnya, karena itu pasti tidak akan menyelesaikan persoalan, melainkan malah akan menambah persoalan lain.  Dengan memberikan kesempatakn kepada orang yang melakukan kesalahan dan kemudian memperbaiki diri itulah yang seharusnya dilakukan oleh semua umat.

Semangat untuk menambah persaudaraan  diantara umat manusia itu menjadi sebuah keniscyaan yang tidak bel3h kita terlantarkan dan abaikan.  Karena itu sebagai umat Muhammad saw, kita memang harus selalu berusaha untuk menambah perkawanan dengan siapapun, dan  juga selalu mengajak kepada siapapun untuk bertauhid sebagai tanggung jawab  kita, namun harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak memaksakan kehendak.

Lantas bagaimana  caranya kita membela agama kita, Nabi kita, dan juga kitab suci kita?  Apakah dengan cara menghujat dan melakukan demo besar besaran jika diantara  agama, Nabi atau pun kitab suci tersebut dihina oleh pihak lain?.  Kita memang sama sekali tidak setuju dengan penghinaan kepada siapapun, apalagi kalau penghinaan tersebut dialamatkan kepada agama yang kita anut, atau kepada Nabi yang kita yakni atau kepada kitab suci yang kita jadikan sebagai pedoman, namun ketidak setujuan tersebut  tidak juga diperbolehkan diwujudkan dengan cara yang sama dengan pihak lain yang melakukan hinaan tersebut.

Kita justru harus menunjukkan bahwa  agama kita yang kita yakni kebenarannyya dan telah mengajarkan kepada kita kebajikan itulah yang harus kita tunjukkan.  Bahwa agama kita mengajarkan kepada umatnya untuk selalu ebrbuat baik, selalu memaafkan mereka yang salah, selalu tolerans terhadap perbedan yang ada dan selalu berusaha untuk mengajak kepada kebenaran dan kebajikan.  Nah, kalau kita selalu mengamalkan hal tersebut, sesungguhnya kita sudah membela agama  kita dengan baik.

Lantas bagaimana jika agama kita dilecehkan oleh pihak lain? Tentu kita harus melihat dahulu ken=benarannya, jika merkea yang melecehkan tersebut memang belum oaham dengan ajaran agama kita, sebaiknya kita jelaskan terlebih dahulu bahwa agama kita tidak sebagiaman yang mereka tuduhkan.  Jusrtru kita harus memberikan pencerahan kepada mereka, agar mereka mengetahui dan syukur syukur kemudian mereka  mau sadar dan  mengikuti langka kita.

Namun  jika mereka tetap saja tidak mau tahu apapun yang kirta jelaskan dan tetap saja menghina, maka kita pasrahkan saja kepada yang berwajib untuk diproses hukum.  Negara kita adalah negara hukum sehingga kita percayakan saja smeuanya kepada hukum dan kita  akan selalu mengawasi prosesnya agar tidak terjadi penyimpangan.  Cara demikian justru akan terlihat sangat cantik dan  pihak lain yang sebelumnya masih ragu dengan  agama kita justru akan angkat topi dengan skap yang kita tunjukkan tersebut.

Bukan dengan membalas dengan menuduh dan menistakan mereka yang menghina tersebut.  lalu apa bedanya antara  kita sebagai pemeluk Islam dengan mereka yang menghinanya?.  Terkadang juga ada yang memprovokasi umat muslim dengan berbagai cara, seperti jika kita diam saja tidak ikut berdemo membela agama, maka kita nanti akan dimintai pertanggung jawaban di hadapan Tuhan tentang masalah ini, Lau bagaimana jawaban kita nanti?, dan juga provokasi lainnya.

Sola  manusia dimintai pertanggung jawaban itu sudah pasti, karena seluruh manusia itu mendapatkan taklif dan diberikan akal pikiran,  tetapi kalau soal khusus sperti demo dan lainnya tersebut, kiranya tidak akan  terjadi, karena Tuhan dan juga Nabi Muhammad saw  pasti akan lebih menyukai cara damai yang selalu ditonjolkan oleh umat Islam.  Cara damai yang dimaksudkan ialah dengan  berdakwah dan mempraktekkan ajaran Islam yang sangat agung tersebut secara langsung.

Tidak pernah sekalipun nabi Muhammad saw itu dendam dan sakit hati atas perlakuan tidak senonoh para umat kafirm, tetapi justru beliau akan  menunjukkan sifat kasih sayang  dan keadilan.  Tyidak bisakah kita meneladani beliau meskipun dalam bats tertentu seperti ketika  ada pihak yang menghina agama kita, lalu kita cukup berikan nasehat yang benar tentang agama kita, dan jika masih saja tidak mau mengerti  dan setelah dijelaskan argumentasinya pun tetap tidak mau, maka  sebaiknya kita laporkan kepada yang ebrwajib untuk diproses secara hukum.

Demikian juga ketika ada pihak yang meghina kepada kitab suci kita dan juga kepada nabi Muhammad saw, sebaiknya yang pertama kali  dahulukan ialah emmberikan nasehat baik kepada mereka.  Kita sampaikan  kenyataan sebagaimana mestinya bahwa  kitab suci kita dan juga Nabi adalah tidak sebagiamana yang mereka tuduhkan.  Nah, kalau kemudian mereka meu mengerti dan meminta maaf atas kekeliruannya, maka  kita dengan ringan akan memaafkannya.

Mudah mudahan dengan sikpa kita yang justru menunjukkan kasih sayang tersebut untuk membals kejahatan  siapapun, kiranya itulah dakwah yang sangat bagus dan  juga efektif untuk  memberikan citra Islam secara umum.  Semoga banyak umat  muslim yang semakin bijak dalam menghadapi situasi  sperti apapun. Amin.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.