MIMPI

Orang tua kita  memberikan ibarat tentang mimpi bahwa mimpi itu hanyalah sebagai bunga tidur, sehingga siapapun dapat bermimpi.  Hanya saja mimpi tersebut  akan dipengartuhi oleh pikiran seseorang, yakni jika sebelum tidur pikiran seseorang cenderung kepada seuatu, biasanya  hal tersebut akan terbawa ke dalam mimpi.  Dengan begitu mimpi itu ada yang indah dan ada pula yang  menyedihkan. Bahkan kalau anak anak yang bermimpi karena hatinya sangat girang, terkasdang bisa mimpi  terbang tanpa alart apapun atau lainnya.

Namun adakalanya mimpi itu merupakan isyarat bagi seseorang tentang sesuatu yang bakal terjadi, meskipun  itu tidak boleh menjadi semacam keyakinan, karena  terkadang  kalau ditafsirkan  sendiri justru akan  menjadi bahaya.  Dapat saja sebuah mimpi diartikan sebagai pertanda keburukan, maka kita dcengans wendirinya sudah berburuk sangka kepada Tuhan sebelum  sesuatu terjadi.  Nah, berburuk sangka seperti itu justru malah akan menghantyui dan bahkan mungkin akan berakibat buruk pula.

Memang kita mengenal mimpi yang benar dan tidak akan salah, yakni mimpinya para Nabi. Nabi Muhammad a sendiri sudah menyatakan bahwa mimpinya nabi itu pasti benarnya yang juga disebuat dengan al-tuya al-Shadiqah.  Nabi Muhammad saw  sudah mengalaminya sendiri saat awal kenabian beliau dan juga sesuadahnya dan itu semua sebagai kebenaran. Demikian juga dengan para nabi lainnya, seperti nabi Yusuf yang mimpinya tentang  matahari dan bulan ternyata di kemudian hari  tidak meleset.

Kita juga dapat mempercayai mimpi selain nabi yang  bisa benar, seperti mimpinya seorang yang salih yang bertemu dengan Nabi Muhammad saw misalnya, maka mimpi itu  adalah benar, karena setan tidak akan dapat menjelma sebagai diri Nabi, meskipun dalam mimpi.  Demikian juga kita dapat membenarklan adanya mimpi sebagai isyarat yang dialami oleh sebagian orang tertentu, akan tetapi kita tidak dapat memutlakkannya.

Ternyata banyak sekali macam mimpi yang dialami oleh orang, karena itu biarlah mimpi itu tetap menjadi mimpi yang sekedar sebagai bunga tidur sebagaimana eweajangan para orang tua kita.  Kita tidfak usah terlalu memikirkannya, yang hanya akan menambah pikiran kita saja, bahkan terkaang malah bisa menjadi beban kita.  Mimpi itu merupakan pemikiran kita yang terlalu sehingga kebawa dalam tidur, karena itu sebaiknya  bagi kita orang beriman, mengikuti  anjuran Nabi Muhammad saw agar  selalu berdoa sebelum tidur dan membaca ayat ayat Tuhan.

Pasrah kepada kekuasaan Tuhan sebelum tidur itu snagat baik dan sangat dianjurkan, dan kalaupun  dalam tidur itu dia bermimpi, maka mimpinya  adalah mimpi yang baik, sehingga akan memberikan semangat yang bertambah besar serta gairah untuk terus menjalankan aktifitas.  Akan tetapi yang palimng penting ialah bagaimana kita tidak terlalu memikirkan tentang sebuiah mimpi karena bagaimanapun mimpi itu berada dalam alam bawah sadar, yakni  sebuah kondisi dimana kita sedang lelap tidur, sehingga tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Karena itu dalam hukumpun kita mengenal bahwa tindakan apapun yang dilakukan  seseorang dalam kondisi tidur dan mimpi tidak akan dapat dipidana.  Jika kita bermimpi dan membunuh orang, maka itu tidak ada hukumnya, karena hanya berada dalam dunia mimpi.  Bahkan hukum kita pun akan memberikan ampunan jika  seseorang  secar tidak sadar atau dalam kondisi tidur, lalu melakukan perbuatan  yang dpaat dikategroikan sebagai tindakan pidana.

Dengan demikian kegiatan yang dilakukan dalam kondisi tidur tidak dapat dipertanggung jawabkan dan karena itu sebaiknya tidak tertlalu dipermasalhkan.  Hanya mereka yang  tipis imannya sajalah yang mudah dipengaruhi oleh hal hal yang bersifat khayalan dan  tahayul  Siapapun yang tergoda oleh pemikiran tersebut tentu akan merasakan betapa mimpi itu akan berpengaruh dalam hidup seseorang.  Bagi mereka yang berpikkir tentu hal tersebut hanya akan merugikan saja.

Itu semua  merupakan arti mimpi dalam kondisi tidur, namun saat ini istilah mimpi itu bukan saja dikaitkan dengan aktifitas tidur, melainkan sudah disamakan dengan keadaan sadar, yakni mimpi diartikan sebagai sebuah cita cita yang sangat diinginkan.  Dengan arti mimpi yang demikian tentunya mimpi itu akan ada akibatnya, yakni menjadikan  seseorang untuk selalu berpikir dan berusaha bagaimana mewujudkan mimpi tersebut dalam kenyataan.

Bisa saja seseorang bermimpi untuk mempunyai sebuah keluarga yang  sangat harmonis, mempunyai  seorang istri yang cantik, berpendidkman dan juga berakhlak baik serta  setia.  Demikian  keluarag tersebut mempunyai anak anak yang cerdas, lucu dan juga beakhlak mulia.  Lalu mempunyai rumah yang megah dengan segala isinya yang menyenangkan, dan juga mempunyai kendaraan yang  cukup bagus.  Hubungan diantara sleuruh anggota keluarga juga sangat harmonis sehingga dapat dibilang rumahku adalah surgaku sebagaimana impian banyak orang.

Nah, mimpi tersebut  bukannya sekedar mimpi atau khayalan, melainkan sebagai sebuah keinginan yang akan terus diperjuangkan dan diusahakan. Dengan begitu mimpi tersebut akan menjadi gaet bagi seseornag untuk fokus  mendapatkannya  melaluui berbagai usaha yang dapat ditempuh.  Nah, mimpi tersebut sudah barang tentu akan sangat bagus bagi  diri orang untuk memacu dalam berusaha, sehingga  tidak banyak waktu yang disia siakan untuk hal hal yang tidak berguna.

Bukankah menyia nyaiakan waktu untukl hal hal yang percuma itu sangat dianjurkan untuk dijauhi?. Nah, dengan bermimpio tersebut ternyata kita mampu menjalankan kabaikan sekaligus, yakni kebaikan untuk berusaha meraih mimpi tersebut dan sekaligus juga kebaikan untuk mengindar dari segala perbuatan tidak baik yang dapat mengganggu  tercapainya tujuan utama yakni mimpi yang sudah dicanangkan tersebut.

Nah, baik dalam mimpi yang  dialami oleh orang dalam tidurnya maupun yang hanya sebagai cita cita, sesungguhnya harus dapat kita manfaatkan sebagai salah satu alat untuk  memicu diri kita untuk mendapatkan kebaikan secara umum.  Artinya meskipun mimpi yang hanya sebagai bunag tidur sebagiman disampaikan di atas, namun jika kita dapat menjadikannya sebagai pemicu  kesadaran kita untuk memperbaiki diri dan mengembangkan diri, maka itu akan berakibat baik, asalkan bukan diyakini sebagai sebuah kebenaran mutlak.

Sementara itu bagi mimpi yang berarti sebuah keinginan dan cita cita, maka itu mutlak dapat kita jadikan sebagai  salah satu sayarat untuk mengembangkan diri serta menjadikan  masa depan  kita sebagai sebuah harapan yang dapat dicapai, bukan sekedar angan angan belaka.  Sudah barang tentu kita  akan sangat menghargai siapapun yang  dapat menjadikan sebuah cita cita  menjadi kenyataan dan  usaha yang dilakukannyapun juga akan dapat dijadikan sebagai pijakan dalam mengabdikan diri secara umum untuk kebaikan.

Jadi mimpi itu sesungguhnya dapat dimaknai sebagai sebuah hal yang positif   jika disikapi dengan positif, akan tetapi akan bermakna negatif jika disikapi dengan negatif.  Dengan demikian sesungguhnya sangat tergantung kepada orangnya.  Mimpi yang buruk pun sesungguhnya akan mampu dijadikan sebagai sesuatu yang bernilai positif jika kita sikapi dengan baik, semisal bemimpi yang sangat menakutkan, lalu kita menyikapinya dengan baik, semisal bahwa itu hanyalah  dalam mimpi, dan lalu kita dapat megubah sikap kita secara riil sehingga akan menjadi lebih baik.

Semoga kita dapat menyikapi setuiap mimpi yang kita alami dengan sangat baik dan berbaik sangka, sehingga kita emmang akan ebnar benar mendapatkan kebaikan dari dampak mimpi tersebut.  Semoga.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published.